"Nok...Sebentar lagi jam 18.00.
Ayo pulang.
Jangan kemalaman main nya..."Ucap Simbah ku.
Simbah Koryah Ningsih itu adalah nama Simbah perempuan ku.
"Iya Mbah.."Ucap ku.
Aku Fatimah.
Umurku 6 tahun.
Saya duduk di bangku SD.
Saya adalah cucu pertama dari Simbah Koryah.
Kata Simbah ku kalau main jangan terlalu malam.
Atau batas waktu mainku harus sebelum jam 18.00 malam.
Karena kata orang-orang jika kita main sampai adzan Maghrib kita akan di bawa oleh makhluk tak kasat mata.
Saya tidak tahu apakah itu nyata atau hanya rumor yang beredar di kampung ku...???
Karena rasa penasaran ku terus bertambah.
Dan aku juga sering bertanya-tanya ke Simbah ku.
Tapi Simbah selalu menjawab dengan tegas aku TIDAK BOLEH KELUAR RUMAH saat JAM 18.00.
"Mbah...Kenapa kita tidak boleh keluar saat Maghrib...???"Tanya diri ku.
"Pokoknya kau tidak boleh keluar saat Maghrib tiba...!!!"Jawab Simbah ku.
PUKUL 18.00
"Assalamualaikum..."Ucap salam mamah ku.
"Mamah..."Ucap ku rindu.
Ya,mamah ku selalu pulang waktu Maghrib.
Aku tidak tahu kenapa mamahku boleh pulang waktu Maghrib tiba...???
"Lin...
Sana mandi dulu kamu habis keluar rumah..."Suruh Simbahku
"Nggih Bu..."Ucap mamah ku
Sri Agus Linda.Itulah nama mamah ku.
Mamahku pun langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan badan.
"Mbah, kenapa mamah boleh pulang waktu Maghrib tiba Mbah....???"Tanya ku yang masih agak polos.
"Kamu masih kecil sayang...Nanti kamu tahu kalau sudah waktunya nanti..."Ucap Simbahku dengan lembut.
Pukul 23.30
Hari sudah makin larut,tapi aku belum bisa tidur.
Aku terus kepikiran sebabnya kenapa aku tidak boleh main sampai waktu Maghrib tiba.
KEESOKAN HARINYA..
Pukul 06.57
"GAWAT...!!!Aku bakal terlambat...!!!"Ucapku terburu-buru.
Karena semalam aku tidak tidur nyenyak.
Alhasil aku bangun kesiangan.
Namanya juga anak-anak, kalau dibangunkan sama Simbah pasti nanti Simbah nggak mau bangunin karena kasihan.
Maka dari itu aku sering bangun sendiri.
"Mbah,saya berangkat dulu ya Mbah.."Ucapku sambil memakai sepatu.
"Eh,Nok makan dulu.."Ucap Simbah ku.
"Sudah nggak sempat Mbah.."Ucapku.
"Aku berangkat ya Mbah..."Ucapku sambil mencium tangan Simbah ku.
"Dadah Simbah.."Ucapku sambil berlari.
"Hati-hati Nok..."Ucap Simbah ku khawatir.
"Iya Mbah.."Ucapku sambil berlari menjauh.
Jarak dari rumah ke sekolah lumayan jauh.
Jadi aku mengambil jalan alternatif.
Jalan alternatif ini sangat sepi.
Sangat jarang sekali orang-orang lewat jalan ini.
Saat aku masuk ke dalam jalan tersebut mulai berdirilah bulu kuduk ku.
Suasananya sangat mencekam.
Dingin di seluruh tubuhku.
Walaupun hatiku sangat takut untuk masuk ke dalam.
Tapi aku harus memberanikan diri untuk masuk.
Karena aku juga harus berangkat ke sekolah.
Aku pun berhenti sejenak,karena semakin aku masuk ke dalam suasana di jalan ini semakin dingin.
Saat aku berhenti karena kelelahan,aku pun melihat sesosok wanita yang sedang berdiri di pinggir jalan tersebut.
Aku perhatikan wanita itu,saat aku ingin bertanya siapa dia,aku dikejutkan dengan tepukan tangan di pundak ku.
"AAAAAAHHHHHHHH"Teriak ku histeris.
Setelah aku menengok ke belakang, ternyata itu adalah pak ustadz yang berada di kampung ku.
Aku pun lega setelah tahu siapa yang menepuk pundak ku.
"Hei Nak,kau kenapa...?"Tanya Pak Ustadz.
"Nggak...nggak kenapa-kenapa kok pak ustadz..Cuman kaget saja.."Ucapku lega.
"Oh ya,Pak Ustadz tadi ada seorang wanita di depan sana pak.."Aku berbicara sambil menunjuk ke arah yang aku tahu keberadaan wanita tersebut.
"Lho kok nggak ada sih..??"Ucap ku heran, karena wanita barusan ada di depan ku.
"Sudah Nak,lebih baik kau cepat jalan..Aku akan menemanimu jalan.."Ucap Pak Ustadz dengan khawatir.
"Ya Pak.."Ucap ku heran.
Namanya juga anak kecil kalau lihat apa-apa pasti langsung penasaran.
Tapi yang membuat aku heran adalah kenapa Pak Ustadz bisa kebetulan berada di sini...??
Dan juga wajahnya terlihat sangat sedang mengkhawatirkan diriku.
Aku yang masih kecil tidak berani bertanya banyak.
Akhirnya aku pun di antar sampai ke tempat tujuanku.
"Terimakasih Pak Ustadz..."Ucapku dengan sopan dan berhati-hati.
"Iya, sama-sama...Lain kali adek jangan lewat jalan itu lagi ya..."Tutur Pak Ustadz.
"Ah oh baiklah..."Ucapku sambil tersenyum.
"Anak baik...Kalau begitu Pak Ustadz pamit.
Assalamualaikum.."Ucap Pak Ustadz.
"Wa Alaikum salam..."Jawab ku.
Aku pun buru-buru masuk ke dalam kelas.
Untung saja Bu guru belum datang.
Jadi aku tidak ketahuan kalau aku telat kan.
Namanya juga anak-anak pasti kalau di hukum menangis kan...??
Waktu pelajaran aku terus menerus melamun.
Aku terus kepikiran tentang ucapan dari Pak Ustadz tadi.
Kenapa aku tidak di izinkan untuk melewati jalan tersebut lagi...???
Sedangkan itu adalah jalan alternatif untuk menuju ke sekolah saat aku terlambat bangun.
"Fatimah..Apakah kau merasa tidak enak badan...???"Tanya Bu Hani cemas.
Ibu Ummi Hani adalah nama wali kelas ku.
"Hah, Fatimah tidak apa-apa Bu.."Jawabku.
"Kalau begitu kenapa Fatimah melamun terus...???"Tanya Bu Hani.
"Itu Bu...Saya belum makan dari tadi pagi.
Dan juga saya tidak membawa uang dan bekal Bu.
Hehehe.."Ucap ku sambil bercanda gurau.
Karena aku takut untuk menjelaskan masalah ku kepada Bu Hani.
Namanya juga anak-anak pasti takut untuk bertanya karena takut akan di marahi kan...???
Pukul 09.00
Saat jam istirahat tiba aku pun di panggil oleh Bu guru untuk membeli sepotong roti dan teh di kantin untuk diriku.
Karena diriku tidak membawa bekal dan uang.
Jadi Bu Hani yang membayar semuanya untuk ku.
Pukul 11.00
Waktu jam untuk pulang sekolah.
Saat di perjalanan aku tidak sengaja mendengar pembicaraan dari kakak kelas ku.
"Hei..Kalian tahu tidak jalan pintas yang menuju ke sekolah itu...???"Tanya mba Widya.
"Iya aku tahu di situ sering kali ada seorang wanita yang berdiri di bawah pohon beringin..."Jawab teman sekelas nya.
"Iya lebih baik kita jangan lewat jalan itu lagi.."Jawab Mba Widya.
Aku pun bertanya-tanya karena aku juga melewati jalan tersebut dan bertemu dengan seorang wanita..
Tapi aku kira itu hanya wanita biasa ternyata yang aku lihat adalah seorang makhluk tak kasat mata...???
Sedikit demi sedikit kebenaran terbuka.
Aku yang sebagai anak kecil pun paham apa yang di maksud oleh semua orang-orang.
Tapi yang mengganjal di hati ku adalah kenapa bisa ada sesosok wanita di jalan alternatif tersebut...???
Apa asal usulnya..???
Kenapa arwah tersebut bergentayangan...???
Pukul 16.00
Seperti biasanya hari mulai sore dan aku pun pergi untuk bermain.
Tapi kali ini niat ku adalah untuk menyelidiki jalan alternatif tersebut.
Aku dan teman-temanku pun bermain petak umpet.
Disaat teman ku sedang menghitung,aku akan pergi ke jalan alternatif tersebut.
Pukul 17.00
"Nok...Ayo pulang...Sudah mau malam.."Ucap Simbah ku.
"Maaf Mbah Fatimah dari tadi tidak bersama kami Mbah..."Ucap salah satu teman Fatimah.
"Lho bukannya tadi Fatimah main sama kalian...??"Tanya Simbah ku dengan raut wajah cemas.
"Iya kami tadi main petak umpet tapi kami belum menemukan Fatimah dimana Mbah.."Jawab salah satu teman Fatimah.
"Aduh kemana kamu Nak.."Tanya Simbah di dalam hati dengan khawatir.
Teman-teman Fatimah yang melihat kecemasan di raut wajah Mbah Koryah langsung mengusulkan agar mereka dan para warga mencari keberadaan Fatimah dan juga membawa Pak RT dan Ibu Fatimah.
Akhirnya Simbah Koryah pun menyetujui pendapat tersebut.
SEDANGKAN ITU KEBERADAAN FATIMAH...
"Dimana ya wanita yang tadi di sini..??"
Lalu aku pun melihat sesosok wanita sedang menari tarian Jawa.
Dengan suara gamelan yang mengiringi penari tersebut.
Aku melihat kereta kencana datang ke jalan tersebut.
Dengan kuda yang sangat putih dan beberapa prajurit yang berpakaian serba merah.
Aku juga melihat sesosok wanita yang menaiki kuda tersebut dengan Baju yang berwarna hijau.
Dan aku juga melihat sesosok wanita yang aku temui pagi hari lalu di sebuah pohon beringin.
Seorang wanita yang memakai baju kebaya serba hijau itu pun melihat ke arah ku dengan tatapan mata yang sangat lembut tapi penuh arti.
Dia menghampiri diriku.
Aku merasakan bulu kudukku berdiri semua.
"Hai anak manis apakah kau mau ikut dengan kami..??"Tanya seorang wanita yang memakai baju kebaya serba hijau.
"Tidak...Aku tidak mau ikut dirimu...!!!"Jawabku dengan keras.
"Kalau kau tidak mau ikut maka aku akan memaksa dirimu untuk ikut..."Jawab paksa wanita tersebut.
"Siapa sebenarnya dirimu...Jangan mendekat..."Jawabku dengan penuh ketakutan.
"Aku adalah Cendomanik pengawal setia ratu NYI Roro Kidul..."Jawab iblis itu dengan raut wajah yang sangat mengerikan.
"Aku tidak mau ikut dengan kalian para iblis.."Jawabku dengan lantang.
"Kalau begitu percuma aku bersikap lembut terhadap dirimu.."Jawab sang iblis.
Sang Wanita itu lalu menghempaskan selendang hijau nya dan melilit di leher ku.
Aku berusaha untuk melepaskan selendang tersebut tapi percuma malah aku setiap kali memberontak lilit selendang itu semakin mengencang.
"Hahahaha aku akan menjadikan dirimu sebagai persembahan ratuku Hahahaha"Ucapnya.
"Akh..To..lo..ng..A...ku..."Ucapku dengan terjeda-jeda.
Disaat lilit selendang itu hampir mengambil nafas terakhir ku,aku di kejutkan dengan sebuah selendang putih yang mengenai leherku.
Dan selendang hijau milik iblis itu pun terlepas kan dari leher ku.
Ternyata itu adalah Pak Ustadz.
Semua warga dan keluarga pun ada di situ.
"Mamah..."Ucapku dengan memeluk erat mamahku.
"Kamu nggak apa-apa kan sayang...???"Ucap mamahku dengan raut wajah khawatir.
"Aku nggak apa-apa mah...Aku takut..."Ucapku sambil menangis.
"Iya kita akan pulang tapi kita akan membereskan dulu masalah ini ya.."Ucap mamahku dengan lembut.
Aku pun mengangguk mengerti.
"Dasar kalian manusia tidak mengerti membalas Budi.
Kami sudah membantu kalian untuk mendapatkan kekayaan dan semuanya.
Tetapi kalian malah melanggar perjanjian..."Ucapnya marah.
"Manusia tidak punya adab..."Ucapnya sambil mencengkram selendang hijau nya.
Saat itu mamah memberiku sebuah lembar kertas dan aku suruh membacanya sampai selesai.
Disaat itu juga Mamahku dan Pak Ustadz maju kedepan dan menyuruh semua warga untuk mundur sedang kan diriku mengikuti Mamah dibelakang.
"Fatimah baca suratnya sekarang..."Ucap mamahku dengan tegas.
Aku pun membaca surat tersebut dan angin kencang pun datang.
Hampir memutuskan pembacaan ku.
Aku mendengar suara teriakan yang sangat keras.
PANASSS...!!!!
HENTIKAN...!!!
Hampir menghentikan diriku untuk membacanya.
Tapi aku diingat kan dengan Mamahku.
Aku merasakan tubuh Mamahku bergetar hebat.
Seperti sedang menyuruh sesuatu keluar.
***
"Terus membaca Fatimah Jangan berhenti..."Ucap mamahku dengan nada yang sangat menekan.
Aku pun meneruskannya sampai selesai.
Setelah selesai aku melihat keseliling.
Aku melihat para warga masih di terpa angin kencang.
Sedangkan aku tidak merasakan apa-apa.
Aku hanya melihat sesosok iblis yang tadi sangat cantik sekarang dia menjadi buruk rupa.
Aku melihat raut wajah mamah ku dengan dipenuhi keringat seperti habis bertarung.
Aku juga melihat Pak Ustadz yang sangat terengah-engah.
***
"Nak tolong siramkan air ini ke makhluk buruk rupa itu..."Ucap Pak Ustadz dengan memberikan sebotol air kepada ku.
"Baik Pak.."Jawabku dengan tegas.
Aku pun menyiramkan air tersebut ke arah iblis itu lalu di menghilang dengan di penuhi oleh asap dan menjadi abu.
Sedangkan para warga sudah tidak di terpa oleh angin kencang lagi.
Ada salah satu warga yang menanyakan kepadaku bahwa kenapa aku tidak terkena terpaan angin kencang...???
Aku pun langsung mengerti ternyata hanya aku dan Mamah ku yang bisa melihat sesosok makhluk tak kasat mata tersebut.
***
Hari berganti hari bulan berganti bulan kehidupan warga desa kampung halaman ku pun kembali normal.
Jalan yang dulu nya sangat sepi sekarang menjadi ramai.
Berkat kejadian tersebut.
Aku pun belajar agar aku mendengar kan perkataan orang yang lebih tua.
Karena itu adalah sebuah nasihat yang diberikan kepada kita.
***
PESAN MORAL: DENGARKAN LAH NASIHAT ORANG TUA, KARENA ITU DEMI KEBAIKAN KITA SENDIRI.
~TAMAT~