Dilangit Awan bergemuruh kencang,Disertai hawa dingin yang sejuk,Mambuat kulit ku meremang.Namaku Alya,Aku Berjalan menelusuri kota dengan berjalan kaki,Aku senang bila memandang kota yang terlihat bersih itu.
Membuat ku tenang,Namun ketenangan itu terhenti seketika,Ketika aku mendengar suara berat milik seseorang,Setiap perkataannya membuatku menahan nafas,Aku seperti dihimpit diantara ribuan orang.
Ku tatap orang yang memanggilku,Ia berjalan dengan perlahan menuju diriku,Hatiku berdebar tak karuan,Namun ku tutupi dengan mata yang tajam.Semua orang menatapnya Bagaikan malaikat tetapi aku menatapnya layaknya seorang iblis.
"Pulang..."Ucapan singkat darinya membuatku mematung,Aku ingin sekali menolak,Namun keberanian ku selalu menghilang saat menatap matanya.Bagaimana caranya untuk lepas darinya,Aku sungguh lelah.
Ku berjalan dibelakangnya dengan langkah yang kecil,Aku tak berani menolak perintahnya.Mengapa Hidup ku harus sesengsara ini,Ibu dan ayah ku sudah lama tiada dan sekarang,Apakah aku harus menurut dengan pria es ini ?? Pria yang selalu mengatur hidupku dengan sebuah ancaman.
"Jangan Dekati pria lain,atau aku akan membunuhnya."Dia mengatakan hal itu dengan santai namun penuh penekanan dan aura yang mencekam.Aku mengingat pria yang kini mengajak ku berpacaran,dan aku menerimanya,Ia bernama Aji,Haruskah aku memutuskan aji ?? jika ia apa alasan ku untuk memutuskan hubungan ku dengannya.
"Tidak bisa.."Jawabku dengan tegas,Entah ini keberanian dari mana,Namun aku sudah benar² muak dengan perintahnya.
"Itu pilihanmu.."ia berkata singkat dan langsung pergi meninggalkan ku,Aku bernafas lega,Aku merasa semua oksigen ditempat itu sudah kembali.Tapi...Apakah ia bersungguh² dengan ucapannya??.
Sudahlah...Aku memilih untuk pulang dan membersihkan tubuhku,Hingga malam pun tiba,Aku terbangun pada sofa rumahku,aku mengingat bahwa aku tertidur saat sedang menonton tv.Aku cukup terkejut saat melihat pria itu datang Dengan pandangan yang sulit diartikan.
Aku lebih memilih diam,Dan menonton tv,Saat sedang menukar Chanel tv,Aku tak sengaja menonton berita pada televisi itu,Isi berita itu membuatku tercengang sekaligus sedih.
Aku segera berlari keluar rumah tanpa menggunakan alas kaki,Ku lihat pria itu tersenyum menyeringai padaku,Sungguh aku sangat takut melihatnya menyeringai.Namun aku terus berlari menuju rumah pacarku,Yaitu aji,Disana banyak orang sedang berkumpul,Dengan membaca Yasin,Aku terdiam,Kurasakan mataku mulai memanas tak lama beberapa butir air mataku jatuh.Tubuhku meluruh ketanah,Sungguh rasanya sangat menyesal,Seharusnya aku mendengarkan ancaman pria itu,mengapa dia bisa sejahat ini.
Aku pun memasuki rumah aji,Dan Disana semua anggota keluarganya menatapku dengan tajam,Seakan ingin membunuhku.Mungkin mereka mengira akulah penyebab kematian aji,Kakak perempuan dari aji menunjukan sebuah pisau padaku,Tubuhku bergetar hebat dengan perlahan kaki ku berlari menjauh dari sana.
Mengapa mereka membawa senjata,Padahal aku sama sekali tak ada saat aji meninggal,Sungguh aku bingung dan sedih.Aku tak sengaja menabrak dada bidang seseorang yang membuat ku terhuyung,Mataku membulat takut,Aku segera memundurkan tubuhku dari sang empu.
"Iblis..."Gumam ku gemetar,Sungguh kaki ku sudah tidak kuat menahan berat tubuhku,Mataku memburam dan.....
Ku lihat langit kamarku yang berwarna pink,Ku lihat sekitar tak ada siapa pun,Lalu mengapa aku ada disini,Bukankah aku ada jalan tadi malam...sungguh kepala ku pusing memikirkannya.
"Makan..."Aku menatap sepiring salad dihadapan ku,Aku pun mendongak,Mata tajam bak elang itu menatapku dengan intens,Namun Anehnya aku tidak merasa takut,Mata itu semakin redup,Ditambah terangnya lampu kamarku.
Sebenarnya pria itu siapa??.mengapa dia selalu mengikutiku,Namanya pun aku tak tahu,Itulah sebabnya aku memanggilnya iblis berhati es.Ia menatapku dengan mata redup,Tidak seperti biasanya, tatapannya menunjukan bahwa ia tengah tersiksa.
"Bahagialah."Ucapnya dan langsung pergi,Bahagia??, apa maksudnya,Mengapa dia sangat susah ditebak,Dan mengapa aku harus peduli,Ayolah alya...dia adalah pembunuh pacarmu.Bagaimana kau bisa peduli padanya.
Seperti biasa,keesokan harinya aku kembali berkeliling sekitar kota,Sungguh ini sangatlah nyaman,Aku merasa sangatlah rilex,Tanpa ada gangguan.Tapi kemana perginya pria itu,Mengapa aku belum melihatnya hari ini,Haish...lagi² aku memikirkannya.
"alya...ikut aku ."Aku menoleh,Betapa terkejutnya aku melihat kakak perempuan aji berada di belakangku,Ia menarik ku kearah Taman dengan kasar,Sungguh aku sangat takut tapi mengapa tarikan ini susah sekali ku lepaskan.Disana aku melihat seluruh keluarga aji ,Jujur aku sangatlah bingung,Ada apa ini ??...Mengapa aku terlibat ??
Seluruh keluarga aji menyeringai padaku,Kini wajah kupucat menahan takut,Ini sangat mengerikan,Aku tidak mengerti mengapa mereka berkumpul disini,Dan mengapa mereka membawa benda tajam.
Ayah dari aji memegang tanganku,Dan berusaha menyayat nya dengan sebuah pisau,Aku pun berontak,Dan dengan semua usaha ku,Aku berhasil melepaskan tanganku dari genggamannya.Sungguh aku baru tahu bahwa keluarga aji adalah seorang psikopat.
Ini mengerikan,Tolong siapa pun tolong aku,Lidahku keluh tak bisa berkata apa pun karna takut,Jantungku berdetak dengan cepat.
Mengapa disaat ini aku mengingat pria berhati es itu,Mengapa...!!!
"Kau tidak akan bisa kabur,Aji sudah gagal membawamu pada kami."Ucap kakak perempuan aji,Membuatku mematung seketika, Aji?? ia terlibat dan bahkan ingin menyerahkan ku pada keluarga psikopat ini??.
Aku pun pasrah,Mungkin aku akan mati.
Aku terkejut menatap tubuh kakak perempuan aji jatuh tanpa kepala,Aku berteriak histeris,Aku menoleh kearah sebelah,Ku lihat iblis berhati es itu datang Dengan samurai panjang miliknya,Diwajahnya hanya ada senyuman manis yang menawan,Ia terus memainkan samurainya dengan gesit hingga berhasil membunuh semua anggota keluarga psikopat itu.
Apa yang baru saja ku lihat,Apakah ini hanya mimpi atau apa,Mengapa begitu nyata.
"Bahagia..."Ucapan itu terdengar dingin,Namun beberapa detik kemudian,Ia tersenyum kearah ku dengan mata yang meredup,Senyumnya pun terlihat tulus.
"Bahagia lah ."Ucap pria itu,Ia mendekat kearah ku dan merapikan rambutku dengan lembut,Ia pun berbisik ditelinga ku dengan suara beratnya.
"Nathan..."Ucapnya dan langsung pergi dari sana meninggalkan ku seorang diri.
Setelah hari itu,Aku sudah tidak pernah bertemu dengannya,Kemana dia?? mengapa aku merasa kehilangan,Seperti kehilangan seseorang yang berarti.