Pada saat liburan akhir pekan, Tia,Shinta, Siti,Raka, dan Tama berlibur di sebuah vila milik salah satu keluarga Tama, yang terletak di daerah pegunungan.
saat tiba di vila, mereka melihat noda darah dilantai.
"Tam..darah apa ini kok banyak banget?" tanya shinta kepada Tama sambil melihat darah tersebut.
"ah..i itu mungkin darah hewan, kan kakek suka berburu hewan."ucap Tama gagap...
"eh..tapi kok gak dipel sih, kan jorok liatnya?" tanya Raka.
"mungkin kakek lupa mau ngepel" jawab Tama.
"eh eh Lo gak liat ya? darahnya kok kayak darah manusia sih, bener enggak??" ucap Tia.
"mana ada, itu darah hewan kok, mungkin mirip aja" jawab Tama.
"hmm..iya juga sih, tapi ini mirip banget loh" kata siti..
"udah jangan dibahas lagi, ayok kita masuk dulu kalian pasti capek kan" ucap Tama mengalihkan pembicaraan..
Meraka berlima masuk ke vila dan memilih kamar masing-masing.
malam pertama, Raka dan Tama tidur sekamar..sedangkan Siti,Shinta dan Tia tidur bersama.
tengah malam "aduh..kebelet pipis nih" ucap Tama
"ketoilet dulu ah" kata Tama.
Tama bangun dan pergi ke toilet..
sedangkan Siti dan Shinta sudah tertidur lelap, tetapi Tia masih belum tidur ia sedang membaca buku.
Sssseett Sssseeeet
"eh suara, apaan tuh?" ucap Tia sambil menutup buku yang dibacanya.
"kok kayak suara pisau diasah?" kata Tia dengan asal menebak.
Tia yang sedang fokus membaca buku tiba-tiba mendengar suara aneh..
"Sit..Shin..cepet bangun"ucap Tia yang membangunkan Siti dan Shinta.
Tia membangunkan mereka karena takut..
perlahan-lahan siti dan Shinta bangun.
"hmm..apaan sih" kata siti protes, karena membangunkan tidurnya..
"ini masih tengah malem Tia"ucap Shinta
Ssseeettt
suara itu terdengar lagi
"bangun dulu dong, kalian dengerin deh ada suara aneh-aneh tuh" kata Tia..
"suara apaan sih Tia..gue gak denger apa-apa" jawab Shinta dengan kesal.
"sstt kalian diem dulu deh coba dengerin baik-baik."ucap Tia..
Sssseeeet suara itu terdengar semakin jelas...
"tuh denger enggak?" kata Tia..
"suara apaan sih, gue gak denger apa-apa dari tadi" ucap Siti
tak lama kemudian suara itu menghilang
"ah yaudahlah paling suara tukang kebun vila aja" ucap Shinta sambil menenangkan
mereka kembali merebahkan badannya di kasur..
tiba-tiba.."SIAPA KAMU..??" terdengar suara teriakan Tama dari arah dapur.
mereka terbangun kembali..
"itu bukannya suara Tama ya!" kata siti
"APA YANG KAU LAKUKAN??" suara Tama terdengar takut dan gugup..
"TIDAAAKKK!!!!" teriakan terakhir Tama yang membuat mereka bertiga ngeri.
beberapa saat kemudian suara itu tidak terdengar lagi...
"kenapa tuh Tama?" tanya Shinta
"gak tau tuh..yuk kita liat" ucap Siti
mereka bertiga berjalan menuju dapur, mereka melihat sekeliling dapur namun tidak menemukan apa-apa kecuali noda darah yang ada dilantai...
"darah.. darah apaan tuh" ucap Tia panik
"se..sebaiknya kita balik aja yuk perasaan gue gak enak nih" ucap Siti dengan perasaan takut..
siang harinya diruang tamu.
Raka mencari-cari Tama yang dari tadi pagi tidak ada..
" Tama..Tama..." teriak Raka
suara teriakan Raka terdengar ketelinga Tia yang sedang membaca buku di sofa ruang tamu.
"ada apaan sih ka?" tanya Tia
"gue lagi nyari Tama, udah dari tadi gak keliatan dia" ucap Raka putus asa
"mungkin dia lagi lari pagi keliling vila" ucap Tia.
"lari pagi apaan, ini tuh udah siang Tia kalaupun lari pagi dia juga udah pulang balik ke vila kan!" jawab Raka
tak lama kemudian Tama muncul dengan keringat bercucuran dan ada noda tinta merah seperti darah di bajunya..
"eh Tama dari mana aja lo?" tanya Tia
"a..aku dari hutan" ucap Tama gugup
"hutan..?ngapain ke hutan" ucap Raka heran
"a..aku be...berburu a..aku duluan ya soalnya mau mandi" jawab Tama sambil meninggal kan Tia dan Raka yang terheran heran.
"aneh banget sih Tama, ngapain coba kehutan..gak yakin deh gue kalo dia berburu!" ucap Tia.
"udahlah yang penting udah balik dia" ucap Raka.
malam kedua, tengah malam.
Raka keluar kamar menuju dapur. ia haus, dan ingin segera minum..
saat ia minum tiba-tiba...(swiing)..seperti ada seseorang yang lewat dari belakangnya, sesegera mungkin ia menengok kebelakang dan mendapati siapapun..
"ah..mungkin perasaan gue aja" ucap Raka ngeri
ia kembali menghadap ke depan dan..(jlleeb)..gelas yang dipegangnya terjatuh saat sesuatu menusuk perutnya.
darah segar dengan warna yang merah memikat pun mengalir deras dari perutnya dan membanjiri lantai dapur. (bruukk) Raka kehilangan keseimbangan dan terjatuh terbaring.
orang itu tersenyum miring dengan sinis.
Siti keluar kamar menuju kamar kecil lalu kedapur. dan "Aaaaaaa..." teriak Siti
Siti terkejut melihat sahabatnya yang terbaring tak bernyawa tergeletak tak bernyawa dan berlumuran darah!!
"apa yang terjadi raka, kenapa bisa begini?" ucap Siti sambil menggoyangkan tubuh raka berharap Raka masih hidup namun itu semua sia-sia.
siang harinya, keempat sahabat itu semakin panik akan kejadian yang menimpa Raka yang sampai meninggal.
"aku ingin pulang" ucap Siti
"jangan pulang Siti, tetaplah disini" ucap Tama yang menahan Siti untuk pulang
"tapi tam, aku rasa vila ini gak aman!" kata siti membantah
"aku juga mau pulang, aku takut disini terus" ucap Shinta
"aku juga, aku gak tahan disini" kata Tia
"tapi liburan kita masih belum berakhir" kata Tama membantah ucapan para gadis
"aku tau tam, tapi vila ini udah gak aman lagi" bantah Siti.
"iya, pokoknya besok aku akan pulang" kata Tia tetap dengan pendiriannya
"aku juga" ucap Shinta semangat
"huh ba..baiklah besok aku akan mengantarkan kalian" ucap Tama putus asa
pada malam ketiga, ketiga gadis itu menyiapkan kopernya dan membereskan barang-barang nya. berharap mereka akan pulang lebih cepat..
Tiba-tiba..." yaaa...mati lampu" ucap Tia sedih.
"aku pergi cari lilin dulu ya" ucap Shinta beranjak pergi
Shinta meraba-raba lemari dan menemukan senter, Shinta segera menyalakan senter dan melanjutkan mencari lilin, tiba-tiba ( klliik) belum sempat menemukan lilin lampu kembali menyala.
"Aaaaaaa...!!!" teriak Tia histeris
Shinta mendengar suara teriakan Tia pun segera kembali ke kamar dan melihat Siti yang berbaring di atas kasur dengan pisau yang tertancap diperutnya dan juga bekas cekikan di lehernya...
"apa... lagi.." ucap Tia tak percaya
"siapa yang melakukannya?" tanya Tia
"aku tidak tau, sisi begitu gelap dan aku tidak bisa melihatnya" jawab Shinta
"kita pasti sedang di teror" ucap Tia
"ini terlalu mengerikan, kita harus cepat-cepat pulang. semakin lama kita disini, kita juga akan terbunuh" Tia tak kalah pasti
"dimana Tama? disaat kejadian seperti ini dia selalu saja menghilang!" tanya Tia
Shinta terus saja menangis di samping mayat Siti yang berlumuran darah itu...
siang hari, Shinta dan Tia menyeret koper keluar dari vila. mereka ingin segera keluar dari vila aneh itu. Tama tiba-tiba datang dan menahan mereka didepan pintu..
"kalian jangan dulu pergi" tahan Tama
"kenapa? rumah ini berbahaya, aku gak mau lama-lama disini" rengek Tia
"aku mohon, kalian tinggal sebentar lagi saja disini, satu malam tidak apa-apa" tahan Tama
"kenapa kamu begitu memaksa kami Tama?" selidik Shinta
"sebenarnya besok adalah hari ulang tahunku.aku ingin merayakannya disini.apa kalian tak ingin ikut merayakannya..?" ucap Tama memohon..
"baiklah, kita akan menginap disini. tapi hanya satu malam. besok pagi kita akan segera pulang!" ucap Tia. Tama tersenyum
malam keempat, ria sedang duduk di sofa sambil membaca buku.
Tap....tap..tap..tap...suara seseorang sedang berjalan ke arahnya. dan Tia membalikkan badan dan mendapati Tama yang berjalan mendekatinya.
"Tama apa yang kamu lakukan?" tanya Tia
Tama tidak menjawab, ia mengeluarkan pisau belati dari punggungnya...
"Tama, ada apa?" Tia yang mulai merasa gugup
"aku benci jadi yang terbelakang, Ti.." suara Tama yang begitu kejam
"aku benci karena kalian selalu merendahkan ku, kalian tidak pernah mengerti perasaan seorang teman.aku selalu bersikap baik pada kalian tapi apa, kalian selalu saja mengejekku!" ucap Tama
"jadi, kamu juga yang membunuh mereka semua Tama?" ucap Tia dengan perasaan takut.
"iya aku yang melakukan ini, itu semua karena balas dendam" kata Tama mengiyakan
Tama mengacungkan pisau yang sedang ia pegang.
"ta..tam aku minta maaf aku yang akan mewakili mereka semua. aku mewakili mereka untuk meminta maaf sama kamu, ku mohon kamu hentikan niatmu untuk balas dendam ini..itu semua gak ada artinya Tamaaa.." Tia memohon kepada Tama agar tidak membunuhnya...
"semua sudah terlambat Ti.." ucap Tama sambil mengambil ancang-ancang untuk menusuk kan pisau itu pada perut Tia.
"Aaaaaaaa....Shinta....Toloooonggg!!!!!!" dan (jlleeb) pisau menusuk perut Tia
Tia terduduk lemah, suara mendekat ke arah mereka..
"Tamaa!!! apa yang kau lakukan??!!!" tanya Shinta setelah melihat Tama yang menusuk kan pisau ke Tia
tanpa lama kemudian Tama juga menusukkan pisau itu ke shinta.
Shinta berkata "apa kamu yang merencanakan semua ini Tama??"
"iya aku memang merencanakannya" ucap Tama
"kamu memang benar-benar jahat Tama" kata Shinta
"sudah, aku akan meninggalkan kalian semua" kata Tama
tanpa berfikir panjang Shinta yang melihat pisau yang dibawa Tama terjatuh dan langsung saja Shinta mengambil dan melemparkan pisau itu ke Tama..
dan " Aaagghh..."
Tama pun akhirnya juga terbunuh, dan mereka semua terbunuh...
.
.
.
.
kini vila di pegunungan itu pun menjadi vila yang terkenal akan pembantaian sahabat!!!
itulah kisah tentang TRAGEDI 5 SAHABAT
maaf jika terjadi kesalahan dalam penulisan kata atau tanda baca..