DI sebuah kampung yang rumahnya pada rapat-rapat kayak penumpang bus kalo pagi, terjadi kehebohan Baru pukul tujuh dari sebuah rumah butut terdengar suara gedom brangan lagu dangdut yang bikin telinga pekak sehingga para tetangga pada stres dan buru-buru ngungsi Mirip penduduk yang kena musibah gunung meleduk.
Kata sahibul hikayat rumah butut itu ada Lah rumahnya Boim. Dan emang bukan Boim kalau nggak bikin orang repot .Sementara para penduduk tunggang-langgang menyela matkan diri. Boim malah asyik bersenam ria di kamarnya dengan iringan musik dangdut Fang murah meriah itu. Lagunya Mas Sun sing suwe dan Ike Nurjanah. Tubuhnya basah berubah keringat Pinggangnya terpilin-pilin kayak kue tambang Matanya merem-melek keasyikan Pokoknya Boim yang cuma mengenakan kolor longgar (sehingga kolor itu begitu kontras dengan pahanya yang segede biting). betul-betul seperti orang kesurupan.
Tapi lagi asyik asyiknya Boim bersenam ria,tiba-tiba ada yang ketuk pintu kamarnya,bom mengira itu ketukan emaknya yang memang suka usil kalo Boim lagi asyik.
" entar dulu,Mak,lagi tanggung nih
bentar lagi deh aye nimba!"teriak Boim.
tapi ketukan di pintu nggak mau berhenti,Boim jadi sebel .Boim mengumpat-umpat.
"huh,syusye deh jadi orang susah.baru mo gerak badan yang rada elitan ,udah disuruh nimba."Boim lalu mematikan mini componya."bentar,aye bukain !"
dengan muka penuh cuka, Boim bergegas membuka pintu.begitu pintu dibuka,ternyata bukan emaknya yang ada disitu,melainkan sesosok makhluk gemuk pendek,tapi berpakaian ala ABG:celana pendek dengan Hem yang dilengkapi nyetel.dia pom Pinokio sambil membawa-bawa ransel mungilnya dan buku primbon di tangan kiri.
buku itu beribu 1001tafsir mimpi, dari mimpi buruk sampai yang super buruk. sedang tafsir mimpi yang indah-indah masih dalam rencana diterbitkan.
tanpa tunggu-tunggu lagi, dengan nyebelin oom Pinokio mengumbar senyum bajingnya kepada Boim. Boim keki berat. "waduh, elo lagi.sono gih minggat!" usir Boim sambil bersiap-siap mau menutup pintu.
tapi oom Pinokio menahannya dengan sigap.
"eit, tunggu dulu,im !" pekik oom Pinokio sambil menerobos masuk. Boim kaget banget sama tingkah tamunya yang superndablek itu .
"tepat dugaan saya,ternyata bang Boim emang tinggal disini," oom Pinokio menebak sambil ngegubrakin ranselnya di depan Boim .
"ngapain Lo pagi-pagi kesini?" selidik Boim kurang bersahabat.
"disuruh duduk dulu,kenapa?" protes oom Pinokio .Boim bingung.
"duduk dimana?" Boim celingukan, tapi akhirnya dapat ide. "noh duduk di situ!"
tawar Boim sembari menunjuk kardus bekas mesin jahit yang ngejogrok di pojokan. tapi oom Pinokio keberatan.
"menghina, ya? mending di sini aja," protes oom Pinokio sambil pelan-pelan meletakkan pantatnya di tepi ranjang. Boim akhirnya pasrah.
"terserah Lo aja deh!"
om Pinokio menghela napas panjang-panjang, lalu ngomong lagi dengan mimik sok serius,"masalahnya penting sekali, bang,makanya saya nyariin Abang terus!"
tapi Boim kurang serius nanggapinnya,"jangan panggil gue'bang'. perasaan lebih uzur situ deh! panggil aja 'bo'!" pinta Boim.
"iya ,bang bo,!" oom Pinokio nurut.tapi Boim masih kurang sreg.
"bang bo! bang bo! emangnya gue mirip pu'un yang bisa bikin angklung.mentang -mentang gue mirip angklung,ya!"
Boim protes."waduh ,bang Boim salah tanggap ,maksud saya bang bo ,bukan bambu!"
"ya udah,sekarang lo punya masalah penting .
apaan?" tanya Boim kagak sabar lagi . tapi oom Pinokio malah nggak segera menjawab.
ia menjeling ke arah Boim."gimana kalo ngejelasinnya sambil minum fruit punch? disini ada kan?"
Boim tentu aja kaget ngedenger permintaan gila-gilaan itu."buset dah, Kesambet jin mana lo, baru Dateng udah nyusahin .Lo kata rumah gue restoran,apa? pokoknya nggak bakal ada suguhan sebelum loh jelasin maksud Lo kesini."
oom Pinokio menghela napas. lalu ia mulai menyusun kalimatnya.
"kamu tau ini apa,bang?" tukas oom Pinokio seraya menepuk ransel yang tadi dibawanya.
"nenek-nenek kotok juga tau ,itu ransel!"
Boim makin nggak sabaran.
"nah , didalam ransel ini ada baju,celana,sikat gigi,odol,sabun,sama.....," tukas oom Pinokio sambil sibuk membuka dan mengeluarkan barang-barang yang ada diransel,
"cukup,cukup ,terus apa hubungannya sama gue?"
"erat sekali bang. selama di Jakarta ini, Demi pengiritan , saya kok agak-agak males tinggal di hotel . jadi yg gimana kalo saya nginep aja disini? saya udah bawa barang-barang .
it's oke,kan?"
Pinokio pasang tampang memelas. tapi Boim Kontan mencak-mencak .
"kompor meleduk! bener- bener bikin susah Lo. tau begini,kemaren kemaren mending gue gak kenal sama Lo." merasa jurus pertamanya gagal, oom Pinokio langsung bersujud memeluk kaki Boim,sambil mengiba-iba.
"duile ,tega betul, bang bo . saya di Jakarta ini sebatang kara lho
masa Abang mau nolong saya."
"oke... oke..." Boim akhirnya masuk perangkap.nggak tahan ngeliat wajah oom Pinokio yang lara.
"thanks God,," desah oom Pinokio sambil memeluk Boim dengan wajah lega . tapi Boim dengan sebal menghindar.
"Udeh,Udeh! tapi Volvo elo diparkir mana? emang bisa mobil elite begitu masuk ke kampung sini?"tanya Boim penuh selidik , berharap seenggak-enggaknya dia bisa pinjem Volvo itu kalau oom Pinokio tinggal dirumahnya . tapi jawaban om Pinokio sungguh bikin Boim kecewa
"Volvo saya lagi diservis , im . lama deh kayaknya. soalnya harus turun mesin." "huh pantesan !terus dari mana Lo tau rumah gue, biar gue bunuh tu orang yang ngasih tau," Boim menggerundel saking keselnya.oom Pinokio bukannya menjawab ,malah tersenyum lebar. lalu menunjukkan buku primbon.
"bang bo tau ini apa?"
"apaan tuh?" tanya Boim yang nggak gitu tanggap sama buku yang dibawa oom Pinokio .
"buku primbon ..."
"buku primbon? terus apa hubungannya sama gue, apa lantaran rambut gue kayak Abon?"
"bukan!"
"terus apa hubungannya?"Boim penasaran.
"dari primbon-primbon inilah saya bisa tau rumah bang Boim!"
"hah ? jangan bercanda Lo ya!" kata Boim sambil mengancam mau ngejitak pala oom Pinokio pake hak sepatu .
"siapa yang bercanda? suka asal ih! kemarin kan saya tanya kak lupus dimana rumah bang Boim ,tapi dia nggak mau ngasih tau . katanya takut bang Boim ngamuk-ngamuk . terus saya tanya aja ke kak lupus ,bang bo lahir bulan apa? kak lupus bilang bulan Juli ," oom Pinokio menjelaskan panjang lebar .
"iya,terus ..,"Boim makin penasaran.
"yang lahir bulan Juli kan bintangnya cancer . nah, menurut buku ini orang yang bintangnya cancer punya kecenderungan tinggalnya nggak jauh-jauh dari empang.abis cancer kan lambangnya kepiting kan isupnya nggak bisa jauh dari Empang bang.jadi begitu saya liat di depan tasi ada Empang saya yakin banget kalo ini rumah bang Boim . apalagi tadi pas saya lewat lagi nyetel lagu dangdut keras banget . soalnya buku ini juga bilang ,orang yang bintangnya cancer ,tinggalnya Deket Empang dan bernama Boim ,selera musiknya pasti nggak jauh dari dangdut..."
"keparaaaat......!" Boim memekik keras sekali.
tubuhnya gemetar. lalu dengan geram ia merebut buku primbon dari tangan oom Pinokio ."eh...eh...mau diapain,bang?" oom Pinokio jelas gelagapan . sedang Boim tanpa pikir panjang lagi langsung membanting buku itu dan menginjak-injaknya.
"buku primbon sialan!"
oom Pinokio melongo .nggak tau mau bilang apa.
****