Di zaman dulu, orang-orang percaya akan keberadaan dari 'Dewi Pelindung Dunia'. Orang-orang tersebut percaya jika 'Dewi Pelindung Dunia' itu benar adanya.
Sampai sekarang di zaman modern seperti saat ini, semuanya tetap percaya akan legenda itu. Tapi tidak sedikit juga orang yg percaya kalau 'Dewi Pelindung Dunia' ini hanyalah mitos belaka yg di buat-buat oleh orang zaman dulu.
Salah satu orang yg percaya akan keberadaan 'Dewi Pelindung Dunia' adalah Yurisina Totem. Yurisina bisa dibilang sebagai orang yg sangat menyukai hal-hal yg berbau fantasi. Tapi, tak pernah terpikir olehnya kalau dia adalah 'Dewi Pelindung Dunia' itu sendiri.
"Bagaimana bisa?!"
Yurisina terkejut karena melihat pantulan dirinya sendiri di cermin.
"Rambut seperti emas, mata semerah nyala api, dan gaun segelap langit malam. Tunggu, ini semua kan ciri-ciri dari 'Dewi Pelindung Dunia'. Bagaimana bisa aku melihat diriku sebagai dia?"
Yurisina terus memperhatikan pantulan dirinya di cermin, sampai..
"Yurisina Totem, mulai hari ini kuserahkan posisi 'Dewi Pelindung Dunia' kepadamu.."
"Tolong jelaskan apa yg sebenarnya terjadi!"
Yurisina berusaha mendesak suara itu untuk menjelaskan segalanya, namun..
"Waktuku sudah habis, Yurisina. Tolong lindungi dunia ini menggantikanku.."
"TUNGGU!"
Pada akhirnya ia tidak mendapatkan satu pun penjelasan tentang apa yg terjadi.
"Ini semua terlalu tiba-tiba.."
Katanya sambil meringkuk di lantai.
~~~~~~~~~~~~~
BEBERAPA HARI KEMUDIAN...
"Sejak kapan kita memiliki murid dengan rambut emas seperti itu?"
"Tidak tahu juga.Tapi yg jelas dia jauh lebih cantik dari Rihana[Bunga sekolah]"
Yurisina mulai merasa tak nyaman dengan suara-suara mereka yg mengganggu itu.Tapi, dia berusaha berjalan ke kelasnya dengan cepat.
SESAMPAINYA DI KELAS YURISINA..
"Tatapan mereka terlalu menggangguku."
Kata Yurisina kemudian berjalan ke arah tempat duduknya sendiri.
"Emilia"
Yurisina memanggil seorang perempuan yg berada tepat di sebelahnya.
"Apakah aku mengenalmu?"
Orang yg dipanggil oleh Yurisina dengan panggilan 'Emilia'tampak sangat kebingungan.
"Kau tidak mengenal sahabatmu sendiri,Yurisina Totem?"
"Kau YURISINA?!"
Semua orang tampak kaget dengan perubahan Yurisina yg bisa dibilang seperti menjadi orang lain.
"Sudah kuduga penampilan ini membuatku tak dapat dikenali."
Dalam waktu beberapa menit, tempat yg di duduki oleh Yurisina penuh dengan orang-orang.
"Bagaimana bisa kau berubah sampai seperti ini?!"
"Bukannya sebelumnya rambutmu berwarna hitam, kenapa bisa menjadi seperti emas?"
Pertanyaan yg tak ada hentinya terus-terusan dilontarkan kepada Yurisina sampai membuatnya agak risih.
5 menit kemudian, guru dari kelas Yurisina tiba-tiba datang. Dan membuat semua murid yg ada disana kembali ke tempat duduknya.
Berkat itu, Yurisina berhasil terlepas dari situasi canggung dengannya dan juga teman-teman sekelasnya.
~~~~~~~~~~~~~
DI PERJALANAN PULANG YURISINA..
*BOOM*
Suara suatu dentuman yg entah datang darimana tiba-tiba terdengar. Suara dentuman itu sampai-sampai membuat telinga Yurisina dan orang-orang di dekatnya tak bisa mendengar selama beberapa waktu saking kerasnya.
Yurisina sangat yakin kalau suara itu bukanlah suara dentuman biasa melainkan suatu 'Ancaman'. Yurisina dengan segera berlari ke arah titik pusat suara itu terdengar.
~~~~~~~~~~~~~
SESAMPAINYA DISANA...
"Apa yang..?!"
Dia seketika terkejut melihat pemandangan di depannya itu. Tepat di depannya muncul seorang pria dewasa bersayap hitam terbang dari dalam lubang yg sepertinya meledak tadinya yg menyebabkan suara dentuman itu.
Telinga Yurisina langsung berdengung sampai membuatnya sangat kesakitan.
Di dalam kepala Yurisina muncul beberapa ingatan yg kemungkinan berasal dari 'Dewi Pelindung Dunia' yg waktu itu.
Di dalam ingatan itu muncul pria bersayap hitam tadi sedang di segel oleh 'Dewi Pelindung Dunia'. Teriakan pria itu sampai membuat telinga Yurisina sedikit mengeluarkan darah.
Sesaat sebelum pria bersayap hitam itu sepenuhnya tersegel ia mengatakan..
"Saat Serenith[Dewi Pelindung Dunia yg sempat muncul tadi]memberikan posisinya kepada orang lain maka segel ini akan hancur!"
Ancam pria bersayap hitam tersebut.
"AKHHH..!!"
Teriak Yurisina kesakitan karena ingatan-ingatan yg secara paksa masuk ke dalam kepalanya.Ia langsung pingsan dan terjatuh ke tanah.
~~~~~~~~~~~~~
Setelah beberapa saat Yurisina pingsan ia kemudian perlahan-lahan terbangun.Saat Yurisina terbangun,Betapa kagetnya dia melihat keadaan sekitarnya yg sudah kacau balau.
Pria bersayap tadi sekarang sedang sibuk menghancurkan apapun yg di temuinya, entah itu benda mati ataupun makhluk hidup seperti manusia, hewan, dan tumbuhan.
"Aku tidak bisa terus-terusan membiarkan pria itu menghancurkan dunia ini!"
Setelah Yurisina mengatakan itu, cahaya semerah nyala api menyelimutinya.
Cahaya semerah nyala api itu kemudian menghilang setelah 1 menit. Baju sekolah yg tadinya dipakai oleh Yurisina mendadak berubah menjadi gaun sehitam langit malam yg menjadi ciri khas dari 'Dewi Pelindung Dunia'.
Bukan hanya baju sekolahnya saja yg berubah, tapi di tubuhnya terpasang beberapa aksesoris seperti kalung, anting-anting, dan juga gelang yg sepertinya terbuat dari emas. Di belakang punggung Yurisina juga muncul sepasang sayap putih yg sangat indah.
Tatapan pria bersayap hitam itu tiba-tiba tertuju ke arah Yurisina yg berpenampilan seperti 'Dewi Pelindung Dunia'. Dalam sekejap pria itu langsung berteleportasi dan mencekik leher Yurisina dengan kuatnya.
"Ukhh!"
"Gara-gara kau, aku tersegel selama ribuan tahun!"
"Aku harus melakukan sesuatu.."
Kata Yurisina di dalam hati sambil menahan rasa sakit di lehernya.
Tiba-tiba pria bersayap hitam itu terlempar jauh karena ledakan cahaya merah dari tubuh Yurisina.
*SRET*
Yurisina sedikit mengelap bagian bawah bibirnya yg sedikit terkena darah yg sempat keluar dari mulutnya.
"Aku..tidak akan kalah darimu,Julian Rodestha"
Kata Yurisina sambil menatap tajam pria yg dipanggilnya sebagai Julian Rodestha.
"Oh..ternyata kau bukan Serenith ya?"
"Aku memang bukanlah dia, tapi aku takkan membiarkanmu memghancurkan dunia ini"
Sebuah pedang api seketika muncul di genggaman tangan Yurisina. Dia tak menyia-nyiakan kesempatan yg ada dan langsung menyerang Julian.
Bersamaan dengan itu, Julian langsung menangkis serangan Yurisina dengan pedangnya juga. Aura pedang Julian lebih memancarkan kegelapan, lain halnya dengan pedang Yurisina yg memancarkan aura cahaya api.
Mereka bertarung dengan sengitnya di atas udara. Orang-orang yg masih hidup cepat-cepat melarikan diri dari tempat itu.
*KREKK*
Pedang keduanya saling berbenturan sampai menyebabkan gesekan yg cukup kuat.
"Aku..Akan..Membunuhmu!"
Yurisina langsung mengalirkan "Semua" kekuatannya masuk ke dalam pedangnya kemudian menebas Julian. Tangan sebelah kanannya terputus akibat tebasan pedang Yurisina.
"Hahaha..HAHAHAHA!!"
Julian tertawa dengan kerasnya padahal tangan sebelah kanannya telah terputus.
"Kau kira aku akan semudah itu ditaklukkan walau tangan kananku sudah putus?Tentu saja..TIDAK!"
Kata Julian dengan sombongnya.
Langit yg tadinya berwarna biru seketika menjadi gelap sampai hanya pedang Yurisina sajalah yg terlihat.
"Oh tidak, aku tidak bisa melihat apa-apa!"
Yurisina sedikit panik akibat keadaan sekitar yg gelap gulita tanpa adanya pencahayaan sedikit pun kecuali pedang apinya saja.
"Dengarkan baik-baik pergerakannya.."
Yurisina tahu kalau 'Sesuatu' yg berbisik itu adalah Serenith 'Dewi Pelindung Dunia'yg sebelumnya.
"Baik."
Dari arah samping kanan Yurisina terdengar suara kepakan sayap yg kemungkinan adalah suara sayap Julian.
*TRANG*
Yurisina menahan serangan Julian dengan pedang apinya itu.
"Menyerahlah saja, kau tidak mungkin bisa mengalahkanku!"
Kata Julian dengan percaya dirinya sambil tersenyum menyeringai.
"Pfft..kau bercanda?"
Saat melihat Julian sedikit teralihkan perhatiannya, Yurisina langsung menekan sekuat-kuatnya pedangnya sampai membuat pedang milik Julian terpental kemudian hancur berkeping-keping.
"MATILAH KAU!"
Teriak Yurisina kemudian menusukkan pedang itu tepat di jantung Julian.
"Hah?!"
Kagetnya karena melihat "Julian" yg tadinya berada di depannya ternyata bukanlah dirinya yg asli melainkan kloningnya saja.
*SLASH SLASH*
Julian menusuk Yurisina dari segala sisi dengan pedangnya secara membabi buta.
"AKHH!!"
*BRUK*
Tubuh Yurisina langsung terjatuh ke tanah dengan kondisi berlumuran darah.
"Ahh~Sudah selesai?"
Julian mengata-ngatai Yurisina yg dalam kondisi sekarat.
*KREK*
Yurisina berusaha mengangkat pedangnya dan mengarahkannya ke jantung Julian.
"Dengan kondisimu yg selemah itu,Tak mungkin kau bisa menekan pedang itu masuk ke dalam jan--
"HYAAAAAA!!"
Yurisina dengan sekuat tenaga menusukkan pedangnya ke dalam jantung Julian.Di saat-saat ia menusuk jantung Julian dengan pedangnya, tato berwarna nyala api muncul di tubuhnya.
"Tidak..Mungkin..Siapa..Sebenarnya dia..?"
Julian bertanya-tanya di dalam hatinya saat melihat Yurisina yg mirip sekali seperti Serenith yg dulunya pernah menusuknya dengan cara yg sama.
"PERGILAH KE NERAKA!!!"
Dengan kata-kata Yurisina itu, berakhirlah sudah hidup dari Julian sang 'Ancaman Dunia'. Berkat Yurisina dunia berhasil terselamatkan dari malapetaka kehancuran.
Yurisina tahu jika dia harus segera pergi dari tempat itu sebelum seseorang menyadari keberadaannya.
Dia terbang secepat mungkin ke tempat persembunyian milik Serenith sang 'Dewi Pelindung Dunia' yg sebelumnya.
~The End~