Tim YWC - 영원한 친구
1. 전 신혜
2. Ma'rifatun Najwa
3. Lismayanti aom
4. Tiffany
5. ᵐᵐˢ🐒ᶠᵇʳDestyn👑px🦅🌀
6. Eka Sari
7. G0137X
8. Sakura Hinnata
9. Hillary
🇰🇷🇮🇩🌌
(전 신혜)
"Ahh!!! Aku stress! Benar-benar stress!"
"Hm? Kau kenapa Lee Kang Woo?" tanyaku.
"Pagi ini saat hendak berangkat ke sekolah, guru les-ku menelepon ibuku, dan mengatakan bahwa selama ini aku tidak pernah hadir saat les diadakan ...."
"Jadi maksudmu ibumu memarahimu lagi?"
"Iya ... ibu marah besar pagi ini .... Aku jadi tidak enak hati ...."
"Itu 'kan kesalahanmu ... kenapa pula kau tidak menghadiri les?"
"Uh ... bantu aku Da Kyung ...."
"Membantu yang seperti apa? Kau harus meminta maaf pada ibumu, Kang Woo."
"Bagaimana jika ibu tidak mau memaafkanku? Uh ... apa aku tidak perlu pulang ke rumah, ya? Aku takut ibu mar--."
"Tidak pulang, justru akan membuat ibumu bertambah marah. Sudahlah, jangan berpikir yang aneh-aneh."
"Uh ... baiklah ...."
***
(Lismayanti aom)
Sepulang sekolah, Lee Kang Woo masih ragu akan keputusannya. Antara pulang, atau tidak.
Dia memang merasa bersalah, tetapi ia juga tidak ingin ibunya memarahinya setiap hari.
Ditengah perjalanan, ada sebuah jalan kecil yang entah menuju ke mana? Tetapi, jalan itu begitu menarik perhatian Kang Woo. Akhirnya dia memasuki jalan kecil tersebut.
Sesampainya di sana, ia pun melihat ada sebuah mesin boneka. Dan saat dilihat kembali ternyata masih berfungsi.
Entah apa yang ada dipikiran Kang Woo, dia mencoba memainkan mesin tersebut dan hendak mengambil sebuah boneka yang berada di dalam.
Sebuah boneka Kelinci pun berhasil ia raih. Namun, 'tak berselang lama lubang tempat di mana boneka keluar tersebut tiba-tiba mengeluarkan asap hitam pekat dan ada sepasamg tangan yang muncul dari dalamnya, yang kemudian menarik kaki Kang Woo.
Dia sempat berteriak sekencang mungkin, tetapi terlambat ... dia berhasil masuk ke dalam mesin boneka, dan akhirnya Kang Woo terperangkap di dalam mesin boneka tersebut.
(G0137X)
Betapa beruntungnya Kang Woo. Ternyata, temannya Da Kyung mendengar teriakannya dan langsung mendatangi tempat kejadian.
Sesampainya di sana, ia mendapati sebuah boneka kelinci yang tergeletak di lantai.
Sekilas, Da Kyung melihat dari dalam mesin boneka terdapat sebuah boneka yang rupanya begitu mirip dengan wujud Kang Woo.
"Jangan-jangan ... Kang Woo terperangkap di dalam mesin boneka ini?! Astaga, apa yang harus aku lakukan?"
"Kim Da Kyung!" sahut seseorang.
"Ah, Yoon Ji Hyun!"
"Sedang apa kau di sini? Kenapa tidak segera pulang?"
"Lee Kang Woo ... dia ... terperangkap dalam mesin boneka ini ...." jawabku.
"Apa?!"
***
(Ma'rifatun Najwa)
Aku dan Ji Hyun pun berusaha sekuat tenaga memenangkan boneka yang wujudnya sangat mirip dengan Kang Woo tersebut.
Saat hampir mengeluarkannya dari dalam sana, tiba-tiba saja mesin tersebut berguncang dan mengakibatkan boneka tersebut terjatuh kembali ke dalam mesin.
Tanpa disadari, ada sepasang tangan yang menarikku masuk ke dalam mesin.
Aku berteriak, dan Ji Hyun mencoba untuk menarikku keluar, tetapi tidak berhasil.
Aku pun ikut masuk ke dalam mesin tersebut.
Dan sekarang, harapanku hanyalah Ji Hyun yang masih tertinggal di luar mesin.
(Hillary)
Dari dalam mesin aku mencoba berteriak sekuat tenaga, untuk memberi instruksi kepada Ji Hyun. Sayangnya dia tidak dapat mendengar suaraku.
Tiba-tiba saja dari langit-langit mesin muncul sebuah capit yang biasa digunakan untuk mencapit boneka yang ada di dalam mesin, dan nampak wajah sebuah boneka kelinci yang tadi kutemukan tergeletak di lantai.
Aku melihat Ji Hyun belum memegang tuas kendali mesin.
Lalu, capit apa ini?
Menyadari apa yang terjadi, aku pun langsung menghindari capit tersebut dan terus berlari sekuat tenaga mencari jalan keluar.
Tepat di hadapanku, ada sebuah patung yang wujudnya mirip dengan Kang Woo.
(Eka Sari)
"Sekarang aku mengerti, boneka kelinci tersebut bukanlah boneka biasa. Dialah yang memegang kendali pada mesin ini. Dan dia juga yang mengubah jiwa Kang Woo menjadi boneka, dan patung yang ada di hadapanku ini adalah tubuh asli Kang Woo." gumamku. "Itu artinya semua boneka yang ada di dalam mesin ini ... bisa jadi mereka semua adalah orang-orang yang terjebak dan jiwanya diubah menjadi boneka."
Aku pun berinisiatif membawa patung Kang Woo dan kembali berlari menghindari capit tersebut.
Kulihat Ji Hyun mulai menggerakkan tuasnya. Otomatis capit tersebut menghilang.
Dengan cepat dia memenangkan boneka Kang Woo.
Kemudian patung Kang Woo yang kubawa ikut tersedot ke langit-langit mesin. Aku pun sesegera mungkin menggapai kaki patung Kang Woo.
***
(Sakura Hinnata)
Kami pun berhasil selamat dari mesin boneka tersebut.
"Ji Hyun. Terima kasih banyak, karena telah menyelamatkan kami ...." ucapku lirih sembari memeluk temanku itu.
"Iya ... itu bukan masalah ...."
"Huhu ... aku sangat takut .... Ji Hyun, Da Kyung, terima kasih banyak, ya!" kata Kang Woo.
Gradag, gradag!
Mendadak mesin boneka tersebut bergetar dengan sendirinya.
Kemudian kaca mesin pun pecah dan keluarlah raksasa boneka kelinci tadi.
Matanya merah padam, dan nampaknya dia sangat marah.
(Tiffany)
Brak! Brak!
Raksasa boneka kelinci tersebut hendak memukul kami, dan kami pun berhasil menghindari dari serangannya.
Saat hendak kembali menyerang kami, tiba-tiba muncul seorang gadis di hadapan kami yang menghadang hantaman dari raksasa boneka kelinci. Dia pun berteriak,
"Cukup! Hentikan ini, Ayah!"
Seketika raksasa boneka kelinci tersebut berhenti.
Raksasa boneka kelinci berangsur menghilang, kembali ke wujud aslinya yaitu boneka kelinci kecil dan munculah sesosok pria dengan tubuh tembus pandang.
Dengan berderai air mata, pria tersebut memeluk putrinya,
"Putriku, tolong maafkan ayah ... karena tidak mampu mewujudkan keinginanmu ...."
"Tidak, Ayah ... kau tidak bersalah, untuk apa meminta maaf? Semuanya telah berlalu, dan lihat ...," Mengambil boneka kelinci yang tergeletak di lantai. "Aku sudah mendapatkan apa yang kuinginkan. Jadi, tolong jangan pernah menyalahkan diri Ayah sendiri ... ya?" ucapnya.
(ᵐᵐˢ🐒ᶠᵇʳDestyn👑px🦅🌀)
"Ah, baiklah .... Hm, anak-anak muda!" panggil pria tersebut.
"Ya?" jawab kami.
"Terima kasih, telah menggantikanku menyerahkan boneka kelinci ini kepada Putriku." Berangsur menghilang. "Dan sepertinya, sekarang sudah waktunya bagiku 'tuk pergi. Putriku, sampai jumpa ...."
"A, ayah ...? Jangan pergi ...."
"Ayah tidak akan pergi ke mana pun. Ayah akan selalu berada dalam hati, dan juga kenanganmu. Jadilah anak yang membanggakan ... Putriku. Sampai jumpa~!"
Kami berempat melambaikan tangan pada pria tersebut.
***
(전 신혜)
15 tahun yang lalu...
"Ayah, lihat! Bukankah boneka kelinci yang ada di mesin boneka tersebut sangat cantik?"
"Wah, kau benar! Boneka tersebut sangat cantik! Apakah kau menginginkanya, Putriku?"
"Tidak sekarang."
"?"
"Aku memang sangat menginginkannya, tapi bukan sekarang. Ayah ingat, 3 hari lagi adalah hari ulang tahunku, dan aku ingin Ayah menghadiahkan boneka tersebut di hari ulang tahunku!"
"Oh, iya! Ayah hampir saja lupa .... Baik, bersabarlah, Ayah janji pasti akan mendapatkan boneka kelinci itu untukmu."
"Yang benar? Janji, ya?"
"Iya ...."
3 hari kemudian...
"Astaga ... aku harus cepat pulang .... Ini 'kan hari ulang tahun putriku, dan aku harus segera mendapatkan boneka yang ia minta."
Sesampainya di sana...
"Ah, mesin bonekanya ada di seberang. Aku hanya perlu menyeberang untuk mendapatkannya."
Saat menyeberang, tiba-tiba sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi, kemudian menabrak pria tersebut.
"Argghhh!!! Tidak ... tidak ...!!! Bonekanya ... putriku ...!!!"
Seketika pria tersebut meninggal di tempat.
Tidak sempat menepati janjinya kepada putrinya, jiwanya yang tidak tenang pun memilih tinggal di dalam boneka kelinci tersebut.
Setiap hari, saat akan pergi menuju sekolah, putrinya selalu melewati jalur yang sama, agar dapat melihat boneka kelinci tersebut.
Pria tersebut tinggal di dalam boneka kelinci itu, agar 'tak seorang pun yang mampu mendapatkan boneka kelinci tersebut.
Meski tidak dapat menepati janjinya kepada putrinya, setidaknya dia mampu menjaga boneka tersebut, hingga suatu saat nanti boneka tersebut bisa jatuh kepelukan putrinya.
***TAMAT***