Teman yang tak terlihat, ia sedang duduk diam dan menunduk. Datang dan pulang tak bersuara.
Ada seorang keluarga yang baru pindah rumah. Keluarga tersebut cukup kaya ia pindah di desa keden. Keluarga tersebut menempati rumah besar. Rumah tersebut adalah rumah neneknya yang sudah tiada. Keluarga tersebut berjumlah empat orang yaitu suami, istri, anaknya perempuan, dan pembantu perempuan. Mereka segera masuk ke rumah besar itu. Mereka menata dan membersihkan rumah itu begitu rapi. setelah selesai mereka berkumpul diruang tengah membicarakan kenapa mereka bisa pindah.
"Ma kenapa kita pindah kesini" Tanya anak perempuan itu kepada mamanya, anak itu bernama Farah
"Kita pindah kesini karena rumah kita yang di kota sudah kita sumbangkan dan katanya akan dijadikan panti asuhan." Kata mamanya yang bernama Suci.
"Iya nak kita pindah kesini aja disini udaranya segar dan tidak terlalu ramai, toh rumah ini juga sudah milik kita, kamu pindah sekolah disini aja ya nak." Ucap Ayahnya yang bernama Ratno.
"Kenapa rumah kita disumbangkan jadi panti asuhan." Tanya Farah.
"Gak papa sayang, kasian anak yatim itu tidak punya tempat tinggal."Jawab Suci
Setelah itu mereka membantu pembantunya yang sedang membersihkan halaman belakang.
Farah Pramita sari itulah nama panjangnya, ia berumur 17 tahun, ia sekolah di SMA Permata Hijau ia duduk di kelas 2 , sekarang ia pindah, di desa hanya ada satu SMA yaitu SMA Kedung Waru, Mau nggak mau iya tetap harus sekolah disitu.
Malam pun tiba. keluarga tersebut mulai beranjak tidur, malam hari yang begitu mencekam, hujan turun begitu deras, suara gemuruh petir menggelegar namun keluarga itu tetap nyaman dalam tidur.
Akhirnya pagi pun muncul, suara burung berkicau riang, matahari menyengat ditubuh begitu hangat, dan Farah mulai beranjak ke kamar mandi dan ia mulai melakukan ritual pagi, yaitu berdandan. Lalu Farah mulai berangkat sekolah. Ia sekolah diantar oleh Papanya sekaligus papanya berangkat kerja.
"Nak kamu sekolah disini, papa udah daftarin kamu kemarin, sekarang kamu langsung masuk aja ke kelas, papa berangkat dulu kamu jaga diri baik-baik." Ucap papanya.
"Baik pa hati-hati.' Ucap Farah sambil mencium tangan Papanya.
Farah mulai menuju ke ruang kelas, Ia mencari-cari dimana ruang kelasnya, setelah beberapa menit ia menemukan ruang kelasnya. Ia masuk keruang kelas didalam kelas banyak sekali muridnya, Setelah itu guru menyuruhnya berkenalan di depan kelas.
"Hai perkenalkan nama aku Farah Pramita Sari, panggil saja aku Farah, umur aku 17 tahun, aku tinggal di desa keden, aku juga orang baru didesa itu salam kenal semuanya." Ucap Farah memperkenalkan dirinya.
Lalu Farah disuruh duduk di bangku kosong yang ada di belakang.
"Farah kamu duduk di bangku belakang kamu pilih aja bangku mana yang ingin kamau duduki disitu ada dua bangku kosong." Ucap gurunya.
Sontak Farah kaget padahal disitu hanya ada satu kursi yang kosong. namun Farah hanya diam saja. Lalu dia segera menuju ke bangku nya.
Pelajaran pun sudah selesai. Farah segera menutup bukunya dan ia mulai membuka bekalnya. Saat jam istirahat Farah tidak di ajak ngomong sama siapapun, malah semua anak keluar dari kelas, semua temannya menuju kantin, Namun hanya Farah saja yang bawa bekal dan ia makan dikelas. Dan ada satu perempuan ia duduk di samping Farah. Duduk dibangku belakang paling pojok. Disitu awalnya Farah diam, namun tiba-tiba Farah menawarkan makananya ke perempuan tersebut.
"Kamu mau roti aku nggak?, ini aku bawa dua satu untukmu." Ucap Farah menawarkan.
Perempuan tersebut hanya diam dan mengulurkan tangannya untuk menerima roti yang diberikan Farah. Farah bingung kenapa perempuan tersebut tidak ngomong apapun dari tadi. Lalu ia mengajak ngobrol lagi perempuan tersebut.
"Nama kamu siapa aku Farah." Ucap Farah.
Lalu perempuan itu menengok kearah Farah, ia langsung kaget perempuan tersebut mukanya pucat seperti mayat. Namun Farah positif thinking mungkin dia lagi sakit. Perempuan tersebut berbicara dengan suara agak serak.
"Nama aku Lela."Jawab perempuan tersebut.
"Kamu sakit ya, kok mukanya pucat?." Tanya Farah.
"Tidak apa-apa." Jawab Lela.
"Kamu kenapa nggak ikut sama teman yang lainya ke kantin?."
"Lagi males aja."
"Kamu disini temannya siapa aja? Bisa kasih tau aku? siapa tau aku bisa akrab sama temen temenmu juga."
"Nggak punya." Jawab Lela singkat.
Setelah itu bel masuk berbunyi semua murid mulai melakukan pembelajaran. Cuaca mulai sore dan pembelajaran pun sudah selesai, jam menunjukkan angka 3. Murid-murid disana mulai pulang.
"Lela ayuk pulang." Ajak Farah. Namun tidak ada respon dari Lela. Beberapa kali Farah mengajaknya pulang namun Lela tetap diam.
"Farah kamu ngomong sama siapa? Ayuk pulang." Ucap gurunya.
"Ini aku lagi ngajak Lela pulang Bu." Jawab Farah.
"Lela? Siapa itu, udah cepat pulang ruangannya mau dikunci."
"Baik bu." Ucap Farah.
Farah langsung berpamitan dengan gurunya dan ia bergegas ke gerbang sekolah. Dan ia menunggu dijemput papanya. Saat ia menunggu papanya ia terpikir oleh perkataan gurunya tadi.
"Padahal tadi ada Lela masak iya bu guru tidak melihat Lela, tapi benar-benar ada Lela apa mungkin ibu guru menyuruh aku pulang duluan jadi ia bilang gitu padaku?." Batin Farah.
Beberapa menit kemudian papa Farah datang menjemputnya. Saat di perjalanan papa Farah bertanya bagaimana dia disekolah barunya.
"Nak gimana di sekolah barumu menyenangkan?." Tanya Ratno.
"Iya agak menyenangkan sih pa." Jawab Farah.
"Kamu disekolahan udah dapat teman berapa?."
"Masih satu pa, abisnya murid disana jika ada anak baru dicuekin pa, jadi aku kurang nyaman tapi nggak apa apa, ada satu murid yang mau berteman sama aku namanya Lela dia tuh pendiam, jarang banget ngomong, tapi dia agak aneh soalnya kulit wajahnya agak pucat gitu kayak mayat pa, tapi dia baik kok sama Farah."
"Lela? Tapi murid yang lainnya nggak ganggu kamu kan?."
"Nggak kok pa." Jawab Farah
Akhirnya mereka berdua sampai dirumah. Farah bergegas ke dapur, dan langsung makan. Ia masih lapar. Karena roti yang ia bawa dikasihkan ke Lela.
Sorepun sudah berganti malam, cuaca sama seperti kemarin, Hujan dan petir menggelegar, Cuaca semakin lama semakin tidak bisa diprediksi. Tengah malam hujan mulai reda. Namun Farah tak kunjung tidur. Entah kenapa ia tidak bisa tidur tidak seperti biasanya. Akhirnya ia mendengarkan musik dan lama-kelamaan ia terlelap.
Suara kicauan burung mulai terdengar, hangatnya mentari mulai terasa di tubuh. Itu bertanda pagipun tiba, Farah segera bergegas kekamar mandi dan melaksanakan ritual pagi. Setelah selesai ia berangkat ke sekolah. Hari ini ia merasa semangat sekali.
Sesampai disekolah ia langsung bergegas ke kelas, Terkejutnya ia melihat Lela sudah berada di kelas padahal ia datang begitu pagi dan yang ada didepan hanya security. Namun Farah perfikir positif mungkin ia sedang mengerjakan tugas makanya ia berangkat pagi-pagi sekali.
Beberapa menit mereka berdua tak kunjung mengeluarkan suara, akhirnya Farah memecahkan keheningan tersebut.
"La tadi kamu berangkat pagi-pagi sekali ya, kirain aku yang berangkat duluan, Tadi kamu berangkat jam berapa?." Tanya Farah. Namun tak ada jawaban dari Lela.
"Kamu bawa bekal nggak, aku bawa bekal lebih nih, kalau kamu nggak bawa nanti kita makan bekalku sama-sama ya?." Tanya Farah, Namun tetap saja tidak ada respon dari Lela.
Farah merasa ia di diamkan akhirnya ia berhenti bertanya, Beberapa menit Lela mulai mengeluarkan suaranya.
"Kamu mau nggak jadi temen aku selamanya." Tanya Lela.
"Iya aku mau La." Jawab Farah tanpa curiga.
"Kamu ceritakan bagaiman bisa pindah ke desa ini."
Lalu Farah menceritakan bagaimana ia bisa pindah ke desa itu. Tanpa mereka sadari ada 3 teman Farah sekelasnya yang sedang merekam pembicaraan Farah.
"Itu kenapa anak baru ngomong sendiri sama tembok" Tanya temenya
"Nggak tau gila kali ya, coba kita kasih rekaman itu pada guru." Jawab temannya satu lagi.
Akhirnya Murid itu memberikan rekaman Farah Yang sedang ngomong sendiri di kelas.
"Bu Farah kenapa ya ngomong sendiri dia di kelas, kayak ngomong sama tembok, ini Bu coba lihat rekamannya." Ucap murid itu.
Bu guru tersebut akhirnya melihat rekaman itu, ia langsung kaget dan mengingat kejadian dimasalalu yang begitu menyeramkan.
"Farah dalam bahaya sekarang." Ucap guru itu panik.
"Ada apa Bu bahaya gimana." Tanya murid tersebut.
"Jadi dulu ada peristiwa yang sangat mengerikan kejadian itu sekitar tiga tahun yang lalu, Saat itu ada murid saya yang bernama Lela, murid tersebut setiap hari dimusuhi sama teman-temannya, di ejek, di siram air, di bully, dan tindakan keji lainnya, Kenapa teman-temannya seperti itu, Karena Lela tersebut pernah jatuhin Hp temennya yang masih baru, namun Lela tidak kuat untuk ganti rugi, akhirnya ia di perlakukan seperti itu sama teman-temannya. Lama-Lama Lela tidak kuat diperlakukan seperti itu akhirnya dia bunuh diri di bangku pojok itu, ia menusukan gunting di lehernya. lalu ia langsung meninggal di tempat. Sekarang ayo kita tolong Farah ia sudah dalam bahaya." Kata guru itu menjelaskan.
Di kelas Farah diajak Lela untuk main lompat-lompatan. Lela mengajak Farah untuk main di koridor dan Farah disuruh naik tembok pembatas dan ia di suruh loncat, Farah saat itu seperti dikendalikan ia jauh dialam sadarnya. Untung saja guru dan murid itu segera lari. Guru tersebut menarik tangan Farah dan ia langsung merangkul Farah. Namun Lela tersebut langsung memasuki tubuh Farah dan ia merasa sangat marah.
"KENAPA KALIAN DISINI, AKU INGIN MEMBAWA TEMANKU MINGGIR KALIAN." Ucap Lela
"Kamu jangan pernah membawa Farah ia beda alam sama kamu."
"FARAH SUDAH BERJANJI DIA AKAN MENJADI TEMANKU SELAMANYA."
"Itu tidak akan mungkin. Kamu cepat keluar dari tubuhnya!." Ucap guru itu
Tak lama kemudian seorang ustadz datang dan mulai meruqyah Fara. Beberapa menit kemudian akhirnya Lela keluar dari tubuh Farah. Dan Farah masih pingsan lalu ia dibawa ke ruang uks. Murid-murid disana ketakutan. Namun semua sudah mulai tenang. Guru itu menelfon Papinya Farah. Satu jam kemudian Papi Farah datang saat itu juga Farah sudah sadar dari pingsannya.
"Ada apa ini? Kenapa anak saya bisa pingsan?." Tanya Ratno.
"Tadi dia kesurupan pak." Jawab guru tersebut.
"Kok bisa anak saya kesurupan?."
"Jadi ceritanya Farah kemarin ngomong sendiri, Nah temannya heran kenapa ia bisa seperti itu, akhirnya temannya lapor kesaya, dan saya ingat bahwa dulu ada anak bernama Lela ia bunuh diri di bangku sebelah bangkunya Farah. Mungkin Lela ingin membawa Farah kealamnya namun untungnya saya dan murid-murid datang tepat waktu. Sebelum Farah mau lompat ke bawah. Ucap guru itu menjelaskan.
"Yaampun, Terimakasih sudah menolong anak saya."
"Ini juga berkat anak-anak dan bapak ustadz juga."
"Kemarin Farah juga bercerita pada saya bahwa dia punya teman namanya Lela, katanya wajahnya pucat seperti mayat. Sebenarnya saya kaget tapi saya positif thinking aja." Ucap Ratno
Lalu papanya Farah segera membawa Farah pulang. beberapa menit kemudian sampai lah dirumahnya. dan Farah langsung di bawa ke kamarnya. Ibunya Farah langsung kaget melihat anaknya lemas seperti itu.
"Ada apa Farah kamu lemas begitu." Tanya Ibunya.
"Tadi aku katanya habis kesurupan." Jawab Farah.
"Kok bisa?."
Lalu papanya Farah menceritakan kejadian yang di ceritakan buguru tadi.
Satu minggu pun berlalu Farah tidak kesekolah itu lagi. Ia sangat takut. Dan papanya ingin ia pindah lagi ke kota, kerumah barunya. Mereka sedang berkemas untuk berangkat menuju kota. saat mau berangkat di depan pintu rumah itu ada Lela. Ia melambai kepada Farah. Sontak Farah kaget dan ia takut. Lalu Farah langsung menyuruh papanya untuk berangkat.
Lela masih tetap di bangku pojok itu ia tidak akan pergi kemana-mana. Ia akan tetap disitu sampai menemukan korban yang akan datang, dan membawanya bersama dia.
Didunia ini tidak hanya manusia saja. Jin pun ikut berdampingan bersama manusia. Namun kita sebagai manusia tidak bisa melihat hal tersebut hanya orang tertentu saja. Setiap tindakan maka berhati-hatilah, bisa saja yang kau lakukan hanya ilusi semata untuk menarikmu ke alam lain.