Mempunyai keinginan namun mrs tak mampu untuk Mewujudkan sudah hal biasa dalam setiap perjuangan
nindiamaharani adalah seorang santri dari pondok pesantren terbesar di pulau madura tepatnya di kabupaten pamekasan harapannya memang ingin menjadi seorang hafizah Qur'an namun fikirannya selalu di bebankan oleh rasa ketidak mampuan.
jam Menunjukkan Pukul 03:30 sore semua santri terburu-buru menuju musholah untuk menyetorkan hafalan mrk,namun beda dengan nindi yang masih saja duduk di depan kamar Ar-raudah dengan wajah murung.Dewi pun Menghampiri sang sahabat dan menanyakan apa yang sedang dia fikirkan
"nin, lagi mikirin apa sih..?,Ayo cepetan ke musholah nanti terlambat" Ajak dewi Terburu-buru
"Enggak dew,kamu ajah yang ke musholah,aq takut gak lancar lagi pas setoran"Sahutnya lemas
"kalo kamu gak kesana, nanti bs di hukum nin"
"Tapi dew.. "
"Ayo buruan,harus percaya diri"
Akhirnya nindipun menuruti perkataan dewi,meski masih dengan rasa takut dan tak percaya diri.di tambah lagi teman2 lainnya yang justru meledek dia
"Ngapain sih nin kamu kesini, kalo emang hafalannya gak lancar kayak kemaren gak usah ke sini,mending pulang ajah sana"Ucap siska meledek
Semua teman2nya ikut meledek dan menertawakan nindi,sedangkan dewi hanya bisa menyemangati sahabatnya itu.
"udah nin,gak usah di dengerin,mrk emang kayak gitu. aq yakin kamu pasti bisa"ucapnya menyemangati nindi
namun ketakutan nindipun akhirnya terjadi,lagi2 dia gak lancar saat menyetorkan hafalannya,.ustazahpun memarahinya.
"kamu itu kenapa sih nin,kok setiap setoran selalu gak lancar"ucap ustazah itu kesal
"maaf bu,saya udah ngafalin kok, tapi tetep ajah gak lancar"sahutnya Ketakutan
setelah selesai menyetor merekapun keluar dari musholah,namun nindi masih saja murung karna hanya dia yang selalu di marahi oleh ustazahnya.beda dengan teman2 lainnya apalagi dewi sahabatnya
"nin,udah jangan nangis terus,aku yakin kamu pasti bisa merubah hafalan mu dan bahkan lebih dari kita"
ucap dewi meyakinkan nindi
"mana mungkin aku bisa melebihi kalian,hafalanku ajah kayak gini,sahut nindi tak percaya diri
setiap hari nindi selalu menghafal,meski tak lancar2, hingga membuat dia mrs putus asa dan ingin pindah dr pondok itu, diapun menelpon mamanya untuk mengatakan jika dia sudah tak mampu melanjutkan perjuangan untuk mnjd hafizha Qur'an
"Assalamualaikum ma"ucap nindi menahan tangisannya
"Waalaikum salam nin"
"nindi mau berhenti mondok ma,nindi sudah mrs Tak mampu untuk melanjutkan perjuangan ini"seru nindi dengan tangisan yang sudah tak bisa dia tahan
"jangan nin,mama yakin kamu pasti bisa,Semangat ya.. mama akan selalu mendukung dan mendoakan kamu"
nindipun lansung saja mematikan telponnya setelah mendengar Tasehat dr mamanya,diapun menyerahkan hp pengurus yang dia pinjam tadi.
setiap hari dia selalu merenung Dan menangis,hingga membuat dewi kasihan melihatnya Seperti itu,diapun mencoba menasehati sahabatnya kembali
"nin,udah jangan murung terus kayak gini,dengan kyak gini kamu hanya akan semakin tak bisa membuat hafalannya menjadi lebih baik, mending ngafalin ajah sana terus jangan lupa sholat tahajud"Ucap dewi menasehati nindi
Beberapa minggupun berlalu akhirnya nindi berusaha mengikuti saran yang di berikan sahabatnya itu,
dia selalu menghafal dan menakrer di waktu luang,tahajudpun sudah sering dia kerjakan,bahkan waktu tidurnyapun dia lakukan untuk muroja'ah dan menghafal.
Rasa lelah dia sembunyikan dari sahabat dan teman2nya.aliran darahnya yang rendah di karnakan kurangnya waktu untuk beristirahat membuat dia pucat,
Dewipun Menanyakan apa yang menyebabkan wajahnya sering pucat akhir2 ini, namun nindi selalu saja berbohong
"nin,kamu kenapa kok sering pucat akhir2 ini,jangan2 kamu sakit"tanya dewi khawatir
"gapapa kok dew,kamu ajah deh kayaknya yang terlalu khawatir sama aku pdhl wajahku gak pucat"sahut nindi dengan tersenyum tipis
Dua bulanpun berlalu dan akhirnya ada perkembangan pada hafalan nindi. bahkan dia sudah berhasil menghafal 2 jus selama 2 bulan dengan sangat lancar dan fasih, namun teman2nya merasa heran dengan perkembangan nindi yang benar2 berubah secara derastis,mrk fikir nindi menggunakan jimad agar cepat hafal
"nin, kamu pakek jimad ya...?, mangkanya hafalannya benar2 Beda"ucap zara yang memang membenci nindi
"apaan sih zar, kalo ngomong jangan sembarangan dong,dia jadi kayak gini karna usaha dan doa dari orang tuanya,bukan karna makek jimad"bantah dewi tak terima
"udah gak usah di ladenin,dia kan emang kayak gitu"sahut nindi menahan tangisannya
setiap hari nindi selalu menakrer hafalannya,hingga lupa untuk makan apalagi beristirahat,.karna dia ingin membuktikan kepada semuanya bahwa dia pasti bisa menjadi Seorang hafizah Qur'an
Hingga beberapa bulanpun berlalu dengan rasa bahagia sekaligus menegangkan karna acara i'lanpun sudah tiba.
di saat para santri lainnya sibuk mempersiapkan diri,beda dengan dewi yang malah hanya terus memperhatikan sahabatnya itu yang bnr2 terlihat sangat pucat layaknya seperti orang yang sakit parah
"nin.kamu sakit,kok pucet banget mukanya"tanya dewi dengan wajah khawatir
"aku gak apa2 kok dew,mungkin saking takutnya sampek pucet kayak gini"sahut nindi kembali berbohong
"gak mungkin cuma gara2 takut jadi pucet banget kayak gitu"bantah dewi tak percaya
"biasah lah dew,aku kan baru pertama kalinya ikut i'lan"timbal nindi mencoba meyakinkan dewi
nindi selalu berusaha menyembunyikan rasa sakitnya dihadapan sahabat baiknya itu.
sedangkan dewi selalu berusaha menjelaskan pada salah satu ustadzah tentang kondisi sahabatnya itu
namun tak ada yang sadar jika nindi memang bnr2 sedang sakit
"bu,kayaknya nindi sakit, mukanya pucet banget"ucap dewi mencoba menjelaskan
"mungkin hanya gara2 terlalu takut makanya wajahnya pucet kayak gitu"
"tapi bu..! saya juga takut tapi gak sampek kayak gitu"
"beda dew,kalo kamukan udah berapa kali ikut i'lan,sedangkan nindi baru kali ini,pantes kalo ketakutan sampek pucet kayak gitu"
setelah satu jam menunggu akhirnya para peserta i'lanpun menaiki panggung,namun nindi masih saja berusaha menahan rasa sakitnya meski wajahnya yang semakin pucat.
Apalagi Saat melihat mamanya berada di bawah terop dengan menunggu penampilannya.
beberapa jampun berlalu Setelah semua peserta selesai dan kini giliran Nindi,namun dengan kondisinya yang semakin melemah membuat bacaannya sedikit tersedak-sedak,namun meski seperti itu tak kan mengubah suara merdu nindi.
Dewipun Tersenyum melihat impian nindi yang akhirnya bisa tergapai di malam ini,apalagi saat mendengar pembacaan pengi'lan terbaik yang di raih oleh sahabatnya itu.
setelah mendengar pengumuman itu nindi dan mamanya tersenyum dengan menetaskan air mata,namun di saat ingin berdiri untuk menerima penghargaan,semua orang di kejutkan karna nindi jatuh pingsan,Mamanya pun langsung Berlari menaiki panggung.
Namun saat salah satu Ustadzah memeriksa nindi, ternyata dia sudah meninggal,sahabat dan mamanya menangis.
"Bangun nin,jangan tinggalin aku"teriak dewi mengingat semua Kebersamaannya bersama sahabatnya itu😭.
Disaat dewi memegang Al-Qur'an milik nindi,tiba2 ada selembar kertas yang jatuh, diapun mengambil dan membacanya.
"Dear Dayri"
teruntuk sahabat baikku..! maaf dew,selama ini aku selalu menyembunyikan kondisiku ke kamu,karna aku gak mau terus menerus menyusahkan kamu,Tapi..!mksh dew,kamu udah sabar ngadepin sikap aku, Udah mau nemenin aku apapun yang terjadi,.Aku beruntung kenal kamu di pondok ini,kamu bukan hanya sahabat aku tapi juga saudara dari kehidupan ku. Aku sayang kamu🙂
Dan teruntuk mama"Maaf ma nindi belum bisa membahagiakan mama,tapi kali ini nindi akan mnjd seorang hafizah Qur'an sprt apa yang mama inginkan.Nindi harap sebelum Allah Memanggil nindi,disitu juga nindi udah bisa mewujudkan kan keinginan nindi dan juga sudah bisa mempersiapkan mahkota untuk mama di surganya Allah.
Nindi sayang banget sama mama😘"
Semua orang pun ikut manangis Dengan kejadian ini,apalagi dewi yang terus saja memanggil manggil nama sahabatnya itu.Berharap Allah masih Mengizinkannya untuk membalas semua kebaikannya itu,.sedangkan mamanya hanya bisa mengikhlaskan kepergian putri tersayang nya.