Udara segar menari-nari di sekeliling mereka. Pepohonan hijau melambaikan daun ketika dihempas oleh angin. Sang mentari bersinar hangat, melengkapi suasana nyaman di sekitar alam.
Sepasang teman sedang berjalan di belakang rombongan wisata kelas mereka. Namun sepertinya, si gadis tidak menyukai hal itu.
"Ayo jalan lebih cepat! Nanti kita tertinggal!" ulangnya untuk kesekian kali.
Lelaki yang berjalan di sebelahnya tertawa geli. "Kau ini berlebihan, Airin! Tenang saja, aku hapal kok daerah hutan ini."
Lidah Airin berdecak sebal seraya menambah kecepatan. "Aku tidak mau terpisah dari rombongan. Bu Guru bilang hutan ini angker, loh, Edvan!" ketus Airin.
"Angker? Haha! Semua tempat juga angker. Kita kan memang tidak hidup sendirian di dunia ini," jelas Edvan, semakin berjalan santai.
Melihat hal itu, Airin langsung menarik pergelangan tangan kiri Edvan dengan sekuat tenaga. "Ayoo cepaatt!! Kita semakin tertinggaall!!"
Namun usahanya sia-sia, karena Edvan melawan dan melepas paksa cengkraman Airin.
"Sudah kau pergi saja sana bersama rombongan! Aku juga tidak butuh ditemani," sinis Edvan, kemudian menghentikan langkahnya.
"Baiklah!" Airin memalingkan wajah, lalu berjalan cepat menghampiri rombongan yang nyaris tidak terlihat.
Seekor kupu-kupu bersayap biru terang melintas di depan wajahnya. Airin teralihkan, lalu mengikuti arah terbang mahkluk indah itu melalui matanya. Namun sayang, kupu-kupu tersebut sudah menghilang di balik pepohonan hutan sebelah kiri.
Ketika Airin menghadap ke depan, tampak jelas sebuah perempatan yang masing-masing dibatasi oleh lebatnya hutan. Sekedip mata kemudian, rasa panik memenuhi sekujur tubuh Airin.
"Hah?! Mereka ke mana?!" pekiknya. Karena tak memiliki pilihan lain, Airin terpaksa berbalik untuk menghampiri Edvan.
Deg!
Jantungnya berdenyut keras melihat jalan yang sempat dia lalui saat ini kosong tak berpenghuni. Peluh seketika membanjiri dahi dan leher Airin.
"Edvan? Edvaaann! Kau dimanaaa?" teriaknya seraya mengedarkan pandangan.
Napas Airin bergerak naik turun tidak teratur. Kakinya lemas, seolah kehilangan bumi untuk berpijak. Air mata langsung membanjiri pipi gadis itu.
"Huuaaaaa! Edvaaaaannnn!!!" pekik Airin lagi, hendak berjalan lebih jauh ke belakang. Karena akan berisiko jika dia malah menyusuri salah satu dari jalan di perempatan tadi.
Sudah kira-kira lima menit berjalan, Airin tak mendapatkan hasil apa pun. Kepalanya mendadak pusing, dunia terasa berputar. Bahkan rasanya Airin seperti akan memuntahkan semua isi perutnya.
Dugh!
Gadis itu jatuh terduduk di atas jalan berbatu. Lenyap sudah masa depan Airin. Tidak akan ada siapa pun yang datang dan menemukannya.
"Boo!"
"AAAAAHHH!!!" Airin menjerit, refleks menoleh ke belakang.
Sedetik kemudian, air matanya mengalir semakin deras. "Dasar! Hiks ... kau tega sekali!" keluh Airin terisak-isak.
Edvan yang tadi mengagetkannya malah tersenyum lebar tanpa rasa bersalah. Dia mengusap puncak kepala Airin seraya berkata, "Makanya, lain kali jangan panik berlebihan seperti itu!"
⚠️❤⚠️❤⚠️
📌Rasa cemas atau anxiety adalah hal yang normal dirasakan ketika seseorang menghadapi situasi atau mendengar berita yang menimbulkan rasa takut atau khawatir. Namun, anxiety perlu diwaspadai jika muncul tanpa sebab atau sulit dikendalikan, karena bisa jadi hal tersebut disebabkan oleh gangguan kecemasan.
Orang yang cemas biasanya akan merasakan gejala-gejala seperti:
1. Gugup, gelisah, tegang, sulit konsentrasi, dan gemetaran
2. Napas dan detak jantung yang cepat
3. Sulit atau bahkan tidak bisa tidur
5. Banyak berkeringat dan tubuh lemas
6. Adanya perasaan seperti akan ditimpa bahaya
📌Membedakan Anxiety Normal dengan Anxiety yang Berbahaya
Berikut ini adalah jenis-jenis anxiety disorder atau gangguan kecemasan beserta gejalanya.
1. Gangguan kecemasan umum (Merasa cemas berlebihan terhadap hal-hal seperti pekerjaan, kesehatan, dll)
2. Fobia (Merasa takut berlebihan terhadap suatu benda, binatang, atau situasi tertentu yang tidak menimbulkan rasa takut pada kebanyakan orang)
3. Gangguan kecemasan sosial (Memiliki kecemasan atau ketakutan yang luar biasa terhadap lingkungan sosial atau ketika harus berinteraksi dengan orang lain)
4. Post-traumatic stres disorder (Muncul pada seseorang yang pernah mengalami kejadian traumatis atau berada di situasi berbahaya yang mengancam nyawa)
5. Gangguan panik (Bisa merasa takut atau panik tanpa alasan yang jelas)
6. Gangguan obsesif kompulsif/OCD (Memiliki kecenderungan untuk melakukan sesuatu secara berulang-ulang untuk meringankan rasa cemas yang berasal dari pikirannya sendiri)
📌Beberapa Cara Mengatasi Anxiety
1. Mencukupi waktu tidur dan istirahat
2. Membatasi konsumsi kafein dan minuman beralkohol
3. Mengurangi stres dengan mencoba teknik relaksasi, misalnya meditasi dan yoga
4. Melakukan aktivitas fisik atau berolahraga secara teratur
5. Mencoba bertukar pikiran atau curhat dengan teman
⚠️Anxiety yang muncul akibat gangguan kecemasan lama-kelamaan berpotensi membuat penderitanya merasa depresi, ingin bunuh diri, hingga menyalahgunakan obat-obatan atau minuman beralkohol. Jika kamu merasakan gejala-gejala di atas dalam dirimu, segera periksakan diri ke psikiater⚠️
Menurut kamu, anxiety yang dialami Airin itu berbahaya tidak, sih?
Apa kamu punya pengalaman bersama rasa kegelisahan atau anxiety ini? Yuk, ceritakan di komentar!^_^
Terima kasih sudah membaca!;)
[Sumber: alodokter.com]