seperti kisah cinta pada umumnya perkenalan berlanjut pendekatan kemudian jadian ditebari bumbu-bumbu cemburu, marahan, saling diam lalu baikan dan romantis-romantisan.
tapi bukan itu inti ceritanya. . ,
9 tahun bukan waktu yang singkat bukan???
ya. . 9 tahun kami bersama. . sejak aku smp kelas 3 sampai setelahnya. . ,
kucing-kucingan sama orangtua pastinya karna kita masih sama2 anak bau kencur masih sama2 pelajar juga,
meski beda sekolah tak masalah tetep lanjut acara bolos kita wkwkwkwkwk
setelah 9 tahun kita sama2 sudah bekerja dan sudah kenal keluarga dan juga temen-temen kita pastinya. ..
sudah sempurna dan mulus-mulus aja rasanya. ..
sampai hari itu datang. .. hp nya ketinggalan dirumah saat abis ngapel. ..dan dengan santainya kubuka pesan-pesan di hp nya seperti biasa. ..
tak ada yang mencurigakan,tak ada yg aneh hingga kemudian saat malam pukul 12 malam hp nya berbunyi satu notif masuk dan ya. ..bisa ditebaklah. ..
aku bertanya "siapa kak????"
itu panggilan sayangku untuknya
"emmmm. ..pacar temenku. ..dia sering curhat ke aku dan aku juga gitu. ..kita nyambung dan nyaman. .., aku suka dia"
to the poin sekali singkat padat dan jelas
setelah itu dia pergi,ilang dan berlalu tanpa kata putus atau apalah
"sakit sekali ketika orang yg kita sayang lebih nyaman sama orang lain" hanya itu yg bisa aku katakan padanya untuk yg tetakhir kalinya
2tahun kemudian tanpa sengaja ketemulah kita saat tidak sengaja lagi berteduh diemperan karna tiba-tiba hujan turun. ..,
"hai dek. .."
"hai juga kak. ..lama ga ketemu ya. . ibu bapak sehat kah???"
padahal dalam hati udah girang banget akunya masih dipanggil dek sama dia
iya. ..dek adalah panggilan sayangnya dia untukku dulu.
dari situ kita nyambung lagi tapi hanya sebatas teman tidak pernah lebih
dan kita punya pasangan masing-masing juga.
apa dia bahagia? entahlah hanya dia yg tahu
apa aku bahagia? entahlah aku masih mencintainya ada dia di dalam hatiku dan dia juga tahu itu
tapi dia aneh. .. tetep perhatian dan masih berkirim pesan denganku. . tetap memanggilku dengan panggilan sayang itu dan saat aku menikahpun dia memberiku selamat dan berkata
"selamat menempuh hidup baru dan semoga berbahagia dengan pilihanmu"
kenapa terkesan seperti aku yg meninggalkannya? hanya tertawa getir dan aneh rasa hati ini
3tahun kemudian dia bertunangan dan akan segera menikah hubungan kami biasa saja tidak berubah komunikasi lancar dan ya. ..begitulah kami seperti punya ikatan rumit yg butuh diurai dengan segera
bener-bener gak sehat kalo berlarut-larut
1minggu sebelum dia menikah dia mengajak bertemu ada hal yang perlu dibicarakan katanya kita janji ketemu di cafe x
suami ijinin karna kita sama pasangan muda yg santai ga posesif juga dianya
sore dicafe x
"sudah lama dek?"
"barusan kak gak lama kok. ., "
"pesen dulu ya. . baru ngobrol. .."
30 menit dalam keheningan akhirnya pesenan datang kita ngobrol sambil makan padahal aku udah pengen mati penasaran karna kakak gak ngomong-ngomong juga niatan ngajak ketemu buat apa?😂
"dek. . minggu depan aku nikah kamu dateng gak?"
"gak. . aku ga bisa"
"kok langsung jawab sih!!! ga dipikirin lagi nih?"
"gak kak. . adek ga bisa"
"kenapa ga bisa? ada acara lain ya?"
"gak kok! hanya ga bisa liat kamu aja"
"kenapa?? aku berharap kamu bisa dateng dan liat aku bahagia, bukannya kamu pernah bilang kalo aku bahagia kamu juga bahagia?"
aku terdiam masih mencerna perkataannya aku ingat betul kata-kata itu karna itu juga yg aku rasakan.
"iya. . aku akan bahagia kalo kakak bahagia tapi maaf adek ga bisa dateng kak. ..adek ga bisa pokoknya. . "
"kenapa?"
"karna aku masih. . . , tapi entahlah. . toh kita sudah punya kehidupan sendiri-sendiri dan. . selamat menempuh hidup baru semoga bahagia dengan pilihanmu"
aku berdiri pamit pergi tapi dia mencegahku dan menggenggam pergelangan tanganku
"jangan pergi, sebentar saja. . setelah kakak nikah tetap kaya gini ya. . kita jangan sampai putus komunikasi, tetep kirim kabar dan jangan sungkat cerita kalo ada masalah"
aku tidak menjawab hanya mengangguk dan berlalu pergi dan itu hari tetakhir kita bertemu dan berbalas pesan juga dia yang hilang bak ditelan bumi dan pergi entah kemana.
selalu seperti ini dan selalu pergi seenaknya itulah dia kakakku terentahlah.
bukan aku tidak mencintai suami hanya saja bayangan dia selalu terlintas dipikiran dan doaku aku tak bisa melupakannya
tak bisa membuangnya dari ingatanku
tak bisa menghapusnya dari hatiku
tak bisa membuang merdu suaranya dari telingaku
aku tak tahu dia menganggapku apa
aku tak tahu bagaimana aku dihatinya
aku tak tahu apa artiku untuknya
kita seperti mempunyai ikatan yg tak bisa dimengerti dan diputuskan
hingga 10 tahun pernikahanku aku masih tidak bisa melupakannya dan masih tidak bisa memcintai suamiku seutuhnya semua itu karna dia.
aku merasa seperti penghianat yg masih menyimpan perasaan untuk pria lain
aku merasa seperti penjahat yg berbuat kejahatan kepada suamiku sendiri
aku seperti wanita gila yang menjalani hidup dengan siapa dan hatiku milik siapa
aku sungguh ibu dan istri yang buruk
haruskah aku menemuinya dan menanyakan apakah dia masih mencintaiku?
haruskah aku menemuinya dan mengutarakan isi hatiku?
aku masih waras dan tidak akan menjadi wanita gila seperti itu. . akalku masih sehat aku masih ada tanggung jawab menjaga hati suami dan anakku dan aku juga bertanggung jawab kepada diriku sendiri
mungkin benar kata orang kalo cinta pertama biasanya ga bisa bersatu
entah teori dari mana tapi banyak yang bilang begitu😂😂
cinta tak harus memiliki
cinta juga tak harus berbalas
melihat dia bahagia meskipun tak denganku adalah harga mati untuk perasaaku
lebih baik aku fokus kepada hati suamiku. . fokus pada caraku mendidik anakku dan berusaha menepis bayangan dia
meskipun sebenarnya aku masih penasaran dengan perasaannya terhadapku.