"Hai.. kamu jam segini kok masih ada di perpus?" ucap laki² yang berada tak jauh menyapa Laras.
"Hai.. iya lagi cari bahan buat besok lusa presentasi" jawab Laras lalu mengambil buku di rak paling tinggi sulit bagi Laras menggapai buku itu.
"Dasar pendek, sinih aku ambilin" ucap laki² itu sambil mengambilkan buku di rak atas dan menyerahkan kepada Laras.
"hehh.. aku bukannya pendek tapi tinggi yang tertunda aja, btw makasi" ucap Laras berterima kasih kepada laki² itu.
"Ya, eh nama kamu siapa? aku Gibar" ucap laki² itu seraya menyodorkan tangannya.
"Laras" ucap Laras sambil menyambut uluran tangan Gibar, saat menyentuh bersalaman tangan Gibar sangat dingin dan tiba² Laras merasakan bulu kuduknnya berdiri.
"Gibar tanganmu dingin" ucap Laras sedikit kikuk dan gemetar.
"Oh itu karna aku kelamaan di sini, kamu mau gak temenin aku di sini" ucap Gibar dengan senyum yang aneh semakin di lihat wajah Gibar semakin berubah dan semakin pucat Laras yang melihat itu langsung melepas salamannya.
"Kenapa? kau gak mau nemenin aku..?" ucap Gibar, kini suasana di perpustakaan semakin riuh dengan suara angin malam yang masuk ke dalam Perpustakaan itu membuat Laras tersentak dan berjalan mundur.
"Kau takut padaku?, jangan takut aku hanya menginginkan dirimu untuk menemaniku" ucap Gibar yang sekarang wajahnnya berubah sangat mengerikan bukan lagi seperti wajah manusia.
"Laras jadilah miliku.. ikutlah denganku.. Larass.. ikutlah dengankuuuu.. " ucap Gibar mendekati Laras dan laraspun semakin melangkah ke blakang karna takut.
"Tidak.. aku tidak mauu.. tiidddaaakkkk..." ucap Laras yang langsung terbangun dari tidurnnya.
"Huufff.. cuman mimpi" ucap Laras mengelus dadannya lalu dia melihat jam beker miliknnya setelah melihat jam Laras bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah beberapa menit laras selesai dengab ritual mandinnya dia beranjak mengganti pakaiannya dan sedikit memoleskan make up ke wajahnnya setelah itu Lars tancap gas menuju kampus.
Beberapa menit kemudian Laras berjalan menuju kampus, ini hari pertama Laras masuk kampus setelah menghadapi Mos.
"Selamat pagi guyyss.." ucap Laras memyapa teman²nya yang sedang duduk di kursi kelas.
"Pagi Laras" jawab Zika, Bram
"Eh Lita sama Nana belum dateng?" tannya Laras kepada 2 temannya itu meski baru mengenal mereka saat Mos tapi serasa sudah berteman lama dan tidak ada kecanggungan di antara mereka.
"Gak tau.. padahal bentar lagi dosennya masuk" ucalp Bram melihat jam tangannya.
Beberapa menit kemudian tiba² ada suara menggelegar memasuki kelas itu.
"Selamat pagi para kawan²ku, pasti kalian pada ngomongin aku kan iya kan" ucap Lita berteriak dan teman² Lita yang mendengar perkataan Lita hanya menggeleng² kepala.
"Huuff.. serah kamu lah ta" ucap Nana yang berada di samping Lita.
"Narsis banget emang cewek satu ini" ucap Zika menunjuk Lita.
"Biarin yang penting bahagia" ucap Lita dengan tawanya.
"TERSERAH KAMU TA" teriak teman²nya kompak kepada Lita.
"Udah² nih aku kasih tau sesuatu" ucap Lita kepada teman²nya.
"Apa?" tanya Laras penasaran.
"Iya, cepetan kasih tau" ucap Bram yang ikut kepo.
"Katannya.." ucap Lita menggantung lalu Lita melihat kiri kanan entah apa yang ingin dia katakan.
"Perpustakaan di kampus ini serem banyak hantunnya" ucap Lita yang membuat Laras tersentak dan teringat lagi dengan mimpinnya.
"Iya aku denger juga perpustakaan kampus ini agak berbau mistis dikit" imbuh Zika meng iyakan perkataan Lita.
"Masak sih? perasaan rame² aja tuh perpus gak ada serem²nya" jawab Bram tak percaya dengan perkataan temannya.
"Iya.. lagian juga kan emang di setiap ruangan itu pasti ada hantunya tanpa terkecuali" ucap Nana.
"Iya, tapi aneh gak sih setiap hari Sabtu perpustakaan tutup lebih awal di banding hari² lainnya" ujar Lita dan berhasil membuat mereka manggut² paham.
"Kita kan baru masuk kampus, ini kamu dapat info kayak gitu dari siapa?" tanya Laras.
"Dari senior kita, tadi pas aku lewat gak sengaja denger mereka ngomongin perpus takaan" ucap Lita.
"Udah² kita fokus kuliaha bentar lagi dosennya dateng, bubar² tar aja di lanjut setelah kuliah" ucap Zika dan merekapun pergi menuju bangku masing².
Beberapa menit kemudian Dosen yang mengejar di kelas itupun datang dan kelas di mulai, suasana kelas sangat sepi karna para murit baru sedang menelaah pelajaran lertama kali masuk kuliah.
Setelah beberapa jam mendapat pengertian dan arahan dari Dosen jam pulangpun tiba .
"Sekian Dari saya dan selamat datang di kampus ******" ucap Dosen itu memberi selamat.
Dan setelah itu semua murit keluar dari kelas menuju kantin atu ke kelas lain yah seperti itu lah.
"Yuk balik, kepalaku serasa mau pecah kebanyakan ilmu" ucap Lita mengeluh.
"Hahahaaaa.. dasar anak satu inii" ucap Laras mencubit pipi Lita.
"Udah yok balik" ucap Zika dan merekapun keluar dari kelas.
"Eh iya kita ada tugas kan tadi, gimana kalau kita ke perpus katannya buku² di perpus ini komplit" ucap Laras kepada teman²nya.
"Egak ah.. aku takut gosip perpustakaan itu.." ucap Lita menolak ajakan Laras.
"Itu kan cuman gosip, noh liat perpustakaannya aja rame apa yang di takutin" ucap Laras menunjuk perpustakaan yang ramai.
"Iya, aku juga masih agak bingung sama tugas tadi kita sekalian kerjain bareng aja biar gak numpuk² tugasnnya" ucap Zika.
"Itu kan cuman gosip Ta gak usah di dengerin, udah yok" ucap Nana menggandeng tangan Lita dan merekapun masuk ke dalam perpustakaan, di lihatnnya seluruh penjuru perpustakaan dan mereka masuk ke dalam.
Satu kata ketika mereka memasuki perpustakaan, Sepi bukan karna gak ada orang tapi karna semua orang di sana sibuk berkutik dan membaca buku² yang mereka pinjam dari perpus.
"Di sana ada bangku kosong kayaknnya cukup buat kita ber 5" ucap Bram dan berjalan mendekati bangku itu di susul di ikuti oleh teman²nya yang lain.
"Hemm.. aku ambil bahan buat tugas kita ya" ucap Laras yang berdiri dan menuju rak buku².
"Aku juga ikut" ucap Lita dan Nana, merekapun mengikuti Laras yang mengambil buku.
"Hemm.. menurutmu gimana? apa gosip itu benar?" ucap Zika sambil mengeluarkan laptopnya .
"Menurutku sih kayaknnya cuman gosip, nyatanya perpustakaan selalu rame mungkin mereka cuman mau nakut²in maha siswa baru kalik" ucap Bram dan di angguki oleh Zika.
Setelab percakapan itu tiba² bulukuduk mereka berdiri sontak mereka memegangi tengkuk masing² dengan bersamaan, Zika dan Bram saling berpandangan melihat pergerakan mereka yang sama.
"Heh.. kalian ngapain tatap²an kayak gitu" tanga Lita heran dengan 2 temannya itu.
"Egak, udah selesai ambil bahan buat tugas" ucap Bram bertannya.
"Udah nih, yok kita langsung kerjain tugsanya sumpah inibperpus komplit banget aku sampek kaget ada bahkan buku yang sulit di dapat di toko buku ada di sini" ucap Laras girang dan meletakkan buku² yang di ambilnnya.
"Enak dong, kita jadi gampang nugasnnya yok sikat.. kita nugas" ucap Zika kemudian mereka berkutik mengerjakan tugas mereka.
Setelah hampir 2 jam mereka mengerjakan tugas yang di berikan oleh Dosen akhirnnya selesai juga, tanpa sadar kini waktu menunjukkan jam 3 sore karna mereka tadi keluar dari kelas saat jam 1.
"Eh udah sore nih balik yuk" ucap Lita kepada kawan²nya
"Iya juga udah jam 3 yok lah balik" ucap Nana.
"Kalian duluan aja, aku lagi ada buku seru yang mau ku lanjut baca" ucap Laras berdiri untuk mengambil buku yang tak sengaja dia baca sekilas saat mencari bahan untuk tugas.
"Gimana kalok aku temenin?" tanya Bram.
"Gak usah kalian pergiaja, lagian perpus nya masih rame kok santai tar kalok udah selesai baca aku langsung balik kok" ucap Laras berdiri dan menuju rak buku untuk mencari buku yang tadi sekilas di bacannya.
"Beneran nih gak papa" tanya Zika kepada Laras.
"Iya, bayy.." ucap Laras kini sudah mencari buku di bagian belakang rak buku.
Dan merekapun pulang tanpa Laras sebenarnnya mereka masih enggan untuk pulang tapi karna sudah sore dan mereka mempunnyai kesibukan masing² akhirnnya mereka meninggalkan Laras.
"Tadi perasaan aku tarok di sini.. hemm.. masak sih udah ada yang minjem" ucap Laras sambil tetap memperhatikan rak buku sampai lah di lihatnnya rak paling atas dan ternnyata buku itu ada di rak atas.
"Itu dia, tapi tinggi banget gimana ngambilnnya" ucap Laras bingung.
"Ada yang bisa ku bantu? sepertinnya kamu lagi kesulitan" ucap laki² mendekat ke arahnnya.
"Eh.. enggak gak papa" ucap Laras lalu berbalik melihat buku yang mau di ambilnnya, memang Laras tidak gampang bergaul dan gak mau ngerepotin orang lain.
"Enggak apannya kamu mau ambil buku ini kan" ucap Laki² itu mengambilkan buku yang di lihati Laras dari tadi.
"Eh.. emm.. iya" ucap Laras gugup.
"Emm.. makasih" saat laras akan mengambil buku yang di sodorkan oleh laki² itu buku itu terjatuh.
Deg..
Betapa terkejutnya Laras saat melihat kaki laki² itu melayang sontak Laras kembali berdiri sehabis mengambil buku.
"Emm.. aku permisi" ucap Laras sambil membawa memluk buku itu erat².
"Hey barangku tertinggal di buku itu" ucap laki² itu sontak membuat Laras melihat buku itu dan saat di lihat.
BRRRAAA..
Tangan laki² itu menempel pada buku itu dan Laras langsung menjatuhkan buku itu, sesaat Laras masih berfikir kalau itu hanya halusinasinnya saja tapi lama kelamaan hawa di perpus takaan itu semakin mengerikan.
"Aku sudah menunggumu ayo ikut aku" ucap laki² itu dan menggeret tangan Laras sontak Laras kaget dan meronta² melepaskan tangan laki² itu.
"Lepaskan aku, aku.. aku.. aku mau pulang" ucap Laras meronta² dan sedikit gagap karna takut.
"Ayo kita pilulang kerumahkuuu.." ucap Laki² itu yang semakin mempererat genggamannnya Laras memukuli tangan laki² itu sampai pada pukulan yang terakhir.
Bruukk..
Gluduukk..
Tangan laki² itu lepas dan laki² itu menoleh pada Laras sorot matannya menyatakan bahwa dia marah Laras melihat itu berjalan mundur perlahan.
"Mu kemana kau kemari" ucap Laki² itu dengn keras.
Dan Laras pun langsung berlari entah kemana yang penting jauh dari laki² itu Laras setelah dirasa sudah jauh Laraspun berhenti untuk mengambil nafas saat Laras sedang membungkuk karna kelelahan betapa terkejutnya dia saat melihat kaki laki² tadi yang ada di depannya.
"Kau tidak bisa lari, percuma saja kau lari nanti pasti akan kembali lagi kepadaku" ucap laki² itu Laras kembali mundur lalu lari lagi entah mengpa perkataan laki² itu seperti mantra dan yah Laras kembali melihat kaki itu di depannya lagi, lagi, lagi dan lagi DEJAVO.
"Belum lelah rupannya, tapi aku sudah muak dengan ini lebih baik kita akhiri disini saja.. mari ku ajak kerumahku" ucap laki² itu sekarang tangannya utuh.
"Tidak, aku tidak mau ikut denganmu" ucap Laras berjalan mundur saat laki² itu berjalan mendekat.
"Ayolah aku sidah lelah menunggumu, mari kita pulang dan bersenang²" ucap laki² itu dengan terus mendekati Laras.
"Ttiiidddaaakkkk..." teriak Laras kini dia kembali berlari dan terua berlari entah mengapa Laras yakin kali ini iya bisa lolos dari laki² itu.
"Percuma saja kau akan tetap kembali padaku nantinnya" ucap Laki² itu sekrang berada di depan Laras lagi.
Bulu kuduknnya makin menegang, hembusan nafasnnya terengah² karna kelelahan berlari Laras seperti lari di tempat bahkan posisinnya tidak berubah sedikitpun.
Hembudan angin semakin memperkeruh suasana seperti angin itu berpihak kelapada laki² itu meski kehabisan tenaga Laras masih tetap berusaha untuk pergi menjauh dari laki² itu bagaimanapun carannya.
BBRRRAAAKKK...
Laras menabrak seseorang dan saat di lihat kakknnya menyentuh tanah saat Laras sangat senang iya pikir sekarang iya sudah keluar dari area laki² itu tapi saat iya mendongak.
"Aaaaaaa..." Laras menjerit kaki orang itu memang benar menyentuh lantai tapi kepala orang itu tidak ada Laras kemvali berlari entah sampai kapan laras harus berlari, suhu tubuhnnya semakin memanas campur dingin entah bagaimana yang jelas perasaannya tak karuan .
BRRUUUKKKK..
Kali ini laras menabrak seseorang lagi tapi kali ini sangat keras sehingga membiat kepalannya pusing entah manusia atau bukan tapi samar² Laras mendengar ada yang membangunkannya.
"Mb.. mb loh gimana ini kok malah pingsan, di bawa ke UKS aja kali ya" ucap satpam perpustakaan.
Sinar matahari menyilaukan memasuki celah cendela membuat kenyamanan tidur Laras terganggi saat merasakan panasnnya matahari Laras langsung terbangun.
"Hahhhh... mimpi? hanya mimpi" ucap Laras.
"Eh mb nya udah bangun, alhamdulilah kalok gitu" ucap laki² paruh baya dengan membawa teh hangat di tangannya.
"Ini neng di minum dulu biar mendingan" ucap Laki² itu menyerahkan teh hangat pada Laras.
"Trimakasi pak, emm.. ini di mana ya pak?" tanya Laras bingung.
"Ini di UKS neng kemaren eneng pingsan habis nabrak bapak, enang malem² ngapain ke kampus neng?" tannya laki² itu heran.
"Loh bukannya waktu itu masih sore ya pak?" tanya Laras bingung dengan perkataan satpam itu.
"Udah malem itu neng bapak jaga keliling kampus itu jam 2 malem trus eneng nabrak bapak" ucap satpam itu.
"Berarti bapak yang bawa saya ke sini?" tannya Laras.
"Iya neng, bapak yang bawa eneng ke sini, ini UKS asrama putri kok neng jadi rame cuman cewek²nya tadi udah pada siap² kekampus trus mereka juga ikut jagain eneng disini katannya ada salah satu dari mereka kenal sama eneng dan bilang nanti mau di panghilin temennya eneng" ucap Satpam itu menjelaskan.
"Makasihya pak" ucap Laras.
"Sama² neng, kayaknnya eneng masuk ke perpus takaan gaib soalnnya eneng gak sadar kalok hari udah malem" ucap paksatpam itu.
"Assalamualaikum" ucap 2 perempuan dari pintu masuk UKS.
"Waalaikumsalam, nah mungkin itu neng temen eneng kalok gitu saya permisi ya neng" ucap pak satpam itu pamit dan di anggukinoleh Laras.
"Laraass.." ucap Lita dan Nana mendekati Laras.
"hikss.. hikkss.. hikksss.. " Laras menangis melihat teman² nya lalu mereka berpelukan.
"Aku.. aku takut hikss.. aku takut hikkss.." ucap Laras mengadi pada temannya dan mempererat pelukan.
"Yaampun gimana ceritanya sih kok bisa kamu malem² ke kampus? apa jangan² kamu balik dari perpus itu malem²" ucap Lita.
"Eg.. enggak hiks.. aku waktu itu hikkss.. masih sore kok" ucap Laras sesenggukan.
"Trus kamu kesini di anter siapa?" tanya Nana mengelus² pundak Laras.
"Di anterin pak satpam yang jaga malem hikkss.." ucap Laras masih dengan isak tangisnnya.
"Pak satpam siapa? katanya loh kamu kesini sendiri, tris penghuni asrama ini nganterkamu ke UKS, karna kamu keliatan kayak linglung gitu.. habis itu mereka jagain kamu gak ada satpam yang nganterkamu" ucap Nana.
Sontak Laras syok dengan perkataan Nana sehingga membuatannya histeris dan kemabali menangis lalu siapa yang memberikannya teh hangat dan menyapannya tadi.