Saya dapat tantangan dari @V!_v!4 😜 peak_Fam.
saya akan buat genre horor , semoga di maklumi ya, misal tidak sesuai dengan yang di kehendaki.
=============
Hari ini Sekolahku mengadakan study Tour ke sebuah bangunan bersejarah di Kota Lama. Ada sebanyak 40 anak dan 5 guru, dalam satu bus.
Ketika itu kami berangkat pada pagi hari ,sekitar pukul 8 lebih 15 menit, menuju lokasi.
Perjalanan memakan waktu sekitar 4 jam untuk sampai di lokasi. Tapi di tengah jalan, ban bus yang kami naiki, meletus, dan kami terpaksa berhenti dan menunda perjalanan. Hingga ban bus itu di ganti dan selesai,itu memerlukan waktu kurang lebih satu jam.
Kami kembali masuk ke dalam bus, dan aku pun duduk di tempat dudukku semula. Ketika aku menoleh ke belakang, ku lihat seorang siswa laki laki yang wajahnya asing bagiku. Karena aku yakin, hampir semua murid yang mengikuti Study Tour ini, adalah teman sekelas dan beberapa pengurus Osis yang sudah aku kenal.
Aku memalingkan muka , tapi rasa penasaran menuntutku untuk melihat ke anak itu lagi. Akhirnya aku memandangnya cukup lama, dan kemudian terkejut karena tiba -tiba anak itu menoleh dan tersenyum padaku.
Mataku sedikit membelalak dan seketika wajahku memerah, aku malu ,aksiku di ketahui olehnya. Akhirnya aku kembali menatap ke depan , menyembunyikan rasa malu.
Karena masih penasaran, aku sengaja berbisik , bertanya pada Eva, yang duduk di sebelahku.
" Va, ..kamu tahu siapa anak yang duduk di belakang pojok kiri itu?" tanyaku sambil berbisik.
Eva merespon dan segera menoleh ke belakang.
" Masa kamu tidak tahu sih, itu kan Totok teman sekelas kita." jawab Eva, sedikit heran.
Aku mengerutkan dahi, berpikir ,menyamakan wajah Totok dan wajah yang aku lihat.
" Kayaknya kok bukan Totok, wajahnya sedikit berbeda dengan Totok." Pikirku bingung dan sibuk sendiri.
Aku menoleh lagi, dan terkejut lagi..wajah itu memang wajahnya Totok.
Totok menoleh dan kembali tersenyum padaku.
Aku segera membuang muka, lalu menyangga rahangku dengan tangan kanan, sembari memutar kedua bola mataku, dan berguman dalam hati.
" Emang benar,.. itu wajah Totok." ucapku merasa bodoh.
***
Tibalah kami ke tempat tujuan, semua murid dan para Guru turun, menuju lokasi bangunan bersejarah.
" Anak anak...kita akan masuk ke dalam, ingat jangan sembarangan menyentuh barang apapun di dalam, dan jangan jauh jauh dari rombongan, paham!" Perintah pak guru.
" Paham pak", jawab kami semua.
***
Kami menikmati study tour kami dan berjalan jalan ke tempat lain ,yang letaknya masih berada dalam kawasan tempat bersejarah itu.
Hujan turun ,ketika aku baru saja membeli siomay dari pedagang kecil di sana. Aku berlari dan berteduh di bawah pohon, di depan sebuah rumah kecil, di samping bangunan bersejarah, seorang diri.
Aku segera melerai dan memanggil Totok, ketika melihat anak itu hendak masuk ke rumah kecil itu.
" Totok...jangan ke sana,...lihat ini ada tulisan larangan.." teriak ku sambil menunjuk sebuah tulisan himbauan yang tertulis di papan.
Totok menoleh kepadaku, tetapi segera membuang muka ,dan tetap akan masuk ke rumah itu. Dia tidak menghiraukan kata kataku.
Aku merasa gemas, dan spontan lari ke arahnya, lalu seketika menarik lenganTotok ,sembari berkata,
" Kamu..itu..di bilangin kok tidak mau patuh, nanti di marahin pak Guru, tahu tidak" ucapku memarahi.
Totok menoleh kepadaku, tapi aku kembali terkejut, wajah yang aku lihat sekarang, wajah yang pertama kali aku lihat di dalam Bus.
" Hah"
Aku tersentak kaget, melihatnya.
Aku mengucek kedua mataku, memastikan penglihatanku yang mungkin saja tidak beres.
Wajahnya masih sama seperti pertama kali aku melihatnya, belum berubah.
" Kamu...kamu Totok kan?" tanyaku setengah tidak yakin.
Totok hanya diam tanpa ekspresi apapun, seolah dia menganggapku patung. Ku amati sekali lagi dengan seksama, wajahnya masih belum berubah ke wajah Totok biasanya.
" Kok..belum berubah, ini mataku yang rusak atau yang aku lihat ini memang benar?" ocehku lagi.
Kini aku sengaja mencubit tanganku, dan rasanya sakit.
" Ini bukan mimpi, tapi kok kayak ada yang aneh ya.." gumamku dalam hati, lalu kembali mengamati wajah Totok ,lama, ..masih sama...tapi perlahan wajah itu berubah ke wajah Totok yang Asli.
" Huh" nafasku kasar. lalu seketika menepuk bahu Totok.
" Ternyata memang kamu..", kini aku yakin, dia memang Totok teman sekelasku.
" Ayo keluar dari sini, rombongan sebentar lagi kumpul." Ajakku kemudian, sambil menarik tangan Totok, untuk menuju bus.
" Dari tadi kok kamu tidak bicara sih Tok,..sariawan ya..?" , aku kesal dan memberenggut,
" Kamu..tuh gak menghargai orang berbicara, mbok di balas gitu., jangan diam saja!" Ocehku seperti berbicara pada tembok. Totok sama sekali tidak membalas ocehanku yang panjang lebar.
Kami kembali ke bus, dan melakukan perjalanan pulang.
***
Keesokan harinya aku kembali bersekolah, dan mendapati bangku Totok kosong.
" Eh...Totok gak masuk sekolah ya...?" tanyaku pada temanku, ketika melihat bangku itu kosong.
" Iya,...katanya sakit,.." jawab temanku.
" Mungkin kecapaian sepulang study tour kemarin." balasku sok tahu.
" Enggak, dia memang sudah sakit sebelum study tour." balas temanku itu.
" Masa sih....?" balasku lirih ,dan merasa aneh.
" Jadi dia tidak ikut study tour?" lanjutku.
Temanku mengangguk.
***
Sesampainya di rumah, aku terus memikirkan peristiwa aneh yang aku alami itu. Tapi sesudahnya aku tertidur sangat lelap, karena merasakan badanku pegal pegal dan mata mengantuk.
Dalam keadaan antara sadar dan tidak sadar ,aku terbangun karena mendengar suara ketukan di jendela kamarku.
" Kamu..?" tanyaku langsung, melihat Totok berada di luar jendela kamarku. Kemudian aku menghampirinya.
" Mau apa kamu?,ada apa kemari?, kamu tuh tidak sopan ya..malam malam ketuk ketuk jendela kamar perempuan,..?"omelku , tapi kakiku tetap bergerak menghampirinya dan tanganku membukakan jendela untuknya.
Totok hanya tersenyum sambil melihatku,
" Maaf ya..udah gangguin tidur kamu" Balasnya kemudian.
" Tumben kamu ngomong, biasanya kayak patung" Sambarku sewot.
Totok kemudian terseyum lebar membalasku.
Aku sedikit terpengaruh oleh wajahnya yang tidak berubah lagi, seketika aku mengulurkan tanganku dan mencubit pipinya.
" Ini bener kamu..." tanyaku lagi.
Totok menjauhkan tanganku dari pipinya ,dia tersenyum lagi ,tetapi tidak mengucapkan sepatah katapun.
Aku terkesan menatapnya, aku lebih suka wajah Totok yang sekarang ada di hadapanku.
" Ayo naik!" ucapnya membuyarkan ku, tangannya sambil menarik tangan ku , membimbingku untuk naik ke jendela, dan anehnya aku hanya menurutinya saja.
" Kamu mau aku loncat, nanti kalau jatuh dan aku cidera ,kamu harus bawa aku ke rumah sakit ya!"
" Tenang saja, tidak akan jatuh.", jawabnya menyakinkanku.
Kemudian dia memelukku dan dalam sekejap aku sudah berada di tempat lain.
***
" Ini dimana?, kenapa kamu membawaku ke tempat ini..." tanyaku , sambil berputar mengamati sekitarnya.
" Ini seperti tempat kamarin yang aku datangi.." , gumamku, seketika terkejut, karena kini aku seorang diri.
Tiba tiba aku merinding ketakutan, aku berada di tempat yang gelap, sepi, dan sendirian.
Aku mengedarkan pandanganku dan memanggil Totok. Karena anak itu tiba tiba menghilang.
" Totok...Totok...kamu dimana....kenapa aku di tinggal sendirian....Totok...totok..." teriakku keras, memanggil Totok.
Aku kemudian mengayunkan kakiku dengan bingung, bermaksud mencari Totok.
Terdengar suara teriakan yang tak jauh dari tempat aku berdiri.
" Bugh...bugh." suara pukulan terdengar olehku.
..".ini hukuman buat kamu,..karena mencoba melarikan diri.....rasakan..."
".bugh..bugh..." ( suara pukulan)
Aku segera berlari mendekat, ke tempat dimana suara itu berasal. Rupanya suara itu berasal dari sebuah rumah kecil itu. Kemudian aku berlari ke rumah itu, dan begitu sampai, aku langsung mendekatkan telingaku di pagar.
"Hah". aku langsung terkejut, karena suara yang ku dengar adalah suara rintihan Totok dan suara beberapa orang yang memukulinya.
Aku menggigit kuku jariku, bingung dan panik. Aku ingin menolongnya tapi aku juga merasa takut. Aku mengintip dari balik jendela, dan kini melihat dengan jelas.
Totok sedang di pukuli dan keadaanya parah. Aku segera mendorong pintu dengan mengerahkan semua tenagaku. Dan akhirnya pintu terbuka, aku terhuyung jatuh ke lantai.
Aku kemudian mendongak, dan kulihat ruangan itu kosong. Beberapa orang yang tadi memukuli Totok menghilang, dan Totok pun menghilang.
Aku segera berdiri, dan mengamati sekitar rumah kecil ini.
" Tolong...Tolong aku...." , tiba tiba suara itu terdengar dekat ,aku merinding dan kakiku tiba tiba kaku. Totok sudah berada di bawah kakiku..
" hah.." pekikku kaget, hampir saja menjerit.
Totok dalam keadaan mengenaskan, sekujur badan dan wajahnya penuh luka, dan memar.
" Kamu...kamu...masih hidup...." ucapku seketika ,lalu berjongkok bermaksud membantunya berdiri...
" Tolong aku ..tolong kuburkan aku dengan layak..."
deg
Aku merasa aneh ,Aku terkejut dan seketika merinding...
"Ma...mak..sud...ka...mu....ka..mu...su..dah...ma..ti?"
Tanyaku dengan gagap.
Totok mengangguk, wajahnya seketika menjadi tengkorak dan berbau busuk.
" Hah..." Aku terkejut kembali, lalu langsung melempar tengkorak yang tadi aku pegang.
Aku berdiri dan akan berlari keluar, ketika lagi, mendengar Totok berbicara.
" Tolong ...tolong..kuburkan aku dengan layak.."
Aku takut menoleh ke belakang, tapi aku tidak tega mendengar kata kata itu, merasa iba. Sambil menutup mata dengan telapak tanganku, aku memberanikan diri menoleh. Wajah Totok sudah berubah seperti semula, bukan lagi tengkorak yang tadi aku lihat.
" Nama aku Bryan,...aku sepupu Totok, aku di culik 3 tahun yang lalu ,dan belum di ketemukan oleh keluargaku, ..aku mohon tolong kuburkan aku dengan layak " ucap Bryan sembari menangis , mengharapkan aku untuk mengabulkan permintaannya.
***
Hah .hah..hah ...( nafasku tersegal)
Aku terbangun dari tidurku, peristiwa yang aku alami seperti nyata, antara ada dan tiada....
***
tamat.