Hallo pembaca sekalian......kembali lagi bersama saya, penulis tanpa bakat yang sok-soan ngarang tapi ngga ada yang nyambung.
Jadi, singkat cerita aku itu sebenarnya ga tau mengarang. tapi disini aku mau belajar nuangin tiap ide yang terlintas di pikiran aku kali aja pas udah terkumpul semua nanti bisa di ubah kebentuk yang lebih baik lagi. buat pembaca sekalian maaf ya sebelumnya kalo ceritanya rada-rada ngaur. heheheheeee... maklumlah tidak semua orang bisa menulis apa yang mereka pikirkan. bahkan banyak orang yang buang jauh-jauh ide mereka karna ga tau harus di apain. kalo ada yang mau ngebuly, bully aja tapi jangan sampe penulisnya down ya. kalo mau komentar, komentarnya yang pedas ya, sepedas omongan tetangga.
hahahahaha,,, lucu. canda lucu. suara itu terdengar sangat nyaring, untuk orang yang mendengar sekilas pasti berfikir bahwa itu adalah tawa bahagia.
Itulah kenyataannya. dibalik dinding sebuah ruangan dua anak manusia tengah tertawa atas apa yang menimpah dirinya. ia tertawa lepas memceritakan apa yang dia dapat selama terlelap beberapa saat.
dibawah langit-langit kamar berwarna putih itu, ia menceritakan semuanya dari A-Z dengan tawa yang terus-menerus. mencoba mengeluarkan tiap alur dalam ingatannya. jika saja dia tidak mau bercerita, kemungkinan dia akan di anggap gila.
07 januari 2018 adalah hari bahagia bagi ku. aku mendapatkan cinta yang kudambakan selama ini. kebayang dong bahagianya seperti apa ? wahhhhhh.. itu sangat sangat menyenangkan.
hari itu, aku sedang menunggu sahabat ku di ruang kelas. seperti biasa setelah bel pulang sekolah dia akan menemuiku di ruangan ku. kebetulan ruang kelas ku berada di dekat pintu gerbang sekolahan, sementara ruangan sahabat ku ada di ujung bangunan.
oh iya.... kenalin nama ku Alya Naura dan sahabat aku febyola.
hari ini aku dan dia akan pergi kerumahnya berhubung besok adalah hari minggu jadi kita ada waktu buat ngabisin hari minggu bersama.
Lya......... dengan suaranya yang cempreng+lima oktaf feby memanggil ku dari arah pintu kelas. aku hanya tersenyum melihat tingkah sahabat ku yang satu ini. aku berjalan menghampirinya agar tidak menguras waktu lagi.
Ly... kita jadikan kerumah aku ? dia bertanya dengan sangat antusias mengingat keluarga kita yang tempat tinggalnya jauh dari kita.
aku menganggukkan kepala pertanda iya, kita akan berangkat.
Di tengah jalan aku bertemu dengan Devano, dia adalah salah satu mostwanted di kalangan mahasiswa. dengan hidung yang macung, alis tebal, kulit putih, gayanya yang cool sama postur tubuh yang menggoda. cieeeee menggoda.😆
Aku berjalan melewatinya karna masih banyak mahasiwa yang ingin lewat, tapi tunggu dulu, sepertinya ada tangan yang menarik ku. sementara
febi berjalan di samping ku. lalu tangan siapa itu ?
Aku menoleh kebelakang, siapa gerangan yang menarik tangan ku?
oh... tanpa diduga, ternyata dia, dia adalah orang yang selama ini aku dambakan, yang aku kagumi dan aku cintai dalam diam. jantung ku seakan berhenti berdetak, mata ku membulat sempurna.
sampai aku tersentak kaget saat Febi mencubit pundakku.
aww.... sakit bod*h aku mengumpatinya, sesegera mungkin aku melepas cengkraman tangan Devan dan kembali berjalan.
Tunggu... Suara itu menghentikan kembali langkah ku. aku berbalik dan menatapnya penuh tanya.
Menyadari akan kebingungan ku, Devan berjongkok dihadapan ku, aku semakin bingung. sampai akhirnya ia mulai angkat suara.
Alya mungkin ini terlalu cepat, dan aku sadar itu. inilah kenyataannya, aku sudah lama ingin menyampaikan ini, tapi aku tidak punya keberanian. hingga saat ini aku memutuskan untuk menyampaikannya pada mu. aku tak ingin ada orang lain mendahului ku dan menutup jalan untuk ku.
maukah kamu jadi pacar ku dan kelak menghabiskan waktu bersama ku?
Kalimat ini membuatku tidak dapat berfikir. Aku menutup mulut ku dengan tangan kiri ku, karna tangan kanan ku sudah dipegang olehnya. aku tidak tau harus menjawab apa. apakah itu sungguh? aku tidak pernah membayangkan ini sebelumnya. meskipun aku sangat mencintainya.
Terima, terima, terima.... kata-kata itu mulai terdengar dari mahasiswa yang menyaksikan drama ini.
aku bingung dibuatnya antara iya atau tidak.
aku memberanikan diri menatap lekat netra hitam miliknya, aku tidak menemukan kebohongan. tapi keraguan itu tetap ada mengingat dia adalah orang berpengaruh di kalangan mahasiwa dan fansnya yang lain. aku takut jawaban ku menjadi sebuah kesalahan besar.
Hingga akhirnya aku membuang nafas cukup kasar. kemudian mengajaknya berdiri dengan jawaban iya aku mau. tepuk tangan yang meriah diberikan untuk kami. drama ini sukses membuat para jomblo merana.
Devan memeluk ku erat, tanpa sadar aku membalas pelukan itu karna terlampau bahagia.
Terimakasih sudah mau menjadi bagian dari hidup ku. aku sangat bahagia. devan mengucapkan kalimat itu dan melepas pelukan kami. aku menganggukkan kepala ku dan menunduk karna malu.
Upssss... aku melupakan sahabat ku, dimana dia ?
aku melihatnya tersenyum, aku berjalan dan memeluknya. maafkan aku melupakn mu begitu saja. kataku lirih karna merasa sangat bersalah telah melupakannya.
ckckckck.. tidak masalah. asalkan kau bahagia, aku akan selalu mendukung mu. ucapnya sambil membawa ku mendekati Devan.
Perjalanan kerumah Feby pun ditunda, karna hari bahagia ini harus diabadikan.
Devan mengajak aku dan Febi jalan-jalan. hingga malam menyapa, kami baru sampai di kontrakan.
Perjalanan Cinta ku dan Devan berjalan lancar. Meskipun banyak yang tidak menyukai hubungan kami. Devan selalu ada untuk ku.
Hingga dua tahun bersamanya, kejanggalan-janggalan mulai bermunculan. dia tidak seperti dulu lagi. dia sudah banyak berubah.
Ada yang bilang dia sudah bahagia bersama tunangannya. Meskipun masih menempuh pendidikan bertunangan atau sudah status menikah pun itu tidak masalah.
Aku selalu ingin menanyakan hal ini padanya, tapi waktu tidak pernah berpihak. Aku selalu kehilangan jejaknya. tidak dapat menghubunginya seperti setiap saat dia hilang ditelan bumi.
Tanpa adanya kepastian darinya, aku mundur. aku sudah tidak mampu bertahan, meski sakit yang kurasa. aku mencoba untuk selalu tersenyum. ku yakinkan diri ku. ku biarkan dia berlalu bersama waktu.
Malam kini semakin larut, aku keluar untuk mencari udara segar. karna sedari tadi aku berada di dalam kontrakan berkutik dengan pikiran ku sendiri.
Aku duduk di bawah pohon mangga di depan kontrakan. beberapa menit berlalu aku memejamkan mata untuk merilekskan pikiran.
dor....suara sebuah ledakan mengejutkan ku.
aku melihat sekeliling ku tidak ada seorang pun. pikiran ku kembali beraktifitas. kemungkinan-kemungkinan terburuk mulai memenuhi otak ku.
Sampai dari balik pohon mangga seseorang berpakain hitam mendekati ku.
halaman rumah yang tadinya hanya diberi pencahayaan lampu 11w kini terlihat sangat indah.
Sementara orang yang menghampiri ku belum mengenalkan dirinya. aku yang tadinya sudah ketakutan mencoba menenangkan diri.
mundur beberapa langkah dengan tujuan untuk berlari meninggalkannya. namun itu sia-sia saja.
Sebelum aku benar-benar lari, orang-orang mulai berdatangan. aku tidak tau mereka dari mana,siapa dan untuk apa? dari atas pohon kembang bunga mulai berjatuhan. aku menatap ke atas, tidak disangka-sangka. yang ada di atas adalah feby, aku tidak tau sejak kapan dia pintar memanjat dan memiliki keberanian diatas pohon.
Makhluk Tuhan yang ada didepan ku, membuka jubahnya dan meraih kantongnya mengeluarkan satu kotak berukuran kecil.
Ia berjokkok dihadapan ku sama seperti saat pertama kali dia mengungkapkan perasaannya pada ku.
Kali ini kalimat yang dia sampaikan sukses membuatku menetaskan air mata bahagia. bagaimana tidak, Apa yang selama ini aku inginkan bisa terwujud. dia kini tengah melamarku.
ALYA.. maukah kau menikah dengan ku, hidup bersama ku dalam suka maupun duka dan menjadi ibu dari anak-anak ku? beberapa detik menunggu akhirnya aku menjawab iya aku mau. tepuk tangan dan sorak-sorak dari penonton kembali menghiasi hari spesial ku.
Kini acara penikahan sudah selesai.
tiba saatnya untuk pasangan pengantin melemparkan bunga agar yang lebih muda segera menyusul.
hitungan ke-3 buket bunga pengantin harus sudah terlempar.
1
2
3.........
Burgggg.... awwww sakit. Aku terjatuh dari tempat tidur ku. jidat ku kini sudah memera akibat terbentur ke lantai. aku duduk menahan sakit di sekujur tubuh ku sambil mengumpulkan kesadaran.
ku raih jam weker di atas nakas, oh shit apa yang kulakuan? ini bahkan sudah hampir siang.
Tik.. tik..tik.. jarum jam berjalan tanpa menghiraukan ku, aku melirik ke arah kanan. mata ku bertemu dengan netra coklat milik sahabat ku.
sampai tiba-tiba aku tertawa seperti orang kerasukan.
Feby berjalan perlahan menghampiri ku, dia benar-benar berfikir aku sedang kemasukan makluk tak kasat mata. hingga aku berhenti tertawa dan langsung menariknya duduk di dekat ku.
ku ceritakan apa yang membuat ku terlambat bangun.
Dia ikut tertawa membayangkan bagaimana beraninya dia saat berada di atas pohon.
Ini sangat gila ucapnya. aku benar-benar tidak habis pikir hanya karna aku mencintainya dalam diam. aku sampai membawanya juga dalam mimpi. semoga mimpi mu jadi kenyataan sayang.
ucap feby sambil berlalu meninggalkan ku.
Ku aminkan kata-kata sahabat ku. karna aku ingin hal itu menjadi kenyataan.😁😄