Semua berteriak " Seno....! ! "
"Angkat dia bawa ke kamar" tikno memerintah anggotanya. Sementara yg lain memnggil Regu PMI.
Bebrapa saat pingsan, akhirny Seno sadar.
"Seno sudah sadar, td sebelum sadar terus menyebut nama Dewi, mungkin ada disini ? "
Salah satu regu PMI berkata.
Semua diam, tak ada yg menjawab.
" Baiklah, dua orang dulu yg boleh masuk "
" Saya adiknya Dewi, saya boleh masuk ? " Devi bertanya.
" Boleh silahkan bawa satu orang lagi " Kata regu PMI itu.
Devi lants mengajak salah satu anggot polisi untuk menemani.
Sesampai di dalam ruang periksa :
Devi : Siang mas Seno , mas kenapa ? "
Seno : Kamu Dewi kan ? "
Devi : Saya kembaran mbak Dewi Kami Lahir kembar. saya Devi Setyaningsih. Mbak ku Dewi Setyaningsih.
Devi : Mas Seno udah lama kenal mbak dewi ?
Seno : Belum "
Devi : Sejak kapan ?
Seno : Ketika letusan besar itu terjadi
Devi :????
Seno : Dia bingung, lalu aku ajak lari selamyiatkan
Devi : Mbak Dewi gak selamat mas ?
Seno : Dewi selamat, kita jd temen akrab
Devi : Mbak Dewi ikut tertimbun...
Devi tak sanggup melanjutkan, larut dlm duka yg dalam. Kembaranya meninggal mengenaskan.
Polisi : " Mbak Devi sabar, kita tunggu sampai mas Seno pulih betul. Dia masih syok. kita keluar dulu."
Devi : "Iya pak"
Mereka berdua keluar, kembali menemui rekan Seno.
............
Sementara, ketika mereka masih di dslam tadi, sudah terjafi percakapan.
Polisi 2 : " Siapa ketua regu disini ? "
Tikni : " Saya Pak."
Polisi : " Apa yg anda ketahui tentang Dewi ? "
Tikno : " Setahu saya dia disematkan rekan saya Seno pak !"
Polisi 2: " Lihat sendiri ? "
Tikno : Tahu tahu Sudah sampai sini
Polisi : Ada saksi lain nya ? "
Tikno : " Semua tim kami melihatnya "
Polisi :" Apa ada aneh "
Sugeng : " Dewi hanya muncul malam hari, siang tidak ada. "
Polisi 2 :" Ada keanehan lain ? "
Aan : " Badanya bau wangi kembang kenana ?
Polisi 2 : " Sungguh misterius, lalu itu mayat siapa ? "
Deddi : Duh kok horor bgt sih ?"
Aan & Sugeng saling tatap
" Bener kan bro " Ucap Aan, yg dianggukan Sugeng.
Tikno : " Jangan Parno dulu lah, mungkin saja itu mayat org lain. "
Dedi : "Tapi..."
" Sudah jangan bikin kesimpulan sendiri..! " Sergah Tikno
Kemudian datanglah Devi dan Polisi satunya.
" Kitta tunggu sampai Seno sadar betul, sekarang masih syok " Ujar polisi yg bareng Devi
" Ada yg punya no mbak Dewi selain Mas Seno ? " Devi bertanya pada tim nya Tikno.
Semua saling pandang...!??
Akhirnya Tikno yg angkat suara " Kami semua tidak ada yg tahu kecuali Seno sendiri "
Seno datang sesaat kemudian, dengan wajah yg masih muram.
" Sabar ya Sen, mudah mudahan yg dirumah itu memang bukan Dewi ! " Tikno memberi sport pada Seno, diikuti yg lain..
" Ded minta minum wati, ada tamu gih " Ucap Tikno.
Tanpa menjawab, Dedi pergi ke dapur umum.
Sesaat kemudian datang lagi membawa satu nampan th hangat.
"Silahkan diminum pak juga mbak Dew... eh mbak Devi " Ucap Dedi gugup.
" Ya Makasih " jawab mereka serempak.
" Kamu juga minum dulu Sen, ni aku ambilin ! " ucap Sugeng yg paling sering godain Seno.
Sesaat hening,
Baru setelah Seno kelihatan agak tenang, Polisi salah satu nya bicara :
Polisi : " Gimana Mas Seno sudah lbh segar ? "
Seno : " Sudah pak, saya cuma kaget denger Dewi menjadi korban. Padahal kemarin masih SMS saya." ucap Seno.
Devi : Boleh saya minta no mbak Dewi, dan lihat SMS nya ? "
Seno : " Boleh mbak, ini "
Seno menunjukkan SMS Dewi, dan dicek no nya oleh Devi.
" Iya pak, ini no mbak saya, no mbak Dewi. Dikirim kemarin, Terus yg dirumah sakit itu siapa ? "
Devi terisak lagi, dalam hati dia berharab Dewi kembaranya masih hidup. Tapi apa yg dia lihat tadi gak mungkin salah. Dewi adalah kembaran Devi, saling memahami bentuk fisik masing masing. Sampai hal terkecil sekalipun.
" Apa perlu kita pastikan sekali lagi, kita kembali ke RS. ? " Seru salah satu Polisi
" Iya pak saya setuju, berhubung identitas tidak ditemukan. Karena kondisi rumah tertimbun ! biar pasti " ujar Tikno yg memang punya banyak pengalaman di SAR.
" Baik kita berangkat, Selain mas Seno Pak Tikno juga saya harap bisa ikut ! " ujar polisi itu.
" Owh iya siap pak " jawab tikno.
Mereka pun berangkat, Devi ikut Rombongan mobil SAR. Karena mau ngobrol dengan Seno, menanyakan seputar Dewi.
Devi : " Mas seno, mbak Dewi pernah cerita apa saja ? "
Seno : " gak banyak, hanya cerita kalo dia disini cuma liburan. Dan ngobrol soal lain biasa saja. "
Devi : " Soal lain apa misalnya mas ? "
Seno : " Eeh ya biasa soal anak muda..."
Devi : " Mas Seno gak usah ragu, bilang saja ini demi mbak Dewi...! " ucap devi agak keras.
Seno : Maaf... meski kita baru 2 malam bertemu, tapi saya sama Dewi sudah jadian...! "
Devi : " Haaahhh...??? "
Seno : " iya, kita saling simpan no Hp masing masing. Tiap saat SMSan. Bahkan saat evakuasi waktu itu, saya sambil SMS an dengan dewi "
Tikno : " Kita dah sampai Rs, turrun dulu ngobrolnya lanjut nanti "
Devi : " O ya makasih "
Segera mereka masuk RS, dan memastikan. Apakah mayat itu Dewi atau bukan.....
Perawat RS itu mendekati mayat yg tertutup.
" Tunggu " seru Devi saat Perawat itu mau membuka kain penutup mayat.
" Biar saya lihat dari dekat bersama msnya ini, untuk memastikan " kata Devi. Lantas mengajak Seno mendekat. Denangan jantung yg terasa makin cepat denyutanya.
" Sudah siap mas mbak, ? " tanya perawat itu.
Seno dan Devi menarik nafas panjang dulu. sebelum menjawab...
" hhaahhh.......ya sudah aku siap " Seno menjawab dan Devi hanya mampu mengangguk.
Dan Setelah di buka...
" Ii ii iya ini Dewi, ini baju yg digunakan saat bersamaku... ! " Seno menangis haru. Tanpa sadar dia memeluk Devi. Hingga Devi kaget hampir berontak. Untung cepat menguasai diri. Bahwa Seno tidak bermaksut kurang ajar. Diarkan Seno memeluknya sambil menangis. Sedang Devi lbh bisa menguasai diri.
Setelah tangisnya reda, barulah Devi bicara.
" Sudah lah mas Seno, biarkan kakakku Istirahat dengan tenang ! " kata Devi. Membuat dia sadar siapa yg dia peluk.
" Owh maaf maaf sy tidak bermaksut....." belum selesai bicara Devi sudah menjawab.
" Gak papa mas Devi tahu kok, mas seno juga merasa kehilangan ! "
Tikno : " Sudah positif ? Tidak perlu test DNA mbak Devi ? " kata Tikno
" Sudah.... saya sudah yakin ini mbak ku.
Polisi : " Kalo begitu tinggal urus surat kkematian, lalu kirim jasad korban untuk di makamkan "
" Siap Pak " jawab Tikno
............
ditempat lain di dusunku
" Bener gak sih ada oenjarahan ? tanya seorang warga padaku.
Bener gak nyabelum pasti, tapi dari pengalan 2006 di bantul. Kita perlu waspada."
" iya sih, cuma heran saja, ada irang kena musibah kok mlh di jarah hartanya " katanya.
" Jadi siapkan genset, untuk penerangan ? " Kata warga yg lain saat prepare tempat buat bikin Posko.
." ,Jadilah, selain buat penerangan juga buat cas hp, HT Lap top juga buat pantauan. "
" Jadi pinjam siapa ? "
Tempat Sarju, tapi orangnya belum datang. kamu tlp gih ? !! " kataku.
Sedikit gambaran, sejak letusan merapi besar itu listrik di wilatah sekitar KRB ( Kawasan Rawan Bencana ) dimatikan. dan sekitar 3 - 4 kecamatan warga diungsikan. meskioun dusunya tidak kena dampak lgsg. seperti dusunku Tidak ada korban harta apa lagi nyawa. Meskioun dengan desa yg banyak korban meninggal lbh dekat dusunku, jika ditarik garis lurus ke puncak.
Tapi karena dusunku cukuo jauh dari sungai yg berhulu ke merapi tidak meruoakan aliran lahar panas.
.......
malam pertama jaga kamoung
Penerangan akan j alan.
" abu dicari tuh.." kata teman sedusunku itu.
" Kamu itu gimana sih,, tadi katanya mau bersihin Masjid kok masih disini. Dibagi biar semua selesai " MasAdi marah marah padaku.
" Yg janji siapa mas ? " Kataku datar.
" Ya kamu tadi, pas aku ngobrol sama Edi tadi " katanya
" Aku tu dari tadi disini mas, nyiaipin genset, pasang antena HT buat mantau, pasang lampu dll, belum beranjak dr sini. " jawabku
" Gak usah bohong jelas jelas kamu td yg bilang. ngajak bersihin masjid, biar kalo pada pulang tidak terlalu kotor ! "
Kami pun sempat bersitegang, kekeh dengan pendapat masing masing.
Sampai Akhirnya aku bilang :
" Sudah gini saja, kamu pggil Edi kesini, ajak gabung disini dulu. kita buktikan aku ke pos barat atau seharian disini "
Setelah kami diskusi bersama, akhirnya Mas Adi percaya. Kalo aku seharian tidak ke pos barat. karena waktu itu yg kebetulan bisa pasang genset lamou dll hanya aku. jadi jika aku tinggal pasti kerjaan gak selesai.
" Berarti yg kesana tadi siapa ? " tanya edi yg katanya juga lihat aku kesana.
"Ya gak tahu, masa masih gak percaya ? " bentakku
" Buukan gak percaya tapi siapa yg kesana bicara dengan kami tadi...? " aku baru sadar maksut edi...
Dan semua terdiam....
Ditengah rasa takut kami itu tiba tiba tercium bau kembang....! Wah repot ini kalo pada ketakutan. Gimana mau keliling kamoung jg keamanan. Kumpul saja pada takut.
" Wah bau kembang... " kata Adi. Aku dah diem biar gak pada takut ee mlh ada yg ngomong, gerutuku
" Aku gak mencium bau kembang" kata sarju. " "Aku juga gak " kataku bohong. dan yg lain ikutan " mana gak ada bau apa apa ! "
" Sungguh bau kembang " ucao Adi yg memang suka klenik.
" Ah persaanmu aja itu, biasa mainan kembang dan kemenyan sih " selorohku..
Yg lain ikutan, " Iya tu.... wkakaka...
Sukurlah bisa pada tertawa, meski kasihan mas Adi j korban.
" Gini aja, aku punya ide...
semua jadi satu di pos ini. gak usah dibagi dua pos. "
" Nanti wilayah barat gak ada yg jaga dan kontrol ? , gak adil tu ? " Protes mas Adi.
" Gini lo mas, pos nya jadi satu di sini, tiap dua jam sekali kita keliling seluruh dusun. soalnya semua alat pantau ada disini.
Jadi biar ada apa apa mudah koordinasi !"
" Owh ya nek gitu gak papa...! " katanya
" Ok Deal,...? " tanyaku. yg lain jawab deal semua.
...............
Jam muter dusun.
" Jam 22.00 nih mau muter jam berapa ? "
" Sekarang saja yuk, nanti kalo udah tinggal enak. yg mau tidur tidur, yg makan masak sendiri yg mau ngopi bikin sendiri "
Kami sepakat muter semua ikut tak satupun tunggu pos. Biasanya berebut tunggu pos ogah muter. Kunci dulu pintunya, HT biarin Nyala sama live streaming cctv merapinya. biar dikira ditungguin. "
Saat melewati tanah kosong ( sebenarnya ada bangunan tp tidak dihuni lama ) tiba tiba bau kembang lagi. Aku hanya diam biar gak pada lari ketakutan. Bahkan aku lihat sosok putih dipohon Sawo, aku merinding. Tapi aku diem, takut pada lari disitu gelap medanya sulit.
Tiba tiba edi teriak "O oo Opa kae ( apa ittu )sambil nunjuk sosok itu.Hampir semu menjerit ( meskipun cowok ).
" Udah tenang dia gak akan mampu ganggu kita" kataku...
Akhirnya meski dengan ketakutan kami sampa di posko....
Tidur hinga kesiangan semua.
Aah terik mata hari tinggi. Sudah siang gumamku.
.......
Berita heboh dewi sampai di telinga kami
malam berikutnya, Kembali di posko, semua datang tepat waktu. karenagak mungkin berani datang lewat maghrib. Mending gak datang kali.
Saat ngobrol bareng selepas isya, ada rombongan Tagana singgah ke posko kami. Sebagian kami kenal dan ada juga yg satu Alumni sekolah denganku.
" hei Abu ya " katanya sebut Namaku.
" Masih inget toh An..." kataku...
Kemudian kami beramah tamah, sesama jaga wilayah. Tagana Resmi kami gak resmi.
Kemudian Tikno bercerita, tentang kejadian Dewi dan seno yg membuat pasukanku jd makin takut.
" Wah gak usah di takut takutin mas tik ! Mereka sudah ketakutan" Tikno adalah kakak kelasku Di SMP dan Aan adalah teman SMAku.
" Gak gak nakut nakutin, ini real terjadi, bahkan saat ini Seno kadangsuka linglung. sering bicara sendiri, seperti bicara dengan Dewi. " Tikno mengakhiri ceritanya.
"Terus Seno sekarang dimana ? " Tanyaku
Aku cukup kenaldengan Seno, diawal Merapi statusnya Naik, sering diskusi.
" Masih dirawat di Posko, karena rumah dia kan hancur ! " kata Tikno
Aku besuk tak ngajak saudaraku mas,biar ngobatin Seno kalo sakitnya karena itu," kataku
"Kebetulan memang kita kesini mau cari kamu, mengantarkan ke pondok pesantren itu " kata Aan.
"kalo urusan gitu telpun kan bisa dari kemarin "
"kayak kalo ditelpun lgsg diagkat aja, di sms aja balasnya bisa hari berikutnya " seru Tikno
"Betuuuuuullll...." sahut temen temenku kompak.
Adi nambahin " Gak cuma itu,nomer juga gonta ganti...!! " katanya sambil ngakak. Aku yg dongkol jd bahan tertawaan komentar pada Adi
" ya gimana lagi mas Adi, bisanya gonta ganti nomer hp. Mau gonta ganti Istri kayak kamu gak bisa !!!" kataku sambil ngakak... diikuti yg lainya
" Cangkemmu...." umpat mas Adi marah beneran.
Singkat kata Aku jadi datangi Seno, bersama saudaraku.. Seno berhasil disembuhkan, tapi..
Gak enaknya....
Saudaraku bilang gini :
" Tragedi dewi, dimanfaatkan jin. untuk menggoda manusia, dan aku diminta melakukan doa di bekas rumah kakek nenek dewi. dan harus aku sendiri katanya....
" Aah ogah gak mau " kataku
"Mau gak mau harus kamu, kamu yg kenal Seno yg juga pernah ngaji, nolong org gak boleh tanggung tanggung !!! " katanya
"Yo wis kapan...?!" setengah dongkol juga.
"Besuk malem jam 19.30 sudah harus mulai "
Aku sih bukan penakut, ketemu makhluk astral jg gak prernah takut. Tapi sengaja menghadang sih lain cerita kayaknya. Taoi gak papalah aku coba.
Aku ijin temen temenku di dusun, berangkat hbs maghrib menuju lokasi....
Serem juga, memang Aura mistis sangat kuat disini. Sambil mengawasi gunung, karena masih sering mengeluarkan lahar panas dan awan panas. Meskipun jarak luncurnya gak jauh.
Baru saja aku mulai, tepat diatas pohon kenanga muncul sosok putih berambut panjang. melayang turun menghamoiriku.
" jangan ganggu Aku, hi...hi...hi...hi...."
Aku sudah di kasih tahu jika diganggu biarin saja. Makanya gak aku hiraukan...
Aku terus membacs doa dari saudaraku itu..
dari ujut mengerikan tadi hilang muncul bau bangkai sangat busuk..
Aku hampir gak kuat, tai kupaksabertahan
pelan pelan bau busuk itu hilang, berganti harum aroma kenanga
Dan muncul sosok gadis cantik usia sekitar 20 th an.
" Mas Aku Dewi... jangan pisahkan aku dengan seno !!! "
Owh ini makhluk jadi jadian yg ganggu Seno pikirku.
" Gak kamu bukan Dewi, mungkin hanya ujut fisiknya yg bisa kamu tiru. pergilah jangan ganggu manusia dgn ujut seperti Dewi. kamu jin jahat
sku lemparka bubuk garam yg sudah kubacakan doa doa itu.
dan makhluk itu lenyap.
Singkat cerita...
Aku diundangvke posko bebrerapa hari berikutnya,
Disitu Sudah kumpul Tikno Aan dll juga pasangan bapak ibu dan anak gadisnya.
Aku sempat terperanjat lihat wajah gadis itu, "Dewi" batinku. Untung aku ingat cerita Tiknotentang Dewi. Berarti ini kembaranya.
" Begini mas Abu, perkenalkan ini Bapak dan Ibunya Dewi. Dan ini Kembaranya Dewi namanya Devi " Tikno membuka pembicaraan.
" Beliau mengucapkan Terima kasih, karena isu arwah Dewi Gentayangan tia malam sudah berhentii. Dan Mas Seno sudah tida pernah digangguin lagi. "
"Sebentar... " aku menyela
" Aku kok malah baru denger ada isu arwah Dewi gentayangan, baru denger ini kok " kataku
"Loh kemarin sudah saya bilang ke saudara jenengan yg ngobatin Seno Kemarin ?!? "
" Gak bilang tuh.. cuma disuruh baca doa buat Dewi dan kakek neneknya dandoa yg lain. Owh berarti aku dikerjain kemari sama dia..." Gerutuku...
"Tai gak papa, yg penting semua damai tidak ada isu isu negatif ttg Dewi, kemarin alhamdulillah sudah berakhir. Pak Bu saya ikut berduka vita atas musibah yg menimpa. Juga pada dik Devi yg sabar ya. Dan mohon maaf saya masih ada keperluan lain, jd tidak bisa berlama lama. saya mohon pamit semuanya....
Assalaamu 'alaikum....
Tanpa menumggu jawaban aku lari keluar
............................TAMAT...........