El berdiri di depan cermin kamar mandinya. Entah sudah berapa banyak produk kosmetik yang sudah dia usapkan di kulit wajahnya. Perlahan dia menghela nafas panjang, ketika melihat jerawat di hidungnya tak kunjung hilang.
"Ih! jerawatnya masih ada! ... hihihi!" suara ejekan itu semakin membuat El geram. Perlahan El menengadahkan kepalanya ke atas. Di sana gadis itu bisa melihat hantu perawan begelantungan di pelafon kamar mandinya. Sudah sedari tadi hantu itu menontoni kegiatan El.
Pemandangan mengerikan tersebut sudah biasa dilihat oleh El. Sebab bakat itu, sudah diterimanya sejak dia menginjak usia delapan tahun.
El merebahkan tubuhnya di kasur. Gadis itu menghela nafas panjang. Tangannya langsung meraih ponsel yang tergeletak di atas nakas. Seperti biasa, dia tidak pernah lupa memeriksa info terbaru Kim Woo Bin dari akun media sosialnya. El adalah penggemar setia aktor berkebangsaan Korea Selatan tersebut.
Senyuman terukir di wajah El, ketika melihat foto Kim Woo Bin bergaya bak pangeran di salah satu majalah ternama. Hingga akhirnya satu berita di bawah foto itu membuat pupil mata El membesar. Gadis itu langsung bangun dan mengubah posisinya menjadi duduk.
"Nggak! Nggak mungkin!" gumam El sembari menggeleng-gelengkan kepalanya beberapakali. Dia sangat terkejut dengan berita kecelakaan mobil Kim Woo Bin. Sekarang aktor itu sedang koma dan tidak sadarkan diri di rumah sakit.
Drrt... drrt... drrt...
Ponsel El bergetar saat berada dalam genggamannya. Gadis itu pun segera menjawab panggilan dari salah satu sahabatnya itu.
"Halo?"
"El! .... aku cuma mau kasih tahu kalau Mina tadi kecelakaan, dan dia sedang berada di rumah sakit sekarang! cepat ke sini!" ucap Yoona, dengan suara yang terdengar begitu panik.
"Baiklah! aku segera ke sana!" sahut El sembari turun dari kasurnya.
Tanpa pikir panjang, El pun segera mengambil mantel dan syalnya. Gadis itu menerobos hujan salju yang lumayan lebat. Dia pun langsung menaiki bus umum agar bisa secepatnya sampai ke rumah sakit.
***
El memasuki rumah sakit dengan langkah tergesak-gesak. Dia segera menemui Yoona, yang merupakan salah satu sahabat dekatnya sejak berkuliah di salah satu Universitas ternama Korea Selatan.
Tak! Tak! Tak!
El menghampiri Yoona yang sedang menundukkan kepala. "Yoona! apa Mina baik-baik saja?"
"Dia sedang di operasi sekarang El! ... aku takut!" ujar Yoona sembari memeluk El dengan erat. Air mata mulai membasahi pipi kedua sahabat tersebut.
Setelah beberapa lama menunggu, akhirnya operasi Mina selesai. El dan Yoona pun segera menemani Mina yang perlahan mulai sadarkan diri.
"Mina maafkan aku, seharusnya aku tetap berada di sampingmu saat kau mabuk berat.." rengek Yoona sembari memegangi tangan Mina. Namun gadis yang sedang terbaring di hospital bednya itu hanya bisa tersenyum untuk merespon kekhawatiran sang sahabat.
"Sudahlah Yoona, yang paling penting sekarang Mina sudah baik-baik saja..." El mencoba menenangkan Yoona yang sedari tadi hanya menyalahkan dirinya sendiri.
Malam itu El dan Yoona harus bermalam di rumah sakit untuk menemani Mina, dikarenakan keluarga Mina yang tak kunjung datang.
Saat itu Yoona sudah tampak terlelap bersama Mina. Sedangkan El, matanya masih begitu segar. Dia selalu merasa tidak nyaman ketika berada di rumah sakit. Karena dia melihat banyak sekali hantu-hantu yang bergentayangan di tempat itu.
El berusaha melangkahkan kakinya keluar dari kamar Mina. Dia berjalan menyusuri lorong rumah sakit. Hingga perhatiannya tertuju kepada sebuah kamar yang tampak di geromboli oleh hantu. Melihat hal itu, El pun segera berbalik arah dan masuk ke dalam lift.
Setelah keluar dari rumah sakit El menghela nafas lega. Meskipun di luar terasa dingin. Setidaknya suasana di sana sepi dari hantu-hantu yang mengerikan. Gadis itu menilik tempat itu dengan seksama. Hingga akhirnya atensinya tertuju pada seorang lelaki, yang tampaknya bukan manusia. Lelaki itu sedang duduk termenung.
Mata El langsung membola, karena lelaki itu tampak tidak asing baginya. Gadis itu langsung mencoba mendekati hantu lelaki itu dengan pelan. Tanpa diduga lelaki itu memalingkan wajahnya untuk menatap El. Dan langsung membuat gadis itu tersentak kaget.
Karena di depan matanya sudah ada Kim Woo Bin, aktor yang selama ini dia kagumi. Mulut El langsung terperangah, ketika melihat Woo Bin perlahan berdiri. Tubuhnya sangat jangkung, sampai harus membuat El mendongakkan kepalanya untuk menatap Woo Bin.
"Ka-ka-kau Woo Bin?" El mencoba memberanikan bertanya. Woo Bin pun berjalan mendekati El, lelaki itu tampak kebingungan dengan gadis yang ternyata bisa melihatnya.
"Kau-bisa melihatku?" tanya Woo Bin sembari menunjukkan jari telunjuknya kepada dirinya sendiri. Raut wajahnya tampak begitu keheranan. El langsung menjawab pertanyaan itu dengan satu anggukan.
"Kalau begitu... bolehkah aku minta tolong?" tanya Woo Bin dengan raut wajah penuh harap.
"Apapun!" sebagai penggemar berat El langsung menjawab tawaran Woo Bin tanpa pikir panjang.
"Katakan pada keluargaku bahwa aku akan berusaha kembali..." ujar Woo Bin dengan sorot matanya yang nanar.
"Memangnya... apa yang menahanmu untuk kembali?" tanya El penasaran.
"Banyak makhluk-makhluk aneh di sekitar tubuhku. Mereka selalu mengganggu, ketika aku berusaha masuk ke dalam tubuhku!"
"Jadi, kamar yang sedang di geromboli para hantu itu adalah kamarmu?"
"Iya!" Woo Bin langsung mengiyakan dengan anggukan kepala.
"Tunggu... mungkin aku bisa membantumu!" ucap El dengan raut wajahnya yang meyakinkan. Gadis itu pun segera mengambil kalung yang sedang dikenakannya. Kalung itu tampak indah dengan batu safir berwarna ungu.
Woo Bin mengernyitkan dahinya, sebab dia sama sekali tidak memahami tindakan yang dilakukan El.
"Ini pakailah!" suruh El sembari menyerahkan kalungnya kepada Woo Bin.
"Ini? ... untuk apa?" tanya Woo Bin.
"Itu bisa melindungimu dari hantu-hantu yang mengerikan di sekitar tubuhmu sekarang, jadi kamu bisa kembali ke dalam tubuhmu dengan mudah!" sahut El.
"Benarkah?" secercah harapan muncul dalam diri Woo Bin, lelaki itu pun langsung tersenyum lebar.
"Ayo, sekarang kita ke kamarmu!" ajak El dengan binaran matanya saat menatap Woo Bin.
Keduanya pun langsung menaiki lift bersama. El tampak menghela nafas dengan panjang seraya memejamkan matanya.
"Ngomong-ngomong siapa namamu?" tanya Woo Bin mencoba memecah keheningan.
"El.... El Nuri..." jawab El lirih.
"Hmmm El ya... aku akan mengingat namamu saat aku sudah bisa sadarkan diri nanti!" ujar Woo Bin yakin. El pun hanya tersenyum tipis untuk merespon ucapan Woo Bin. Gadis itu masih saja terus terpesona dengan lelaki yang sedang berdiri di sampingnya tersebut.
***
Lift perlahan berhenti, El dan Woo Bin pun segera berjalan menuju kamar yang mereka tuju. Hantu-hantu masih bergerombol di kamar itu.
"Bagaimana ini? ... apa aku harus melewati mereka begitu saja?" tanya Woo Bin pada El.
"Iya! ... percayalah! hantu-hantu itu tidak akan bisa menyentuhmu!" balas El yakin.
Perlahan Woo Bin pun melangkahkan kakinya untuk menyusuri gerombolan hantu itu. Mata Woo Bin langsung membola ketika melihat beragam hantu berwajah mengerikan sedang berdiri mengelilingi tubuhnya. Para hantu itu terus menatap Woo Bin, seakan tidak menerima kedatangannya.
Benar seperti yang dikatakan El, para hantu itu tidak bisa menyentuh Woo Bin sama sekali. Bahkan ketika Woo Bin berjalan mendekati mereka, hantu-hantu itu langsung menjauh. Akhirnya satu per satu dari hantu tersebut keluar dari kamar Woo Bin.
"Aaaarkkhh!" Woo Bin langsung terperanjat ketika mendengar suara teriakan wanita dari luar. Dia pun segera berlari untuk melihatnya, karena merasa mengkhawatirkan El yang sedari tadi tidak ikut masuk bersama dirinya ke dalam kamar.
Sekali lagi mata Woo Bin membola ketika melihat El menggelepar di lantai. Seakan tubuh gadis itu telah dikuasai oleh sesuatu yang jahat. Selain itu, hantu-hantu juga tampak menggerombol di sekitar El.
Woo Bin berlari menghampiri El. Dia langsung melepaskan kalung yang dia pakai dan segera memakaikannya ke leher gadis itu. Seketika El pun langsung tersadar, namun sekarang para hantu mengincar Woo Bin sebagai sasaran mereka.
Roh lelaki itu langsung di serang oleh para hantu secara bergantian. El yang melihatnya langsung melepaskan kalung di lehernya, dan segera mengaitkan kalung itu ke pergelangan tangan Woo Bin.
Sekarang keduanya saling terikat dengan kalung yang melingkar di pergelangan tangan mereka. Para hantu perlahan mundur. El dan Woo Bin pun melangkahkan kaki bersama untuk memasuki kamar tempat tubuh Woo Bin sedang terbaring.
"Sekarang kau-bisa kembali dengan aman..." ucap El pelan. Woo Bin pun tersenyum dan menganggukkan kepala.
"El kau-tidak akan pergi kan?, sebab ketika aku sadar aku ingin berterima kasih padamu..." ujar Woo Bin menggenggam erat jari jemari El.
Gadis itu pun hanya tertunduk malu dan menganggukkan kepalanya dengan pelan. Melihat respon El, Woo Bin pun langsung masuk ke dalam tubuhnya yang sedang terbaring tak berdaya.
***
Perlahan Woo Bin membuka matanya. Di depannya sudah terlihat kedua orang tuanya yang tersenyum bahagia melihat dirinya sudah tersadar. Hari itu seluruh media hiburan Korea langsung dipenuhi oleh berita sadarnya Woo Bin dari koma.
Sejak pertama kali Woo Bin tersadar, dia sama sekali tidak melihat keberadaan El di sampingnya. Lelaki itu terus berusaha mencari keberadaan gadis yang sudah berjasa menyelamatkan hidupnya itu.
Hari berganti hari, Woo Bin belum bisa menemukan keberadaan El. Padahal dia sudah menyiapkan hadiah ucapan terima kasihnya untuk gadis tersebut. Hingga setengah tahun pun tak terasa berlalu. Woo Bin masih merasa hutangnya belum lunas kepada El.
***
"Oke semuanya, sesi wawancara telah berakhir. Dan aku sangat yakin sesi terakhir ini adalah hal yang sangat kalian tunggu-tunggu! .... yaitu sesi autograf dan foto bersama Kim Woo Bin!" celoteh pembawa acara jumpa fans dengan penuh semangat.
Seluruh fans Woo Bin yang datang ke acara itu langsung mangantre untuk menunggu giliran mereka. Raut wajah Woo Bin tampak semringah, seakan dia begitu menikmati momen bahagianya itu.
"Aku minta tanda tangannya..." tubuh Woo Bin langsung mematung ketika mendengar suara yang terdengar tidak asing untuknya. Perlahan dia pun mengalihkan pandangannya kepada sumber suara itu.
Seketika Woo Bin pun langsung berdiri dari tempat duduknya, karena begitu bahagia bisa bertemu dengan gadis yang selama ini dia cari. El sekarang berdiri di hadapan Woo Bin dengan senyum manisnya.
"El?...." sapa Woo Bin mencoba memastikan, kalau-kalau gadis itu sudah lupa dengannya.
"Kau-kau ingat?" mata El tampak membola, dia seakan begitu kaget karena Woo Bin masih mengingat dirinya. Padahal El sangat tahu betul, roh yang terpisah lama dari tubuhnya tidak akan bisa mengingat apa yang sudah di alaminya. Perlahan El pun langsung tersenyum lebar, dan langsung menatap Woo Bin dengan binaran matanya.
~TAMAT~