cerita ini menceritakan pengalaman para pendaki gunung Piramida yang terjebak dan kehilangan arah.
suatu hari para pendaki gunung Piramida berkumpul di lereng mereka mempersiapkan segala keperluan untuk mendaki,5 remaja pendaki itu antara lain Amel,kesya,deren,Adi dan roni awalnya Adi memperingatkan supaya menambah satu personil lagi karena ia merasa ada hal yang tidak beres jika mereka berangkat dengan hitungan ganjil namun Daren menolak saran Adi menurut nya tidak ada pengaruhnya jika mereka berangkat dalam keadaan hitungan ganjil ,Daren memang memiliki sikap dingin dan acuh terhadap apapun.
pukul 07.00 pagi mereka mulai mendaki dari bawah lereng belum jauh dari dari situ Kesya melihat seorang wanita tua yang mengumpulkan kayu di pinggir lereng gunung, melihat kejadian itu Kesya memberi tahu bahwa ada seseorang nenek disana sambil menunjuk kearah lereng.
"jangan ngacok deh,mana ada pendaki nenek-nenek"tawa Daren
karena Amel merasa penasaran dengan yang di lihat Kesya akhirnya ia mencoba melihat sendiri pinggiran lereng itu,tapi tak ia jumpai seorang wanita tua disana Amel kembali bertanya kepada Kesya apakah yang dia lihat benar-benar ada Kesya pun menganggukkan kepalanya meyakinkan amel.
setelah setengah perjalanan mereka cukup lelah dan akhirnya mereka memutuskan untuk beristirahat sejenak di bawah pohon rindang namun seram jika di lihatnya.saat itu persediaan air mereka hampir habis jadi para cowok mencoba mencari sumber air sedangkan Amel dan Kesya tetap menunggu di bawah pohon rindang itu.
setelah beberapa lama teduh di bawah pohon itu mereka mulai merinding tidak karuan tiba-tiba mereka mendengar suara ranting yang dipatahkan dari balik pohon itu karena penasaran Amel dan Kesya pun memberanikan diri untuk melihat nya dan ternyata mereka terkejut karena melihat nenek tua yang berpakaian putih sedang mengumpulkan kayu kering dengan terbata-bata ketakutan Kesya mengatakan bahwa nenek ini adalah nenek yang ia lihat waktu di lereng tadi Amel yang mendengar penjelasan Kesya menjadi semakin takut,namun dia berusaha bertanya kepada nenek itu kenapa wanita tua seperti dia bisa sampai ke sini dan seperti ia tidak melihat ada desa/kampung di sekitar hutan lalu nenek itu tidak menjawab pertanyaan Amel tapi mengingat kan bahwa mereka harus kembali secepat mungkin karena nanti bisa saja terjadi sesuatu yang membuat mereka menyesal.mendengar ucapan nenek itu Amel dan Kesya saling pandang gelisah mereka sangat terkejut ketika melihat nenek tadi sudah tidak ada di depannya, melihat kejadian itu mereka berteriak ketakutan hingga akhirnya Adi,Daren dan roni datang Kesya yang ketakutan itu tanpa sadar berlari memeluk Daren dan Daren yang kaget dengan pelukan hangat dari Kesya malah mengatakan bahwa Kesya cari-cari kesempatan untuk memeluknya.kesya memang sudah ketahuan bahwa dia mengagumi sosok Daren yang dingin itu .
"kita pulang aja ya"ajak Amel ketakutan.
"udah sampai setengah jalan nih,masak mau pulang"jawab Roni.
"tapi kita udah di peringatkan sama nenek tadi"jelas Kesya
"nenek apa lagi, jangan halu deh"Jawab deren
"ku rasa dia bukan sembarang nenek tua, kemungkinan dia.."kesya tidak melanjutkan kata-katanya.
"hantu gitu,haduh ada-ada aja mana ada hantu nongol siang-siang"cletuk Daren.
Adi hanya diam dia juga mulai merasakan ada hal yang tidak beres di gunung ini apa lagi mendengar bahwa ada nenek tua yang tinggal di sini.akhirnya mereka melanjutkan perjalanan nya setelah hampir di puncaknya mereka kembali di pertemukan seorang kakek dan nenek tua yang membawa kayu bakar, karena hari semakin gelap akhirnya mereka bertanya apakah di hutan ini ada desa bisakah mereka menginap di sana.kedua orang tua itu mengatakan bahwa disini ada desa dimana mereka tinggal kemudian mereka di perbolehkan menginap di rumah nya.selang beberapa saat mereka pun sampai di desa itu saat awal memasuki nya mereka di sambut dengan tulisan DESA SUNYI mungkin itu nama desanya setelah masuk ke dalam mereka terkejut karena desa ini benar aneh dan hanya sedikit orang yang tinggaldi sana orang nya juga aneh mereka cenderung pucat dan pendiam.
hari pun semakin malam mereka menginap di kamar yang berbeda sudah hampir setengah malam tiba-tiba Kesya terbangun dan keluar kamar ia melihat Daren masih belum tidur dan sedang mengecek peta di depan pintu.nesya bertanya kenapa apa di juga nggk bisa tidur .Daren menjawab iya tiba-tiba angin bertiup kencang dan menyambar tubuh deren hingga pingsan,Kesya yang melihat deren pingsan ia berlari kearah deren dan menggoyak-goyakan badanya.lalu Daren terbangun dan menyahut tubuh Nesya lalu memaksanya melakukan hubungan seksual karena Daren semakin tidak terkendali akhirnya mereka melakukan hal di luar dugaan, setelah selesai Kesya muntah darah dan membuatnya jatuh pingsan Daren pun panik hingga menggendong Kesya ke kamar nya dan meminta bantuan teman-teman nya.mereka semua panik dan tidak lama kemudian kesya tersadar dari pingsannya lalu ia mengatakan bahwa ia melihat sesuatu yang mengerikan seseorang anak kecil yang akan membunuh mereka.
pagi harinya mereka berpamitan kepada orang tua itu lalu memutuskan untuk kembali karena sudah banyak kejadian aneh disini,lalu nenek dan kakek itu memperingatkan supaya mereka keluar dari hutan ini sebelum malam hari jika tidak mereka akan celaka.
mereka pun berjalan kembali tapi di tengah tengah perjalanan Kesya mengalami sakit perut dan itu bukan sakit perut biasa.akhirnya Daren menggendong nya lalu menyadari bahwa perut Kesya semakin besar.mereka semua ketakutan melihat hal itu tapi Daren mengerti pasti ini ada hubungannya dengan apa yang mereka lakukan semalam.
tiba-tiba Kesya seperti orang kesurupan ia mencekik Amel dan mendorong nya kejurang,Adi dan roni tambah ketakutan.angin bertiup kencang dan tubuh Kesya terbontang-banting tidak karuan menyaksikan kesya yang tersiksa Daren mencoba menahan tubuh kesya supaya tidak terpental.
Adi dan roni berlari ketakutan meninggalkan Daren dan Kesya setelah cukup jauh berlari Adi dan roni di hadang oleh seorang anak kecil berwajah setiap pohon sampai darah bercucuran darah di setiap tubuh mereka lalu mereka menghembus nafas terakhir setelah kayu runcing menusuk mereka berdua.
kembali dengan Kesya dan Daren tubuh Kesya sudah tidak terbontang-banting lagi angin juga sudah tidak ada tapi Kesya menggeram kesakitan ia juga mengeluarkan darah dari kelaminnya Daren menyadari bahwa Kesya akan melahirkan tiba-tiba seorang anak perempuan menghampiri mereka dan seketika perut Nesya pun kembali seperti semula anak kecil itu mengucapkan terima kasih kepada Kesya karena sudah melahirkan nya.kesya yang masih lemas itu pun menyentuh tangan anak itu dia bertanya bagaimana mungkin dia bisa melahirkan anak seusia dia,anak itu pun menceritakan bahwa dia adalah anak dari janin orang yang mendaki dulu tapi dia belum sempat lahir tapi ibunya bunuh diri,jadi dia sengaja masuk ke tubuh Nesya berlandasan Daren untuk melakukan nya.
"lalu kenapa kamu membunuh teman-teman ku"tanya Daren sedikit takut dengan anak hantu itu.
anak itu menjelaskan bahwa mereka semua itu sudah melakukan kesalahan sehingga dia membunuhnya tapi dia tidak akan membunuh mereka berdua karena mereka adalah orang tua nya.
kemudian anak itu pun berjalan menjauh memasuki hutan dengan melambaikan tangan ke mereka sebelum pergi anak itu memberikan untaian daun yang menceritakan hal apa yang terjadi dan kesalahan mereka.
disitu pun tertulis bahwa kesalahan adi adalah seberapa di tahun cerita kejadian sebelumnya sebelum mereka mendaki tapi dia tidak mengatakan nya.
Roni melakukan kesalahan karena ia kencing sembarangan dan merupakan tempat yang di tinggali ibunya.
lalu Amel melakukan kesalahan karena memberikan obat yang membuat hasrat Daren keluar hingga melakukan hubungan seksual dengan Kesya.
mereka akhirnya pulang dengan hati yang terpukul karena harus kehilangan teman-teman mereka.
TAMAT