aku adalah siswi SDN JB.
aku mempunyai 4 sahabat,kami sangat dekat.tapi, kedekatan itu sirna saat salah seorang sahabatku pindah rumah. karena ini dia jarang pergi kesekolah bareng denganku. aku melihat dia berjalan bersama seorang siswi dari sekolahku yang sama sedang berangkat sekolah. Jarak antara rumahnya denganku tidak jauh,tapi dia memilih berangkat dengan orang yang pernah menghina dan meninggalkannya. yah.. ini menyakitkan karena dia tidak membalas sapaanku saat aku berangkat sendirian, dan sedang berjalan dibelakangnya. dia asyik dengan obrolannya. karena aku tidak terlalu mengambil hati, aku mendahului berjalan didepannya. saat aku berjalan didepannya, dia menyapaku. tapi, aku melihat tangannya ditarik oleh perempuan itu. dia terbungkam, tidak memanggilku kembali. aku hanya berbalik dan tersenyum, walaupun hatiku hancur. Aku berjalan dengan wajah masam dan berjalan cepat. Setelah sampai dikelas aku duduk,dan sahabatku yang bernama Susi (disamarkan) dia memanggilku untuk duduk disebelahnya, kursi yang dia duduki ada pada baris pertama, sedangkan aku baris keempat.
"Ki, kamu udah ngerjain pr?"ucap Susi.
"udah, gampang didikitlah". ucap ku.
"Susi, tadi aku kan manggil Yona, (disamarkan) tapi dia gak peduli". ucapku menahan sakit hati.
"yaudah sabar aja". ucap Susi.
"jajan aja yuk! dari pada mikirin begituan". ucap Susi.
"ya...oh iya! Desi (disamarkan) mana? udah mau bel nih". ucap ku kembali ceria.
"beloman dateng, ntar dikit lagi palingan". ucap Susi.
Aku dengan Susi pergi ke kantin sebelum bel masuk. aku dan Yona berpapasan. tapi, aku dengannya saling buang muka. Aku hanya bercanda dengan Susi. Aku dengan Susi makan makanan kantin dengan cepat sebelum bel.
"door!!!". Desi mengagetkan aku dan Susi.
"hok! hok! hok". keseleknya aku karena sedang melamun.
"kenapa loh! tumben banget kaget, biasanya aja gak". ucap Desi.
"akupun manusia masih punya jantung untuk kaget". ucapku menahan kesal.
"ya iya! mama kiki ku paling cantik!". ucap Desi sambil mencubit pipiku.
"mmmm". ucap ku sedang makan karena memberontak dicubit dia.
"nanti perpisahan kamu bawa apa?". ucap ku mengalihkan.
"bawa diri". ucap Desi.
"bawa kepala gak? atau ditinggalkan aja". ucap ku kesal.
"gak usah kan berat!". ucap Desi.
"benar ya!!!". ucap ku.
"lagian ada ada aja". ucap Desi.
Akupun tertawa.
"nyengir loh kayak kuda". ucap Desi.
"ayo masuk! kamu udah selesai belom Susi?". ucap ku.
"udah ayo!". ucap Susi.
Aku berjalan masuk ke kelas beriringan dengan desi dan Susi sambil bercanda. moodku membaik karena kedua sahabatku. Aku memasuki kelas dan saat itu moodku memburuk lagi karena melihat Yona dan Risa (disamarkan,perempuan tadi yang menarik tangan temanku) sedang duduk ditempatku, Risa dan aku beda kelas. aku duduk dikelas B dan dia A.
Dengan wajah masam aku berbicara dengan Risa.
"misi bisa pindah, saya mau duduk". ucap ku.
Dia berdiri dan pergi ke kelasnya. Yona dan aku saling diam tidak berbicara satu katapun. Dan kelas pun dimulai, aku terus belajar dengan konsen, dan tidak peduli oleh apapun. Saat itu aku merasa dia kesulitan memahami tugas.
"Ki kamu marah ya?". ucap Yona.
"gak". ucap ku singkat.
"kok diem??". ucap Yona.
"males ngomong, paling gak dipedulikan". ucap ku.
Aku terus memperhatikan pelajaran dan tidak mau memikirkan apapun.
Saat dikumpulkan tugas-tugas,dia belum rapih. Aku berniat membantu dia..tapi..
"sini aku ajarin". ucap ku.
"gak usah bisa sendiri". ucap Yona menghentak tangan ku.
"ok". ucap ku.
Dia berjalan kedepan dan menaruh bukunya. bel pun berbunyi aku dan sahabatku beristirahat. Aku mengajak Yona tapi...
"Yona istirahat bareng yuk!". ucap Risa.
"ya ayo!". ucap Yona.
Dia meninggalkan kelas.
"Ki kok dia gak bareng kita?". ucap Desi.
"gak apa,dahlah ayo!". ucap ku.
Tapi tiba-tiba rombongan Genk anak gila yang suka bikin aku kesal mengiming-iming ku dibelakang.
"eh tumben, kenapa tuh temennya". ucap Roi. (disamarkan).
"nenek cerewet lagi marahan kali". ucap Ali. (disamarkan).
"hahahaha". tertawa mereka.
"heh diem Luh! gila! sok tahu". ucap ku berbalik memarahi mereka.
"kenapa marah?". ucap si rian. (disamarkan).
"diem Luh gak ada leher". ucap ku.
"Luh juga mas koki sama si teh! Rio!". ucapku.
"dih!". ucap Roi.
Mereka mengambil buku catatan ku dan menaruh dimeja mereka dan dibekam.
"kalo sampe robek! awas!". ucap ku.
"ayo ki! jangan peduliin". ucap Desi.
"ya". ucap ku.
"kasian kasian nanti nangis we! taro taro!". ucap Roi.
Aku mulailah kesal dan menejambak mereka satu persatu.
"ya ya! ampun!". ucap Roi dan yang lainnya.
"awas ya! gak gua kasih contekan!". ucap ku.
"dih jangan gitu! canda. nih bukunya.."ucap Roi jadi baik.
Aku mengambil bukuku sekuat tenaga. dia terjatuh karena tidak seimbang.
"yah hati-hati dong nanti jatuh". ucap ku meninggalkan kelas.
"udah jatoh Ki". ucap Desi.
"oh". ucap ku.
Aku,Susi dan desi kekantin membelikan makanan masing-masing. Kami makan tanpa bicara saat sudah selesai kami pergi ke markas rahasia kami yaitu (UKS yg gak dipakai lagi,hanya diteras). kami duduk sambil cerita cerita. Dan saat itu pembicaraan beralih ke Yona.
"Yona kenapa? bukannya dia benci Ama Risa kok sama dia Mulu?". ucap Desi.
"tadi aja aku sama Kiki didiemin". ucap Susi.
"tadi aku liat dia dibansurin (barang suruan) sama Genk nita". ucap Desi.
"ya..kali". ucapku singkat.
"nohhh! liat!". ucap Desi sambil menunjuk. Aku memalingkan muka kearahnya.
"kan aku udah bilang". ucap Desi.
Bel berbunyi tapi Desi terus menerus berbicara tak henti sampai kelas. saat dikelas tiba-tiba...
"heh! Luh kenapa diemin Yona!". ucap Genk nita.
"gak usah ikut campur, Luh gak tahu apa apa". ucap ku.
"dih cuman nanya juga". ucap geng Nita.
"berisik". ucap ku.
Setelah itu pelajaran dimulai sampai bel pulang sekolah. Aku pulang bersama susi karena searah. Aku tidak melihat Yona karena dia takut atau apalah aku tidak tahu.
sampai dirumah aku menjalani seperti biasa. keesokan harinya...
aku bersekolah seperti biasa,tapi tidak berjalan barang dengan dia.tapi, Susi menghampiri aku untuk berangkat bersama.
"ayo ki!". ucap Susi.
"ya". ucap ku.
Kami berangkat bersama. sampai disekolah, aku melihat Desi dan Yona seperti sinis kearah ku. Sekarang Desi, aku jadi hanya berdua bermain dengan susi. Aku dan Susi langsung turun kebawah dan kelapangan.
Ternyata, aku diiming-imingi oleh orang lain.
"he! Kiki! kamu katanya ngerebut pacar Yona si Roi, Yona ngomong sendiri". ucap Alia.
"gua gak suka pacarnya! bilang kedia! gua gak butuh pacar apalagi ngambil punya orang!". ucap ku kesal.
"dia sendiri yang bilang". ucap Alia.
Cukup, amarahku meledak. aku gak sanggup menahan lagi aku berjalan kearahnya dan mengatakan apa yang ingin kukatakan dengan tegas.
"gua temenan emang salah ya. Gua gak semurahan itu! gua juga gak suka sama pacar lu! ingat! gua gak punya perasaan sedikit pun dengan cowok cowok! gua pikir Luh temen gua! gak kayaknya bukan teman lagi! tapi sampah! jijik gua sama Luh!". ucapku.
"udah Ki, sabar". ucap Susi.
"tau! Luh Yona! ngomong gak pernah dijaga". ucap Alia.
Aku bersenam dengan Susi sampai bel masuk. dan disini aku memang bertengkar hebat. Dia berfikir aku menyukai pacarnya. Aku cuman ingin berteman dengan semuanya dengan baik.
sakit banget.... sakit...
karena merasa bersalah dan marahan lebih dari 3 minggu, aku memutuskan untuk meminta maaf sebelum perpisahan.
"Desi!! kamu jajan apa?". ucap ku.
Aku orang pemalu jadi kalau aku ingin minta maaf begini lah caranya.
"Yona kamu ja..-"ucap ku belum selesai.
"minggir! ganggu aja". ucap Yona pergi.
Ternyata dia disuruh lagi oleh geng Nita.
setelah berhari-hari akhirnya inilah hari terakhir aku dengan teman teman ku. tapi, ini juga hari dimana disakit dan tidak ikut tur.
"anak anak ayo mendengar kan". ucap Bu guru.
Buguru mengabsen semua murid tapi tidak ada Susi dan Yona hanya aku dan Desi. kami berdua menghabiskan waktu bersama dibandung. dan akhirnya tur selesai kami pulang masing masing.
"ayah mana... capek banget". ucap ku.
pucuk dicinta ulan pun tiba ayah ku datang membawa motor.
"yah udah". ucap ku menaik kemotor.
Aku menceritakan semua keayah tentang jalan jalan ke Bandung.
Dan setelah tur aku liburan dan masuk SMP bareng dengan Susi.
tapi,Yona masuk ketempat lain.
hari hari SMP ku biasa aja dan aku sering mendengar kalau Yona sakit dan memanggil namaku. aku kerumahnya dan menjenguknya. Dia sangat kurus tidak seperti dulu. dia berjalan saja tidak seimbang, aku ingin memapahnya tapi dia menolaknya.
sampai esok harinya..
aku masuk sekolah dan mendengar kabar dia koma dirumah sakit. Aku cuman bisa berdoa dan akhirnya hal yang tidak ingin kudengar dan tidak ingin ku percayai dari telinga ku sendiri mendengar namanya disebutkan di masjid.
Hancur sehancurr!! hancurnya!!!
dia meninggal dirumah sakit dan dimandikan dimasjid. Air mataku mengalir deras dipipiku, aku tidak percaya! ini pasti mimpi!
aku melajukan sepedaku dengan cepat dan tidak peduli dengan guru guru yang didepanku. Aku menangis diparkiran sepeda dan Susi hanya menghiburku. aku tidak tahu kenapa dia bisa sekuat itu sampai tidak menangis. aku mengeluarkan isi hati ku dan terus menangis dan menyalahkan diriku yang tidak berguna. Aril teman baruku menghiburku dengan cara memelukku,aku merasa bahwa Yona ada dalam tubuh dia yang hangat. aku merasa lebih tenang.
liburan aku dan sahabatku kemakamnya Yona, Isak tangisku pecah dan Desi juga. kami membacakan Yasin dan menyiramkan air mawar dan sampai selesai. Aku merasa senang dan tenang karena sudah mendoakan dia.
"kamu mau pergi meninggalkan aku sejauh apapun, aku tidak peduli karena aku akan selalu ada untukmu". sahabatmu Kiki.
semoga yang membaca ini bisa dijadikan pelajaran bahwa waktu bersama orang yang kita cintai itu berharga:)
terimakasih.