halo teman teman pembaca, semoga di beri kesehatan dan di beri kelancaran Rezeki oleh sang Maha kuasa. aamiin
disini saya selaku Author ingin membagikan kisah Nyata dari pengalaman seseorang yang benar benar Nyata, Cerita ini tidak ada tambahan dan tidak ada pengurangan cerita sama sekali .
maaf sebelum nya terlaku ber tele tele, mari kita mulai ceritanya.
perkenalkan Namaku Hans, aku laki laki yang saat itu duduk di bangku sekolah kelas 6 SD.
saat itu Hari jumat siang sekitar pukul 10.00 siang dimana saat itu libur sekolah, rumah ku di perkampungan dan pedesaan yang mana banyak sekali sawah dan kebun kebun kopi yang terbilang amat sepi orang.
Aku di suruh ibu ku untuk mengantarkan Makanan berupa Rantang nasi dan Lauk untuk Ayah ku di sawah, aku pun berangkat sendirian dengan menenteng Makanan yang di titipkan ibu ku.
aku berjalan sembari bernyanyi nyanyi lagu kesukaan ku waktu itu, aku berjalan melewati beberapa Sawah hutan dan kebun kopi yang terbilang sangat sepi warga disana. jarak dari sawah ku ke rumah sekitar 1.5 km karna saat itu keluarga ku hanya memiliki sepeda yang di pakai oleh Ayah ku untuk ke Sawah.
Tibalah aku di gubuk peristirahatan di tengah sawah, aku lihat ayah ku sedang membersihkan badan nya dari lumpur dan kotoran di tangan dna baju nya dengan air pancuran disana.
aku pun menaruh makanan nya di gubuk itu, istirahat sebentar dan aku pamit dengan ayah izin pulang karena aku ingin menemani ibu dirumah sendirian. ayah ku pun hanya mengatakan kata yang biasanya dia katakan " Hati hati ya nak "
saat di tengah perjalanan yang amat sepi orang, berlokasi di persawahan milik orang tua nya kawan ku yang bernama Heri, aku melewati tengah tengah jalan setapak persawahan milik orang tua heri, dan aku melihat disana ada Heri teman rumah ku yang seumuran dengan ku .
dari kejauhan aku melihat heri berlari lari sambil melihat ke arah ku, aku berada di belakang heri saat itu.jarak ku dengan nya sekitar 15 meter, dan aku berfikir itu benar benar heri. aku lun memanggil nya dengan teriakan " Oi Her "
tidak ada jawaban dari heri, dia hanya menatap ku dan saat aku mendekatinya berjalan dia terus berlari ke arah jalan ku pulang, saat itu aku inget heri memakai baju putih dan celana pendek.
aku berusaha berjalan mengejarnya, dan saat aku cari dia menghilang. aku pun sempat bingung dan heran, secepat itu heri lari dari ku.
aku pun belum merasa aneh dan belum merasa takut, aku dengan santai nya tetap melanjutkan arah jalan pulang.
saat aku melewati jalan yang menanjak dengan tanjakan yang terjal, aku melihat heri mengintip dari atas bukit itu. aku pun melihat jelas ke arah Heri, dan kembali aku berlari mengejarnya dan sambil tertawa yang benar benar tertawa heri lari lagi dan aku pun tetap mengejar nya.
aku belum ada rasa takut dan berfikir aneh saat itu, saat aku sampai di atas bukit aku bingung kembali. karena jalan di depan ku jalan lurus dan panjang kebun kopi, tapi kenapa Heri hilang dan secepat itu dia lari.
aku terdiam dan menoleh kanan dan kiri sembari kebingunan, saat aku kebingungan aku mendengar heri memanggilku dari arah kanan persis di belakang pohon pisang yang berjarak 10 meter di sebelah kanan ku.
aku pun penasaran aku kira heri mengajak ku bermain, aku pun dengan berlari menghampiri nya. dan saat semakin dekat benar saja, disitu heri sedang tersenyum pada ku gigi bagian depan nya terlihat bagus.
aku bertanya " Oi ngapain kamu disini, sama siapa kamu "
heri tidak menjawab sama sekali dan dia hanya tersenyum lebar padaku,
kami lun terdiam beberapa saat, aku keheranan sembari aku juga ikut tersenyum. tak lama heri bilang kepada ku .
" Anterin aku pulang yok " sebelum nya wajah heri senyum sumringah lebar, saat ini wajah nya tidak ada ekspresi sama sekali.
dengan polos nya aku pun meng iyakan ajakan nya, namun aneh nya dia menunjukan padaku jalan yang sebelum nya tidak pernah aku tau arah nya.
saat aku ingin berjalan pulang menuju jalan ku tadi heri memanggil ku.
" lewat sini aja,ga usah lewat sana " kata heri dengan ekspresi yang datar
"emang bisa? " kata ku
" bisa " kata heri
aku pun tidak curiga sama sekali, karena jalan yang heri pilih adalah jalan yang isi nya alang alang dan rumput liar, serta banyak pohon pisang nya.
aku pun belum pernah sama sekali melewati jalan ini, di perjalanan heri berada di depan ku dengan jarak 2 meter aku di depan nya.
saat itu matahari panas menyorot kulit ku, mungkin saat itu pukul 11.00 di hari jumat .
di perjalanan kami berdua tidak berbicara sedikit pun, tidak ada kata kata yang keluar dari mulut heri sedikit pun. kami berjalan melewati alang alang blusukan ke hutan hutan dengan pohon lebat.
saat itu kami berjalan sekitar 10 menit, dan dia memberhentikan ku di pinggir sungai atau kali yang di pinggir kali banyak sekali pohon pohon bambu yang membuat sinar mata hari tak banyak bisa menerangi tempat itu.
saat itu kami berhenti tepat di bawah pohon bambu yang amat lebat dan heri berbalik arah menghadap ke diri ku dan dengan ekspresi yang datar dia bilang kepadaku.
" Pulang sana " kata heri sambil mengangkat dagu nya seolah menyuruhku pergi
aku disaat itu hanya diam dan bingung, tidak tau apa yang di maksud heri.
" Pulang sana aku bukan teman mu " kata heri lagi
aku pun terdiam dan bingung tidak tau aoa yang di maksud teman ku itu.
heri berjalan mendekatiku dengan perlahan
dan aku hanya berkata
" kita kan temen, kamu kan heri temen ku " kata ku polos
saat heri berada di sebelah ku yang berjarak sangat dekat, heri mengangkat salah satu kaki nya dan menunjukan sesuatu yang benar benar membuat ku heran, bingung, takut, dan hal ini adalah hal pertama kali aku lihat dengan mata kepalaku sendiri.
saat salah satu kaki nya di angkat dan di arahkan ke depan ku, aku melihat dengan jelas dan jujur bahwa mulai dari bagian dengkul sampai ke ujung jari kaki heri berputar 90° . berputar ke arah kanan secara perlahan satu kali dan kembali ke posisi kaki normal.
saat itu aku hanya diam dan melotot mata ku melihat hal itu.
dan heri kembali menurunkan kaki nya.
" bener kan sekarang aku bukan teman mu " kata heri dengan wajah yang sangat datar menoleh ke arah ku.
" Pulang sana aku bukan kawan kamu " saat berkata begitu heri berjalan membelakangi ku berjalan ke arah sungai, dan ku lihat heri menceburkan diri nya ke sungai.
sambil terus menerus melihat ku, heri terus berjalan melintasi sungai itu perlahan.
disitu aku merasa takut dan takut bingung dan heran.
aku tidak berfikir bahwa dia makhluk jin yang berusaha menyesatkan ku.
dengan santai nya aku berbalik arah dan pergi meninggal kan tempat tadi menyusuri jalan yang pernah aku lalui berdua dengan teman ku tadi.
aku tidak menoleh ke belakang sedikit pun, aku berjalan sembari berfikir seperti orang lingkung dan bingung.
di perjalanan aku bertemu dengan tetangga ku yang berumur 58 tahun bernama pak cecep, dengan topi caping nya dan menenteng cangkul di bahu nya melihat ku dari jauh dan dia menghampiri ku sembari kebingungan dan bertanya.
" dari mana kamu Hans, ngapain dari arah sana "
" tadi di ajak heri kesitu " kata ku
" Mana heri nya "kata Pak Cecep
" Udah pulang " jawab ku dengan wajah lelah dan bingung
pak cecep pun terdiam dan berusaha mengajak ku pulang serta menarik tangan ku untuk segera pulang ke rumah
" yaudah yok pulang itu di masjid udah denger suara ngaji, kita solat jumat dulu yok "
kata Pak cecep.
pak cecep pun mengantar kan ku ke rumah ku, pak cecep biasa pulang dan pergi ke sawah melewati depan rumah ku
sampai nya di rumah pak cecep memanggil ibu ku dan ibu ku keluar dan pak cecep menyuruh bercerita tentang apa yang membuat pak cecep bingung, kenapa? dan mengapa sampai bisa bisanya aku muncul dari hutan yang jarang sekali di lewati para penduduk dan petani saat pergi ke sawah.
disitu aku ceritakan semua nya yang aku lihat dari awal hingga akhir, saat aku bercerita aku lihat heri dan ayah nya berangkat ke masjid melewati rumah ku, dengan pakaian rapih dengan baju koko muslim menggunakan peci. siap untuk sholat jumat.
dan Pak cecep memanggil heri, dan menanyakan keberadaan heri siang tadi. dan heri menjawab dari pagi sampai siang heri ada di rumah dengan ibu nya yang sedang menganyam tikar untuk di jual.
disitu pun pak cecep dan ibuku sontak heran dan bingung..
TAMAT