Tim LNSTGHT
Naskah : JESI KURNIA
Hujan lebat mengiringi perjalanan lima mahasiswa pencinta alam yang sudah banyak pengalamanya, dalam menaklukan gunung - gunung di Indonesia. Kali ini mereka ingin menaklukan gunung salak yang sangat terkenal dengan keangkeran, dan mitos yang menyelimutinya.
Setelah dua setengah jam lebih perjalan, mobil jeep yang ditumpangi Bima, Alfa, kania, layla dan laras akhirnya berhenti di pesanggrahan yang berada tepat di bawah kaki gunung salak.
Menandakan awal petualangan mereka, meskipun alam tak mendukung karena hujan tak kunjung reda. Mereka tetap melakukan pendakian.
Sebelum mendaki alfa meminta izin kepada juru kunci gunung salak, namun juru kunci tersebut tidak mengizinkan bahkan memarahi mereka karena hari ini bertepatan dengan malam satu suro yang menurut kepercayaan penduduk setempat hari ini sangat sakral selain itu jumlah mereka juga ganjil, hal ini akan menimbulkan malapetaka yang mengerikan.
Meskipun dilarang mereka tak mau menggubris peringatan juru kunci tersebut dan diam diam melanjutkan pendakian.setelah menempuh satu jam perjalanan mereka pun sampai di pos pertama karena hujan deras yang tak kunjung usai terlebih lagi pencahayaan yang kurang mewadai. Akhirnya mereka memutuskan beristrirahat sambil menunggu hujan reda agar mereka dapat melanjutkan perjalanan.
Sampai salah satu di antara mereka mulai angkat bicara.
"Jam berapa kita sampai ke puncak?" Sahut Kania
"Kira-kira sekitar jam empat kita sampai ke puncak. Tapi kalo keadaaannya kaya gini bisa sampe jam enam" Ujar Bima
...
Naskah : Anggrei
hujan mulai mereda, Bima mengajak teman temannya untuk segera bersiap - siap melanjutkan pendakian. Dengan kondisi tanah yang masih basah dan licin membuat kelima mahasiswa itu semakin berhati - hati. Di tengah perjalanan Layla mengeluh jika kepalanya terasa sakit.
Laras yang mengetahui hal itu lansung menghentikan langkahnya dan berteriak.
"Berhenti berhenti!! La kamu kenapa?" Sepontan Laras lansung memengangi tubuh Layla yang sebentar lagi akan roboh.
"Gak tau ni, kepalaku tiba - tiba sakit kaya nya aku gak sanggup jalan lagi deh" Ujar Layla
Bima, Alfa, dan Kania yang mendengar teriakan Laras lansung menghentikan langkahnya dan segera mempalingkan wajahnya ke belakang. Mereka terkejut melihat keadaan layla yang sudah bersandar di bahu Laras. Tanpa berpikir panjang kania lansung membantu Laras memopong tubuh Layla yang sudah lemah.
"Gimana ni masih mau lanjut?" Tanya Laras kepada Bima dan Alfa yang sekarang berdiri di hadapannya.
Bima pun menyarankan untuk beristirahat di pos tiga karena jaraknya sudah lumayan tidak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang. Yang lain pun menyentujuinya mereka pun bergegas menuju pos tiga.
...
"Hufttt dingin nya" Ucap Kania sambil mengosokkan kedua telapak tangannya di depan api ungun. Laras pun datang dengan menyodorkan segelas air hangat.
"Makasih..."
Kini mereka duduk memutari api ungun sambil berbincang bincang. Sedangkan Layla sudah tertidur setelah meminum obat yang diberikan oleh Laras.
...
Naskah : Intan Safitri
Setelah beberapa saat mereka memutuskan untuk tidur karena hari sudah cukup gelap tetapi terlihat jelas kegelisahan di wajah laras, melihat hal itu Alfa bertanya kepada laras
"ada apa ras? Kok gelisah gitu?"
Laras pun menjawab nya" iyaah nih ntah kenapa aku merasa ada yang nggak enak nih, terlebih disini itu dingin banget gitu"
Bima langsung menjawab "yaudah tidur aja dulu dalam tenda nanti biar aku jagain dari luar"
Dengan sedikit cemas laras menjawab "bener nih gak papa?"
Dengan santai Bima menjawab"iya udah gak papa!".
Tidak lama kemudian ketika semuanya sudah tertidur dengan lelap Bima melihat dari kejauhan ada yang aneh. Karena ada seseorang yang terus mondar-mandir seperti kebingungan,Bima pun dengan cepat langsung membangun kan Alfa yang ketiduran disamping nya ketika sedang jaga.
"Fa, Alfa banguun!!" "Ehm,hoaam,paan sih Bim?" Jawab alfa yang baru bangun dan dengan cepat Bima langsung, memberitahu kepada Alfa untuk menjaga teman-teman karena ia melihat seseorang dari kejauhan yang mencurigakan itu.
Alfa langsung mengangguk kan kepala dan mengiyakan Bima, namun 30 menit berlalu Bima tak kunjung kembali juga Alfa sudah mulai cemas akan hal ini. Karena Bima tidak terlihat tiba-tiba Alfa merasakan hawa yang sangat mencekam, dan suasana tampak sangat menakutkan gelap dan dingin.
sontak bulu kuduk Alfa langsung berdiri karena mengetahui hal itu Alfa langsung membaca doa-doa yang ia ingat untuk mengusir ketaķutan nya itu,dan tiba-tiba tampak dari jauh sorot mata tajam dari kejauhan seperti sedang marah kepada Alfa. Sontak Alfa ketakutan dan membangun kan semuanya!!
"Hei,Bangun-bangun" teriak Alfa
"Uhm,hoam,hem? Ada apa Al?" Tanya kania
"Kita...kita harus segera pergi dari hutan ini dan juga kita harus segera mencari bima" jawab alfa dengan gopoh
"Hah? Apa? Ada yang menatap mu dan bima hilang? Kalau begitu kita tidak punya banyak waktu kita harus cepat!" Jawab kania. Semuanya pun terbangun dan mereka bergegas untuk segera mencari Bima yang sudah hilang.
...
Naskah : Kasih
"Kania kamu bangunkan Layla, kita harus segera mencari Bima. Kita tidak bisa membiarkan dia menghilang. " Ucap Alfa yang sudah panik.
Kania segera menolak ke arah tempat Layla tidur, Kania dan Layla tidur di ruangan yang sama. Akan tetapi Layla tidak ada di sana. Kania yang melihat Layla tidak ada di tempatnya tidur menjadi panik.
"Dimana Layla? Tadi dia ada di sini!" Ucap Kania yang sudah panik melihat Layla menghilang.
Apa? Bukannya Layla bersamamu, bagaimana bisa dia tidak ada di sini? Bagaimana ini? Bima menghilang, sekarang Layla entah kemana. Alfa mulai mengacak-acak rambutnya, raut mukanya yang sudah panik dan pucat tidak bisa iya tutupi.
Alfa, bagaimana ini? Aku takut, aku takut terjadi yang tidak di inginkan pada mereka. Kania mulai menangis, air matanya mulai menetes. Kekuatiran yang di rasakan nya membuat Kania menjadi lemah dan tidak mampu berfikir positif.
"Aduh.. Kenapa Kania malah menangis, bukannya cari jalan keluar ini malah menangis. Ah.. Wanita memang buat repot dalam situasi seperti ini. " Ucap Alfa yang sudah panik ditambah emosi melihat Kania malah menangis.
Alfa menghampiri Kania, iya berusaha menahan emosinya.
"Kania, kamu jangan menangis. Menangis tidak akan menyelesaikan masalah. Kita harus mencari Bima dan Layla. " Alfa berusaha menyadarkan Kania agar bisa menepikan rasa takut dan kecemasannya.
Sementara Bima yang sedang mengikuti Layla yang sedang berjalan tanpa arah tiba-tiba serasa di tarik oleh tangan seseorang, Bima menoleh ke belakang tetap tidak ada seorangpun di sana.
"Siapa yang memegang tanganku ya. Rasanya aku memang merasakan tangan seseorang sedang memegang tanganku. Ah.. Mungkin hanya pikiran ku saja. Ucap Bima yang berusaha berfikir positif.
Bima kembali menoleh ke arah Layla berjalan tetapi anehnya sudah tidak terlihat batang hidungnya. Kemana dia? Rasanya dia berjalan sangat pelan, masa iya sudah tidak ada di sana.
Bima mempercepat langkahnya dan berharap masih bisa menemukan jejak Layla. Tetapi tidak juga di temukan. Bima yang masih penasaran tetap mencari Layla dengan modal Senter yang ada di tangannya.
" Ha.. Itu dia Layla. Aku tidak boleh kehilangan dia lagi." Bima mempercepat langkahnya dan memegangi tangan Layla.
"Layla, kamu mau kemana? Tanya Bima yang berusaha mencegah langkah Layla. Tetapi tidak ada jawaban dari Layla. Bima yang sudah lelah mengikutinya langsung berjalan mendahului Layla dan berharap bisa menghentikan Layla yang masih saja berjalan.
Bima menoleh ke arah Layla, ternyata wanita yang di pikirnya Layla itu ternyata bukan Layla. Bima jatuh terduduk ketika melihat wajah wanita itu. Wajah wanita itu di penuhi belatung, matanya keluar dari rongga matanya, hidungnya bolong tak berbentuk.
Bima yang ketakutan terjatuh, wajahnya pucat seperti tidak ada darah lagi. Seluruh badanya sudah basah oleh keringat yang sudah bercucuran. Tiba-tiba ada suara yang iya kenal memanggil.
" Bima.. Layla... Dimana kalian? Bima Layla.. Dimana kalian? " Ketika suara itu terdengar mahluk gaib itu tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
Bima yang sudah ketakutan tidak mampu lagi mengerakan tubuhnya. Tubuhnya terasa kaku dan matanya terasa berat, tiba-tiba iya pun pingsan tidak sadarkan diri.
"Itu ada orang di sana ucap Alfa yang melihat tubuh Bima yang sudah tergeletak di atas tanah.
"Sepertinya itu Bima, bajunya mirip Bima." Ucap Kania yang kenal betul dengan baju yang di gunakan Bima sebelum menghilang.
Mereka bergegas menuju ke arah Bima tergeletak dan ternyata dugaan mereka benar.
...
Naskah : M.putri
"Bim...Bima...bangun!" Alfa dan kania yang sendari tadi panik kini bercampur gembira menemukan Bima. Mereka hanya bisa mengocangkan tubuhnya agar ia lekas sadar.
"Gimana ni? Bima pingsan... Ohya aku punya air aqua gelas di tasku, Kania tolong ambilin!" Pinta Alfa sambil berusaha memapah Bima dari tempatnya pingsan.
Tubuh Bima yang berat membuat Alfa sulit membawanya. Akhirnya ia pun memutuskan untuk menurunkan dan membangunkannya dengan air.
"Ini Al..." Ucap Kania sambil menyodorkan segelas air, tanpa berpikir panjang Alfa lansung menyiramkannya ke wajah Bima. Ia pun terbangun dari pingsanya.
"Tidak...tidak..."Ucap Bima ketakutan
"Bim...Bima ini aku sama Kania kamu gak perlu takut" Ujar Alfa menenangkan
Aneh kenapa Bima tiba - tiba menjadi penakut. Gumam Alfa dalam hati
"Kamu kenapa? Ko kaya ketakutan..." Ucap Alfa penasaran.
Saat hendak berbicara Kania sepontan lansung memotong pembicaraan.
"Kamu lihat Layla sama Laras gak Bim?" Tanya Kania gelisah kerena tak kunjung menemukan jejak keduanya.
Bima pun menceritakan jika ia sempat bertemu perempuan yang mirip dengan Layla. Namun saat ia menghentikanya ternyata itu bukan Layla melainkan sesosok perempuan berwajah datar.
...
Mereka pun memutuskan untuk segera kembali ke pos tiga saat sampai disana mereka dikejutkan dengan api ungun yang seharusnya padam kini menyala seperti ada orang yang sengaja menyalakannya.
"Siapa yang nyalain api ungun?" Sahut Kania. Karena saat itu masih berpikir positif mungkin Layla dan Laras terlebih dahulu kembali pulang, Kania pun segera beranjak menghampiri tendanya namun Alfa dan Bima lansung menghentikannya.
Kania yang bahagia tak memperdulikan ucapan kedua temanya itu, ia memilih untuk masuk ke dalam tenda. Sedangkan Alfa dam Bima menemukan kejanggalan yaitu darah disekitar api ungun.
Saat hendak masuk ia dikejutkan dengan Layla yang mukanya sudah dipenuhi dengan sayatan, matanya yang berubah mejadi hitam pekat dan perut yang tergurai hingga ususnya keluar.
Kania yang menyaksikan kejadian itu lansung mundur teratur. Layla pun mulai mendekatinya tampa berpikir panjang Kania lansung berlari namun karena tak memperhatikan jalan ia pun tersandung
Salah satu batang kayu yang membuatnya tersungkur ke tanah.
"To...too...longg..." Ucap Kania berteriak namun tak terdengar oleh Alfa dan Bima yang kini duduk di gubuk dekat pos tiga.
Layla pun segera menarik kakinya dan seraya berkata.
"Kau pantas mati hahaha", layla pun segara mengangkat pisau yang sendari tadi ia bawa dan mengoreskannya di wajah Kania. Kania pun menahan kesakitan yang bertupi - tupi. Layla yang saat itu kerasukan lansung memotong tubuh Kania sampai beberapa bagian.
Alfa dan Bima yang menyasikkan kejadian itu lansung berlari ke arah jalan pulang tanpa sepatah katapun. Saat sampai di pos pertama mereka segera meminta pertolongan dan menceritakan kejadian yang mereka alami kepada penduduk setempat.
Semenjak saat itu mereka tak mau lagi mendaki gunung. Bagaimana dengan nasib Laras ternyata yang mereka bawa bukan Laras tetapi penunggu gunung salak.
~ Tamat ~
Anggota Tim LNSTGHT:
1. JESI KURNIA
2. Anggrei
3. Intan Safitri
4. Kasih
5. M.putri
Saya ucapan banyak terima kasih untuk tim LNSTGHT yang sudah memberikan saran dan idenya untuk membangun cerpen ini. Dan untuk para pembaca semoga terhibur ya😊