Hai-hai ini adalah cerpen pertamaku merupakan sebagian dari kisah nyata yang aku lewati sendiri dan juga aku kembangkan supaya kisahnya lebih menarik dan menghibur. semoga karya author dapat menghibur dan memberikan motivasi atau pengalaman hidup yang bermanfaat. Tiada niat lain dari author selain memberikan yang terbaik yang dapat memberikan motivasi meskipun author sendiri hanyalah seorang pemula dan banyak memiliki kesalahan dalam penulisan. Terimakasih salam dari author🥰🙏.
Hai namaku sebenarnya Dewi Ratna, tapi aku pernah bermimpi di alam mimpiku menjelaskan bahwa nama sebenarnya aku adalah Atna Zaman, ayahku dan leluhurku miliki marga yaitu Zamal. Ini beneran nyata atau tidak sih? Gumamku yang tak tahu apa-apa. Ya aku sejak lahir miliki kelainan, kata ibuku, aku bisa tahu kedatangan seseorang dan aku juga bisa berbicara meskipun saat itu aku masih bayi sekitar 4 bulan lah. Sungguh di luar nalar bukan? Entah lah aku juga tak mengerti yang jelas aku percaya yang telah aku alami itu nyata sebab aku bisa mengingat semua moment itu meskipun samar-samar.
Hari ini aku sedang dalam perjalanan ke Jakarta untuk melanjutkan sekolahku. Dengan menumpangi kereta api dari Surabaya. Tak terasa akhirnya karet yang kutumpangi telah tiba di stasiun, penumpang pun di persilakan turun.
Aku berjalan menyusuri kota sambil mencari kontrakan murah sebab aku tak miliki banyak biaya. Sekolah saja aku dapat dari bea siswa. Ibuku seorang pencuci baju di rumah orang yang membutuhkan tenaga. Dulu aku selalu membantu ibuku sebelum aku ke Jakarta. Sekarang tidak ada lagi yang membantu ibuku. Ya Tuhan demi pendidikan aku rela berpisah dengan ibuku dan ya Tuhan aku berjanji aku akan membuktikan pada ibu, aku adalah anak yang berbakti. Aku ingin membahagiakan ibuku yang sejak kecil merawat dan membesarkanku dengan kasih sayang dan juga semua pengorbanannya. Aku sangat sayang ibuku 💞💞💞.
Pip pip pip pippppppp
Suara kalson mengagetkanku saat hendak menyeberang.
"Hei lo kalau mau bunuh diri ga usah di depan gue." Bentak seorang pemuda di depanku menunggangi motornya.
"Heiii kalau aku mau bunuh diri ngapain juga mesti sampai ke Jakarta?" Ucapku yang tak mau kalah.
"Minggir lo gue mau lewat, awas kalau jumpa lagi." Ucapnya sambil menatap tajam dan menunjukkan genggam di tangannya ke arahku.
"Emang aku takut, wlewwwwww." Ucapku sambil menjulurkan lidah.
"Dasar cowok gila, tapi tampan." Ucapku sambil menggerutu tapi tak bisa di dipungkiri aku juga mengujinya karena pemuda itu memang mempesona.
"Dasar cewek aneh, awas aja kalau jumpa lagi. Tapi dia cantik, menarik." Ucap pemuda itu membatin.
Setelah beberapa saat kemudian akhirnya aku memutuskan untuk istirahat sejenak di sebuah pohon rindang pinggir jalan tengah kota. Tetapi seketika cuaca di atas langit buruk. Kemungkinan hujan lebat akan segera tiba. Aku pun mendadak panik dan mencari tempat berteduh di sebuah rumah pohon yang berada taman. Karena merasa lelah akhirnya aku pun terlelap.
Hujan pun telah redah, aku baru saja bangun. Entah kenapa aku merasa tempat ini tidak asing bagiku tapi aku pun tak mengerti kapan aku pernah ke sini. Kulihat di pojok rumah pohon ini terdapat sebuah kotak yang sedang miliki sebuah kunci sidik jari. Aku mencoba mendekati dan menyentuhnya. Tak sangkah kotak itu terbuka. Di dalamnya terdapat sebuah kalung yang berukiran nama yang sama dengan nama yang ada di dalam mimpiku Atna Zamal dan terdapat juga sebuah maaf coklat di dalamnya. Ku bukalah maaf itu dan terdapat sebuah gambar gadis kecil cantik, manis yang kira-kira berusia 5 tahun tersenyum bersama kedua orang tuanya. Melihat gambar itu seakan aku miliki memori dengan mereka dan apa lagi wajah wanita dan gadis kecil itu mirip dengan wajahku. Tapi aku sendiri tak tahu, mungkin hanya perasaanku saja.
Aku terus memandangi kalung dan gambar di tanganku. Entah kenapa aku tertarik untuk mengenakan kalung itu. Akhirnya kalung itu pun melingkar cantik di leherku dan gambar dan kotak itu aku simpan dan tas ku.
1 jam berkeliling mencari kontrakan murah, akhirnya aku menemukan tempat yang cocok. Walaupun kecil setidaknya aku miliki tempat tinggal. Tak mau berdiam aku pun berusaha untuk mencari pekerjaan sampingan untuk mencukupi kebutuhan tanganku. Jika aku hanya berharap dari ibuku kan kasihan.
Aku masih menyusuri kota, tanpa sengaja aku melihat lowongan di depan pagar rumah mewah. Aku menghampiri dan mencoba untuk bertanya pada petugas penjaga di rumah itu.
"Selamat sore pak, apa benar di sini butuh tenaga kerja pak?" Tanyaku.
"Ya benar, tapi bukankah anda masih pelajar atau anda mau daftarkan rekan kerja di sini?" Tanya petugas itu dengan ramah.
"Bukan pak, saya yang ingin melamar kerja. Saya memang benar masih pelajar baru mau masuk kelas 1 SMA tapi saya buruh kerjaan untuk tanganku di kota ini." Ucapku dengan nada lesuh.
"Ya sudah jika anda yakin coba temui langsung nyonya supaya anda tahu di terima atau tidaknya." Ajak petugas itu.
Aku pun mengikuti petugas itu sampai di depan pintu. Pak perugas itu memencet bel dan tak lama keluarlah wanita parubaya yang sangat cantik. Tetapi alangkah terkejutnya aku saat melihat wajah wanita itu. Wanita itu adalah wanita yang ada di dalam gambar yang tadi aku temukan di dalam kotak rumah pohon itu.
Dengan nada gugup aku pun memperkenalkan diriku sambil membungkuk. Kalung yang aku kenakan pun terlihat. Wanita itu pun seketika terkejut dan berbinar bahagia saat melihat kalung yang aku kenakan.
"Atna apa ini kamu nak?" Tanya wanita itu.
"Nyonya saya ini Dewi Ratna, saya akui nama itu mungkin nama saya yang di berikan seseorang dalam mimpiku dan lagi kalung itu bukan milik saya. Saya tadi hanya menemukannya di dalam kotak yang ada di rumah pohon saat hujan berteduh." Ucapku panjang lebar meyakinkan wanita itu dan takut wanita itu marah dan menyalahkan aku.
" Kamu berhasil membuka kotak yang memiliki sidik jari itu kan? Kalau kamu berhasil berarti itu benar memang kamu reinkarnasi dari puteriku Atna Zamal." Ucapnya yang sepontanf memeluknya dengan sangat erat membuatku sesak nafas.
"Uhuk....uhukkk." Suara batukku.
Seketika wanita itu pun sadar dan melepaskan pelukannya.
"Maafkan bunda sayang, bunda sangat bahagia sehingga bunda tak sadar memelukmu sangat erat." Ucap wanita itu.
"Reinkarnasi?" Tanyaku dengan bingung.
Memang bebar aku miliki memori merasakan temoat ini sangat familiar tapi aku tak tahu kapan aku pernah berada di sini. Wanita itu juga berkata reinkarnasi berarti gambar gadis kecil itu tadi adalah diriku sebelumnya. Tapi aku tidak bisa mengingat semua itu dengan jelas. Aku hanya merasakan hal familiar saja.
Tak lama seorang pria parubaya datang dengan lari tergopoh-gopoh di hadapanku. Seketika ia memeluknya dengan sangat erat. Lagi-lagi aku merasakan sesak nafas. Kali ini tidak hanya pria itu yang memelukku tapi wanita itu juga ikut memelukku.
"Uhukkk uhukkk." Suara batukku yang tak kuasa menahan sesak nafas.
Pria dan wanita itu pun tersadar dan berkata.
"Maafkan ayah dan bunda nak, kami hanya merasa sangat bahagia karena kini kau hadir kembali di keluarga kami nak." Ucapnya dengan kompak.
Jadi wanita dan pria itu adalah Ratna Samad dan Rahmat Zamal. Mereka mengatakan aku adalah jiwa reinkarnasi dari anak mereka yang telah berpulang ke rumah Tuhan saat usianya 5 tahun. Mereka di berikan petunjuk jika jiwa anaknya akan lahir kembali dan akan kembtengah-tengah keluarga mereka di usianya yang ke 21. Tepat di usia Atna Zamal jika tak meninggal mungkin sekarang telah berusia 21 tahun.
Aku tidak mempermasalahkan, aku menerima takdirku jika aku memang jiwa reinkarnasi dari Atna Zamal puteri semata wayang bunda Ratna Samad dan ayah Rahmat Zamal, sebab itu adalah takdirku. Tapi aku ini juga anak dari ibu Ratih. Ibu Ratih yang melahirkan dan merawatku sampai besar. Jadi aku tak ingin kehilangan mereka semua. Sebab mereka semua adalah orangtuaku.
Bersambung