Saya kenalkan lagi satu upacara adat mistis Banyuwangi Jawa Timur.
Bakungan dan Olehsari, hanya dua desa inilah di kabupaten Banyuwangi yang masih melakukan upacara bersih desa dengan tarian seblang. Dulunya saat kebudayaan hindu masih dominan di pulau jawa, hampir semua desa menggelar upacara bersih desa dengan tarian sejenis seblang, tapi setelah datangnya budaya Islam adat ini terpinggirkan dan hilang.
Saat pergantian penguasa desa, Seblang di dua desa ini sempat ditiadakan, akibatnya banyak warga yang kesurupan, sakit lalu meninggal. Sejak saat itu adat Seblang tidak pernah lagi ditinggalkan.
Upacara adat Seblang di desa Bakungan sedikit berbeda dengan seblang desa Olehsari, tapi tujuannya sama sebagai bersih desa, tolak balak dan mendoakan keselamatan warga kampung.
Seblang Bakungan jauh lebih tua ratusan tahun lalu, jika Seblang Olehsari memakai media perawan suci yang belum menstruasi, justru seblang Bakungan penarinya dipilih wanita yang sudah menopause.
Mengenai waktu juga berbeda, Seblang Olehsari digelar sore hari satu minggu setelah Idul Fitri, sedangkan seblang Bakungan dilakukan setelah maghrib satu minggu setelah hari raya idul Adha.
Omprok (mahkota) Seblang Bakungan terbuat dari pelepah daun pisang yang disuwir membentuk rambut menjuntai dengan bunga di atasnya, sedangkan omprok seblang Olehsari dibuat dari daun pisang yang masih muda.
*********
Mbah Supiani wanita berusia 70 tahun, keturunan Seblang saat itu dipilih oleh roh leluhur dalam sebuah upacara pemilihan mistis. Tak ada yang bisa menolak, justru mereka yang ditunjuk harus bangga kerena menjadi simbol wanita pilihan.
Masyarakat Bakungan sudah bersiap menggelar upacara, makanan tradisi seperti pecel pitek, urap-urap, sego tempong, Umbi ( gembili,mbote,sabrang, singkong), semua sudah disediakan dalam nampan diletakkan di tempat yang sudah disediakan.
Pemuda dan anak-anak membawa oncor (obor minyak yang terbuat dari bambu) yang sudah dinyalakan berkeliling desa, disini disebut sebagai simbol memberi penerangan penduduk desa. Bergerak dari start dan finish di lokasi digelarnya tarian seblang.
Setelah masyarakat berkumpul dibacalah doa keselamatan. Seblang Bakungan lebih ada unsur islami, karena disini masih ada pembacaan ayat-ayat Alquran, berbeda dengan Olehsari mistis hindunya lebih kental.
Doa dan menyantap makanan selesai, Mbah Supiani yang sudah dirias mulai memasuki lokasi dengan tutup kepala, didudukkan disebuah kursi lalu dikenakan omprok dan memegang nampan. Pawang roh meniupkan asap dupa dengan membaca mantra, dan seorang pawang wanita menyikap mata Mbah Supiani, setelah itu terjadilah trans perpisahan sukma Mbah Supiani digantikan roh leluhur dari penunggu hutan-hutan angker Banyuwangi, alas Baluran dan alas Purwo.
Mbah Supiani mulai berdiri dan menari mengikuti alunan musik selama 4 jam dalam kondisi kesurupan.