malam yang indah ini harus terasa begitu hampa bagi seorang cwok yang bernama devan , setelah dia membaca smua isi dari surat titipan dari sahabatnya yang sudah berulang kali di baca olehnya ,
" kata terlambat memang datang selalu akhir dari setiap masalah hidup, namun kata terlambat banyak mengajarkan kita semua bagai mana kita harus menghargai yang saat ini ada dan bagaimana kita harus belajar menjadi orang yang lebih baik lagi "
" ndai saja waktu bisa ku ulanggi lagi , aku gak akan pernah sia sia kan orang yang sekarang udah jauh disana tinggalin devan " pria itu menaggis sambil tertunduk mentap sebuah surat yang terisar sebuah tulisan tanggan yang tersusun sanggat rapi sekali
malam ini sungguh sanggat lambat seilah olah mengisaratkan bahwa apa yang sedang devan rasakan saat ini dapat mereka rasakan
sudah beberapa kali depan membaca surat itu tanpa hentti dan bosan dia sanggat sanggat terpukul karena membaca surat itu
SEPULUH TAHUN SEBELUMNYA
saat sedang berjalan menuju tempat pesta itu devan tampa sengaja mendapati rianti sedang bersama sahabatnya gio sedang duduk berdua rianti yang sedang menanggis dipelukan gio saat itu hati rianti sanggat sanggat lah hancur
devan yang melihat itu merasa sanggat panas bagai mana tidak sahabatnya sendiri denggan tega nya memeluk pacarnya di depan mata kepala nya sendiri , denggan anarah yang sudah membara devan menghampiri gio dan rianti , devan langsung menarik kerah baju gio dan memukulnya
" bugh" tanggan devan tepat mengenai wajah mulus gio
" devan " teriak rianti namun tak di hiraukannya sama sekali
" devan denggarin aku dulu" teriak rianti sambil menahan tanggan devan yang hendak memukul kembali gio namun kerana amarah yang membara devan tak menghiraukan rianti dia menghepaskan tubuh rianti ketanah rianti pun terpental dan jatuh denggan keras
" devan kamu benar benar keterlaluan, bisa bisanya kamu kasar sama cewe lo sendiri hah" bentak gio yang sudah mulai melawan tangkisan tanggan devan gio mulai melawan karena di tidak terima dengan semua perlakuan devan yang secara tiba tiba tampa mendenggarkan penjelasan dari pacar dan sahabatnya itu
" lo itu udah berani berani nya ya peluk peluk pacar sahabat lo sendiri dasar cwo bajingan " bentak devan sambil membalas pukulan gio
" lo tu gak tau permasalahanya jangan main asal tuduh ajah " gio membalas serangan devan
" lo mau jelasin apa lagi hah , jelas jelas lo udah keterlalun sama sahabat lo sendiri lo tega tega nya nikung dari belakang ya dan lo juga tega tega nya menghianati persahabatan kita " denggan amarah yang membara devan memukul gio hingga gio tak berdaya lagi
" devan hentikan , seharunya kamu sadar atas kesalahan kamu " riana lalu mendekati gio yang sudah tak beradaya lagi
" riana kamu tega teganya selingkuh di depan aku dan lebih parah lagi dengan sahabat aku sendiri" bentak devan pada riana
" selingkuh kamu bilang ,seharusnya aku yang bilang gitu sama aku , kamu tega sama aku devan kamu juga tega sama sahabat kamu sendiri kamu gak pernah nyadar dengan kelakuan busuk kamu itu kamu udah dewasa namun kamu masih saja sama kaya anak anak yang gak pernah mau salah atas apa yang dia perbuat" riana membalas bentakan devan dengan menaggis tapi dengan lantang menjawab
medengar itu devan hanyya terdiam seribu bahasa dia tak dapat berbicara lagi kini dia mulai menitikan air matanya dia menyadari kesalahnya pada pacar dan sahabatnya itu
" devan aku mau kita putus , aku sudah gak sanggup lagi menjalani hunbunggan ini, kamu hanyya menjadikan aku kekasih bayanggan mu, kamu gak pernah tau perasaan aku kaya gimana , hati aku hancur dev , kamu tega tega memperlakukan aku seolah olah aku ini hanyya sebuah boneka yang bisa seenaknya kamu campak kan begitu saja disaat kamu gak butuh" riana terus menggis memandangi devan , devan hanyya mununduk tak mampu lagi berbicara di benar benar gak pernah kebayang akan jadi seperti ini penghiatan antara sahabat dan cintanya
" selama ini aku udah berjuang untuk jadi yang terbaik buat kamu, tapi apa semuanya sia sia kamu dengan setega itu menduakan aku didepan mataku dan seolah olah kita gak pernah punyya hubunggan dan kamu juga denggan teganya nikung teman kamu dari belakang, kamubpasti kaget kenapa kami bisa tau kan kamu benar benar gak punyya perasaan aku benci sama kamu aku benci" teriak riana dia masih menggis dengan sesengukan
sedangkan devan hanyya mendukkan kepalanya dia benar benar menyesal dengan semua kebusukannya selama ini baru kali ini dia merasa bersalah , dia sudah membuat orang yang percaya pada menjadi benci
" devan mulai sekarang aku dan kamu bukan lagi sahabat , aku sudah kecewa dengan kamu , dan satu lagi lupa kan semua yang pernah kita lalui anggap saja semua gak pernah ada " gio yang tadi hanyya diam kini telah angkat suaranya
mendenggar kekecewaan yang mendalam dari sahabatnya, orang yang selalu ada buat dia disaat duka maupun duka , orang yang selalu jadi bahu sandaraan kapan pun ia butuh , orang yang selalu menjadi benteng pertahanan ia kini telah hancur semua kerena ulah nya sendiri ia hanya bisa menyesal dan menyesal
gio lalu berdirj dan membawa riana pergi dari tempat itu sedangkan devan hanyya diam membisu dan menitikan air matanya sunggub hal yang tak akan disangka olehnya
setelah kepergian gio dan riana devan lalu terjatuh ketenah denggan perasaan bersalah saat ini dia tidak bisa apa apa semua yang di miliki kini yelah hancur tiada lagi orang yang akan bersama nya lagi tiada lagi orang yang akan selalu bersedia bersama nya lagi
devan lalu berteriak sekuat tenaga nya di malam yang sunyyi itu disana sudah tak ada lagi orang untuk berpesta semua sudah pulang ketempat mereka masing masing yang tersisa di situ hanyya lah devan seorang
keesokan hari nya devan berangkat ke kampus dengan mobilnya dia masih berpikir tentang kejadian tadi malam , dia sudah berjanji akan meminta maaf atas apa yang sudah dia lakukan pada riana dan gio sahabatnya itu , setelah sampai di kampus devan langsung masuk di kelasnya dan terus menatti dua sosok yang sanggat dia rindukan itu , namun hingga sampai dosen masuk kekelasnya devan belum juga melihat gio dan riana " diamana mereka? apa meraka tidak masuk? apa mereka masih marah pada ku?" banyak pertanyaan yang muncul di kepala devan
hingga kelas pun sudah selesai tapi riana dan gio belum juga datang dia benar benar kawatir dengan mereka , dia lalu memutuskan untuk pulang dia lalu mengendarai mobilnya dia inggin pergi kerumah gio sahabatnya itu dia benar benar inggin minta maaf atas segala. apa yang dia lakuin selama ini
sesampainya di rumah gio dia langsung mengetuk pintu namun tidak ada yang keluar hingga ada seorang ibu yang lewat dan bilang kalo gio udah pergi dia menitipkan satu surat terakhir itu setelah menerima surat itu devan melajukan mobilnya menuju rumah riana, sesampainya di sana dia mendapatkan riana juga gak dirumah dan pembantu itu juga memberikan sepucuk surat untuk devan , setelah menerima surat itu devan lalu menelpon gio dan riana namun ponsel mereka. tidak dapat di hunggi " apa mereka sudah blok nomor ku ya" guman devan dalam hati dia lalu mengecek keberadaan riana dan gio teryata gio dan riana sedang di bendara lalu setelah itu keberadaan gio dan riana menghilang "sepertinya mereka sudah mematikan ponselnya , tapi mengapa mereka ada di bendara ? apa jangan jangan?" devan langsung masuk dan melajukan mobilnya menuju bandara sesampainya di sana devan terus mencari keneradaan dua sosok yang saat ini terus menghantuinya , namun hasilnya nihil dia tak menemukan dua sosok tersebut , dia kembali mengecek keberadaan gio dan riana namun semuanya nihil mereka tak dapat di temukan oleh devan tepat di saat keputus asaan dia dia menyadari surat pemberian itu , dia mencari temapt yang nyaman dan mulai membeca surat gio dan riana tersebut tampa terasa air mata devan mengalir dengan deras , dia merasa kehilanggan dia benar benar rapuh kini tiada lafi orang yang akan menemaninya lagi semua nya telah di hancyrkan oleh egonya , sejak kepergian gio dan riana devan merasa sanggat kehilanggan dia merasa tak sanggup tampa mereka namun dia harus tetap bertahan demi masa depan nya .
TAMAN
setelah sepuluh tahun berlalu itu kini devan bisa menjalani hidupnya dengan baik ,tapi kesunyian penyesalan dan rasa bersalah yang amat dalam terus menghantuinya , air matanya terus mengalir sambil sesekali menatap dua lembar kertas putih tersebut ini adalah SURAT TERAKHIR .
" manusia terkadang tidak pernah sadar dengan apa yang mereka lakukan , mereka lebih mementingkan ego dari pada keberannya"
" belajar lah dari apa yang pernah kita alami di masa lalu , waktu memang tidak dapat di ulang penyesalan memang tak dapat di hindarkan namun kesalahan dapat kita perbaiki selagi kita masih memiliki kesenpatan "
" jangan pernah sia sia kan apa yang kamu miliki sekarang, hargai dan cintailah selama ia masih ada yang masih bisa mewarnai hidupmu , jika nanti dia telah pergi maka tak akan ada lagi yang kan mewarnai semua nya"