"James,Bisakah kau menjemputku sekarang?Sepertinya sebentar lagi akan turun hujan.."
Kata seorang gadis muda di telfon dengan suara gemetaran.
"Maaf,Aku ada urusan yg sang~at penting sekarang Scarlet.Pulanglah dengan taksi saja ya?"
Jawaban itu sedikit membuat Gadis bernama Scarlet itu marah.Tapi akhirnya..
"Ah,Baiklah kalau begitu.Maaf telah mengganggumu,James"
James langsung menutup telfonnya tanpa berbasa-basi sebentar dengan Scarlet.Scarlet hanya bisa menghela nafas kemudian menunggu taksi untuk datang.
Tapi setelah beberapa lama menunggu,Tak ada satupun taksi yg datang.Scarlet bingung apakah dia harus menerjang hujan yg kemungkinan sebentar lagi akan turun atau terus menunggu sampai ada taksi yg lewat.
Belum sempat memutuskan apa-apa,Hujan langsung turun dengan derasnya.Scarlet semakin bingung akan keputusan mana yg harus ia pilih.
Setelah beberapa menit dia berpikir,Scarlet akhirnya memutuskan untuk menerjang hujan yg sangat deras itu.Dia berpikir kalau dia hanya akan kena flu saja.
Sesaat sebelum dia berlari menerjang hujan,Seseorang dari belakang menarik dengan kuat dirinya sampai hampir membuatnya terjatuh.
"Kau gila ya mau menerjang hujan sederas itu?!"
Seorang pria yg menarik tangan Scarlet tampak sangat khawatir.
"Soalnya ngk ada yg menjemputku,Dan juga daritadi tak ada satupun taksi yg lewat.."
Jelas Scarlet dengan raut wajah murung.
"Aku akan mengantarmu pulang.Cepat ikut aku!"
"Pelan-pelan saja,Miles"
Miles tak mendengarkan perkataan Scarlet dan hanya terus menariknya sampai ke sebuah mobil kemudian menyuruhnya untuk masuk.Scarlet hanya mengiyakan perkataannya.
Miles lalu mengantar Scarlet pulang ke rumahnya yg tak terlalu jauh dari rumahnya sendiri.
DISANA..
"Terima kasih,Miles"
"T-tidak masalah..!"
Scarlet tampak bingung karena tiba-tiba wajah Miles menjadi semerah tomat.
"Sepertinya kau sakit,Miles.Sebaiknya kau pulang sekarang.."
"I-iya"
Miles buru-buru pergi pulang ke rumahnya.Scarlet sangat kebingungan saat itu.
DI PERJALANAN PULANG MILES..
Miles memberhentikan sebentar mobilnya di pinggir jalan.
"Jika saja aku tidak terlambat satu langkah dari orang itu.Mungkin sekarang akulah yg bersanding di sampingmu,Scarlet"
Miles tanpa sadar menitikkan air matanya karena teringat Scarlet yg waktu itu memberitahukannya kalau dia sedang berpacaran dengan James.
Setelah parkir beberapa saat,Miles lalu menyalakan kembali mobilnya kemudian berkendara kembali ke rumahnya.
~~~~~~~~~~~~~
BESOK MALAMNYA...
"Aku minta putus,Scarlet.."
Kata James melalui telfon kepada Scarlet.Permintaan putus dari James membuat hati Scarlet menjadi sakit seperti ada pisau yg menyayat hatinya.
Pergelangan tangan Scarlet menjadi lemas dan tanpa sadar langsung menjatuhkan ponselnya ke lantai.James tak memperdulikan perasaan Scarlet saat itu dan langsung mematikan ponselnya.
"Kenapa James?!Kenapa kau memutuskanku secara sepihak seperti ini..!!"
Scarlet menangis sejadi-jadinya karena berita tak mengenakan itu.
*TIT TUTT*
Scarlet menekan nomor Miles di ponselnya untuk menelfonnya.
"Hm?Ada apa,Scarlet?"
Tanya Miles saat panggilan sudah tersambung.
"M-miles,Bisakah kau menemaniku pergi ke Cafe Ronia sebentar?"
"Apakah kau habis menangis,Scarlet?!"
Miles mengetahui itu karena nada bicara Scarlet yg cukup gemetaran seperti orang yg habis menangis.
"Ngk kok.Tapi,Apakah kau punya waktu nanti?"
"Tentu saja,Scarlet"
Scarlet lalu menutup telfonnya kemudian bersiap-siap pergi ke Cafe Ronia.Setelah selesai,Scarlet menunggu kedatangan Miles di depan rumahnya.
Tak lama kemudian,Miles sudah sampai di depan rumah Scarlet.Dia langsung masuk ke dalam mobil secepatnya setelah mengunci pintu rumahnya.
~~~~~~~~~~~~~
DI DALAM MOBIL...
"Scarlet,Tolong jelaskan kepadaku apa yg sebenarnya terjadi"
Miles meminta agar Scarlet menjelaskan semuanya.Tapi Scarlet enggan menjelaskannya dan hanya diam duduk di tempat duduknya sendiri.Miles tak bisa mendesak Scarlet karena semua hal yg terjadi adalah urusan pribadinya.Kecuali Scarlet sendirilah yg berinisiatif untuk menceritakan segalanya.
SESAMPAINYA DI CAFE RONIA...
"Kosongkan cafe ini untuk kami berdua saja.Dan juga hidangkan kami Green Tea dan juga Dessert"
Kata Miles sambil menyerahkan sebuah kartu hitam kepada pemilik cafe itu.
"Baik,Tuan"
Pemilik cafe itu menerima permintaan Miles dengan sepenuh hati.
Sesuai dengan permintaan Miles,Cafe kemudian di tutup agar tak ada satu pun orang yg masuk ke dalam.Setelah selesai,Pemilik cafe itu lalu menghidangkan Green Tea dan juga Dessert.
"Ini hidangannya,Tuan"
Sang pemilik cafe menghidangkan 2 cangkir Green Tea dan juga Dessert untuk masing-masing dari mereka.
"Aku akan menjelaskan segalanya sekarang"
Sorot mata Scarlet yg tadinya memancarkan aura sedih seketika berubah menjadi sangat serius.
"Silahkan"
"Sebenarnya tadi..James menelfonku.Di telfon dia memutuskanku secara sepihak kemudian mematikan telfonnya.Dia bahkan tak peduli akan tanggapanku.."
"Miles..Kau tidak apa-apa?"
Scarlet bingung karena Miles terlihat berusaha menahan amarahnya yg sangat meluap-luap.
"Aku..Tidak apa-apa,Scarlet"
Miles menyembunyikan perasaannya yg sebenarnya dengan senyuman simpul yg tampak di wajahnya yg tampan itu.
"Jadi,Menurutmu apa yg harus aku lakukan terhadap bajin*an itu?"
"Bukankah James adalah cinta pertamamu?Bagaimana kau bisa langsung melupakannya seperti itu?"
Miles sangat-sangat kaget akan perkataan menohok Scarlet yg langsung memaki James.
"Dia memang benar adalah cinta pertamaku.Tapi,Selama kami berpacaran dia bahkan tak ingin keluar biaya sepeser pun.."
"Bagaimana jika aku membantumu?"
"Itu akan lebih baik,Miles"
Scarlet tersenyum tipis mendengar perkataan Miles yg siap melakukan apa saja untuk membalaskan amarahnya kepada James.
"Berhubung aku adalah Presdir dari perusahaan Sorana,Aku akan langsung membeli saham dari perusahaan tempat James bekerja Bagaimana?"
"Terima kasih,Miles"
Scarlet tersenyum riang karena Miles mau melakukan hal itu hanya untuknya.
"Tidak masalah"
~~~~~~~~~~~~~
Beberapa hari kemudian,Miles membeli saham terbesar dari perusahaan Angelo tempat James bekerja.Karena dia sudah membeli saham terbesar di Perusahaan Angelo,Miles berhak memutuskan apa yg seharusnya dilakukan oleh perusahaan.
Miles tanpa berpikir lama-lama langsung 'menendang' James keluar dari Perusahaan Angelo.Para pemegang saham yg lainnya juga tak mempermasalahkan pemecatan atas James Heidern.
BEBERAPA BULAN KEMUDIAN...
"Ada apa..James?"
James menelfon Scarlet secara tiba-tiba kemudian menjelaskan segalanya.
"Hm?Kau ingin balikan?Hahaha..Kau bercanda kan?"
"Tidak,Scarlet"
Scarlet tersenyum sinis karena mendengar James memohon-mohon agar bisa kembali berpacaran dengannya.
"Hahh..Maaf James,Tapi aku sudah berkeluarga~"
Daei belakang Scarlet,Miles langsung memeluk erat dirinya sambil tersenyum dengan manisnya.
"B-berkeluarga?!"
"Iya.Oleh karena itu,JANGAN MENELFONKU LAGI!"
Scarlet langsung mematikan sambungan telfonnya setelah memberikan peringatan kepada James.
"Dia pria paling menyedihkan yg pernah ku temui selama hidupku"
"Kalau aku~?"
"Kau?Hmm..Pria yg paling manis!"
~The End~
~Kesimpulannya?~