ini kisahku 1 tahun lalu, nama ku Eko, aku adalah bocah berumur 10 tahun aku tinggal di desa terpencil yg penuh misteri,aku tinggal bersama emak dan bapakku , emakku bekerja sebagai penjual sayur keliling, dan bapakku bekerja sebagai petugas kebersihan di jalanan kota. keluarga ku memang sederhana, tapi aku sangat bersyukur memiliki mereka. kehidupanku tidak begitu terurus karena orang tua ku selalu pulang kerja pada sore hari. pagi ini emak membuat sarapan utk di makan bersama.
"Ekooo... cepat sarapan nak,nanti sekolahnya telat! " panggil emak dgn keras.
"iya mak sebentar lagi.. " kata ku yg baru selesai mandi dan ingin ganti baju.
selesai ganti baju aku segera ke meja makan untuk sarapan bersama, pagi ini emak menyediakan kerupuk, kecap dan nasi panas. lama" aku merasa muak dgn semuanya dan dgn teganya aku membentak emak dan bapakku.
"makkk kapan kita bisa makan mewah seperti Yoga, aku capek setiap hari makan begini terus! aku ingin seperti Yoga dia kaya, ibu dan bapak nya pengusaha, makan nya pun mewah! tidak seperti emak dan bapak, yg tidak pernah membahagiakan aku!! "
kata ku muak kepada emak dan bapakku.
"Eko jangan begitu, Eko harusnya bersyukur masih punya emak dan bapak, apa kamu tdk lihat anak diluar sana yg tdk punya ayah ibu, eko mau seperti itu? " kata bapakku dgn mata nya yg berkaca kaca menahan tangis.
saat itu aku sedang emosi dan tdk memedulikan semuanya "Eko benci emak dan bapak! sudah! eko mau berangkat! assalamu'alaikum!! " bentak ku kepada mereka sambil pergi meninggalkan rumah, aku melihat Ifan dan Wawan yg sudah menunggu sedari tadi. aku pun berangkat kesekolah, sesampainya di sekolah,pada jam istirahat.
"mau dengar cerita dari aku tidak? " kata Wawan dengan wajah semangat.
"cerita saja wan, aku sudah tdk sabar" kata ku.
Wawan menceritakan misteri hantu Wewe gombel di desa ku, katanya wewe gombel adalah hantu nenek" yg suka menculik anak kecil, dia muncul pada saat hampir petang, ya pada waktu maghrib, itu sebabnya orang tua melarang anaknya keluar pada saat maghrib/matahari terbenam. karena pada saat tersebut wewe akan berkeliaran mencari mangsa, awalnya aku tdk percaya hal seperti itu.
saat kami sedang asik berbincang² bel pulang sekolah pun berdering, kami segera meninggalkan sekolah dan pulang kerumah. sesampainya di rumah aku bergegas berganti baju, aku yg lapar membuka tudung saji di meja makan, aku melihat hanya ada nasi dan kecap, seketika aku kehilangan nafsu makan, aku yg jengkel segera pergi meninggalkan rumah aku melihat Ifan, Wawan, Candra dan Yoga ingin bermain di lapangan.
"heii kalian, aku ikut bermain! " teriakku memanggil mereka, aku pergi bersama mereka ke lapangan utk bermain bola bersama, aku tdk memedulikan perutku yg keroncongan karena sudah keasikan bermain, tidak terasa waktu sudah hmpir petang,aku melihat jam tangan Yoga, sudah pukul 17.45 sudah hampir magrib, satu persatu teman² ku sudah pergi meninggalkan lapangan dan segera pulang kerumah.
aku hendak berlari menghampiri Wawan dan ikut pulang bersamanya, namun seketika aku berpikir, oh iya kan aku membenci emak dan bapak, aku tidak mau bertemu mereka, aku ingin disini saja.
suasana nya sangat beda, gelap, sepi, dan aku teringat akan satu hal "oh iya ini malam jumat kliwon", saat aku sedang bengong tiba² ada nenek2 yg menepuk pundakku.
" Hai nak.. ini sudah petang, kenapa kamu tidak pulang? " tanya nenek itu.
"aku tdk mau pulang! emak dan bapakku tidak sayang padaku! , mana aku lapar" kata ku
nenek itu pun memberikan sebungkus nasi kepadaku.
"ini nak, km lapar kan? makan ini" kata nenek itu. aku yg sudah lapar segera membuka bungkusan itu dan ku terkejut melihat ayam goreng dan sambal pete,begitu menggoda! aku segera makan dengan lahap. namun ini aneh sekali, baru 3 suapan tiba² badan ku kaku dan dingin, aku tdk bisa bicara aku sudah mencoba bicara namun tdk ada sepatah kata pun yg keluar.
"ayo kamu ikut nenek katanya kamu tdk di sayang emak dan bapak mu"
aku berusaha menggangguk perlahan, pertanda mau, namun aneh nya tiba2 pandangan ku buram, dan gelap, aku tdk sadar kan diri.
sementara itu dirumah "pakk ini bagaimana sudah jam segini Eko belum juga pulang, emak khawatir" kata emak dgn mata yg berkaca kaca.
"sudah mak, biar bapak yg cari Eko ya, " kata bapakku sambil mengambil senter diatas meja.
"emak juga mau ikut pak! " kata emak mengikuti bapak.
"ekoooo ekooo.... dimana kamu nak... ekoo... "
teriak mereka yg panik mencariku.
mereka melapor kepada pak Rt.
"pak tolong bantu kami, mencari Eko, anak kami, sampai sekarang dia blum pulang dari bermain, saya takut Eko hilang... " kata bapak berlinang air mata.
"iya pak,bu, saya akan turut membantu, tapi saya panggil Candra dulu, dia teman Eko kan? siapa tau Candra tau" kata pak rt dan memanggil candra anaknya. candra menjelaskan semua, bahwa Eko tdk mau pulang, dia masih dilapangan.
emak dan bapak panik dan menangis karena aku belum di ketemukan, pak Rt yg tidak tega bergegas memanggil warga lain utk turut membantu mencari ku, segala peralatan dapur dan tampah di siapkan, mereka berkeliling kampung sambil membunyikan peralatan tersebut dgn bising sambil memanggil namaku.
tb" aku sadar kan diri, aku membuka mata ku perlahan, dan merasakan ada yg mengelus lembut di rambutku, dan terdengar suara wanita yg sedang bersenandung.
"ta Lelo... lello... lelo... ledung... cup menengo... anakku seng bagus..... "
aku mendengar senandung itu, aku ingat emak selalu menyanyikan lagu itu sebelum tidur. namun rasanya sangat aneh, tangan yg mengelus ku berasa dingin, aku menengok ke kiri kanan, aku sadar ini diatas pohon yg tinggi, aku sangat ketakutan, aku menengok keatas aku melihat sosok wanita yg sangat menyeramkan, aku terkejut namun tidak bisa apa² badanku kaku dan dingin.
aku mendengar suara peralatan dapur yg sangat bising dr bawah, aku melihat emak bapak dan warga lainnya mencariku, makhluk ini sepertinya merasa terusik, ia turun sambil membawa tubuhku, semua warga terkejut melihat sosok itu, rambutny putih panjang, tubuhnya kurus berlumuran darah, dan wajah yg menyeramkan, emak dan bapakku terkejut melihat aku di gendong makhluk itu.
"hentikan ini.. bising! ku ingin tumbal 1 warga dari desa ini, dan aku tdk akan mengganggu desa ini lagi/besok anak ini sudah tidak bernafas! " kata makhluk itu dgn suaranya yg menyeramkan.
aku terkejut melihat bapakku menyerahkan dirinya kepada makhluk itu.
"bawa aku! bebaskan Eko! " kata bapakku menyerahkan dirinya ke makhluk itu, emak ku menjerit dan menangis histeris,emak mengejar bapak yg berlari kearah makhluk itu,bapak ingin menyerahkan dirinya, demi aku. makhluk itu membebaskan ku dan menangkap bapak, tubuhku kembali seperti semula,aku berlari memeluk emak, dan saat aku berbalik ingin memeluk bapak, semuanya sudah terlambat, bapak terkapar lemas tak berdaya.
"e-eko.. maafkan bapak.. b-belum bisa.. mem-bahagiakan k-kamu nak.. , j-jaga emak mu.. nak.. b-bapak sayang Eko.. "
dan ya, ini saat terakhir aku bertemu bapakku, ini pengalaman yg takkan pernah ku lupakan dalam hidupku, bapakku rela mati demi aku, aku sangat menyesal dan merasa sangat kehilangan manusia yg sangat berharga dalam hidupku.
TAMAT
______________________________________
sampe sini aja cerita dari aku, maaf kepanjangan/ga seru ceritanya, terus support aku ya! biar bisa bikin cerita² menarik lainnya! semangat buat kalian juga ya! Thanks😊