♠️ Bullying •Choi Yeonjun• ♠️
Kamu Adalah Salah Satu Mahasiswi Di Seoul University, Namamu Adalah Y/n Lee.
Kamu Bisa Masuk Ke Universitas Itu Karena Kamu Termasuk Dalam 10 Besar Murid Tercerdas Se Antero Korea Selatan. Tapi, Meskipun Kamu Memiliki Prestasi Yang Demikian, Kamu Memiliki Kisah Sedih Dibaliknya.
Kamu Adalah Anak Piatu, Kamu Sudah Ditinggal Ibumu Sejak Kamu Baru Lahir. Dan Kamu Hanya Hidup Berdua Dengan Ayahmu.
Dulu Ayahmu Adalah Seorang CEO Disebuah Perusahaan Besar. Namun, Karena Perusahaan Itu Mengalami Kebangkrutan Yang Luar Biasa, Maka Ayahmu Harus Kehilangan Pekerjaannya Dan Menjadi Pengangguran. Semenjak Insiden Itu Pula, Ayahmu Menjadi Seorang Pemabuk Dan Penjudi. Kamu Dipaksa Bekerja Keras Untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup Sehari-Hari. Tidak Hanya Itu, Kamu Bahkan Harus Membelikan Ayahmu Alkohol Setiap Kamu Pulang Bekerja.
Belum Lagi, Universitas Ditempatmu Menuntut Ilmu, Kamu Mengalami Bullying. Kamu Merasa Seperti Ingin Mati Saja Karena Tidak Kuat Dengan Cobaan Yang Berat Ini. Tapi, Kamu Mengurungkan Niat Untuk Bunuh Diri Karena Kamu Teringat Ibumu. Kamu Berpikir, Untuk Apa Ibumu Sampai Rela Mengorbankan Nyawanya Demi Dirimu Kalau Ujung-ujungnya Nanti Kamu Bunuh Diri?. Kamu Juga Teringat Akan Ayahmu. Siapa Yang Akan Menjaganya Kalau Kamu Pergi Nanti. Itulah Yang Selalu Menghambatmu Untuk Melakukan Percobaan Bunuh Diri.
04.45 A.M
Kamu Terbangun Karena Suara Alarm Ponselmu Yang Melengking Memenuhi Ruangan. Kamu Segera Bangun Dan Merapikan Tempat Tidurmu, Lalu Bergegas Mandi. Kamu Selalu Bangun Sebelum Pukul 6 Pagi, Kenapa? Karena Jika Ayahmu Bangun Dan Tidak Menemukan Seonggok Makanan Pun Dimeja Makan, Maka Dipastikan Kalau Kamu Akan Mendapatkan Kekerasan Dari Ayahmu.
Kamu Juga Bingung, Kenapa Setelah Perusahaan Ayahmu Bangkrut, Kenapa Semua Kasih Sayangnya Luntur Dan Tergantikan Dengan Kemarahan. Kamu Selalu Memikirkan Itu Setiap Malam, Menangis Meratapi Nasibmu Yang Bisa Dibilang Buruk?.
-
-
-
-
-
Kamu Sudah Sampai Ditempat Kamu Menuntut Ilmu.
Baru Saja Kamu Turun Dari Motor, Kamu Langsung Disambut Oleh Kedua Sahabat Terbaikmu, Siapa Lagi Kalau Bukan Haechan Dan Winter, Kedua Sahabat Bobrokmu.
Sebenarnya Hanya Ada 1 Genk Yang Membully Dirimu, Yang Lainnya? Mereka Lebih Memilih Untuk Berteman Denganmu. Karena Mereka Merasa Kalau Kamu Itu Orangnya Asik Dan Nggak Sombong.
"Dorr!!!" Haechan Dan Lia Datang Mengagetkanmu
"ANJIMM!!!" Pekikmu Kaget, Untung Saja Kamu Tidak Punya Riwayat Penyakit Jantung :D
"Pagi" Sapa Mereka Dengan Senyum Manis, Ralat! Watadoz Mereka.
Kamu Membalasnya Dengan Senyum Tak Kalah Manis.
"Pagi" Jawabmu
Mereka Yang Seolah Tau Dengan Senyuman Mautmu Itu Pun Terlihat Bergidik Dan Saling Menatap.
"O Iya, Apa Pekerjaan Ekonomi Mu Sudah Selesai?" Tanya Winter
"Tentu Saja, Aku Ini Kan Anak Rajin Dan Pandai" Ucapmu Menyombongkan Diri
"Percaya Mbk, Iya Percaya" Ucap Haechan Dengan Nada Yang Sedikit Meninggi 😂
"Bercanda Zheyenkk :v" Ucapmu
"Aku Bingung, Soal² Yang Diberikan Pak Jungkook Itu Susah Semua Anjerr, Kan Otakku Tidak Bisa Berputar" Ucap Winter Memelas
"Halahhh.... Bilang Aja Kalo Kalian Emang Gak Mau Mikirr" Kamu Menoyor Jidat Winter
"Y/n,, Plisss Ya? Ya Ya Ya? Sekali Ajaaaaa" Mohon Haechan 😂
"Iya, Iya. Nihh" Ucapmu Sambil Menyodorkan Buku Tulis
"Aaaaaaa.... Thank You Y/n...." Ucap Winter Kegirangan
"Masuk Kelas Yukk?" Ajakmu
"Kuyy" Ucap Haechan Dan Winter Bersamaan
Ditengah-tengah Gurauan Dan Candaan Kalian Saat Berjalan Menuju Kelas, Tiba-tiba Kalian Dicegat Oleh Yeonjun Dan Antek-anteknya.
Siapa Itu Yeonjun? Yeonjun Itu Adalah Ketua Genk Pembully Yang Membully Dirimu Hampir Setiap Hari.
"Heyy!!" Teriak Seseorang Menghentikan Langkah Kalian.
Kamu Mengenal Suara Itu, Malah Sangat Sangat Mengenal Suara Itu, Suara Itu Tak Lain Adalah Milik Yeonjun. Si Ketua Pembully.
Kamu Menghentikan Langkahmu Malas Dan Menengok Kebelakang. Dan Benar Saja Itu Adalah Yeonjun Dan Antek-anteknya.
Kamu Memutar Bola Mata Kamu Malas. Tidak Bisakah Mereka Tidak Mengganggumu Sehari Saja? Maka Jawaban Yang Kau Dapat Adalah, Tidak.
"Apa?" Ucapmu Malas
"Kau! Ikut Kami!" Ucap Yeonjun Sambil Menunjuk Dirimu
"Mau Apa Lagi Kalian?! Apa Kalian Tidak Jera Setelah Video Kalian Yang Membully Y/n Ku Berikan Kepada Dekan?!! Ha?!" Ucap Haechan Kelewat Emosi Karena Tidak Mau Melihat Sahabatnya Selalu Teraniaya.
"Jadi, Kau Yang Melaporkan Kami Ke Dekan, Ya?!"
Itu Suara Soobin, Kaki Tangan Kepercayaan Yeonjun.
"Kalau Iya Kenapa?! Kau Mau Memukulku?! Silahkan!! Aku Tidak Takut!!" Ucap Haechan Menantang
"Haishh... Bocah Ini!!" Geram Soobin
"Cukup!!" Ucapmu Menghentikan Mereka
"Aku Akan Ikut Kalian. Tapi, Jangan Pernah Kalian Sentuh Sahabatku!" Ucapmu Nyalang
"Ternyata Kau Mulai Jadi Jagoan Sekarang?" Ucap Yeonjun
"Guys!! Bawa Gadis Ini Ke Rooftop!!" Perintah Yeonjun Pada Antek-anteknya
Kamu Pun Dibawa Ke Rooftop, Entah Apa Yang Akan Mereka Lakukan Kali Ini.
"Mau Apa Kalian Membawaku Kemari?!" Ucapmu Tanpa Basa Basi, Karena Kamu Sudah Muak
"Guys, Pergilah Dulu. Aku Akan Mengurus Gadis Ini Sendirian."
Setelah Yeonjun Mengucapkan Itu, Semua Antek-antek Yeonjun Pun Segera Keluar Dari Rooftop.
"Apa Yang Kau Inginkan?!" Tanyamu
"Kalau Aku, Menginginkan Tubuhmu? Bagaimana?"
Setelah Berucap Demikian, Yeonjun Berjalan Mendekat Kearahmu.
"A..Apa Maksudmu?!!" Ucapmu Takut
Yeonjun Terkekeh
"Jangan Kau Kira Aku Tidak Tahu Pekerjaanmu Setiap Malam, Nona Y/n Lee"
"Apa Yang Kau Tau Ha?! Apa?!"
"Ckk... Dasar Tidak Tau Malu! Setelah Kau Menjalang Setiap Malam Dibar, Kau Masih Berani Menginjakkan Kakimu Disekolah Ini?! Inikah Yang Dinamakan Murid Teladan?! Ha?!"
"Kau Ini Kenapa Sihh?! Ha?! Kenapa Kau Selalu Membullyku Tanpa Alasan Ha?!! Apa Salahku?!" Kamu Mulai Menangis Terisak, Karena Perkataan Yeonjun Yang Sangat Menyakitkan Dihatimu.
"Salahmu Banyak Sayang. Yang Pertama! Kenapa Kau Harus Lahir Didunia Ini?!. Yang Kedua! Kenapa Kau Harus Bersekolah Disini?!. Yang Ketiga! Kau Mempermalukan Sekolah Ini! Dengan Pekerjaanmu Sebagai Jalang Setiap Malam Dibar! Kau Bahkan Melayani Orang-orang Penuh Nafsu Itu!! Kau Ini Sebenarnya Punya Harga Diri Tidak Sihh?! Ha?!. Katakan Padaku, Berapa Tarifmu Permalam?! Cepat Katakan!"
Plakk!!
Kamu Menampar Yeonjun Sangat Keras Hingga Tanganmu Ikut Panas. Kamu Sudah Terlanjur Sakit Hati Dengan Perkataan Yeonjun Yang Tidak Manusiawi.
"Kau Mau Tau Kenapa Ha?! Kau Mau Tau Kenapa Aku Lahir Didunia Ini?! Kau Mau Tau Bagaimana Aku Masih Mempertahankan Hidupku Sampai Saat Ini?! Ha?! Aku, Lahir Didunia Ini Karena Ibuku!! Aku, Masih Bertahan Didunia Ini Karena, Jika Aku Mati!! Maka Sia-sia Saja Nyawa Ibuku, Kau Mau Tau Kenapa?! Ibuku Mati Saat Melahirkanku!! Dan, Alasan Kedua Aku Masih Bertahan!! Karena, Jika Aku Mati!! Siapa Yang Akan Menjaga Ayahku?! Siapa Yang Akan Mengurus Ayahku, Ha?! Siapa?!. Dan Kau Mau Tau Kenapa Aku Bersekolah Disini?! Ini Karena Aku Pintar, Aku Bersekolah Disini Karena Kerja Kerasku Untuk Mendapatkan Beasiswa!! Agar Suatu Hari Nanti Aku Bisa Membanggakan Orang Tuaku Kelakk!! Dan, Kau Mau Tau Kenapa Aku Dibar Setiap Malam?! Ha?! Jawab Aku!!"
Yeonjun Yang Semula Diam, Karena Mendengar Jawabanmu Yang Sangat Menyedihkan Pun Sekarang Hanya Bisa Mengangguk Sebagai Jawaban Atas Pertanyaanmu Tadi. Jujur, Rasa Bersalah Sekarang Menyelimuti Diri Seorang Choi Yeonjun.
"Aku Dibar Setiap Malam!! Karena Aku Harus Membelikan Ayahku Alkohol Setiap Malam!! Apa Kau Tau? Kalau Sehari Saja Aku Tidak Membelikannya Alkohol, Apa Yang Terjadi Padaku?! Aku Dipukul!! Aku Ditampar!! Bahkan Dianiaya!!!. Dan Kau? Kau Dengan Mudahnya Mengataiku Seorang Jalang Tuan Muda Choi?! Wahh... Hebat...Hebat"
Ucapmu Sambil Tertawa Hambar Dan Bertepuk Tangan.
"Tapi, Kurasa Hidupku Memang Tidak Pernah Berguna. Kurasa Memang Benar Katamu... Seharusnya Aku Tidak Hadir Didunia Ini!! Seharusnya Aku Yang Mati!! Bukan Ibuku!!.... Terimakasih Sudah Menyadarkanku Tuan Muda Choi... Mungkin, Ini Adalah Hari Terakhir Kau Menyiksaku"
Setelah Berkata Demikian, Kamu Pun Berlari Menuruni Rooftop Sambil Menangis. Panggilan Maaf Yang Yeonjun Lontarkan Padamu, Seakan Kamu Menulikannya. Kamu Terus Berlari Menuju Parkiran Dengan Yeonjun Yang Terus Mengejar Dan Memohon Maaf Terus Padamu.
Kamu Mulai Menyalakan Mesin Motor Dan Melajukan Motormu Dengan Kecepatan Diatas Rata-Rata.
Yeonjun Pun Tak Tinggal Diam. Ia Langsung Meminjam Motor Sport Milik Soobin Dan Mengejarmu.
Karena Kamu Yang Melaju Begitu Cepat, Yeonjun Jadi Kehilangan Jejakmu.
Motor Yang Yeonjun Kendarai Otomatis Berhenti Karena Tiba-Tiba Macet.
Sedikit Yeonjun Lirik Kedepan, Terlihat Ada Polisi Dan Kerumunan Orang Yang Mengerumuni Sesuatu.
Yeonjun Yang Penasaran Pun Berusaha Kedepan Dan Menyalip Mobil-mobil Didepan Dengan Perlahan Hingga Ia Berhasil Kedepan.
Yeonjun Bertanya Kepada Salah Satu Polisi.
"Ini Ada Apa Pak?"
"Ada Kecelakaan Tunggal Dan Korbannya Seorang Wanita."
Yeonjun Yang Penasaran Pun Menyibak Kerumunan Yang Mengerumuni Korban Kecelakaan Itu.
Alangkah Terkejutnya Yeonjun Saat Melihat Korban Kecelakaan Tunggal Itu Adalah, Y/n. Orang Yang Yeonjun Cari Untuk Meminta Maaf.
Yeonjun Pun Histeris Karena Melihatmu Yang Tak Berdaya Dengan Darah Yang Mengalir Dimana-mana.
"Y/N!!"
"Y/N?!!"
"Heyy!!! Bangun!!! Katanya Kau Tidak Mau Meninggalkan Ayahmu!!! Y/N Bangun Hiks... Y/n... Aku Minta Maaf Hiks... Aku Menyesal... Aku Mohon Hiks.. Jangan Tinggalkan Aku Hiks.... Y/N!!!! Aku Tau Aku Salah... Aku Melakukan Ini Karena Aku Mencintaimu Hiks... Aku Mohon Jangan Hiks.. Tinggalkan Aku!!! Hiks... Y/N!!! Bangun!!! Hiks..Hikss"
Ditengah-tengah Histeris Yeonjun, Ambulance Datang Dan Kamu Segera Dibawa Kerumah Sakit Terdekat.
Saat Didalam Ambulance, Yeonjun Terus Menerus Meminta Maaf Padamu, Ia Terus Menyuruhmu Bertahan. Dan Ia Terus Menyuruhmu Untuk Kuat.
Yeonjun Juga Menghubungi Sahabatmu Dan Juga Teman-teman Yeonjun.
Temanmu Terkejut, Bahkan Winter Pun Histeris. Winter Takut Kehilangan Dirimu. Sedangkan Haechan? Dia Seperti Orang Kesetanan, Haechan Mengamuk Dan Mengabsen Nama Binatang. Serta Tak Lupa Menyumpah Serapahi Yeonjun.
Saat Kamu Sedang Ditangani Dokter, Teman-teman Yeonjun Dan Temanmu Datang.
"Ya!! Yeonjun-Ssi!!! Bagaimana Ini Bisa Terjadi Ha?!" Ucap Haechan Emosi
"Ini Semua Salahku.. Hiks.."
"Semua Ini Memang Salahmu Bedebah!!!" Kali Ini Winter Yang Membentak
"Hyung? Bagaimana Ini Bisa Terjadi?" Tanya Soobin
"Aku Juga Tidak Menyangka Kalau Seperti Ini Soobin-Ah.. Hiks"
Lalu Dokter Keluar Dari Ruanganmu Dengan Wajah Yang Murung Dan Sedih.
"Keluarga Pasien Y/n Lee?"
"Saya, Saya Sahabatnya Dok" Ucap Winter
"Huftt... Maaf, Kalau Saja Pasien Tidak Terlambat Dibawa Kerumah Sakit, Kemungkinan Darah Yang Keluar Dari Tubuh Pasien Tidak Sebanyak Ini, Dan Masih Bisa Ditangani"
"Dokter Ngomong Jangan Berbelit-belit Dong!!" Ucap Haechan Emosi
"Kami Sudah Berusaha Yang Terbaik Untuk Nona Y/n Lee. Tapi, Tuhan Berkehendak Lain. Nona Y/n Lee, Sudah Diambil Oleh Tuhan. Dia, Sudah Meninggal. Sekali Lagi Maaf, Kami Sudah Berusaha Yang Terbaik, Namun Tuhan Lebih Menyayanginya. Saya Permisi."
Winter Yang Histeris Pun Langsung Pingsan. Dia Tidak Menyangka Kalau Sahabatnya Akan Pergi Secepat Ini. Sedangkan Haechan? Dia Tidak Bisa Menerima Kenyataan, Dia Langsung Memukul Tembok Dengan Keras. Lalu Dia Menggendong Winter Untuk Diperiksa.
Yeonjun? Dia Sudah Sangat Frustasi, Dia Merasa Sangat Bersalah. Dia Merasa Seperti Menjadi Seorang Pembunuh Sekarang. Dia Sangat Terpukul.
Keesokan Harinya, Kamu Dimakamkan. Ayahmu Yang Mengetahui Kematianmu Pun Langsung Bunuh Diri. Dia Merasa Seperti Tidak Bisa Menjaga Putri Satu-Satunya. Ia Merasa Gagal Menjadi Ayah. Maka, Ayahmu Memutuskan Untuk Mengakhiri Hidupnya Sendiri.
Setelah Pemakamanmu Selesai, Dan Semua Orang Sudah Pulang Melayat. Yeonjun Masih Ada Disini. Dia Mengelus Batu Nisanmu Dengan Air Mata Yang Terus Mengalir.
"Hei..." Panggil Yeonjun Lirih
"Aku Minta Maaf... Aku Sudah Kelewatan Padamu..."
"Aku... Aku Sebenarnya Mencintaimu... Tapi, Aku Bingung Bagaimana Caranya Mengatakan Padamu... Akhirnya... Entah Darimana Aku Dapat Ide Gila Untuk Membully Mu.... Aku Menyesal Y/n..."
"Aku Harap... Kamu Tenang Disana...."
"Aku Pamit..."
Lalu Yeonjun Beranjak Untuk Pergi Dari TPU.
Tanpa Yeonjun Sadari, Ternyata Rohmu Ada Disampingnya Dan Mendengarkan Semua Yang Yeonjun Katakan. Kamu Hanya Bisa Tersenyum Menatap Punggung Yeonjun Yang Mulai Menghilang. Lalu Kamu Juga Ikut Menghilang.