" Merapi meletus.... ngungsi ngungsi....!!! "
Teriak seorang warga sambil lari dan pukul kentongan titir, tanda bahaya.
Warga pun Panik berhamburan keluar rumah.
Ada seorang yg berlari tak tentu arah, mungkin terlalu panik.
" Pak.... Ibu.... pak... bu bapak..."
Begitu teriaknya, tapi bukan berlari menghindari awan panas atau lahar panas. Gadis itu hanya berputar putar disatu titik. Sementara langit sekitar dimalam itu sudah berwarna kemerahan. Akibat bias sinar pohon dan benda benda terbakar lahar panas.
Seorang SAR yg didaerah itu disebut Tagana, berlari menyelamatkan wanita itu.
" Ayo ikut rombongan wedus gembel sudah dekat."
Wedus Gembel adalah sebutan untuk awan panas Gunung Merpi.
........
dibarak pengungsian
Adalah Seno, seorang anggota Tagana yg suah 10th masuk tim. Sudah dua kali melaksanakan misi penyelamatan Erupsi Merapi.
Tapi kali ini bukan Sekedar Erupsi, tapi sudah Eksplosif atau Letusan....!
Jangankan Tim Tagana, Polisi dan Tentara pun banyak yg panik. Semua menyelamatkan diri sendiri.Tapi tidak dengan Seno dan tim. Mereka bertaruh nyawa membantu warga.
Bahkan beberapa hari sebelumnya, org tertangguh disitu Mbah Marijan pun jd korban.
Seno, diantara rasa takut dan kemanusian dengan motornya terus betgerak. Mrmbimbing warga, memandu jalan dan membantu yg terluka.
Sungguh kejadian yg sangat ngeri dan mencekam.
November 2010 adalah saat yg tidak akan terlupakan. Ratusan mungkin Ribuan korban meninggal atau hilang bak ditelan bumi.
Proses identifikasi warga cukup menyita waktu. Saat panik warga lari entah kemana, yg ptg lari selamat.
" Mbak namanya siyapa " Seno bertanya pada pengungsi yg sempat sok.
" Dewi " jawabnya dengan tatapan mata yg masih kosong.
" Rumahnya ? " Seno menggali infoemasi identitas wanita trsebut.
" Rumahnya hancur semua tertimbun " jawab wanita itu.
" Maksutnya rumahnya mana " Seno mengulang pertanyanya.
" geblok songo " jawab wanita itu...
" Udah Sen biar tenang dulu, masih Sok tuh "
Ujar Tikno tim tagana lainya.
" Kasihan dia tadi larinya cuma muter muter, terus aku bopong bawa lari. " kata Seno.
" Kasihan apa kasih doang Sen ? "
Goda tim tagana yg lain..
" Songong lo, ini urusan kemanusiaan bego...! Ujar Seno marah. Sebenarnya Seno bukan pemarah, tapi kondisi tegang td membuat dia agak sensi.
" Kalem Sen, kita cuma nge joke biar gak spaneng, anggota kita juga banyak yg jd korban !!! "
" Ok bro... Sori gue lg panik dan ketakutan tadi, sori ya bro gue yg sensi " Kata seno menyesali ucapanya tadi.
" Udah gak papa, sedikit miss biasa lah ! " ucap Tikno.
Begitulah suasana di sebuah barak pengungsian pada waktu itu.
" Makan makan.... " Teriak bagian dapur umum
"Yuk kita isi perut dulu, baru kerasa laper nih. semalam pontang panting " Kata Tikno
" Berapa org yg bantu di dapur umum wat " tanya Tikno pada Wati bagian dapur umum.
"Nggak keitung, buat masakin ribuan org gini kok " sahut Wati.
" Hari ini, kita mulai evakuasi tapi tetap waspada " Tikno membuka pembicaraan.
" Mulai dari mana penyisiran kita nanti " tanya seno
" Nunggu komando Pusat, karena tim relawan lain banyak. Nanti di bagi beberapa titik " Jawab Tikno
" Wanita yg semalam aku tolong, bilang keluarganya tertimbun abu dan pasir dirumahnya. "
Sela Seno....
" Rumahnya mana ? " Tanya personil lainya.
" Ya itu yg belum pasti, habis sarapan kita tanya lagi, mudah mudahan sudah gak sok.
" Namanya siapa " Tanya sugeng yg dari tadi cuma diem saja.
" Ngapain tanya nama, awas Seno marah nanti.
" Udah ntar cek cok lagi Sergah tikno pemimpin regu.
" Gak bro, kalo semalam gue emang lagi sensi, Dewi geng namanya " Ucap Seno kemudian.
" Sukurlah...." komentar Sugeng pendek
" Kok sukur....? " tanya yg lain kompak.
" Ya sukur aja, temen kita udah berani PDKT sama cewek " biasanya ngomong sama cewek aja jd gagap " seloroh Sugeng disambut tawa yg lain.
" Kampret lo geng, kirain serius " Gerutu Seno.
Mereka tim relawan menyempatkan diri bercanda ria diwaktu santai. Karena saat bertugas mereka berjuang melawan maut. Menyelamatkan orang lain dengan resiko atau taruhan nyawa sendiri.
" Mas seno..? " ucap seorang ibu pengungsi
" Ya ada apa bu ? " Ucap Seno gugup.
" Mbak yg semalam itu gak ada dikamar dari Subuh, kemana ya ? "
" Lo bawa pulangkah Sen ? " Seloroh sugeng
" Sembarangan..." lagi lagi seno menggerutu.
" Gak kok mas, menjelang subuh itu masih duduk duduk gak tidur semaleman, tapi pas subuh gak ada sampai sekarang " terang ibu itu pada regu Tikno.
" Kok bisa bu ? " ucap seno panik
" Udah kamu cek sana dibarak perempuan. minta didamingi ibu itu " Perintah Tikno
Seno dan ibu itu lantas berjalan meninggalkan Tikno cs.
" Kayaknya temen kita sudah mulai jatuh cintrong" gurau sugeng.
"biarin saja, umurnya juga sudah hampir 30."
" Tapi ceweknya juga semalam hanya mau ngomong sama seno loh, cantik dan wangi lagi"
ucap seorang anggota.
" Ngaco kamu... saat itu mana ada yg wangi. Semua panik lari, gak sempat pakai wewangian kali " Sergah Tikno.
" Eh tapi beneran bos, semalam aku sempet deketin dia baunya wangi kok " Ucap sugeng serius.
" Lo gak usah sok serius gitu geng, gue jd merinding nih...! " ujar dedi yg plg penakut.
" Apa merinding ? jam segini juga ketakutan " ucap tikno.
"Suer aku juga jd merinding, semalam ikut bantuin Seno dan emang bau wangi, wangi kembang kenanga ! " Kata Aan yg gak banyak bicara.
"Serius lo An " tanya sugeng yg ikutan takut...
Bruaaak....
Wati menggebrak meja yg membuat semua kaget....
" Cowok kerjaanya ngrumpi, bukanya bawa piring dan gelas kotor ke belakang. gantian tahu piringnya terbatas " ucap wati sewot
Sementara yg dibentak masih pada sok saking kagetnya...
" Dasar buntelan tomat, hampir aja copot jantungku , kampret...! " Gerutu sugeng dongkol.
" Udah udah Wati ya emang gitu orangnya "
Kita Nunggu Seno saja " ujar Tikno.
Semua terdiam sibuk dengan pikiran sendiri sendiri.
" Beneran gak ada, sudah dicari ke seluruh tempat di barak cewek..." kata Seno terengah engah...
" Yang jaga pagi tadi siapa ? " tanya tikno
" Semua keituduran, ya semalam sampai menjelang subuh semua ! " Ucap dedi
" Ya sudah kita tunggu sampai sore nanti. Persiapkan alat dan bekal evakuasi sekarang kita berkemas ? "
Akhirnya timberangkat meng evakuasi warga.
Sampai sore hari mereka baru pulang.
Dedi yg jaga posko menyambut mereka.
" Gimana hasilnya " Tanya Dedi...
" Regu kita menemukan 1 org selamat dan 5 oran meninggal. " Jawab Tikno sambil terengah kecapaian.
Dan semua kecapaian, karena menempuh medan yg sangat sulit. Harus bawa tongkat kayu/ bambu buat cek pasir.
Karena sebelumnya sudah ada korban, dikira pasir sudah dingin ternyata bawahnya masih bara api.
" Korban meninggal yg lain belum ketemu ? " tanya dedi polos...!
Karena jengkel dengan pertanyaan dedi, Sugeng menjawab asal.
" Korban menimnggal yg lain melarikan diri sebagian ngumpet !!! "
Membuat yg lain jadi terpingkal...
" Udah sono bikinin kopi kek, nanya mulu kek wartawan aja lo " Seloroh Sugeng..
Dedi pun ngeloyor pergi...
" Ini besuk akan kakin sulit, karena korban meninggal aroma tak sedapnya keluar, campur dengan aroma bangkai binatang ternak yg jumlahnya Ratusan " Ucap Seno....
malam kedua...
" Bos bos Tikno..... " Panggil Sugeng pada Tikno
" Bas bos bas boss... kaya juragan aja dipanggil boss ! " keluh Tikno.
"Penting Boss.... Si Dewi ada lagi ngobrol sama Seno tuh ! " ucap Sugeng
" Terus kenapa kamu cemburu ? Tak bilangin istrimu ntar ! " Ancam Tikno.
" Bukan gitu boss.. yg kita obrolkan tadi siang itu !" sahut Sugeng.
" Maksutnya...? " tanya Tikno bingung.
" Wangi..wangi.." Sugeng jadi mendadak gagap
" Duduk dulu minum dulu biar jelas ngomongnya " Seru Tikno pada Sugeng.
Krmudian anggota tim Tikno yg lain pada datang.
" Bos itu cewek misterius muncul lagi " salah seorang melapor.
"Wanginya seperti yg kemarin, bajunya juga gak ganti tapi tetep wangi "
"Wangi kembang kenanga...! "
Dalam hati, sebenarnya Tikno juga merasa janggal dengar itu.
" Udah Sugeng juga sudah laporan, biar di tangani Seno saja " KataTikno menenangkan.
" Ada baiknya kamu dampingi boss " Seru sugeng
" Iya boss aku merinding lagi " kata dedi...
" Ah itu sih emang kamu penakut, aku gak enak aja kalo ternyata seno dan gadis itu sedang jatuh cinta " jawab Tikno.
" Tapi kok siang tadi gak muncul, cuma malam munculnya ? "
"Siapa tahu siangnya nengok kamungnya gak lapor, atau sembunyi dirumah Seno, hehehe..."
" Kayaknya gak mungkin gitu, masalahnya...." belum selesai Sugeng ngomong lgsg dipotong Tikno.
" Alaah kamu cemburu aja atau iri, Seno dapet cewek cantik, iya kan ? ! "
"Gak bosss...." jawab Sugeng.
" Ya sudah diem saja, aku mau pulang dulu istriku dirumah sendiri "
..........
Keakrab an Seno dan dewi
" Jadi kemarin kamu Sok ya, kok bisa gitu "
" Iya mas, Kakek nenekku didalam rumah tertimbun , tolong besuk di cariin mas. Biar jasadnya bisa ditemukan dan dikubur secara layak ! "
" Iya nanti tak bilang ketua regu dulu "
" O iya mas, boleh minta no hp mu ? besuk aku kabari posisi rumahku yg tertimbun itu !"
" Boleh, no kamu saya simpen sekaliyan sini "
" Aku gak punya hp sekarang, mungkin besuk baru mau beli. Hpku ikut terkubur bersama kekek dan nenekku dirumah. Mas Seno tulis saja no mas besuk Dewi hubungi kalo sudah ada hp." ucap Dewi pada Seno.
Kedua insan itu tampak akrab, dan mungkin ada benih benih rasa yg tumbuh di hati mereka.
...........
Evakuasi Jasad keluarga Kakek Nenek Dewi
" Ayo sen kita berangkat Evakuasi ! " ajak Tikno pada Seno.
" Sebentar bro, aku nunggu sms dari Dewii, maiu kasih ciri ciri dan letak rumahnya " jawab Seno.
" Sambil jln menuju lokasi desanya, biar gak kelamaan." Usul Tikno.
" Ok, berarti kita ke Daerah Geblok dan kesongo ya ? " tanya Seno.
" Ok, memang Rumah Kakek dan nenek Dewi Geblok apa Kesongo " tanya Tikno
" Itu dia,, dia gak tahu persis. Karena disini pas liburan saja. Aslinya kan Jakarta " jawab Seno.
" Alamak sudah sejauh itu kenalanya..." Sela Sugeng. Seno hanya senyum senyum bahagia.
"Kok aku merinding ya tiap ngomongin Dewi " bisik Aan pada Sugeng.
" Sebenarnya aku juga, tapi gak enak sama Seno" bisik Sugeng juga.
" Ya udah kita ikuti saja " Seru Aan.
" Nah ini bro Sms dari Dewi, Dusun geblok dekat kesongo, rumah masih terlihat atap genting. Di depan rumah ada pohon kenanga " Teriak Seno..
" Yup' s berangkat hubungi pihak berwajib, biar tidak kesalahan " Tikno berujar.
Akhirnya sampailah dilokasi yg ditunjukkan Dewi.
Proses Evakuasi dilakukan tim Ahli,, mulai menggali pasir. Cukup lama proses tersebut, karena tmbunan pasir hamir seatap.
" Sudah kelihatan mayatnya " Teriak salah seorang tim Evakuasi.
Yang lain membantu untuk mengangkat mayat tersebut.
" Ada berapa anggota keluarga yg tertimbun ? " tanya seoang tim.
Seno menjawab " Ada dua kakek dan nenek Dewi "
"Ok, berarti kurang satu " Teriaknya.
" Ini ketemu satu lagi di kamar depan " Personil lainya berteriak.
" Disini juga ada satu lagi " Teriak lainya.
Akhirnya Proses Evakuasi selesai sesuai SMS dari Dewi lokasinya.
Mayat segera di bawa kerumah sakit untuk di Autopsi.
........
Kesedihan Seno
" Ngapain lo sen bengong saja ? " tanya Tikno
" Iya bro, Dewi habis Ucapin makasih lewat SMS semalam, sampai sekarang no gak aktif lagi." kata Seno.
" Paling juga di non aktifkan, kan hari ini proses pemakamanya. Hasil Autopsi sudah keluar. " kata Tikno.
Terdengar suara sirine mobil Polisi Datang. Kemudian Masuk dua orang Polisi bersama seorang gadis.
" Selamat Siang " sapa Polisi itu.
" Siang Pak " sahut tim tikno kompak. Kecuali Seno
" Dewi....? kok no kamu dr semalam gak aktif !? " tanya Seno pada gadis itu.
Gadis itu dan Dua polisi hanya diam saling tatap. Tim Tikno Pun hanya bengong.
Tiba tiba gadis yg dipanggil Dewi itu berkata :
" Maaf mas saya bukan Dewi, saya Devi saudara kembarnya mbak dewi. Mbak Dewi sudah meninggal tertimbun bersama kakek dan Nenek kami. Apakah Mas Yg bernama Mas Seno ? "
kata gadis itu sambil terisak....
Dan tiba tiba brruuuuk Seno jatuh pingsan...
bersambung....