" Anak perawan Aneh "
Ucap ibu Dina ke putri tunggalnya Riska Putri.
" Aneh apanya sih bu ? "
Jawab Riska kalem, sambil tetap memotong daun dan ranting kering tanaman koleksinya.
" Aduh Nak Kamu itu hampir kepala tiga ?!? "
" Terus kenapa bu, kalo kepala tiga "
" Lihat teman teman kamu sudah pada punya Anak semua ! "
" Besuk juga Riska bakalan punya kok ! "
Riska menjawab tanpa menghentikan aktifitasnya.
" Punya anak dari mana, nikah saja belum ? "
" Ibu tu ngomongin itu terus, gak ada tema lain "
Kalo sudah begitu Ibu dina lantas diam. Kalo dilanjutkan Riska akan ngambek seharian.
Riska adalah Putri tunggal ibu Dina Mariska, ayah Riska Sudah meninggal dunia. Riska sebenarnya cantik, banyak yg suka tapi entah kenapa memilih menjomblo. Sejak terpisah dengan cinta pertamanya.
..........
Flash back masa SMA Riska
" Jadi kamu beneran mau pindah ke jogja Ris "
" Bukan Aku, tapi Bapak ibuku yg Pindah "
" Terus kamu ? "
Ardi pacar Riska mengejar dengan pertanyaan.
" Ya otomatis ikut lah, masak ya tetep disini sama siapa "
Ardi terdiam membisu, wajahnya tampak sedih.
" Ris Lo apain tuh cowok, kok sedih amat. lo tolak cintanya ya, hehehe... ? "
Ardi maupun Riska hanya diam, membuat Leni teman sebangku Riska jadi bingung.
" Kok kalian diem aje, gue cuma bercanda kali. Kan kita temen satu genk "
"Apaan satu genk, emang kita gangster "
"Iya nih Leni, asal aja kalo bicara "
" Waduh Pangeran kita marah, ya maaf maksut gue kita kan selalu satu kelompok dalam ngerjain tugas. Yg lain pada sibuk ngurus perpisahan besuk...
Belum selesai bicara Leni, Riska memotong...
" Udah sono kamu yg bantuin, kita berdua lg ada urusan Pribadi ! "
"Urusan Pribadi ? Kok gue gak dilibatkan sih ? "
" Ya kalo ada lo namanya bukan urusan pribadi lagi Leeenn... "
" Gak usah panjang juga kali sebutin Leni nya...
btw lo gak lagi nembak Riska kan Ardi ??? "
Yang menyahut justru Riska....
" Gimana Ar... kayaynya makhluk ini harus dikasih tahu deh. dari pada.....
Ardi langsung menyahut...
" Iya sih, tapi apa gak melanggar komitmnt kita "
" Komitmen apa nih, kita siapa ? kita bertiga atau kalian maksutnya ? "
" Kamu yg bilang deh Ris, yg sesama cewek !"
pinta Ardi ke Riska...
" Ok deh... Tapi Leni janji dulu pegang ini sebagai rahasia, mau gak ???
"Iya Gue janji dr pada cuma kepo doang...!!! "
" Gini Lo Len... Aku sama Ardi itu sebenarnya berstatus pacar. meskipun gak pernah pacaran kayak kalian..."
" Busyeeet Sejak kapan, terus kenapa Ardi malah sedih gitu ? "
" Makanya dengerin dulu, kita sepakat berststus pacar tapi punya komitment. Tidak perlu diekspose dan tidak perlu ada acara Apel apa lagi jln berdua.
jadi kalo jln harus rame rame."
" kok bisa sih kaliyan begitu ? Terus pacaran kalian model gimana ? "
" Gue sama Riska itu saling cinta saling menjaga, bukan sekedar hura hura "
" Tapi gue pernah lihat lo jln sama cewek, ketemu di mall cewek itu gandeng tangan lo mesra bgt. Nah kan waktu itu gue sama lo ris ?"
" Jelasin tu Ris... " Sergah Ardi.....
Riska tersenyum dulu....
" Iya aku juga inget..."
" Nah benerkan... Bahkan waktu aku tanya ke lo Ris, siapanya Ardi tu Ris. Lo jawabya juga kalem aja paling pacarnya lah ya mesra gitu ! inget gak ?!
" Makanya dengerin dulu...
Sepulang dari mall itu Aku lgsg kerumah Ardi. mau marahin dia, mau minta batalkan komitmen.
begitu masuk rumah yg bukain cewek itu. dia lgsg teriak kakak Ardi dicari temenya mungkin pacar kakak ardi nih, sambil menruhku masuk...
" Jadi itu adik lo Ardi ?! "
"Lo pikir siapa ? "
" Terus gimana cerita selanjutnya Ris "
" dih kepo amat... "
Sahut Ardi dan Riska Kompak...
" Diih pada jahat sukanya bikin gue penasaran "
" ya intinya gue ama Riska tetap komitmen sebagai pacar tanpa ada acara berduaan dan tanpa ada acra apel apelan.
jadi waktu Riska kesana ngobrolnya sama adiku, aku cuma nemenin mereka berdua aja.
" Aneh kalian ini...?! "
" Gak juga kok biasa aja "
sahut Riska
" Nah kenapa gue sedih Pacarku riska mau pindah ke jogja satu kelurga. Otomatis kita jadi terpisah jauh...
" Owh begono....
kan msih bisa komunikasi ? "
" Iya sih tapi kan tetap beda ketemu lgsg gini...
" yg gue heran lo pade bisaan pacaran begitu.
udah gitu satu sekolah gak ada yg tahu, gue aja temen deket kalian juga baru tahu.
" Yaudah moga kalian lnggeng deh..
" Aamiim..." Jawab Ardi dan Riska kompak...
.................
.................
................
Seperti membuka memori lama, Riska memandangi foto masa SMAnya dulu.
Dimana kamu sayang...
Apakah kamu masih pegang komitmant ?
Ibuku benar aku sudah hampir kepala tiga umurnya.
Udah gitu bapakku juga sudah tiada.
Apakah harus aku yg mencarimu ?
Ataukah harus menungumu, sampai kapan...
" Ris Sarapan dulu nak sebelum berangkat kerja "
" iya bu..." Sahut Riska
Riska lgsg keluar kamar, memenuhi pangilan ibunya. Sebenarnya dia adalah anak patuh penurut. Ibunya sangat menyayangi dia. Tapi kalo sudah bicara jodoh ibunya yg selalu mengalah.
" Makan dulu nak, jaga kondisi, akhir akhir ini ibu lihat kamu sering melamun. ada apa ?
Bu Dian membuka pembicaraan dengan hati hati. Tidak mau menyinggug perasaan anaknya.
" Bu Riska mohon maaf, Riska boleh tanya sesuatu ? "
" Tanya apa nak, aku ibumu tidak perlu sungkan "
" Tapi maaf sebelumnya jika menyinggung hati ibu.
Bapak meninggal kan sudah lama, kenapa ibu gak nikah lg ?
" Ibu hanya mikirin kamu nak, tidak mau membagi dengan yg laim. "
" Cuma itu saja bu ? "
" Bapakmu di mata ibu tidak bisa tergantikan oleh siapapun nak. Dia suami yg sempurna bagi ibu. Tidak bisa digantikan dengan yg kurang ataupun lebih nak "
"Iya bu Riska tahu ibu dan bapak juga orang tua Yg Sempurna bagi Riska. Juga tak mungkin tergantikan "
"Maksutmu gimana nak "
"Riska jujur sama ibu, Riska dulu pernah punya pacar. Dan Riska juga punya hati yg seperti ibu. Tidak mudah melupakan org yg di cintai.Karena Riska mewarisi kesetiaan ibu. Bukn Riska tidak mau segera menikah dn punya anak.
Serta mmpersembahkn cucu yg lucu pada ibuku tercints.Tapi Riska masih menunggu dia bu !
" Sekarang dia dimana nak ? Kenalkan pada ibu, biar ibu minta dia segera meminang dan menikahmu "
" Ibu Sudah kenal dia "
"Dia siapa nak "
Dia Ardi teman selah Riska Waktu SMA dulu itu "
" Yg sering belajar kelompok dengan teman temanmu itu ? "
"Iya bu "
" Sejak kapan kaliyan pacaran ? "
" Sejak SMA kelas 2 Bu "
" Kok gak pernah datang sendiri kerumah ? "
" Iya bu, kita sudah komitmen. berstatus pacar tapi tidak ada acara apel apa lagi jln berdua. Tapi kita sudah 3 th kehilangan kontak."
Wajah ibu Dian yg tadi berseri kini nampak bersedih lagi. Riska Anak semata wayangnya yg cantik. Sudah berusia 26 th hampir 27th beberapa bulan lagi.
Sudah waktunya menikah tapi pacarpun belum ada atau ada tapi keberadaanya tidak pasti.
Ibu Dian tak terasa menitikan air mata...
" Terus apa rencana kamu nak ? "
" Masih menunggu, jika sampai masuk Usia 27th tidak ada kabar. maka Riska tak akan malu datang kerumahnya di Jakarta. Sekedar minta kepastian, jika memang tidak bisa ditemui. Atau bahkan dia sudah beristri, maka Riska akan pasrahkan jodoh rska pada ibu untuk memilihkan.
karena Riska lbh percaya pada pilihan ibu jika pilihan Riska yg ini salah "
Bu Dian maupun Riska sama sama menangis.
" Udah bu, Riska brangkt kerja dulu, assalaamu 'alaikum....
Riska cium tangan ibunya dan air matanya masih menetes di tangan ibunya.
wa'alaikummussalaam....
jwab ibunya Riska sambil terisak
dikantor Riska...
" Bengong aja neng "
sapa indri teman kantor riska
" Iya lagi bad mood hari ini..."
" Kamu habis nangis..? Kok matamu sembab gitu
" Nggak cuma kurang tidur mungkin "
Jawab Riska bohong....
" Mending kamu ijin dulu istirahat deh, tar aku bilangin boss
" Eeh gak usah in " Tapi indri sudah lari
beberapa saat balik lagi..
" Panggil bos tuh !"
" Aah kamu...
kata Riska sambil melangkah menuju ruang boss
tok tok tok
" Selamat siang pak..."
" Siang... Duduk Ris...
Kata indri kamu kurang enak badan. Kamu hr ini pulang istirahat, besuk bersama indri temani aku bahas proyek dengan klien besar. Aku percaya kaliyan
" Baik pak... "
" Yaudah kamu pulang dulusekarang istirahat, nanti malam siapkan berkas yg kemarin harus jadi
" Siap pak, Riska pamit dulu selamat siang
" Ya.. Siang "
Riska pun melankah keluar kantor pulang kerumahnya.
...............
dirumah Riska..
"Kok udah pulang Nak ? "
" Iya bu dierintah siapin materi buat presentasi besuk "
"Istirahat dulu saja nanti baru dikerjakan. kayaknya kamu capai...
bersambung