Reza dan Juni terpaksa ikut sang ibu pindah ke kontrakan baru, mereka selalu bertanya kenapa ayah tak ikut serta.
"Bu kok ayah gak ikut sih?? adek kan gak punya teman main klo di rumah. Reza bertanya dengan nada yang lesu dan wajah yang kecewa.
"iya nih bu kan kita jadi angkatin barang barang mana berat lagi,capek semua ini badan bu
Juni langsung menyahut pertanyaan adeknya dengan wajah yang terlihat kurang bersahabat saking kesalnya.
Sambil menghela napas sang ibu berkata.
"Adek kakak sama saja selalu ayah yang ditanya
kita sudah tidak bersama ayah lagi jadi ibu mohon kalian mengerti karena ini yg ibu pilih !!!
"Kita akan memulai hidup baru bertiga di rumah ini kalian mengerti??? si ibu mulai tak sabar menghadapi pertanyaan anak anaknya.
Barang barang pun sudah tersusun rapi di dalam rumah dan keluarga itu juga sudah membersihkan area rumah, ketika senja mulai turun hawa dingin mulai terasa.
"Bu malam ini makan apa ???
adek udah lapar niihhh.
" iya ini bentar lagi sudah siap semua dek
si ibu menjawab.
"Bu kakak bantu ya !!! sambil beranjak dari ruang keluarga menuju dapur untuk menyiapkan makan malam di atas meja makan.
Makan malam keluarga d ruang makan yg dekat dengan dapur, terasa hampa tanpa seorang yang mereka sayangi, terutama bagi Reza dan Juni yang memang dekat dengan ayahnya.
Di tengah waktu mereka makan.
"Praaaaaaaannngggggg praaanggg praaaanggg"
terdengar benda jatuh yang memekakkan telinga.
Seketika ibu dan anak itu terkejut sambil tersentak
"Bu suara apa itu??? kok suaranya seperti dari dalam kamar adek sih".
Juni bergidik mendengar suara benda terjatuh yang sangat keras tersebut.
"Gak tau kak suara apa tadi kan ibu juga udah beres beres disana.
"Ya udah habisin makanan kalian ibu mau periksa apa yang jatuh".
Ibu berjalan kearah kamar putra bungsunya.
"Pintu kok udah kebuka aja ya tadi kan udah aku tutup!!! Ibu mulai khawatir.
ibu mulai mencari kira kira benda apa yang terjatuh tadi tapi, saat ibu berkeliling kamar anaknya tidak ada apapun yang terjatuh di atas lantai.
"Praangggg praaaannnggg praaaannggg".
Suara tadi terdengar lagi ibu mulai panik karena tidak ada wujud apapun di kamar itu dan tidak ada benda yang terjatuh.
Ibu mulai bertanya tanya ada apa dengan kamar ini??
Di suatu sudut lemari ada makhluk tak kasat mata menyeringai dengan puasnya sambil memandangi si pengontrak baru.
Dia bergumam" Kalian harus seperti aakkuu"
langsung saja makhluk itu pergi dari kamar si anak.
"Di luar tiba tiba saja petir bergemuruh di sertai hujan yang sangat lebat".
"Duh ada hujan lagi sama petirnya alamat susah tidur nih".Juni bergumam seorang diri di depan ruang televisi.
"Kak televisinya matikan saja kita tidur awal ya malam ini kan tadi capek nyusun barang".
"Iya bu ini udah kakak matikan televisinya",jawab kakak sambil melangkah ke dalam kamar.
Tiba tiba" dduuuaaaarrrr "
petir menyambar pohon yang ada di depan halaman rumah.
Juni memekik ketakukan melihat pemandangan di luar rumahnya.
"Bu, bu,ibu kesini, Juni takut.
Ibu langsung menghampiri Juni.
Astaga apa yang terjadi nak???.
Iiii iii ituuu bu pohonnya kesamber petir.
Ya sudah kita masuk kamar aja yuk, udah malem ini saatnya kita tidur.
Mreka berdua kembali ke kamar masing masing.
Di dalam kamar Reza.
"Reza Reza Reza terdengar suara lirih yang memanggil namanya".
Reza menoleh ke kanan dan ke kiri untuk memastikan kalo ada yang memanggilnya, tapi tidak ada siapapun selain dia di kamar ini.
"Reza beranjak dari tempat tidurnya dia menyalakan lampu kamar seketika itu pula dia terkejut dan berteriak, aaaaaaaaaaa
ada telapak kaki berlumuran darah di lantai kamarnya.
ibuuu ibuuu kak kakakkk.
Reza memanggil mereka dengan wajah tegang dan ketakutan.
"Seketika ibu keluar kamar mendengar teriakan Reza pun dengan Juni.
Di depan kamar masing masing ibu dan Juni saling berpandangan dan berlari ke arah kamar Reza.
"Ada apa nak kenapa kamu berteriak ???.
Ibuuuuu aku takuuutt lihat itu sambil menunjuk bekas kaki misterius itu.
"Astaga apa itu nak??? kakimu kenapa sini ibu lihat!!
Sambil memeriksa keadaan kaki Reza.
Reza menggeleng"Itu bukan telapak kaki Reza bu
Reza gak papa kok.
Mendadak listrik padam di rumah kontrakan baru mereka.
"Pake acara mati lampu lagi sial banget sih ini rumah", gerutu Juni.
"Huusss kakak kok ngomong gitu sih", ibu mendelik ke arah kakak yang sudah menyalakan senter di handphone nya.
"Bu Reza takut temani Reza tidur yaaa
please please!!! reza memohon kepada ibunya agar tak pergi dari kamar ini.
"Baiklah ibu akan disini, tidur bareng sama kamuu",jawab si ibu sambil tersenyum.
"Ya udah deh kakak ke kamar lagi mau tidur ngantuk berat ini".
Ibu dan Reza mengangguk kearah Juni.
Di sudut lemari di kamar Reza ada yang memperhatikan mereka bertiga sambil menyeringai dan terus bergumam" kalian harus seperti aku,kalian harus seperti aku, kalian harus MAATTII hahahhha.
Ibu merasa hawa dingin di kamar ini lebih menusuk tulang daripada di kamar nya tadi.
Reza sudh tertidur tapi si ibu berpikir dan berkata dalam hatinya.
Apa yang terjadi dengan rumah ini??? apa benar yang di katakan tetangga sekitar tadi tentang rumah ini??
flashback
Ketika sampai di kontrakan baru dan ibu wiwik mampir sebentar untuk membeli minuman di warung tetangga.
"Permisi bu beli air mineral nya 1 yang besar dan air soda nya 3 kaleng ya bu".
Eh ibu orang baru ya kok gak pernah lihat??tanya si pemilik warung.
Iya bu saya baru ngontrak di rumah ujung gang sana, sambil menunjuk arah rumah yang di maksud .
Rumah tua yang pintunya hijau kebiruan itu ya bu??
Iya disana harga kontraknya murah bu makanya saya mau pindah. jawab ibu wiwik sambil tersenyum.
Aduh ibu kok mau ya pindah kesana.
apa ibu gak curiga ya,kenapa harganya murah??
klo orang sini,sudah pada tau asal usul itu rumah makanya lama kosong bu.
Saya gak berpikir kearah sana bu saya mikirnya ya karena rumah tua makanya murah sewanya.
Ibu mending gak usah deh pindah kesana lebih baik ibu cari tempat lain aja kasian ibu sm keluarga.
Loh memang ada apa sih bu?? kok ibu ngusir saya ya.
Bukannya ngusir bu tapi kasian sm ibu sekeluarga
karena ibu sudah sewa rumah yang ibu aja gak tau kenapa gak ada orang yang mau tinggal disana selama bertahun tahun.
Jangan buat saya penasaran bu kenapa saya harus pindah???.
Sambil menghela napas ibu pemilik warung berkata, "setiap orang yang sudah masuk ke rumah itu gak akan pernah selamat".
Ibu wiwik terkejut dan langsung berkata
iiihhh ibu ini nakutin aja, mana ada sih rumah yang seperti itu,ya sudah ini uangnya bu makasih minumannya, saya pamit pulang dulu.
sambil tersenyum dan melangkah pergi dari warung.
sementara si ibu pemilik warung menghela napas sambil berkata" Heeehhh ada korban baru lagi sepertinya setelah sepuluh tahun rumah itu tak berpenghuni". sambil menggelengkan kepalanya dan berkata di dalam hati di kasih tau kok malah ngeyel.
flashback off.
Makhluk itu menampakkan dirinya sekilas ke arah ibu wiwik dan ibu wiwik memekik karena kaget.
Aaaa apa itu tadi???
Huuhh mungkin cuma halusinasiku saja,sambil mengusap dada karena kaget.
"Kalian harus seperti aakkuu"
"Kalian harus seperti aakkuu"
"Kalian harus MMAATTII"
Haaa haaa haaa haaaa
Ibu wiwik gemetar ketakutan mendengar suara itu
suara yang terus terusan dia dengar setelah dia berhalusinasi tadi.
Ibu wiwik berpikir mungkin tadi dia tak berhalusinasi" tapi tadi itu apa???"
"Akkkhhhh akkkhhhh terdengar suara Reza seperti tercekik"
Tolong siapapun kamu jangan ganggu kami
kasihanilah aku dan anak anakku sambil membangunkan reza dg tangannya.
Makhluk tak kasat mata, lelaki berambut sebahu yang menyeringai itu menampakkan diri seutuhnya di depan bu wiwik wajahnya hitam dan mengalir darah yang terus menetes dari kepalanya, mendekat semakin mendekat sambil menjulurkan tangannya ke leher bu wiwik dan..............
Korban baru pun berjatuhan di malam itu
Malam yg dihiasi oleh petir dan hujan.
Selamat membaca para reader..😘
kira" kalo di buat novel ada yang tertarik gak ya ??
Harap maklum karena saya amatir dalam menulis dan mengarang cerita. 🤗🤗