Ini cerita berdasarkan kisah nyata temen gw, yang katanya ngelihat hantu di warnet kesayangan kita semua.
[Surabaya, Jawa Timur]
Semua berawal dari rumor yang sudah lama, dimana katanya kalau lebih dari jam 1 malam, suasana warnet jadi lebih menakutkan.
Katanya sih, disana ada penunggu nya gitu, dan orang orang menyebutnya Mas Gondrong.
Sebut saja temen gw itu, Wildan.
Wildan kala itu sedang main game di warnet, bareng gw dan juga temen gw yang lainnya. Kita main warnet mulai pukul 12 siang sampai 3 sore.
Wildan berencana buat ngajakin kita main paket malam.
FYI: Paket malam itu adalah sebuah paket dimana harganya lebih murah daripada main biasa, dan di warnet ini paket malamnya di mulai pukul 9 malam dan berakhir pukul 2 malam.
Karena gw masih tinggal bareng ortu, dan masih SMP, gw ga ikut karena dilarang sama ortu gw.
Sebut saja temen gw yang satunya Iwan, Iwan juga kaga mau ikut karena takut sama Mas Gondrong yang di rumorkan orang orang warnet.
Wildan adalah anak yang ga mudah percaya kalau ga di buktikan sendiri, dia bukan anak pemberani ataupun penakut. Netral lah sebutannya.
Besoknya Wildan ngajak lagi main warnet, katanya mumpung besok hari Sabtu, sekolah libur dan kita bisa paket malam.
FYI: cerita ini pas belum Corona ada yang membuat home schooling.
Gw tetap ga boleh walau besok Sabtu, atau Minggu. Wildan ngajak Iwan buat main bareng dia, si Iwan dengan terpaksa ikut Wildan. mereka datang ke warnet mulai pukul 9 malam.
singkat cerita mereka telah datang ke warnet pukul 9 malam.
"Mas, Paket Malam e pinten?", tanya wildan
(Mas, Paket Malam nya berapaan?)
"20 ribu" Jawab operator warnet.
Wildan dan Iwan membayar 20 ribu buat paket malam.
"temenan awakmu main paket malam?", tanya operator warnet.
(beneran kalian mau main paket malam?)
"enggeh mas" Jawab Wildan.
(iya mas)
"awakmu ga Wedi ta karo Mas Gondrong?" Tanya operator warnet.
(kalian ga takut ta sama Mas Gondrong?)
"gae opo mas Wedi, Wedi kui Karo Gusti Allah." Ucap Wildan penuh percaya diri.
(buat apa mas takut, takut tuh sama Gusti Allah.)
"Sampean Dewe, lek bengi ga Wedi ta?" tanya Iwan yang dari tadi membisu.
(mas sendiri, kalau malam ga takut ta?)
"Yo Wedi le, tapi koyok opo maneh, ancen kerjoan e ngene" Kata operator warnet.
(ya takut, tapi gimana lagi, memang kerjaannya kaya gini)
"yowes, iki id ambek password e." Kata operator warnet memberikan kertas print printan.
(yaudah, ini id sama password nya)
FYI: Di warnet ini, kalau mau main harus ada id sama password yang di berikan operator warnet.
Iwan mengambil kertas itu, mereka berdua berjalan menaiki tangga menuju lantai 2. Suasana masih sangat ramai, suara teriakan masih terdengar familiar di kuping anak anak warnet.
Iwan dan Wildan memilih komputer untuk dibuat main, mereka berdua bermain game online favorit kita Point Blank.
Singkat cerita, mereka main sampai pukul 12 malam.
Pukul 12 malam, warnet mulai agak sedikit sepi, tapi masih ada orang yang nugas buat bikin skripsi di sana, hingga pada pukul 12 lebih 15 menit, warnet terasa sangat sepi. Iwan ngajak Wildan buat pulang, dan ninggalin sisa waktunya.
"Dan, ayo moleh ayo." Rengek Iwan
(Dan, ayo pulang ayo.)
"Halah, sek talah maringene munggah pangkat aku." Bantah Wildan.
(Halah, bentar habis ini aku naik pangkaf)
Iwan merasa takut karena suasana warnet mulai terasa sepi, hanya suara kipas angin yang agak sedikit berisik, gorden jendela mulai menghembuskan angin malam.
mereka berdua melanjutkan bermain game, sampai pukul 12 lebih 30 menit, lampu warnet di matikan.
"Lho kok mati?" tanya Iwan.
"ancen ngene, jam setengah siji lampu e iku mesti di pateni Karo sing Jogo warnet" Ujar Wildan
(memang begini, jam setengah satu itu selalu di matikan lampunya sama penjaga warnet.)
Mereka berdua lanjut main lagi dan tidak memperdulikan lampunya.
*kreeeek
suara pintu terbuka, Iwan berpura-pura tidak dengar, dia tidak menoleh di belakang. Namun rasa penasarannya menggebu-gebu untuk menoleh ke belakang.
"he Le, dorong moleh dadakno" Ucap operator warnet mengagetkan mereka berdua.
(he nak, belum pulang ternyata)
"dereng mas, sampean katene lapo?" tanya Wildan.
(belum mas, kamu mau ngapain?")
"kebelet ngoyoh aku" Kata operator warnet langsung menuju ke kamar mandi.
(kebelet kencing aku)
Melihat ada mas mas operator warnet, Iwan merasa agak mendingan. Mereka berdua bermain kembali, sampai ada yang menepuk pundak mereka berdua.
"He!!" kata operator warnet.
"Asem, sampean ojok ngageti po o mas" kata Iwan.
(asem, kamu jangan ngagetin Napa mas)
"lahyo, poleh kaget aku" kata Wildan.
(Laiya, bikin aku kaget aja)
"hehehe"
"iku, lek wes mari ngoyoh di siram, Ben ga mambu Pesing Sampek ndisor!" Perintah operator warnet.
(itu, kalau selesai kencing disiram, biar ga bau Pesing sampai bawah)
Iwan dan Wildan terkejut mendengar ucapan dari mas mas operator warnet.
"lah, bukan e sampean sing mau mari ngoyoh?" tanya Wildan.
(lah, bukannya mas yang tadi selesai kencing?)
operator warnet itu pun kaget mendengar ucapan dari Wildan, ia mulai mengeluarkan keringat dingin dari wajahnya. Operator warnet itu mencoba memberanikan diri untuk mengecek kamar mandi yang ada di lantai 2.
Di ikuti oleh Wildan dan Iwan yang mulai ketakutan.
*kreeeek
pintu kamar mandi di bukan oleh operator warnet, dan tidak ada siapa siapa di sana. hanya ada bau Pesing yang membuat pusing. mas operator warnet menyiram kamar mandi itu. Ia menutup pintu sekalian kencing katanya.
"lho le, awakmu lapo nak Kono?" tanya mas operator warnet yang tiba tiba berada di pintu masuk lantai 2.
(lho nak, kalian kenapa di sana?)
Wildan dan Iwan kaget setengah mati, mereka saling tatap ketakutan akan hal ini.
"lah, mas e nak Kono, terus sing nak jedeng sopo?" tanya Iwan ketakutan.
(lah, mas nya di sana, terus yang di dalam kamar mandi siapa?)
Wildan tak menjawab pertanyaan dari Iwan, ia menelan ludahnya, mencoba membuka pintu kamar mandi.
*kreeeek
"Ndang moleh wes Bangi" kata sosok hitam misterius.
(Ndang pulang udah malam)
mereka berdua melihat sendiri sosok Mas Gondrong yang di katakan itu, sosoknya sangat menyeramkan, wajahnya pucat rambutnya panjang, badannya kecil membungkuk, terlihat tititnya yang masih mengeluarkan kencingnya. Iwan dan Wildan kaget, mereka berdua teriak dari warnet itu.
"AaAAAaaaaaAaaaaaa!!!" teriak Iwan dan Wildan.
mereka kabur dari lantai dua, keluar dari warnet itu dan mencoba tidak memikirkan apa yang sedang terjadi, mereka tidak memikirkan bagaimana dengan operatornya.
mereka berdua bodo amat sama itu semua, ketakutan dan pergi dari sana.
Besok Seninnya, mereka menceritakan kisah ini ke aku. Mereka ga mau main paket malam lagi, mereka ketakutan akan sosok Mas Gondrong yang begitu menyeramkan dan membuat jijik karena kemaluan yang besar itu terus mengeluarkan air kencing.
Well aku masih belum percaya sama cerita Mas Gondrong, karena aku belum membuktikannya. Walau teman dekatku sendiri korbannya, kalau aku belum lihat ya... belum percaya.
Itu dia cerita singkat dari pengalaman temen gw di warnet semoga dengan cerita tadi, kalian merasa sedikit terhibur. terima kasih telah membaca sampai habis. Bye Bye, next time gw bakal main paket malam dan mau nyobain gimana sensasinya ketemu Mas Gondrong.
Gw Zen, see you next time.