Gadis kecil yang dikenal dengan sapaan Nav..
Gadis dengan nama lengkap Navyassah adalah anak kandung dan satu satunya dari pasangan ibu Syifa dan bapak Malih
ia dilahirkan dengan kondisi kedua matanya tak bisa melihat membuatnya tak mengerti berbagai macam bentuk-bentuk, warna-warna, benda-benda apapun disekitarnya
yang ia tau hanya nama benda dan bentuknya yang ia rasakan dari tangan yang meraba
Nav jaga hanya belajar membaca, menulis, dan menghafal dari Tante nya yang berprofesi sebagai guru disalah satu sekolah psikolog yang mengatasi anak-anak dengan berbagai keterbatasan mental
Nav sendiri tinggal dengan kedua orang tuanya tapi hari-hari hanya ditemani ibu karna ayahnya harus kerja..
Lepas dari itu semua .. Nav adalah gadis ceria.. penuh semangat ia percaya akan bisa melihat suatu hari nanti.. meskipun ia kembali lagi bertanya, kapan bisa melihat?
Nav memiliki teman selama ia tak bisa melihat indahnya dunia..
teman yang sering ia panggil dengan nama yassa, nama yang diambil dari nama belakang nya..
Nav selalu bercerita, berbagi dan bahagia punya teman baik seperti yassa..
karna yasss selalu memberikan ketenangan untuknya
persahabatan nya dengan yassa sejak ia bisa duduk dan berjalan layaknya bayi umum nya..
hingga sekarang ia beranjak 10tahun..
selain yassa, Nav juga dekat dengan Zetra..
laki-laki baik yang selalu menemani nya ketika ia ingin keluar ke taman dekat rumahnya
"ayo Nav, pegang tanganku" kata zetra
"iya. makasih ya zetra, kamu mau jadi teman aku"
"kenapa aku harus gak mau? kamu kan juga sama dengan yang lain"
Nav juga sering datang ke dokter yang biasa ia datangi untuk sekedar periksa tentang matanya apa ada perkembangan
"sekarang menunggu hasilnya, kamu mau makan apa? ibu belikan" kata syifa, ibunya
"apa aja deh bu"
"okeh. tunggu ya disini"
tak lama ibunya datang dan mereka makan berdua, Nav disuapi oleh ibunya, tak lama mereka mendapatkan hasil perkembangan dan baru pulang
Nav adalah seorang yang peduli pada orang lain.. sepulang dari dokter ia dan ibunya menuju penjual mie..
"Pesen apa Bu?" tanya penjual
"Mie ayam dua ya pak" kata syifa
"siap bu, akan saya siapkan.."
syifa menyapa penjual karna melihat dari jauh tadi, penjual sedang melamun..
"pak, kok daritadi saya liat bengong?" tanya syifa
"biasa Bu udah tiga hari ini sepi, jadi berapa kali saya harus buang makanan nya"
"waduh kok dibuang pak? kalau masih bisa dimakan, bapak bagi saja pak ke tetangga" celetuk Nav
"apa mereka mau?"
"soal mau tidak, yang penting bapak sudah beramal" jawab syifa
"iya sih bu"
"bu, minta makan" kata anak lelaki itu
"nak, kamu belum makan?" tanya syifa
"belum bu, saya lapar"
"yasudah makan bareng kita ya, disini"
"iya bu" ucapnya girang
karna merasa kasihan dan kebetulan kata ibunya ada seorang anak kecil pengemis
Nav meminta ibunya membelikan anak itu beberapa bungkus untuk beberapa keluarganya sekalian membantu penjual mie ayam untuk mendapatkan uang lebih banyak tanpa harus membuang makanan itu lagi karna basi
syifa juga setuju dan ia mengatakan pada penjual mie itu
"pak, ini jadi 3 mangkuk mie nya ya"
"iya bu"
"sama sekalian bungkus semua deh ads berapa porsi itu" kata syifa
"serius ini bu?"
"iya lah"
tak lama mereka selesai makan, dan makanan bungkusan juga sudah siap, syifa membayarnya dan memberikan 5 bungkus untuk orang orang dirumah anak itu
sisanya mereka bagikan keliling sepanjang jalan pulang..
"Terimakasih bu.. terimakasih, semoga tuhan membalasmu lebih" kata pengemis
"Semoga dibalas lebih nikmatnya ya bu" ucap penjual mie ayam
Suatu hari karna bosan di kamarnya..
Nab mencoba keluar ke halaman depan rumah karna kondisi rumah sepi kebetulan syifa sedang kepasar jadi tak ada yang menemaninya kecuali yassa..
Nav menuju depan rumah dengan tongkat kecilnya yang selalu ia bawa kemana pun ia pergi tapi saat sampai didepan gerbang rumahnya ia mencoba membuka tiba-tiba ada yang berkata padanya seorang pemulung yang mencari makan di sampah depan rumah nya
"Nak... Mau kemana?" Tanya nya
"Pengen ke Taman buk, gak ada teman saya ya?"
"gak ada nak, yaudah saya antar yaa nak"
Karna taman dekat rumah Nav harus melewati jalan yang begitu rame dan ibu-ibu itu membantunya untuk melewati jalan itu.. sesampainya di sebrang
"Makasih ya buk.. maaf ngerepotin"
"Gak papa nak.. ibu mengerti"
"Saya Nav bu.." mengulur tangannya
"Oh saya bu utari nak.."
"bu utari, oh salam kenal"
"salam kenal juga"
"ibu tadi ngapain didepan rumah saya.."
"Cari makan nak" ucapnya
"Cari makan Bu? Bukannya kata Mama saya didepan rumah agak ke kiri itu tempat sa.."
"Iya nak ibu gak bisa beli makan.." ucapnya memutus ucapan Nav
setelah puas bermain, dan akan pulang, bu utari masih menemani Nav dan kembali mengantarkan Nav
"Oh yaudah ibuk ikut saya ya kerumah"
"Ngapain nak gausah repot-repot"
"Anggap saja ibuk anter saya pulang, gimana?"
Akhirnya ibu itupun mengantarkan Nav pulang dan sesampainya dirumahnya ia menarik dan mengajak ibu itu makan..
"Gausah nak.. ibu gak enak"
"Gakpapa buk.. udah makan aja.. mamanya Nav ngerti kok.. gak akan marah" jawab tante dari Nav
Karna lapar ibu itupun memakan beberapa makanannya dan setelah selesai, Navmembungkuskan makanan untuk anak-anak ibu itu yang sedang menunggunya
Ibu itupun sangat berterima kasih pada Nav dan tantenya itu..
dan Nav sering membantu ibu utari itu dengan memberikan makanan masih baru hingga bu utari berkenalan dengan syifa dan suaminya
Tak terasa kini tata berusia 15th
Hingga suatu hari saat ia periksa ke dokter seperti biasa.. dokter memberi kabar baik untuk nya dan keluarganya..
Bahwa Nav mendapatkan donor mata
"Saya mau kasih kabar baik untuk keluarga ini yaa.. saya mendapatkan donor mata buat si cantik (Nav).. tapi jangan berharap berlebih ya buk.. pak.. karna kan Nav buta dari lahir kemungkinan kecil ia bisa melihat untuk operasi ini.. apa ibu dan bapak setuju untuk dioperasi" tanya dokter
keduanya saling tatap dan bingung
"siapa tau ibu.. bapak.. Nav juga bisa melihat untuk pertama kalinya dan selamanya.. karna yang saya teliti mata dari si pendonor masih sangat bagus.. saya kembalikan ke kalian" ucap dokter
Saat kedua orang tua nya saling bertatapan
"Tapi kalo gagal dia tetap gak bisa lihat?" tanya syifa
"Semua perlu dicoba buk.. buat pengalaman.. plis ya buk" rayu suaminya
"Yaudah deh apa kata kamu aja"
"Yaudah saya serahin semua kepada dokter.. berikan yang terbaik buat anak saya dok.. berapapun saya bayar" ucap ayahnya
"Yaudah untuk operasi nya saya jadwalkan seminggu lagi ya" ucap dokter
"Baik dok.. tapi saya boleh tau siapa pendonornya dok.." ucap syifa
"Boleh tapi nantik kalo sudah operasi ya"
Merekapun meninggalkan rumah sakit dengan sangat bahagia terutama Nav ketika mendentar berita itu dari ayah ibunya
Sesampainya dirumah Nav langsung menuju kamarnya untuk memberitahukan tentang ini kepada sahabat nya.. siapa lagi kalau bukan yassa...
"yassah? Kau dimana?" sapa Nav
"Yaa Nav, aku disini.. kenapa?" kata yassa
"aku dari dokter dan dokter bilang apa kau tau aku dapat donor mata dan bentar lagi aku bisa melihat"
"Oh ya.. kapan kau operasi?"
"Minggu depan.. akhirnya aku bisa lihat.." ucap Nav girang
"Kamu akan ninggalin aku ya?" Ucap yassah sedih
"Kok kamu ngomong gitu? Ya enggak lah.. aku tetep temenan sama kamu"
"Aku gak mau kamu tau kondisi ku" ucapnya pelan
"Kenapa? Kan justru aku gak akan repotin kamu sana sini" jawab Nav
"Aku tetep gak suka kamu lanjut operasi"
"maaf yassah kalo untuk yang ini aku gak bisa nurutin kamu, aku udah seneng banget dan bentar lagi aku bisa melihat dunia yang kata banyak orang itu indah"
yassah hanya diam tanpa berkata lagi..
Tiba dihari jadwalnya operasi saat bersiap-siap yassah menyapa Nav
"Nav.. kau yakin?"
"Yakin, kamu mau ikut?"
"Gak akan lah aku ikut" jawab nya
"Ya udah kamu diam disini aja.. tunggu aku pulang dan aku bisa melihat kamu"
Saat mereka berangkat.. yassah hanya mengintip dari balik jendela kamar Nav dan bersedih
sementara Nav pergi ditemani oleh orang tuanya dan juga zetra dan orang tuanya
oh ya, zetra itu teman dekat Nav, mereka juga tetanggaan, keluarga juga sudah saling kenal
begitu juga zetra yang menemani ibu dan ayah Nav ketika dirumah sakit..
Operasi berjalan selama tiga jam dan saat keluar dari ruang operasi menuju ke kamar rawat inap
Nav masih terbalut perban bagian matanya
Sesampainya di kamar rawat inap..
sembari menunggu Nav terbangun dari efek obat bius nya..
setelah ia terbangun..
dokter menyarankan untuk menunggu lagi selang beberapa jam lagi baru bisa dibuka perban dimatanya..
guna untuk membuat mata dari pendonor beradaptasi dan permanen dan untuk pemeriksaan maka tata harus rawat inap selama seminggu kedepan
Setelah begitu banyak rintangan dan proses.. seperti mata gatal tapi tidak boleh disentuh sama sekali karna memang efeknya juga perih.. sedikit ingin copot tapi menurut dokter itu hal yang wajar
beberapa jam pun berlalu.. perlahan membuka kedua matanya
"Nav bisa buka matanya setelah saya kasih aba-aba yaa" ucap dokter
"Baik dok.."
"Sa... tu..... Dua.... Ti... ga..." Aba dokter
"Dibuka pelan-pelan jangan dikucek yaa" ucap dokter lagi
Nav membuka perlahan matanya dan sedikit demi sedikit ia bisa melihat lebih jelas
Karna ini adalah hari pertamanya bisa melihat diusianya yang hampir menginjak 16th
Nav begitu sangat bahagia
sepulang dari rumah sakit banyak hal akan dipelajari kembali oleh Nav
yap ia harus belajar dari awal mengenal beberapa warna yang ia hanya ketahui nama tapi tidak warnanya begitupun benda benda-benda lainnya.. yang ia ketahui hanya lewat sentuhan tangannya kini melihat dengan jelas bentuk-bentuk yang membuatnya terkejut..
"Untuk hal terkejut.. kaget.. sedih.. atau hal lainnya itu wajar Bu.. karna memang nav baru bisa melihat pertama kalinya.. jadi harap ibu dan bapak sabar untuk mengajarinya" ucap dokter
"Itu pasti dok, terimakasih sudah membantu anak saya melihat kembali" ucap syifa
Untuk pertama kalinya ia bisa melihat seorang wanita yang melahirkan nya dan seorang lelaki yang menghidupinya yaitu ayah ibu..
Dan juga zetra.. sahabat nya yang selalu menemani nya
"Selamat ya Nav.. kamu bisa liat, kenalin aku zetra"
"Eh ya sama sama.. aku yang makasih kamu mau jadi temanku selama ini" kata Nav
Tiga hari ia dirawat dirumah sakit dan ia melanjutkan istirahat nya dirumah sendiri
Sesampainya dirumah. ibu dan ayahnya memberi tahu beberapa ruangan disana..
ia seketika teringat yassa..
ia diantarkan ibu kekamarnga dan melihat seisi kamar Nav yang sangat rapi
"waaah ini kamar untuk Nav?"
"iya memang ini kamar Nav kan" kata ayahnya
"ahh"
ia menuju kamarnya untuk langsung mencari keberadaan yassa..
Karna melihat anaknya sedang kebingungan ibu nya bertanya
"Cari apa Nav?" tanya syifa
"yassah ma.. kemana ya dia?"
"yassah siapa?"
"yassah ma, yang temenin aku dikamar saat aku masih buta"
"Maksut kamu yassa ini" sembari menunjuk boneka
"Ini yassah ma?" tanya Nav kaget
"Iya ini"
"Yassa bukan boneka ma.. dia bisa bicara"
kedua ayah ibunya bingung dengan ucapan Nav tapi memang yang mereka tau adalah Nav bicara dengan boneka yang ia berikan nama Yassah itu
tapi memang Nav belum pernah menyentuh yassah karna tak diperbolehkan yassah sendiri
"ibu juga bingung.. kamu sering ngomong sendiri sama boneka ini.. seolah-olah menurutmu ini adalah sosok teman tapi ibu gak masalah kok, itu hiburan"
"Tapi yassah ..." ucapnya tak melanjutkan
"Udah kamu masih perlu banyak istirahat" kata ayah
Ternyata yassa adalah sesosok boneka..
tapi begitu yakin nya Nav bahwa yassah bisa berbicara dengannya..
Seminggu kemudian seperti jadwal dari dokter, Nav yang harus kembali untuk periksa kemajuan dari mata nya dan benar mengalami peningkatan
dan saat itu juga ia bertanya pada dokter siapa pendonor mata untuknya
Dokter pun mmenjelaskn pendonor itu adalah anak dari Bu utari yang sering ia beri makan didepan rumah dan anak itu ternyata adalah anak kecil pengemis yang mengemis di saat Nav dan ibunya sedang makan mie dan Nav membungkuskan makan untuk pengemis kecil dan beberapa keluarganya
ibu utari berkata.. bahwa anaknya mengalami gagal ginjal yang merenggut nyawanya..
Yaa pengemis kecil itu adalah malaikat penolong kegelapan nya Nav, membuat Nav menjadi orang yang datang setiap hari bahkan ke makam tempat anak itu tidur untuk selamanya..
Mereka berniat mengganti kerugaian Bu utari untuk bermaksud membantu saja
Sesampainya dirumahnya.. yang sangat minimalis dan tragis.. membuat Nav bersedih dan ingin menolong kehidupan agar lebih layak
Tapi permintaan Nav dan kedua orang tua nya di tolak oleh bu utari jika memberi nya uang
dan dengan balasan yang pas untuknya kedua orang tua Nav meminta bu Utari untuk berhenti menjadi pemulung dan bekerja dirumah nya sebagai pengasuh Nav dan pembantu rumah tangga (prt)... kebetulan ibunya mulai bekerja lagi..
Sejak saat itu Nav jarang bersama dengan yassah..
bahkan menaruhnya diatas lemari nya yang ada dikamar lantai atasnya, sementara kamar itu menjadi gudang dan memutuskan pindah kamar di samping kamar bu utari
tapi saat setiap Nav pergi, jalan, dan bersama dengan zetra kadang juga bermain bersama bu utari
boneka yassah seketika menitihkan air mata
-TAMAT-
n o t e :
lalu bagaimana kisah selanjutnya dari Nav?
apa dia akan bersekolah?
dimana ia bersekolah melanjutkan pendidikannya?
menjadi pribadi yang seperti apa Nav di sekolahnya?
sedangkan zetra bagaimana?
apa mungkin dia dan Nav akan berjodoh?
Tapi entahlah...
Semua masih rahasia..
untuk cerita kelanjutan yang lebih full dan fresh untuk cerita ini bisa langsung swipe up ke story novel ku sajah
dengan judul "My Happines is Mine"
masih dengan peran utama yaitu Navyassah..
oke langsung yuk..
cekidot....