Cerpen Karangan: ᵍᵇᶠD͢ɪͥʀͣᴀͫ⸙͎ ᵃᶠ͢ ˢᵉᵃᶠ🍬🕯️🏵
Kategori: Cerpen Sedih, romansa.
Hai nama ku Sinta,aku memiliki seorang kekasih yang sangat sayang pada ku ,dia bernama Marcel.
“dret...dret...dret” handphone ku bergetar. Akupun terbangun dari tidur ku, “siapa yang menelpon ku malam-malam gini.”kata ku . Aku pun melirik ke arah jam yang menunjukkan pukul setengah 1 malam. “Astaghfirullah, jam segini Marcel menelepon ku??” mata ku melotot dan bergegas mengangkat telpon dari nya.
"Assalamualaikum sayang,maaf yah mengganggu waktu istirahat mu."kata nya agak sedikit lemah.
"Waalaikumsalam sayang,tidak kenapa-kenapa kok yang,emang ada apa kamu nelpon jam segini yang?"jawab ku penasaran.
"Besok kamu ada waktu tidak yang?"kata nya.
"Ada kok yang,em...kenapa emang nya yang?".jawab ku semakin penasaran.
"Kita ketemuan yuk besok di danau samping rumah kamu yang."kata nya dengan nada lemas.
"Oke yang,btw kamu kenapa lemes gitu suaranya yang, tidak seperti biasanya."jawab ku makin di buat penasaran.
"Tidak apa-apa kok yang,yaudah kamu lanjutkan istirahat nya yah dan jangan lupa sholat subuh nanti yang, assalamualaikum ."kata nya mengikatkan ku.
"Waalaikumsalam sayang."jawab ku.
Tut...Tut..Tut..dia mematikan sambungan telepon dan aku pun melanjutkan tidur ku.
Di pagi hari
Aku pun menuruni tangga dan menuju dapur. Disana sudah ada Papa dan Mama. “Morning Pa, Ma” sapa ku.
“Morning too sayang” jawab Papa dan Mama. “tumben pagi-pagi gini sudah rapi?” tanya Papa sambil menegakkan alis kirinya. “Hehehe, ada janji pa sama Marcel ” kata ku cengengesan.
“Lah, kok pagi banget nak? emang ada janjian ketemuan di mana?"timpal Mama.
“tidak tau ma, di danau samping rumah kok Ma.”jawab ku.
“ya sudah, ayo sarapan dulu.” ajak Papa. aku pun sarapan bersama Mama dan Papa.
Setelah selesai, Papa segera memasuki mobil. “Bye Mama,bye putri Papa, Assalamualaikum” lambai Papa dari dalam mobil “Bye Papa, Waalaikumsalam”jawab ku membalas lambaian Papa. Mobil Papa melaju dengan kecepatan normal.
Aku dan Mama pun masuk ke dalam rumah.
1 jam kemudian.
“Marcel kok lama yah.”kata ku sambil duduk di danau dekat rumah ku.
Tiba-tiba...
“Assalamualaikum sayang.” ucap Marcel.
“Waalaikumsalam yang,kamu kok lama banget sih yang.”ucap ku cemberut.
“maaf kan ku yah tuan putri.”jawab nya tersenyum manis pada ku.
“oh iya yang,kamu kenapa suruh aku kesini?"kataku penasaran.
“ada yang mau ku omongin sama kamu yang."jawabnya lesu.
“ngomong aja yang."jawab ku penasaran.
“Maafkan aku sebelum nya yah, setelah ku ngomong yang sebenarnya ke kamu,kamu boleh kok benci ke aku dan marah pada ku.”jawab nya sedih sambil pegang tangan ku dan menatap wajah ku.
“kamu mau bilang apa sih yang?” tanya ku.
“Hubungan kita sampai di sini aja yah, maafkan aku.”jawab nya.
“tidak yang,kamu pasti bercanda kan?iya kan yang!!!” ucap ku menangis sambil melepaskan pegangannya.
“tidak kok ,aku di jodohkan dan aku akan menikah bulan depan di Jepang.”jawabnya.
“dan kamu terima gitu aja yang,kamu tidak mikir perasaan ku apa hah?!!” ucapku marah dan kesal padanya.
“maaf kan aku,dan Terimakasih untuk 3 tahun ini kamu selalu ada buat aku,aku pergi yah, assalamualaikum.”jawabnya dan pergi begitu saja.
“Marcel kamu jahat Cel,aku benci kamu Cel!!!” panggil ku nangis dan marah kepadanya.
2 hari kemudian.
Di kamar.
“Cel kamu jahat banget sama aku Cel” ucap ku sedih.
"Pa ,mama tidak tega melihat anak kita seperti itu Pa,apa kita kasih tau aja yang sebenarnya terjadi pada Marcel Pa?"ucap mama sambil menutup pintu kamar ku.
"Jangan Ma,kita sudah janji kan sama Marcel."jawab Papa kepada Mama. Tanpa mereka sadari ,aku mendengar semua apa yang mama sm Papa bicarakan tadi.
"Apa maksud Mama sm Papa tadi tentang Marcel?pokok nya aku harus cari tau apa yang terjadi sebenarnya dengan Marcel."ucap ku sambil mengusap air mata ku.
Beberapa menit kemudian, aku pun menemui Papa dan Mama di meja makan.
“assalamualaikum Ma, Pa.” ucap ku sembari tersenyum.
“waalaikumsalam tuan putri.”jawab Mama dan Papa.
"Sini sayang kita makan siang bareng."ajak Mama .
"Em...aku mau keluar bentar Ma,mau ketemu Intan sambil makan siang bersamanya."tolak ku ke Mama.
"Papa anter aja yah sayang."tawar Papa.
"Tidak usah Pa,aku bawa mobil sendiri oke Pa."jawab ku.
"Baiklah nak,kamu hati-hati yah jangan ngebut-ngebut loh."ucap Papa mengengingat kan ku.
"Siap Pa,yaudah aku pergi yah Pa Ma assalamualaikum."jawab ku sembari mencium tangan kedua orang tua ku dan pergi ke rumah Sahabat Marcel,Intan.
Sesampainya di sana,aku pun mengetuk-ngetuk pintu rumah Intan.
"Assalamualaikum Intan,Intan ini aku Sinta."ucapku sembari mengetuk pintu rumah nya.
"Waalaikumsalam Sin,sini masuk sin."jawab nya sambil menyuruh ku masuk.
"Tan kamu tau semua tentang Marcel kan?"ucap ku padanya.
"Duduk lah dulu sin,bentar yah ku buatkan minum dulu buat mu."jawab nya, pergi ke dapur.
2menit kemudian.
"Nih minum dulu teh nya sin."ucap nya menawarkan ku es teh padaku.
"Iya tan makasih yah."jawabku.
"Sama-sama sin,oh iya tadi kamu nanya apa?"tanya Intan.
"kamu pasti tau apa yang terjadi sama Marcel kan?” tanya ku padanya.
“em...gimana yah sin,aku sudah janji pada nya untuk tidak kasih tau semua nya pada mu."jawab Intan sedih.
"Aku mohon tan kasih tau semua nya pada ku,aku sangat khawatir pada nya."ucap ku sedih.
"Baiklah,dengar kan aku yah,jadi waktu dia menelepon mu 3 hari yang lalu dia berada di rumah sakit."ucap Intan terpotong oleh ku.
“apa rumah sakit?!!dia sakit apa dan kenapa dia tidak bilang kalau dia lagi sakit?” tanya ku nangis.
“tenang dulu sin,ini mau ku jelaskan semua nya pada mu,tolong jangan potong pembicaraan ku Sin.”jawab nya pada ku.
“baiklah.”kataku.
“Dia punya penyakit kanker otak sejak kecil,sudah berapa kali ke luar negeri untuk menyembuhkan penyakitnya.tapi tetap saja tidak bisa di sembuhkan sampai sekarang.Dia sengaja tidak memberitahu kan penyakit nya kepadamu Sin karna dia takut kamu khawatir padanya,jadi 3 hari yang lalu sekitar jam 10 malam dia punya rencana untuk mengakhiri hubungannya dengan mu besok nya.Dan dia sengaja bilang ke kamu kalau dia tuh di jodohkan oleh orang tua nya dan bakal nikah bulan depan di Jepang tuh hanya kebohongan belaka Sin, Dia ngalakuin ini semua karna Dia sayang sama kamu Sin. ” ucap Intan sedih.
“ya Allah, sekarang dia di mana intan?,aku mau menemui nya.”ucap ku menangis.
“Dia ada di rumah sakit dekat tempat kuliah kita Sin,dan kondisi nya kritis sekarang.”jawab Intan.
“yaudah aku pamit yah, makasih buat semuanya Intan, assalamualaikum."pamit ku kepada Intan dan segara pergi ke Rumah Sakit.
Sesampainya di sana,aku melihat kedua Orang tua nya Marcel sedang menangis.
"Assalamualaikum Tan Om,gimana keadaan nya Marcel Om Tan,dan kenapa Tante sm Om nangis?"tanya ku kepada kedua orang tuanya Marcel.
“Marcel,Marcel udah meninggal nak”jawab Mamanya Marcel.
“Innalillahi Wa Innalillahi Rajiun!!!Marcel!!!!” teriak ku.
“Oh tidak, ini Tante sama Om bercanda doang kan??” tanya ku sambil menangis. Aku pun langsung masuk dan memeluk mayat Marcel yang pucat. “Sayang, kenapa Kamu Cepet banget ninggalin aku sayang?!!!” tangisku pecah.
“Marcel sayang, jangn bercanda dong, tidak lucu tau!!!” tangis ku. Sedangan kan kedua orang tuanya Marcel hanya melihat ku sedih.
“Tidak mungkin!!!ini hanya bohongan!!!sayang aku tidak marah atau benci sama kamu kok yang!!!ayo bangun sayang!!!tidak usah bercanda!!!” Tangis ku makin menjadi-jadi.
“Sayang, Tante tau rasanya gimana, tapi ini beneran sayang...Marcel sudah meninggal.” ucap Mama Marcel sambil menangis dan mengusap rambut ku.
Aku pun semakin menangis tersedu-sedu dan memeluk jasad Marcel.
“Tante, kenapa Marcel tega ninggalin aku begitu cepat Tan??? tanya ku sambil terisak-isak karena menahan tangisku. Mama Marcel menejam kan mata dan menembus kan nafas secara perlahan-lahan, lalu berkata;
“Sabar sayang, ini sudah takdir dan Marcel tidak akan merasakan rasa sakit yang selama ini dia derita.”jawab Mama Marcel.
“trus, kenapa Marcel atau Tante tidak pernah cerita tentang penyakit Marcel??” tanya ku ditengah tangis ku.
“Marcel yang melarangnya, Marcel tidak mau sampai kamu tahu.. Maafkan Tante yah sayang.”jawab Mama Marcel sambil menangis.
“Sayang, kenapa kamu tidak bilang ke aku?? tanpa kamu aku bakal kesepian.” Ucap ku sambil mengelus pipi jasad Marcel.
Setelah selesai dikubur…
“Tenang dialam sana ya sayang, aku akan merindukanmu” ucap ku sambil menaruh bungkusan mawar di makam Marcel.
“selamat jalan sayang, semoga kamu dapet tempat terbaik di sisi Nya.” ucap Mama Marcel sambil memberikan bungkusan bunga mawar juga.
#Tamat.
mohon maaf kalau ada typo-typo nya kakak🤣
Terimakasih udah baca
apabila ada kesalahan komen aja kakak,biar nanti Dira Perbaiki oke😉