" Aaaghhhh toloooongg...."
Terdengar Suara teriakan minta tolong dari dalam kamar Arsyita.
Semua penghuni kos itu berhamburan, berlari menuju kamar Arsyita.
Kamarnya terkunci.
" Dobrak saja pintunya " teriak salah satu penghuni kamar.
" Brraaaak " pintu pun di Dobrak Hans dengan sekali tendang, terbuka dengan kemampuan Beladiri yg dia miliki.
Sony yg mahasisa kedokteran, mendekati tubuh Arsyita.
" Sudah Meninggal " kata Sony
Erlen teman baik Arsyita menjerit histeris, teman satu teaternya meninggal dunia.
Harjito Satpam Asrama itu, segera lapor Polisi.
Sebelum Polisi datang Kuncoro pemilik asrama datang. Memeriksa keadaan Asrama tersebut.
...............
Asrama itu sangat tertutup.
Tak Seorang pun bebas keluar masuk.
Pintu masuk hanya Satu dijaga satpam, Harjito dan Handoyo bergantian.
Penghuni Asrama itu hanya :
1.Arsyita korban
2. Hans Pelatih Karate
3. Sony Mahasiswa kedokteran.
4.Erlen Teman korban di sanggar teater.
5. Harjito Satpam Asrama.
6. Handoyo Satpam, saat kejadian pas libur. tidak di lokasi.
Hanya itu yang ada di dalam Asrama itu, siapa pembunuhnya ? "
Tak lama berselang Polisi datang, memeriksa korban. Dan keadaan lingkungan Asrama. Semua tidak lepas dari pengamatan Polisi.
" Tidak ada Satupun bekas pengrusakan, pencurian dll. Juga tidak ditemukan congkelan pintu dan jendela.
Tidak ada satu pertanda pun yg menunjukkan orang luar masuk.
"Tidak ada satu tanda pun, yg menunjukan orang luar masuk. hampir bisa di pastikan pelakunya adalah orang dalam. " kata polisi itu.
Semua terdiam, tak sepatah katapun yg terucap. Bahkan, yg ada dihati mereka hampir sama. salah satu dari penghuni Asrama ini adalah PEMBUNUH
Tapi Siapa pembunuhnya ??? Tak satu orang pun tahu secara pasti. Dan hanya bisa menduga dan saling curiga.
Dan itu membuat semua saling lirik dan saling curiga.
Sehingga Asrama yg biasanya saling sapa dan saling tegurramah itupun berubah menjadi saling curiga.
" Mohon kerja samanya, semua penghuni tidak boleh keluar, karena pelakunya kemungkinan besar adalah salah satu dari penghuni Asrama ini." Sambung Polisi itu.
Membuat, suasana menjadi semaki mencekam.
Masing masing orang punya kecurigaan kepada siapaun yg ada disitu.
" Mayat ini akan kami bawa ke rumah sakit, untuk di visum. Agar tahu penyebab kematianya apa. Saya minta tidak ada yg bisa keluar dr Asrama ini. Asrama ini akan dijaga oleh satuan polisi. "
Semua penhuni menggrutu.
" Kaliyan semua mahasiswa, biar kami buatkan surt ijin khusus ke kampus kalian. Sampai kasus ini tuntas "
Begitulah penjelasan dan peringatan Polisi kepada para penghuni Asrama termauk harjito satpam bertugas bahkan Handoyo Satpam yg baru libur. Semua tidak boleh keluar.
Setelah menempatkan beberapa personil di pos jaga asrama. dan memasang police line dikamar Aryita. Polisi pergi. semua kembali ke kamar masing masing. Sore harinya polisi kembali datang untuk interogasi, setelah memberi tahu penyebab kematianya. Penyebabnya adalah dicekik dan dipukul benda keras.
Maka ditanya Satu persatu pada saat korban minta tolong, posisinya ada dimana.
1.Hans Pelatih Karate : " saya di depan sedang ngobrol dengan pak Satpam Harjito.
2. Sony Mahasiswa kedokteran.:: " Saya sedang diteras ngobrol dengan Erlen.
3. Erlen Teman korban di sanggar teater. : " Iya pak saya ngobrol sama mas Sony di teras.
4. Harjito Satpam Asrama. : " Saya juga pak, ngobrol dengan Hans di pos Satpam.
5. Handoyo Satpam, saat kejadian pas libur. tidak di lokasi. : " Saya juga baru ngobrol sama istri saya dirumah pak. Pas bukan jadwal jaga saya !"
Polisi : Jam berapa Aplus jaga ? "
Handoyo : " Jam 06.00 pak."
Polisi : " Jam berapa Korban menjerit minta tolong ? "
Hans : " kurang lbh jam 7 pak "
Polisi : "Siapa plg dulu sampai lokasi kamar korban ?
" Hans : Saya sampai disana sudah ada Sony dan Erlen !
" Polisi : " Antara Erlen dan Sony duluan siapa ?
Erlen : " Kami bersamaan pak, karena berangkat dari tempat yg sama.
Polisi : " Sampai disana langsung masuk atau gimana ?
Sony : " Kami sampai sana mau langsung masuk, tapi pintu terkunci. Keudian Hans teriak dobrak saja pintunya ! "
Polisi : " Terus kamu dobrak pintu ? "
Sony : " Bukan saya Tapi Hans yg dobrak
Polisi : " Berapa kali pukulan atau tendangan Hans dobrak pintu.? "
Sony : "Sekali pak "
Polisi : " Sekali ? "
Sony : iya pak !"
Polisi : " Baik satu pertanyaan lagi buat Sony dan Erlen, berapa menit dari kalian dengar teriakan sampai dengan tiba di lokasi.
Sony : 5 menit pak "
Polisi "" Saudara Hans berapa menit sampai ke lokasi ? "
Hans : sekitar 7 menit pak.
Polisi : Ada yg sering ngobrol dengan Korban ?
Erlen : Saya pak
Polisi : " Biasanya apa yg diobrolkan ? "
Erlen : Seputar pentas teater pak "
Polisi : Kalian sesama pemain teater ?
Erlen : " Iya pak, Satu kampus beda fakultas satu hoby.
Polisi : Baik, selain kamu, siapa yg sering ngobrol dengan korban.? "
Erlen : " Mas Hans pak !"
Polisi : "Benar saudara Hans ?"
Hans : benar pak
Polisi : Apa yg di obrolkan ? "
Hans : Eeh anu pak urusan Privasi pak
Polisi : Apakah dia istri atau pacar anda kok bicara privasi ?
Hans : " Bukan pak "
polisi : Kalo begitu tidak ada urusan privasi, keuali korban itu keluarga kamu ? "
Hans : Bukan pak,bukan keluarga saya ? "
Polisi : Terus urusan privasi seperti apa ?
Hans : Aduuh gimana ya pak, sebenarnya saya mengejar cinta nya Arsya... Tapi saat saya menyatakan cinta. Dia bilang belum bisa jawab, makanya tiap ketemu selalu saya kejar jawabanya.
Polisi : " Owh urusan cinta, Yaudah sekarang Pak handoyo, Satpam saat kejadian baru libur. Aplusan jam 06.00 Kejadian jam 07.00 kurang lbhnya.
Handoyo " Iya pak, sama satu lagi, pas kejadian saya baru ngobrol sama istri dirumah. "
Polisi : " Ok, terus sampai rumah jam berapa ? "
Hanoyo : Kalo jam saya gak ingat pak, tp sekitar lima blas menit dari datangnya Harjito.
Polisi : Jarak dr sini kerumah berapa meter ?"
Handoyo : kuran lbh 150m pak..
Polisi : lama amat 15 mnt jarak 150m
Handoyo : " Saat Harjito datang, tidak langsung pulang pak. Tapi serah terima buku laporan dan absen juga pak.
Polisi : Owh gitu, itu tiap Alusan selalu begitu ? "
Handoyo : " Iya pak, untuk perhitungan gaji pak ! "
"Baiklah saudara saudara, sementar itu dulu cukup
Besuk mungkin ada yg kami tanyakan lbh lanjut.....
Belum selesai Polisi itu bicara, datang polisi lain.
" Lapor ndan, ternyata korban meninggal dalam keadaan hamil. Laporan selesai....!"
Polisi " Baik saya terima laporanya....
Saudara Hans....?!? "
...............
bersambung