"Heh,Cobalah berbohong kepadaku.Nyawamu ada di tanganku dan anak-anakku[Serigala]"
Ancam seorang wanita berarmor sambil mengelus-elus ketiga serigala peliharaan.
"Tapi,Hal itu memang benar terjadi!"
Ujar orang yg tadi di ancam oleh wanita itu.
"Too..Bad"
*CTAK*
Dalam sekali petikan jari,Serigala-serigala milik wanita itu langsung menyerang orang itu secara membabi buta sampai badannya terkoyak habis.
"Sudah cukup kalian,Ayo pergi sekarang."
Serigala-serigala itu langsung patuh setelah mendengarkan perintah darinya.
*Woof woof*
~~~~~~~~~~~~~
SETIBANYA MEREKA DI SUATU TEMPAT...
"Camille Morron,Memberi salam kepada Yg Mulia Kaisar Derrick Zorinus"
Kata Camille sambil berlutut di depan Derrick bersama dengan serigala-serigalanya.
"Bagaimana investigasi atas Theo Wastelle?"
Tanya Derrick selaku Kaisar dari Kekaisaran Zorinus.
"Dia sudah..Mati"
"Bagaimana bisa?!"
"Singkatnya dia berbohong akan semua ceritanya.Dan..Serigala-serigala saya lamgsung menyerangnya~"
Camille menjelaskan semuanya secara singkat sehingga membuat Derrick cepat mengerti.
"Baiklah,Kau bisa kembali sekarang"
Perintah Derrick kepadanya.
"Dengan senang hati,Yg Mulia"
Camille beserta serigala-serigalanya berjalan pergi dari tempat itu kemudian kembali ke Kediaman mereka.
~~~~~~~~~~~~~
DISANA...
"Bereskan semua armor yg kupakai,Bersihkan sampai tak ada debu sedikitpun.Jangan sampai aku melihat armor ini kotor,Yusto"
Perintah Camille dengan tatapan tajam ke arah Yusto yg merupakan seorang kepala pelayan di Kediaman Morron.
"Baik,Nona Camille"
Jawab Yusto yg sudah berkeringat dingin karena sedikit takut akan aura Camille.
Camille dan para serigalanya berjalan pergi ke arah kamar milik Camille untuk beristirahat.
DI KAMAR CAMILLE..
"Master,Apakah anda tidak bosan terus-terusan di manfaatkan oleh Kaisar tak berguna itu?"
Tanya salah seekor serigala yg kemudian langsung berubah menjadi seorang pria berambut perak dan bermata biru.Diikuti dengan berubahnya serigala itu,2 yg lainnya juga ikut berubah.
"Pfft..Apa maksudmu dengan tidak berguna?"
Camille tertawa terbahak-bahak setelah mengatakan itu.
"Dia itu sudah memenangkan berbagai peperangan dengan kerajaan lain sewaktu umurnya masih 20 tahun"
"Iya.Tapi kan master yg paling berjasa dalam semua peperangan itu!"
Ujar serigala yg berwujud perempuan.
"Yah,Walaupun begitu aku tetap senang karena bisa mengabdi kepadanya"
Mereka bertiga hanya bisa menghela nafas karena perkataan Camille itu.
"Terserah saja,Master"
"Ngomong-ngomong,Waktu itu kenapa kalian mau menjadikanku master kalian?Memangnya apa yg bagus dari seorang Earl sepertiku?"
Mereka bertiga saling menatap satu sama lain kemudian memberikan jawaban mereka..
"Pertama,Master itu memiliki kekuatan fisik dan juga magis yg kuat!"
"Kedua,Master berhati mulia"
"Ketiga,Master memiliki sifat pemberani.Walaupun Master tahu kalau kami 'Binatang Buas'master tetap berani"
"Aku begitu?Terima kasih"
Senyuman yg cukup manis tampak di wajah Camille.
~~~~~~~~~~~~~
1 MINGGU KEMUDIAN DI ISTANA...
"Mulai sekarang kau resmi menjadi Jendral Kekaisaran Zorinus"
Di hari itu,Derrick melantik Camille yg sebelumnya hanyalah salah satu di antara banyaknya ksatria kekaisaran menjadi Jendral.
Semua orang yg hadir bertepuk tangan atas pelantikan dari Camille menjadi seorang Jendral wanita pertama di Kekaisaran Zorinus.
Setelah prosesi pelantikan selesai,Derrick memanggil Camille ke ruang kerjanya.Camille mematuhi perintah darinya,Bukan hanya dia saja yg datang tapi ketiga serigalanya juga.
DISANA..
"Jadi Apa yg anda perlukan,Yg Mulia?"
Camille bertanya dengan sopannya sambil menunjukkan wajah tanpa ekspresi/datar.
"Tidak usah berbicara formal,Lagipula di ruangan ini hanya ada kita berdua"
"Bukan hanya anda tapi kami juga"
Ketiga serigala[Ginger,Derren,Reynold] Camille berubah wujud lagi menjadi manusia.
"Mereka siluman?!"
Derrick terlihat cukup kaget karena melihat para serigala miliki Camille berubah menjadi manusia.
"Seperti yg anda lihat,Mereka adalah SILUMAN"
Ginger,Derren,dan Reynold terus menatap Derrick dengan tatapan tajam.Dan tampak tak suka akan Derrick.
"Ginger,Derren,Reynold hentikan"
Perintah Camille kepada mereka bertiga.
"Baik..Master"
Camille cukup senang karena ketiga serigalanya mau mematuhinya dengan senang hati.
"Sebenarnya apa yg ingin anda bicarakan?"
Sekali lagi Camille bertanya kepada Derrick.
"Sebenarnya aku ingin kau untuk ikut serta dalam upaya perebutan daerah perbatasan.."
Ginger,Derren,dan Reynold semakin tidak suka dengan Derrick karena berani membuat mereka bertiga dan juga Camille berperang di daerah perbatasan yg sangat berbahaya.
"Sebagai seorang jendral tentu saja saya akan ikut serta"
Jawab Camille sambil tersenyum masam.
"Tapi Master..!"
"Ini sudah kewajibanku"
Camille menjawab melalui telepati dengan mereka bertiga.
"Jika tidak ada lagi yg anda ingin katakan,Saya akan pamit undur diri dulu"
Ginger,Derren,dan Reynold kemudian berubah kembali ke wujud serigala mereka.Lalu berjalan pergi keluar bersama Camille.
DI LUAR...
"Aku harus memikirkan strategi yg cocok untuk peperangan kali ini"
Camille berpikir cukup keras agar peperangan untuk merebut daerah perbatasan mendapatkan hasil yg bagus.
"Penyerbuan ketika malam tiba juga bagus.."
"Baiklah,Akan ku rundingkan dengan para jendral lainnya"
~~~~~~~~~~~~~
KEESOKAN HARINYA...
"Jadi begitulah strategi milik saya"
Suasana seketika menjadi sedikit hening,Tapi tak terlihat sedikitpun raut wajah tak setuju di antara mereka.
"Saya cukup setuju dengan strategi yg dijabarkan oleh anda,Jendral Camille"
Kata salah seorang jendral yg berasal dari Keluarga Celestia.
"Terima kasih"
Jawab Camille secara singkat sambil tersenyum simpul.
Setelah ucapan terima kasih yg dikatakan oleh Camille,Jendral-jendral lainnya juga ikut setuju.Kecuali satu orang..
"Bagaimana dengan anda,Jendral Literal?"
Tanyanya kepada Jendral Literal yg sedari diam tanpa mengatakan apapun.
"Saya setuju"
Jawaban dari Jendral Literal terdengar seperti tak sudi dengan strategi yg dijabarkan oleh Camille.
"Jendral Literal,Jika anda ada sedikit keluhan akan strategi saya.Silahkan katakan saja,Barangkali saya bisa memperbaiki ulang strategi saya"
Semua Jendral termasuk Jendral Literal kagum akan ucapan rendah hati Camille itu.Akhirnya..
"Tidak ada,Jendral Camille.Hanya saja,Apakah harus penduduk dari daerah perbatasan juga di lenyapkan?"
Camille tersenyum menanggapi pertanyaan Jendral Literal itu.Itu kemudian berkata..
"Rakyat biasa tidak perlu dimusnahkan,Yg harus di prioritaskan adalah PENAKLUKKAN dan bukan PELENYAPAN.Tujuan kita di awal adalah merebut daerah perbatasan"
Jelas Camille dengan nada tegas dan juga percaya diri.
Semuanya setuju akan perkataan Camille itu dan akhirnya strategi dari Camille-lah yg akan digunakan nantinya.
~~~~~~~~~~~~~
DI MALAM PENAKLUKKAN/PEREBUTAN DAERAH PERBATASAN..
"Jendral Leon,Apakah seluruh pasukan sudah di kumpulkan?"
Tanya Derrick kepada Camille yg sedang berdiri tepat di sampingnya.
"Sudah semuanya"
Semua Jendral yg sudah mendengar kalau seluruh pasukan sudah dikumpulkan kemudian bersiap di posisi masing-masing begitu juga dengan Camille dan para serigala.
Tidak lama setelah itu Sang Kaisar,Derrick Zorinus memberikan aba-aba untuk mulai menyerang.Dengan berakhirnya aba-aba yg diberikan oleh Kaisar Derrick,Semuanya bersamaan menyerbu daerah perbatasan yg merupakan salah satu kerajaan yg kuat,Kerajaan Durandal.
Seluruh pasukan Kekaisaran Zorinus menyerang semua pasukan musuh yg di temui mereka.Pasukan Kekaisaran Zorinus hanya tidak menyerang rakyat biasa seperti wanita,anak-anak,lansia,dan sebagainya.
Karena waktu penyerbuan adalah malam hari,Penyerbuan yg dilakukan oleh Kekaisaran Zorinus berjalan cukup cepat.Hanya membutuhkan waktu 7 jam saja.
Setelah penyerbuan terhadap Kerajaan Durandal berakhir dengan kemenangan Kekaisaran Zorinus.Wilayah Kerajaan Durandal kini berubah menjadi wilayah milik Kekaisaran Zorinus.
Karena kekalahan Kerajaan Durandal itu,Membuat para rakyat biasa menjadi terlantar karena wilayah itu kacau balau akibat penyerbuan semalam.
Derrick kemudian menurunkan perintah agar para rakyat biasa itu diberikan pekerjaan agar tidak terlantar.Berkat itu,Posisi Derrick di seluruh penjuru Kekaisaran Zorinus menjadi sangat kuat.Begitu juga dengan para Jendral yg ikut dalam penyerbuan.
~The End~