"Ayo kakak main denganku.. Seorang gadis kecil melambaikan tangannya ke arahku, di tangannya memegang sebuah topeng wajah srigala, sedang memanggilku
Aku menoleh ke sekeliling siapa tau saja bukan aku yang di panggil anak itu.
"Aku...?" Sambil menunjuk ke diriku seakan memberi syarat untuk memastikan anak itu memanggilku.
"Iya...!" Anak itu mengerti akan isyaratku sambil menganggukan kepalanya tanda mengiyakan.
Akupun mendekati anak itu, sambil menunduk sambil mengusap rambutnya.
"Kenapa kamu sendiri? Di mana orang tuamu? Tanyaku pada anak itu.
"Ayah dan ibuku sedang pergi, aku di tinggal sendiri. Dengan wajah sedih anak kecil itu tertunduk.
"Kalau begitu main sama kakak aja yuk. ajakku, sambil memegang tangannya.
Gadis kecil itupun mengikuti langkahku masuk ke dalam sebuah rumah, aku dan keluargaku sedang melihat-lihat rumah yang rencana akan kami beli dan akan kami tinggali.
"Kamu dari mana aja Sin...? Tanya ibuku.
"Tadi ada anak kecil yang memanggilku bu, jadi aku menghampirinya sebentar. Jawab Sinta.
"Terus mana anak kecil itu..? Tanya ibuku
"I... Suara Sinta terhenti saat menoleh ke arah anak kecil itu untuk menunjukkan pada ibunya.
"Mana Sin.." Ibu Sinta mencari anak itu.
"Ta-tadi anak itu ada di sampingku dan aku menuntun tangannya agar ikut bersamaku bu. Sinta terkejut saat melihat kearah tangannya anak kecil itu sudah tidak ada dalam genggamannya
"Terus kemana perginya anak itu..? Sedari tadi tidak ada anak kecil di genggaman kamu Sin. Jawab ibu Sinta sambil memperhatikan disekelilingnya.
"Sinta juga tidak tau bu, tapi yang jelasnya tadi Sinta membawa anak kecil berbaju merah dan di tangan anak itu memegang topeng srigala bu", anak itu sangat sedih makanya Sinta ajak ikut bersama Sinta. Sinta menjelaskan pada ibunya yang masi merasa bingung.
"Ya sudah lah mungkin anak itu kabur saat kamu lagi berbicara dengan ibu. Ibu Sinta mencoba percaya pada omongan Sinta lalu meninggalkan Sinta yang masi berdiri di taman.
"Kemana gadis kecil itu dan siapa dia..? Bagaimana bisa dia lepas dari genggamanku..? Mata Sinta masi terus mencari-cari sosok gadis kecil berbaju merah itu dengan rasa penasaran.
"Sintaa..." ayo kita pulang, teriak ibu Sinta.
"Iya bu...'' sambil menoleh kekiri dan kekanan Sinta pun berlari kecil menghampiri ayah dan ibunya.
Mereka pun meninggalkan rumah itu dan menuju rumah yang lain untuk mereka liat. Tapi berbeda dengan Sinta di benaknya masi saja menyimpan pertanyaan dan rasa penasaran soal gadis kecil berbaju merah yang ia temui di taman rumah tadi.
Siapa gadis kecil itu...?
END