Haahh.. Aku terperangah kaget, benar Aku terlempar ke jaman kerajaan. Kereta kuda, kuda tunggangan, pakaian, suasana yang asing. Aku meraba pakaian Ku, semua seperti novel time travel yang Ku baca. Hanya satu yang berbeda....
******************************
PSBB, zona merah lagi. Semua menjadi terbatas dan kuliah kembali online. Liburan pun batal semua aktivitas kembali di rumah lagi.
Hari ini jadwal kuliah kosong, Aku baru menyelesaikan dua novel tentang kerajaan ketika perut Ku lapar. Andai bertransmigrasi jadi permaisuri atau putri kerajaan pasti pelayan yang akan membawa banyak makanan.
"Ma, gak ad makanan ya?". Aku membuka tudung saji dengan kecewa. Mama yang sedang membuat tugas online untuk murid SD-nya melirik sekilas.
"Beli saja di warung padang seberang jalan jangan lupa pakai masker, hand sanitizer sampai rumah cuci tangan,kaki,muka".
Aku menyeret kaki dengan ogah kalau bukan karena lapar rasanya mau rebahan lagi. Warung padang seberang jalan bersebelahan dengan ruko berwarna biru muda saat menyebrang jalan Aku tertarik dengan tulisan berjalan dari lampu kelip-kelip di ruko biru muda. 'Agen travel kemana saja'.
Entah daya tarik apa menyebabkan Aku masuk kedalam agen travel melupakan rasa lapar. Apa karena Aku sudah lama tidak liburan.
Aroma wangi menenangkan menyambut Ku ketika masuk ruangan. Seorang wanita cantik, putih, berambut panjang lurus hitam duduk dibelakang meja. Sebelah tangannya menopang dagu, sebelah kiri membelai kucing yang tampak malas di atas meja.
"Silakan masuk mbak, ada yang bisa Saya bantu"
"Eng, cuma mau lihat tempat liburan yang bisa dikunjungi selama PSBB, mbak". Aku nyengir karena sebenarnya cuma iseng untuk masuk ke dalam.
"Tidak banyak yang bisa ditawarkan saat PSBB tapi jika mau kami bisa memilih semua tempat kemana saja yang dipilih customer terpilih kami tanpa batasan".
"Apakah Saya terpilih?". Wanita itu menaikkan alis hitamnya, bibir merahnya tersenyum penuh arti.
"Iya, kamu terpilih karena customer pertama kami. Bukankah kamu penggemar cerita kerajaan? bahkan Saya bisa mengirimkan ke jaman kerajaan kuno yang kamu mau".
"Haaah, benaran mbak?". Aku ketawa ngakak tapi wanita di hadapan ku tetap tersenyum tapi darimana dia tahu tema novel favorit Ku.
"Iya, Paket Bisnis, VIP , ekonomi pun ada. Bisnis dan VIP tidak ada promo. Start mulai lima juta. Untuk kelas ekonomi ada diskon sebagai customer terpilih jadi tinggal pilih mana?".
"Ke jaman kerajaan apa bisa kalau kelas ekonomi?". Aku meraba 100 ribu pemberian ibu untuk membeli nasi padang.
"Baik paket ekonomi. Deal ya, kucing Ku akan memandu mu. Ini tiketnya". Wanita itu memberikan benda berbentuk seperti KTP dan anehnya sudah ada data Ku. Darimana dia tahu.
"Mana uangnya". Aku memberikan Satu-satunya uang 100 ribu tapi eh jangan-jangan penipuan.
"Tidak cukup minimal satu juta untuk kelas ekonomi"
"Aku cuma punya segitu. Diskon 90 persen ajalah kan katanya customer terpilih. Lagian mana Aku tahu ini bukan penipuan kan rugi 100 ribu". Wanita cantik itu mendengus kesal.
"Kamu tidak akan rugi coba berjalan ke pintu keluar dan ajaklah si hitam kucing Ku sebagai pemandu".
"Okelah". Aku berdiri sambil berjalan ke pintu, apakah ini prank. Ah sudah lah mencoba mengikuti tidak rugi juga kalau tidak ada apa-apa Aku tinggal mengambil uang lagi.
Saat Aku membuka pintu. Debu berterbangan menyambut Ku, suara teriakan panik terdengar.
"Merunduk.. merunduk.. beri hormat pada pangeran". Aku merasa ada orang yang menarik ujung lengan dengan paksa sehingga membuat posisi Ku menyentuh tanah.
"Sujud.. Para pangeran ini para pangeran". Teriakan panik orang di sebelah Ku.
"Aduh prank apa ini menyebalkan". Aku berdiri dari posisi sambil menepuk celana Ku dari debu yang menempel. Belum hilang keterkejutan ini tiba-tiba seorang berteriak.
"Prajurit tangkap wanita itu, dia tidak memberi hormat". Aku menoleh ke sumber suara, terperangah melihat seorang pria menunggang kuda. Menggunakan pakaian kerajaan dengan tenunan halus, rambutnya dikuncir melewati bahu. Seketika Aku memperhatikan sekeliling, sebuah jalanan tanah. Kiri kanan bangunan kayu dengan atap dari tanaman. Entah apa namanya Aku lupa, haaahh bukan kah Aku baru keluar dari agen travel.
Ketika menoleh ke belakang bangunan ruko sudah tidak ada berganti toko kecil berdinding papan dan beratap daun rumbia, ya sepertinya itulah namanya atap rumbia.
Meeeoongg.. Meooong, lari cepat lari.. Aku melihat kucing hitam dari agen itu seakan mengarahkan Ku untuk berlari, heii tapi bukankah tadi dia bicara. Ah sudahlah lebih baik Aku mengikuti kucing hitam karena beberapa pengawal sudah mendekati kami.
Aku terengah-engah, begini lah nasib jarang olahraga. Berkelok-kelok melewati jalan sempit perkampungan kuno, debu berterbangan menyentuh wajah Ku. Tenaga Ku sudah tidak kuat berlari sampai di sebuah kotak-kotak kayu yang tersusun disebelah jalan sempit. Aku bersandar, si kucing hitam mengikuti.
"Gimana sih Aku tuh mau ke jaman kerajaan jadi permaisuri, putri atau bangsawan. Masa jadi rakyat jelata" Aku bicara kepada si kucing seakan dia paham perkataan Ku. Tiba-tiba si hitam menatap Ku dengan malas.
"itulah kalo minta harga diskon kalau mau ambil kelas VIP atau bisnis baru bisa jadi Permaisuri"
"Haaaahh".. Aku terperangah. Si Kucing bisa bicara.
" Iyalah ini keajaiban".
"Kalau gitu kita balik lagi ke jaman modern. Aku bosan disini".
"Gak bisa harga diskonan tidak semudah itu bisa kembali tanpa tiket karena tiket mu terjatuh saat kamu berlari".
"Waduh jadi gimana?".Aku berkata dongkol sudah tahu jatuh, Diam-diam saja si kucing.
" Kamu bisa balik kalau menyelesaikan satu misi".
"Misi apa lagi"
"Bantu salah satu pangeran karena tiket mu sudah dipegang dia saat terjatuh tadi.
" Apaaaaa, sudah rakyat jelata. Dikejar pengawal karena tidak hormat sekarang suruh bantu pangeran lagi. Emang dia butuh bantuan apa coba dari rakyat seperti Ku?". Aku hampir nangis, tidak seperti novel yang Ku baca. Masa jadi rakyat jelata, Aku mencari-cari bolak balik tiket dikantong celana berharap si kucing hitam bohong tapi tiket itu tidak ada lagi bahkan handphone Ku pun ikutan hilang.
"KAMU DISINI?".. Aku mendongak, bibir Ku gemeretuk melihat siapa di hadapan Ku. Dia pangeran tadi.
"Maaf ". Aku cepat-cepat memberi hormat sambil berlutut mencoba mengingat gerakan di film. Kedua pengawalnya mendekati Ku dengan wajah sangar.
"Jangan sepertinya dia bukan dari sini ". Aku mendengar pangeran bicara sama dua pengawalnya. Tidak lama kedua pengawal menghampiri Ku dan menyeret ikut dengan mereka.
Aku duduk di gerobak. Ampun Mak gerobak bukan kereta kuda. Sedih amat nasib. Berapa lama kemudian sang pengawal memberi kode agar Aku keluar. Aku menatap sekitar kami berada di halaman yang luas dengan pepohonan rimbun. Ada kolam ikan dengan jembatan kecil diatasnya. Bunga-bunga bermekaran di kiri kanan jalan setapak berbatu yang menuju ke bangunan besar dengan pilar kiri dan kanan.
"Bawa dia masuk". Suara berwibawa itu mengagetkan Ku. Aku memasuki bangunan berpilar dan tidak memperhatikan lagi karena sudah gemetaran. Begini amat kelas ekonominya.
"Kamu sedang beruntung karena Aku mendapatkan ide ketika melihat mu, darimana asalmu?". Dia memperlihatkan tiket Ku. Mata Ku berbinar melihatnya.
" Aku akan memberikan kepadamu tapi jika kamu berhasil membantu Ku?".
"Membantu apa?"
"Tidak tahu tata krama jika karena bukan mendesak sudah Aku kasih hukuman". Suaranya begitu dingin. Aduh salah Ku dimana coba, nanya doang.
"Dengar,malam ini ada perayaan menyambut musim panen. Ada seorang putri menyukai Ku kamu harus membuat putri itu menjauhi Ku karena dia berbahaya kalau kamu tidak berhasil maka...". Pangeran itu menggantungkan kalimat tapi dia membuat gerakan seakan mematahkan tiket.
"Baiklah.. baiklah tunjukkan caranya". Tiba-tiba perut Ku kriukan, Oh tidak ternyata perut tidak melupakan rasa lapar nodong makan.
" Prajurit kasih dia makan". Hikss kasih makan, berasa deh kayak kucing kelaparan.
*****************
Malam yang cerah, Aku selesai di dandan oleh beberapa dayang. Menggunakan bawahan kain sulam bunga kecil dari benang emas, atasan dengan bahan yang sama. Beberapa perhiasan emas melengkapi tubuh. Rambut Ku di cepol kecil lalu dihiasi tusuk dengan hiasan seperti zamrud, di ujung gagang ada bunga kecil yang bergoyang jika Aku berjalan.
Aku bisa kaya jika pulang dengan pakaian ini karena jeans dan kaos Ku sudah di buang entah kemana. Kerajaan dan nama pangeran pun Ku tak tahu. Dayang mengantar sampai ke ruangan pangeran. Aku menatap pangeran terkesima. Ternyata dia begitu tampan. Pangeran itu menghampiriku dan langsung menggandeng. Jelas Aku kaget.
"Kamu berpura-pura sebagai kekasih Ku dari kerajaan Lembayung. Namaku Bairuarsa". Wajahnya merona merah. Aku mengangguk, gak buruk amat kelas ekonomi.
"Baik Pangeran Bairu, Panggil Aku Tasya"
"Tasya ini benda yang ikutan terjatuh. Sepertinya ini benda ajaib karena bisa memperangkap langit malam, Aku yakin kamu punya kekuatan". Aku menatap pangeran Bairu, untung wallpapernya langit bukan oppa. Bisa-bisa dipikirnya Aku menangkap laki-laki dalam handphone.
Kami berada di aula kerajaan. Begitu ramai, Aku bisa melihat banyak rakyat dengan pakaian biasa. Pangeran, putri dan bangsawan.
Dia berbisik "itu yang Ku maksud" Aku mengikuti arah pandang Pangeran. Seorang putri jelita sedang berdiri anggun, dia menggunakan pakaian berwarna biru keperakan, tubuhnya dihiasi perhiasan mewah di dominasi permata biru. Rambut hitam panjang, sepasang mata dinaungi bulu mata lentik, bibir merah dan kulit seputih pualam.
"Dia seorang putri sekaligus penyihir jahat dan dia menyukai Ku. Kamu harus menjauhi dia dari Aku. Tarik kalung di lehernya, liontin dikalung karena itu sumber kekuatannya". Aku melotot. Melawan penyihir, pakai apa pula Aku menyingkirkan dia.
Pangeran Bairuarsa menggandeng Ku. Tubuh Ku ud gemetaran gak lucu kalau harus berakhir disini. Tiket Ku masih berada di Bairu, dia hanya memberikan handphone.
"Pangeran Bairu". Si pualam cantik itu menghalangi jalan kami. Suaranya begitu merdu, senyuman terbentuk menawan tapi mata berwarna biru kelam dengan tatapan dingin.
"Siapa dia".
"Dia kekasih Ku".
" Kau, Pangeran Bairu berani membuang Aku. Wanita ini harus mati". Dia maju mendekati Ku
"Tidak semudah itu". Pangeran Bairu mencoba menghalangi Si pualam cantik tapi tiba-tiba dia mencekik leher dan mengangkat tubuh Ku. Aku gelagapan, suasana meriah di acara itu menjadi kegaduhan panik. Teriakan ketakutan menambah suram. Aku panik mencoba megap-megap menarik napas.
Aku melihat pangeran Bairu mengeluarkan pedang berkilauan, wanita itu menjadi marah. Cengkraman dileher mengendor segera Ku gunakan kaki menendang perutnya dan berhasil Aku terlepas. Segera Aku berlari kabur, Ku dengar denting pedang Pangeran Bairu. Ah ternyata wanita itu lebih tertarik mengejar Ku setelah dia menghindar dari sabetan pedang Bairu. Dia mengejar Ku tapi kembali di halangi.
Aku tidak bisa terus berlari, tiba-tiba Aku mendapat ide. Ku buka lipatan kain yang membungkus handphone di pinggang. Segera Ku ambil foto pualam cantik sang penyihir dari berbagai sudut. Ku edit bentar lalu dari tempat Aku berdiri. Aku berteriak dengan suara dibuat dramatis.
"HAIII KAU PUTRI PENYIHIR SUDAH KU TANGKAP KAU DENGAN KOTAK AJAIB KU. LIHAT INI DIRIMU DAN KEKUATAN YANG ADA DALAM DIRIMU".
Aku acungkan foto penyihir yang Ku edit dengan bayangan dirinya keluar dari tubuh seakan roh sudah melayang keluar dari tubuhnya.
Dia mendekati Ku wajahnya terperangah tidak percaya, dia semakin mendekati memastikan bahwa itu adalah dirinya. Semakin dekat.. semakin dekat, lalu dia menjerit. Segera Ku tarik kalung dalam lehernya ketika dia menjerit. Seketika penyihir itu terkulai lemas. Wajahnya berubah menjadi kusam, dia menjadi tua. Dasar genit bisa-bisanya dia naksir Pangeran Bairu yang masih muda.
"TANGKAP SERET DIA BAWA KE PENGADILAN".
*******************
Aku telah berada dalam ruangan setelah meredakan shock karena kejadian tadi karena setelah mengalahkan si penyihir seluruh rakyat,bangsawan mengeluh-elu kan bahkan Raja dan Ratu menghampiri tadi. Begini rasanya menjadi pahlawan dan idola. Eh idola, tiba-tiba si kucing hitam datang
"Kamu bentar lagi akan pulang, pangeran akan memberikan tiket".
" Yaelaah baru muncul cing, hampir saja Aku mati tapi kok langsung pulang kan baru mau dapat hadiah dari Raja".
"Durasi kelas ekonomi gak panjang kalau tidak segera pulang maka selamanya akan terjebak disini kecuali ambil VIP, Businees. Nah itu dia datang". Si kucing berlalu dan Pangeran Bairu datang. Dia menghampiri Ku dan tiba-tiba memberi hormat"
"Atas nama diriku dan rakyat kami mengucapkan penghormatan dan terimakasih karena penyihir yang selama ini membuat keonaran telah pergi selanjutnya kerajaan tinggal membasmi kekuatan pasukan penyihir yang telah lemah".
"Baik-baik. Bukan apa-apa". Aku merasa jengah karena mudah ngalahin si penyihir. cukup pake foto editan. Wajah tampan itu tampak sedih.
" Aku tahu kau bukan dari sini, sepertinya ini berharga untuk mu dan terima gelang dari ku ". Dia menyematkan gelang ditangan Ku.
"Tasya,Kau begitu cantik apakah kau bidadari, sayang sekali kau tidak bisa berlama disini". Aku menatap pandangan Pangeran, Aku baru menyadari pandangan itu begitu berharap.
Meooonng.. meonggg. Aku melihat si kucing hitam mengarahkan ke pintu.
" Maafkan Aku harus pergi. Jaga dirimu baik-baik". Aku melepaskan kalung yang Ku gunakan dan meletakkan dalam genggaman Pangeran Bairu. Aku bergegas ke arah pintu. Pandangan kami bertemu dengan rasa kehilangan masing-masing.
****************
Pandangan menyilaukan sinar matahari menyadarkan Ku. Aku sudah kembali di depan ruko biru, tidak ada agen travel. Apakah Aku berhalusinasi karena kaos dan jeans sudah Ku kenakan lagi padahal tadi saat di Kerajaan Pangeran Bairu sudah dibuang ketika meraba tangan ternyata gelang itu masih ada, kalung Ku sudah tidak ada dan dalam genggaman Ku ada kalung dengan liontin biru berkilauan.
Aku tidak bermimpi..
-END
Tiba-tiba nongol aja ide cerpen ini sepertinya author kurang piknik. Jarang jalan-jalan sejak pademi jadi idenya absurd. Agen travel khusus lintas waktu dan jaman 😂😂