hai aku evan aku temen masa kecil kyalarie aku biasa memanggil nya kya dan ini pertemuan pertama ku
"nah sekarang waktu nya istirahat"
semua teman ku bersamangat untuk pergi bermain begitu pun dengan ku
saat sedang bermain aku melihat nya duduk sendirian di ayunan aku pun menyapa nya dia sangat manis dan imut sejak itu kami selalu bersama kya tak punya banyak teman jadi kami selalu bersama. kami juga memilih sekolah yang sama hinggga saat dia berumur 12 thn
"evan lihat aku diterima di smp yang ku minati"
kya berkata dengan senyum yang bahagia namun sekolah yang diminati nya berada di luar kota
"bagus lah kalau begitu"
aku berucap dengan masam aku sudah menyukai nya begitu lama kami seperti sepasang kekasih yang selalu bersama
"jangan pasang wajah masam aku akan mengirimu pesan, aku akan tinggal di rumah paman,jadi tak perlu khawatir"
kya berucap dengan mengengam tangan ku aku hanya bisa tersenyum karna kita tak kan bisa selalu bersama lagi lalu kya berjanji
"aku janji,aku akan kembali kesini dan kita bisa selalu bersama lagi"
aku tersenyum mendengar nya walau kya mungkin tidak mengerti apa yang dia katakan
"baiklah janji yah kau akan kembali kesini dan kita bisa bersama lagi"kini aku mengusap kepala nya dia sangat manis mungkin dia menganggapku kakak baginya tapi tidak untuk ku
"hummm,janji"kya tersenyum dengan bahagia
hari pun berlalu dan kya sudah mulai bersekolah begitu pun denganku
kya selalu mengirim pesan dia bercerita tentang banyak hal seperti awal dia masuk sekolah hingga saat dia dipilih jadi ketua kelas aku selalu tertawa saat membaca pesan nya dan untung nya dia mendapat teman yang baik
1 tahun telah berlalu aku tak menyangka bahwa orang tua kya akan pindah ke tempat kya.kami pun tak bisa bertemu. kya ingin menemuiku tapi orang tua kya takut kya kenapa kenapa karna jarak yang jauh dan aku juga tak bisa menemui nya karna hal yang sama
kami pun hanya bisa saling mengirim pesan
Hingga suatu hari dia mengirimi ku sebuah pesan dia mengatakan dia menyukai ketua osis di sekolah nya saat itu hati ku seperti tertusuk pisau aku hanya dapat berkata apa ada nya dengan menyembunyikan hati ku yang sakit
kya pun bercerita ketua osis itu ternyata pacaran dengan sahabat nya dia menelpon ku dan menangis sahabat nya membenci nya dan dia di cap sebagai pelakor saat itu aku hanya bisa menyemangati nya dan kya berkata
"van bisa kah kau sekolah disini aku butuh kamu van aku gak bisa disini"
aku sadar kya dibully oleh teman nya
tak berapa lama kya lulus tapi dia gagal diterima disekolah yang dia impikan
dan aku siapa sangka aku mendapat beasiswa di luar kota karna bakat ku dalam menggambar yang memenangkan beberapa lomba antar sekolah
tapi aku menolak nya kali ini aku akan ketempat kya
kya butuh aku untuk mendukung nya sekarang
aku akan sekolah ditempat kya
3 Bulan kemudian
kami pun sekolah di sekolah biasa dan seperti biasa kami kembali bersama
"van makasih yah kamu mau menemaniku disini"kya tersenyum sejak kejadian dulu dia takut berteman dan nama baik nya di pandang buruk oleh teman temanya karna sebagian teman smp nya juga bersekolah di sekolah ini
2 thn berlalu
aku mendapat beberapa teman dan kya juga mulai terbuka walau dia masih takut dan masih suka selalu bersamaku dan akhir akhir ini dia selalu mencari ku dan selalu ingin bersamaku mungkin kah perasaanku akan terbalas
14 maret hari ulang tahun sahabatku andri aku mencari nya kamana mana dan aku menemukan nya dia ada di belakang sekolah dan.... dia bersama kya
"anu a. an. d dri aku sudah suuu kk aa ssama k aam uu mau kaah kauu jadi pa carrr ku"kya berucap dengan malu hati ku tertusuk tapi aku hanya bisa munutup mulut ku aku kembali berbalik dan bersembunyi ingin mendengar pendapat andri
"ehmm baiklah"
aku tersentak hati ku benar benar hancur sahabatku pacaran dengan orang yang ku suka tapiii jika kya bahagia itu bagus
"wahhh selamat ada yang jadian nih pas hari ultah nya lagi "aku tersenyum dan merangkul andri mencoba melupakan semua nya dan hanya berteman
"cieee kya traktik yah nanti"
kya dan andri semakin dekat dan aku hanya bisa bersikap seperti biasa walau hatiku hancur tak apa setidak ny kya bahagia tampak dari wajahnya dia selalu tertawa dan tersenyum dengan andri
1thn berlalu kami lulus dan kya berhasil masuk keuniversitas favoritnya begitu juga andri walau mereka berbeda universitas mereka masih sering bersam
kini aku mengambil jurusan yang aku minati aku sudah akan menyerah biar kya bahagia dengan andri
7 bulan kemudian
hari itu hujan deras dan petir manyambar
firasatku tidak enak aku pun mulai bepikir yang negatif namun aku tersadar dan mengelengkan kepala ku aku tidak boleh berpikir negatif
deringgg ponsel ku dalam kesucian apartemen ku membuatku semakin khawatiir petir terus manyambar aku semakin khawatir
"...van gw minta maaf lu dah baik ama gw dari kecil lu banyak berkorban untuk gw van gw ....hiks van maafin gw yah van ...." jdaaarr petir menyabar aku mendengar suara mobil tabrakan ponsel kya pun tidak aktif lagi ...
"kya ... kya jawab ..... kyaaaaa!!!!!!!"
"gimana ini kya gak kenapa napa kan"
"arkkhhhhh"
'telpon enjel mungkin dia tau kyaa ada dimana
.dassaar bodoh van arkkkhhh kya lu gak boleh kenapa kenapa'
drrrrtttt drrttt drrttt
"vannnnn lu buruan kerumah sakit kya kecelakaaan !!!!!"
"apaaa di mana rumah sakit nya gw kesana segera tunggu gw enjel"
"dirumah sakit XXXXX gw sekarang otw kesana"
aku tak peduli lagi aku langsung mengambil kunci motorku agar lebih cepat dari pada mobil biarlah aku kehujanan untuk kya aku tak peduli apapun
'shuuutttt!!!! macet!!!!! arkkkhhh bodoh lah gw nyalip trek raksasa itu aj'
brummmmm 'shittt tangan gw berdarah'
"lampu merah"
"shittt "terebos aja lah
'kya lu gak boleh knp knp'
setelah sampai
"enjel kya bagaimana sekarang"
"dia diaa.... dia dinyatakan koma...hiks ini salah gw salah gw ...gw gak seharus nya bawa dia kerestoran makan jadi dia gak bakal tau kalo andri selingkuhhh...ini salah gw hiks dassar sahabat gak guna lo enjel"enjel memukul kepala nya furustasi
"berhenti ini bukan salah lo ini salah andri dan gw gak nyaka dia bakal setega itu nyesel gw biarin andri rebut kya dari gw kalo dia ternyata hanya membuat kya terluka"
'dassar bodoh van'
aku terduduk air mata ku mulai jatuh kya koma dan itu karna gw gak bisa jaga dia dari para bajingan bajingan gak tau diri itu
5 Bulan telah berlalu kya mulai sadar kini dia sedang masa pemulihan namun tampak seolah dia tak punya kehidupan
"kya lo jangan pikirin andri lagi yah liat ibu dan ayah mu dia khawatir dengan mu begitu pun dengan ku tanpa sadar air mata ku jatuh ini sudah hari ke 5 aku membujuk nya dan dia tak merespon apa pun
aku mulai furustasi binggu dan kecewa karna tak bisa membujuk kya
"hikss maafin aku van lagi lagi aku...."
"gak ini bukan salah mu kya kumohon kya lupakan mereka jangan terpuruk karna nya aku masih disini bersama mu kya aku masih disiniii!!!"
"makasih van udh ada setiap aku membutuhkan mu"kya tersenyum dan akhirnya dia mau makan dan berobat
aku pun memutuskan akan selalu disisinya aku mulai pindah jurusan dan bersama kya
saat aku lulus kuliahhhh
"vannn aku mau lanjut di luar negeri dan kali ini kamu gak harus ikut sama aku . aku mau coba belajar gak terngatung ama kamu van"ucap kya tiba tiba yang membuat ku muram
"gak gak aku gak setuju kyaaaa...."
"vannn plisss kali ini aja aku mohon van "
"...."
"aku janji van kalo aku gak bakal ngelakuin hal hal yang tidak benar lagi aku akan melindungi diriku dan aku gak akan mudah percaya sama laki laki lagi van pliss aku mohon van"
aku menghela nafas dan menganguk walau aku tak ingin dia disakiti dan menangis tapi ini pilihan nya
5 tahun berlalu aku masih disini berharap dia segera menemuiku aku menunggu nya walau banyak yang sudah memberiku beasiswa aku tak ingin di saat dia mencari ku dan aku tak ada aku akan selalu disini. jika dia membutuhkan ku maka aku akan ada untuk nya
"vaannnnn"
sebuah teriakan yang membuat ku segera berbalik aku membuka sebuah restoran dengan namanya agar iyyah selalu meresa aku disisi nya dan terus mengembang kan nya hingga keluar negeri untuk nya kyalarie
"kkk.... yaa!!!!"
aku segera berlari dari dapur dan memeluk nya dengan erat dia kembali aku sangat bahagia
"kyaaa siapa dia"suara laki laki menghentikan pelukan kami
"owhhh biar kukenal kan ini evan teman masa keciku dan juga sahabatku"
"ini Hanzel diaaa calon suamiku"kya berucap dengan bahagia hati ku hancur apa selama ini usaha ku sia sia dan dia bukan takdirku....
"aku bertemu dengannya di universitas dan kami akan menikah sebulan lagi"kya berucap dengan senyum yang sangat bahagia dan memengang tangan Hanzel
"Kalo begitu selamat yah semoga kau bahagia kya"aku mengusap kepala nya dan tersenyum
mungkin ini waktu nya aku benar benar mundur
aku mempersilahkan mereka dan menghidangkan makanan
malam hari
'kya sudah bahagia aku juga sudah harus melepaskannya dan terlihat hanzel juga mencintai kya'
aku menatap undangan yang ditangan ku sebuah kerjasama dari perusahaan yang ada diluar negeri
'sebaiknya aku meneriman nya dan mencoba melupakan kya dan mendoakannya bahagia'
aku menelpon kya dan memberitahunya dia terkejut dan berharap aku bisa menghadiri pernikahan nya aku menjawab akan mengusahakannya
5 tahun berlalu
aku menutup diriku selama itu dari kya dan hari ini aku memutuskan untuk pulang dan kembali ke negeri ku
aku bertemu dengan nya di gerbang rumah ku dengan mengendong anak pempuan yang manis
"van lama tak bertemu"kya berucap dan tersenyum aku melihat nya walau hanya sekilas tampak sebuah kesedihan di matanya
"kya masuk aja dulu"
kini aku berhadapan dengan nya aku mulai bertanya"bagaimana pernikahan mu diamana Hanzel?"
"aku telah bercerai dengan nya 6 bulan setelah aku menikah dengannya"
aku tersentak mendengar nya
"...."
"aku disini cuma mau bilang makasih untuk segala nya aku akan pulang kekampung halamanku.maaf aku telambat menyadarinya bahwa bagiku kau adalah cinta sejati ku ... ak aku memang bodoh aku selalu menyusahkan mu dari dulu hingga sekrang" kya menunduk dan mulai terisak tampak penyesalan yang mendalam darinya
" aku hanya ingin melihat mu untuk terkhir kali nya maaf maaf .maaf ku gak akan cukup aku telah menyia nyiakan cinta mu dan aku terlambat menyadari nya aku akan pulang sekarang maaf mengangu dan semoga kau bahagia aku juga ingin mengembalikan kalung ini,ini kalung seharuus nya untuk calon istri mu kan maaf maaf maaf van"
saat dia menyodorkan kalung nya waktu terasa terhenti untuk ku kenangan ku bersama nya mulai kembali harus kah aku membiarkannya pergi atau menggenggam nya...
cinta cinta adalah pengorbanan dan ini hasil dari pengorbananku dia kembali padaku
aku menggenggam nya aku tak bisa melepas nya
"Tidak ini untuk mu akan selalu untuk mu mungkin aku tidak sebaik yang lain tapi bagiku hanya kau satu satu nya yang berhak menjadi istri ku"
aku berdiri dan memeluk nya memberinya kehangatan kepergian ku mungkin telah membuat nya menderita tapi aku akan mengganti nya dengan kebahagian selamanya
aku memakaikan kalung itu dileharnya dan mencium kening nya
"janji mu harus kau tepati kita akan bersama lagi kau ingat janji mu saat kau akan pergi sekolah di luar kota waktu itu"
"... iyyah aku ingat"kya mengangkat kepala nya dan tersenyum senyum yang sama saat dia kecil
kebersamaan kami berakhir dengan datang nya anak kya
"mama.mama mama"
"ahhh maaf tuan saya tak menjanganya dengan baik"
"gak papa aku juga ingin melihat nya"aku mengendong nya dan mencium pipi nya
"siapa nama nya"
"namanya kayla"kya berucap dengan tersenyum manis
"diaa anak angkat ku aku menemukannya setelah aku bercerai dengan Hanzel"kya berucap dengan memelukku
"dan aku menyadari bahwa hanya kau yang ku cinta setelah aku menikah dengan hanzel"
*kebahagian akan selalu datang pada akhirnya*
TAMAT