"Baiklah saudara saudara, sementar itu dulu cukup
Besuk mungkin ada yg kami tanyakan lbh lanjut.....
Belum selesai Polisi itu bicara, datang polisi lain.
" Lapor ndan, ternyata korban meninggal dalam keadaan hamil. Laporan selesai....!"
Polisi " Baik saya terima laporanya....
Saudara Hans....?!? "
" Ya pak, gimana psk ? "
" Kamu tahu Pacar Arsyita siapa ? " Tanya polisi itu.
" Tidak pak ? " jawab Hans.
" Coba ceritakan, apa yg kamu ketahui tentang Arsyita " perinth polisi itu.
" Lapor ndan, sebaiknya penghuni asrama ini dibadi 3 kelompok. Untuk interigasi " Anak buah polisi itu usul.
Kemudian dibagilah kelompok itu menjadi tiga.
1. Erlen dan Harjito
2.Handyo dan Hans
3. Sony sendirian
Kelompok 1 Di interogasi Polisi 1
Kelompok 2 Diinterogasi Polisi 2
Dan Sony olaeh Polisi 3.
Kita Ceritakan dari kelompok satu, Erlen dan Harjito.
Polisi 1 : " Apa aktiitas Arsyita selain Kuliah ? "
Erlen : Latihan Teater.
Harjito : " Buka les teater dan baca puisi "
Polisi 1 :" buat Erlen, disanggar Arsyita punya masalah apa ? Buat Harjito, Saat buka less ada masalah yg menonjol ? "
Erlen : Disanggar baik baik saja pak.
Harjito : " Tidak pak, Arsyita sangat dekat dengan anak anak.
.
Polisi 1 :" buat Erlen, Arsyita punya pacar ? Dan buat Harjito, Siapa anak yg paling deket dengan Arsyita ? "
Erlen : " Tidak tahu pak, Arsyita orangnya tertutuo.
Harjito : " Nancy anak pemilik Asrama.
Polisi 1 :" Erlen boleh keluar, buat Harjito, seberapa deket Nancy dengan Arsyita juga ayah Nancy dengan Arsyita.
Harjito : " Arsyita deket sekali dengan Nancy karena Nancy berbakat dlm teater. Arsyita dekat dengan Ayah Nancy karena Ayah Nancy Pak kuncoro orangnya baik.
Polisi 1 :" Baik seperti apa ? "
Harjito : " Pak Kuncoro tidak pernah marah jika Arsyita telat bayar uang kos.
Polisi 1 :" Hanya pada Arsyita atau yg lain ? "
Harjito : " Gak tahu pak kalo itu ? "
Polisi 1 :" Jarak rumah Pak kuncoro dari sini ? "
Harjito : Sekitar 7km.
Polisi 1 :" Tadi pas kejadian kuncoro kesini tidak "
Harjito : Datang setelah pintu di dobrak Hans
Polisi 1 : " Apa yg dilakukan ?
Harjito : Cuma melihat keadaan sebentar terus pergi lagi.
Polisi 1 : " Tidk berkata apapun ? "
Harjito : " Cuma bilang, kamu urus ini ya, aku lg ada proyek.
Polisi 1 :" Siapa saja yg lihat kedatanganya ? "
Harjito : Hanya saya pak
Polisi 1 : " kok bisa, yg lain tidak tahu "
Harjito : " Yang lain masuk ke kmar Arsyita. Saya dipanggil disuruh mendekat.
Polisi 1 : " Yg lain gak denger ? "
Harjitito : Tidak pak, pak Kuncoro hanya melambaikan tangan mefnyuruh saya datang. tanpa bersuara.
Polisi 1 : " Ok sekarang kamu jujur, apa ada huungan khusus diantara mereka ? "
Harjito : " Kalo itu saya tidak tahu pak ? "
Polisi 1 :" Berapa sering Pak Kunoro datang ke Asrama ? "
Harjito : " Seminggu dua sampai tiga kali pak "
Polisi 1 " Apa pekerjaan pokok pak kuncoro ? "
Harjito : " Dia borong borong bikin perumahan dan Fila mewah pak "
Polisi 1 : " Berarti dia sibuk bgt ong.. kok bisa ke Asrama Ini dua sampai tiga kali seminggu ? "
Harjito : Kalo itu saya tidak tahu pak "
Polisi 1 : " Kalo datang jam berapa ? "
Harjito : " Sore sekitar maghrib ulang jam 21.00. kalo pagi paling jam 07. Jam 07.45 Sudah pulang lagi.
Polisi 1 : Kalo datang dan pergi masuk lewat pintu gerbang juga ? "
Harjito : " Iya pak intu uman satu
.
Polisi 1 " Kamu ketemu lgsg atau lihat wajahnya ? "
Hajito : " Tidak selalu pak, Pak Kuncoro hanya pesan, Ini mobil pribadiku. Jika mobil ini datang berarti aku yg datang. lgsg bukain pintu.
Polisi 1: " Berarti bawa Sopir Pribadi ? "
Harjito : Iya Pak, hanya sopir pribadinya yg kelihatan keluar masuk.
Polisi 1 : " Apakah yg dilakukan sopir pribadinya jika Pak Kuncoro disini lama ?
Harjito : Nungguin diteras pak, sampai ditelpun suruh kekamar pak Kuncoro.
Polisi 1: " Asrama ini Sangat besar, cukup bagus. kenapa penghuninya hanya 6 orang. ? "
Harjito : " Pak Kuncoro tidak mau sampai penuh pak ?
Polisi 1 : "Kenapa ? "
Harjito : " Sebagian Rumah atau Kamar dipergunakan untuk tamu khusus pak "
Polisi : " Tamu khusus ? Khusu seperti apa ? "
Harjito : " Relasi bisnis dan karyawan khusus yg baru datang dari luar kota.
Polisi 1 : " Ada kamar khusus Pak Kuncoro ? "
Harjito " Ada pak ? "
Polisi 1 : " Bisa di Tunjukkan di mana ? "
Harjito : " bisa pak ? "
Polisi 1 : " Ayo kita kesana !"
Harjito : " Baik pak, mari saya antar ! "
Polisi dan Harjito melangkah menuju Kamar Kuncoro Pemilik Asrama.
" Ini pak Kamar P Kuncoro " tunjuk Harjito pada kamar yg berada disebelah kamar Arsyita.
" Bisa masuk ke dalam ? " Polisi itu bertanya pada Harjito.
"Maaf pak, ini kamar khusus P Kuncoro, jd hanya beliau yg membawa kuncinya. Tak seorang pun boleh masuk. ! "
"Baiklah, kamu boleh istirahat. Tapi tidak boleh pergi." kata Polisi itu.
" Baik pak " jawab Harjito
Harjito kermudian menuju teras utama Asrama itu. Dimana semua penghuni Asrama itu sudah berkumpul. Di tambah Handoyo Satpam yg libur pss kejadian.
" Baru selesai pak " Tanya Hans pada Harjito.
Harjito : Iya pertanyaanya byk bgt "
Hans : " Untung kita berdua ngobrol dr jam 6.30 sd kejadian itu pak. Jadi punya Alibi kuat. "
Sony : Saya dan Erlen juga ngobrol dari jam 6.00 sd kejadian itu.
Erlen : " Iya ya mas Sony, meski kita gak jadi ke pantai, tp minimal bisa jd Alibi kuat kalo kita bukan pelakunya. "
Handoyo : "Saya jam 06 lbh dikit lgsg pulang, banyak warga yg tahu. pasti mau jd saksi juga. "
Mereka Terdiam sejenak.
" Aku Punya keyakinan, Pelakunya bukan diantara kita. jadi kita gak usah saling curiga, gimana ? " Sony tiba tiba membuat statment.
" Alasanya apa ? " Tanya Hans
" Aku ngobrol dgn Erlen di sini, sampai kejadian itu. Dan aku lihat beberapa menit kemudian Mas Hans ke pos Satpam ngobrol dgn Pak Harjito. sampai dgn kejadian itu. Kemudian Aku juga lihat Pak Handoyo keluar pos dari Asrama ini, sesaat sebelum Mas Hans dateng ke pos Satpam.
Jelas pelakunya tidak mungkin diantara kita ! "
" Iya betul itu kita gak usah saling curiga sekarang ! " kata Hans. disepakati semua.
" Sukurlah, kita baru sadar sekarang. Untuk itu aku akan pesan makan online buat kita berlima. saya yg Traktir " kata Sony yg plg tajir di situ.
Kemudian 3 Polisi yg tadi menginterogasi datang.
" Selamat Sore semuanya " Sapa salah satu Polisi
"Sore pak...! " jawaban kompak penghuni asrama plus satpam.
" Dari hasil Analisa sementara, Pelakunya diduga....
( Semua tegang mendengarkan )
.... Diduga pelakunya. Bukan diantara Kaliyan.
Tetapi dari keterangan kalian semua. Dan dengan memadukan hasil penyelidikan kami. Pelakunya diduga adalah Pemilik Asrama ini. " Terang Polisi itu.
Semua terdiam tidak ada yg bicara.
"Nah untuk itu, kami mohon bantuan untuk menyelidiki kamar Arsyita sekali lagi. Karena kami butuh ketrangan dan pnjesan di kamar Arsita " Lanjut polisi itu.
" Baik pak saya bersedia " Sahut Sony diikuti Hans kemudian semuanya.
..............
Pemeriksaan kamar Arsyita
" Dikasur ada bercak darah, pintu dlm keadaan terkunci. Saat dibuka tidak ditemukan alat / benda yg digunakan untuk memukul. Tidak ada pelaku dikamar korban. jendela utuh. Ini aneh, coba selidiki kamar ini !" Seru seorang polisi.
Sony : " Ini ada noda darah, hanya setitik memang, tapi lenyap di lemari ini pak. "
Semua polisi cek noda darah tersebut. Lemari khusus yg sangat besar.
Polisi gerak cepat, curiga dgn lemari besar itu. Mau di buka tapi terkunci.
" Saudara Hans, tolong dobrak pintu lemari itu. Kami akan lindungi. " Hans mendekati lemari itu. Sementara para polisi mengacungkan pistol kearah lemari. Berjaga jaga, jika Pelaku didalam.
Dalam olah TKP ini, dikukakan dgn sangat teliti setiap jengkal tempat di periksa.
Dan dengan kekuatan fisik Hans yg Sempurna pinu lemari itu berhasil dibuka paksa.
brraaaak
pintu terbuka...
Hanya ada Baju baju Arsyita, tapi...
" Tunggu ini bukan baju cewek, tapi jas cowok, keluarkan dulu Semua baju...! " perintah polisi itu.
Dan ternyata, Lemari itu adalah pintu penghubung, kamar Arsyita dan kamar Kuncoro. Dugaan pelaku pembunuhan adalah Kuncoro semakin kuat. Serta ditemukan Stick pemukul di kamar kuncoro, yg masih ada bercak darah dan rambut Arsyita.
Hampir bisa dipastikan pembunuhnya adalah kuncoro. Tinggal menggali motifnya apa.
Kuncoro di jemput Paksa oleh petugas dengan surat penangkapan Rasmi.
.............
Interogasi Kuncoro
Tak ada perlawanan Kuncoro dibawa ke kantor polisi. Dan Asrama itu dipasani police line.
Kuncoro mengakui dialah pembunuh Arsyita.
Barikut ini pengakuan Kuncoro :
Arsyita adalah kekasih gelap saya sejak 2th yg lalu.
Asrama itu dibuat untuk Arsyita, dengan design khusus yg menghubungkan kamar Arsyita dan Kamar Kuncoro.
Sebagian kamar disewakan, hanya untuk kamuflase agar tidak dicurigai warga. jika kuncoro punya wanita simpanan.
Jika sore hari dia datang diantar sopir, kurang lbh jam 9 mlm sopirnya disuruh pulang. dia menginap disitu bersama Arsyita. Satpam tahunya bossnya pulang.
Paginya Sekitar jam 7 pagi sopirnya datang menjemput. Satpam tahunya bosnya datang pagi pagi. Sekitar jam 7.45 Kuncoro pergi dari Asrama.
Pada hari Pembununhan, malamnya Kuncoro menginap disitu. dan membunuh Arsyita.
Motif Pembunuhan, karena Arsyita tidak mau mengguurkan kandunganya. Hasil hub gelapnya dgn Kuncoro.
Tekhnis pembunuhan, Arsyita dicekik, dan dipukul kepalanya dgn stick pemukul. Setelah mencekik dan memukul Arsyita Kuncoro dengan tenang masuk ke kamarnya. lewat pintu rahasia iitu.
Pintu rahasia dikunci dari kamar kuncoro. stick pemukul dia simpan dikamarnya. untuk menghilangkan jejak. Tapi Kuncoro lupa, jika sarung tangan yg dia pakai ada bercak darah segar yg sempat menetes/ memercik di sekitar ointu rahasianya.
Saat orang orang datang kuncoro sudah ganti baju dan siyap keluar kamar.
Setelah pintu kamar Arsyita di dobrak, kuncoro pasang telinga. Dan setelah tahu semua masuk kamar Arsyita kuncoro keluar kamar.
Dengan menyelinap Kuncoro keluar kamar. Harjito menoleh melihat kuncoro. Kuncoro melambaikan tangan memanggil harjito, biar tida di ketahui kehadiranya.
Kuncoro memanfaatkan keluguan Harjito dgn bilang jika Urusan ini diserahkan Harjito untuk mengurusi. dgn alasan dia ad proyek.
Kuncoro akhirnya pergi mengendap endap tak ada yg tahu karena semua fokus dgn mayat Arsyita.
Kuncoro keluar Asrama jln kaki dan telpun untuk menjemutnya di suatu tempat.
Kuncoro pulang dan tidur dirumah, kecapean setelah semalaman bercinta dgn Arsyita. Dan paginya membunuh Arsyita.
Begitulah pengakuan Kuncoro, Arsyita yg masih tidur tengkurap diduduki punggungnya, dicekik sempat berteriak minta tolong. tapi pukulan ditengkuknya mengakhiri nyawa Arsyita dan janin dalam rahimnya.
Kuncoro telah menghilangkan 2 Nyawa, tinggal menungu Vonis dari hakim dalam Sidang Pengadilan nanti.
TAMAT