CERPEN Karangan :
Tim YWC - 영원한 친구
1. 전 신혜
2. Ma'rifatun Najwa
3. Lismayanti aom
4. Tiffany
5. ᵐᵐˢ🐒ᶠᵇʳDestyn👑px🦅🌀
6. Eka Sari
7. G0137X
8. Sakura Hinnata
9. Hillary
🇰🇷🇮🇩🌌
(전 신혜)
Sore itu, kami sekeluarga tiba di rumah baru kami, apartemen Hongdae. Setibanya di dalam ruang utama, adikku, Choi Hae Kang terlihat begitu senang dengan rumah baru kami.
"Wah, Ayah, Ibu, apa benar kita akan tinggal di sini?"
"Benar. Bagaimana Hae Kang, apa kau suka?" tanya Ayah.
"Sangat! Oh, ya, di mana kamarku?"
"Coba kau tebak, yang manakah kamarmu dan Eun-Kyung?" Ibu Melihat ke arahku, kemudian mengedipkan mata.
"Um ... yang ... Ini?" Membuka pintu kamar yang berada tak jauh dari ruang utama.
"Tepat!" seru ibu. "Baiklah, kalian pasti lelah, jadi beristirahatlah, ya.
"Baik, bu! Selamat beristirahat~." jawab kami.
***
(Ma'rifatun Najwa)
Malam pun berlalu. Keesokan hari, aku dan adikku bersiap untuk berangkat ke sekolah.
Sepulang sekolah, kami tidak langsung pulang ke rumah, melainkan pergi ke rumah temanku untuk mengerjakan tugas sekolah secara berkelompok. Sebelum kami pulang, keluarga temanku kedatangan tamu, dan tamu itu menceritakan tentang rumor apartemen Hongdae.
(Sakura Hinnata)
"Hei, apa kau sudah mendengar rumor yang beredar tentang apartemen Hongdae?"
"Ha? Orang itu membicarakan tentang apartemen tempatku dan keluargaku tinggal?" pikirku.
"Hm? Aku tidak tahu? Memang apa rumornya?"
"Katanya apartemen tersebut berhantu! Banyak penghuni yang tidak betah tinggal di sana karena, kerap kali diganggu oleh penghuni apartemen itu! Oh, ya, aku jadi ingat pada kerabatmu yang hendak pindah ke apartemen itu. Tolong sampaikan padanya untuk membatalkan rencana pindahnya!"
"Hah! Benarkah? Astaga, aku harus segera memberitahukannya pada kerabatku!"
"Iya."
(G0137X)
"Maaf, Bibi, apa rumor itu sudah dipastikan kebenarannya?" tanyaku ramah.
"Ho~ bagaimana tidak? Bahkan pernah ada korban di apartemen itu! Tetapi, sayangnya sampai sekarang penyebab kematiannya belum diketahui, karena sangat janggal!" jawab Bibi itu.
"Hah! Ba, baiklah, te, terima kasih banyak, Bi! Kalau begitu, kami pamit. Hae Kang, ayo pulang!" ajakku.
"Hah? Ta, tapi ...."
"Hah ... sudahlah, ayo!"
"He? Kenapa dengan anak itu? Apa dia juga tinggal di apartemen Hongdae?"
"Entahlah ...."
***
(Hillary)
Sepanjang malam aku tidak dapat tidur dengan nyenyak, karena memikirkan tentang perbincangan orang-orang itu.
Aku sangat cemas akan rumor tersebut, takut jika sampai terjadi sesuatu pada anggota keluargaku...
Pluk!
Aku terkejut saat ada benda yang jatuh ke atas wajahku. Dan saat kucoba mengusap wajahku, hanya tetesan air yang kudapati.
Kemudian kucoba untuk menyalakan pelita, dan memeriksa apakah ada kebocoran.
(Eka Sari)
Dan hal yang kutemukan sangat mengejutkan! Seluruh tembok serta langit-langit kamarku dipenuhi resapan air yang berwarna hitam!
Karena tidak percaya dengan apa yang kulihat, aku pun mencoba mengusap-usap mataku, dan perlahan membuka mataku kembali. Tiba-tiba saja air yang memenuhi seluruh tembok kamarku menghilang secara misterius!
***
(ᵐᵐˢ🐒ᶠᵇʳDestyn👑px🦅🌀)
Setelah mendapati kejadian semalam, aku pun memilih untuk menanyakan hal ini kepada Gong Shil, bonekaku. Boneka yang kumiliki bukanlah sembarang boneka biasa, melainkan boneka yang bisa berbicara dan memiliki perasaan serta akal budi layaknya manusia. Gong Shil merupakan boneka yang setia, dan pada saat aku sedang berada dalam kesulitan, dia mampu membantu memecahkan masalahku. Tetapi, tidak sembarang orang yang bisa berbicara dengan Gong Shil. Hanya aku dan Hae Kang yang mampu berbicara dengannya.
Saat kutanya, Gong Shill mengatakan bahwa di apartemen ini terdapat aura makhluk jahat!
Makhluk itu akan terus menggangu seluruh penghuni apartemen.
***
(Tiffany)
Siang hari, saat selesai jam makan siang, aku dan Hae Kang hendak menonton televisi di ruang utama. Karena cuaca sangat dingin, jadi Ayah menyalakan penghangat ruangan, sedangkan Ibu sedang sibuk mencuci piring di dapur. Saat dilihat lebih dekat air didalam tangki penghangat berubah warna menjadi hitam, tapi kukira itu hanya imajinasiku saja, jadi kuabaikan hal itu.
Tidak ada yang aneh saat itu. Tetapi saat Hae Kang pergi ke toilet dan Ayah pergi ke toko swalayan, tinggallah aku seorang yang sedang menonton televisi. Entah kenapa tetapi, aku merasa rumah seperti tidak memiliki kehidupan...
Sangat sunyi...
(Hillary)
Kucari Ibu yang sedang berada di kamarnya. Kukira Ibu sedang membersihkan ruangan dan kamar, tapi ternyata tidak. Ibu justru duduk di lantai dan menatap ke luar jendela, tatapannya kosong.
Saat merasakan adanya keanehan, aku pun pergi ke toilet untuk memeriksa keadaan Hae Kang di sana.
Dan benar saja, Hae Kang pun ikut terpaku, diam di tempat. Tetapi, hal yang membuat terkejut adalah saat dia mulai menceburkan kepalanya ke dalam wastafel yang penuh dengan air. Aku terkejut, kemudian mencoba untuk mencegah tindakan Hae Kang. Tak berselang lama, Ibu dan adikku pun tersadar, dan aku pun kembali tenang.
Tetapi sesaat setelahnya, mereka berjalan keluar dari rumah, seperti orang bingung. Saat dilihat kembali, asap yang dihasilkan dari penghangat ruangan juga ikut berubah warna menjadi hitam.
(ᵐᵐˢ🐒ᶠᵇʳDestyn👑px🦅🌀)
Aku pun memutuskan untuk mengejar mereka. Tidak hanya Ibu dan adikku saja yang keluar dari rumah, melainkan seluruh penghuni apartemen pun ikut keluar secara bersamaan, begitu pula dengan Ayah.
"Eun-Kyung" sahut seseorang.
Saat kulihat siapa yang memanggilku, yang kudapati adalah bonekaku, Gong Shil.
"Eun-Kyung! Makhluk itu terlepas!"
"Apa? Makhluk apa yang kau maksud, Gong Shil?" tanyaku tak paham.
"Hantu Air! Makhluk Hantu Air! Dia terlepas dari dalam tangki yang ada di atap apartemen ini!!"
(Sakura Hinnata)
"Ha, hantu Air? Bagaimana bisa?"
"Makhluk Hantu Air adalah makhluk yang cukup kuat dan jahat, dia bersemayam di dalam tangki air apartemen ini. Siapapun yang meminum, bersentuhan, ataupun berdekatan dengan air yang berasal dari tangki tersebut, maka orang itu akan langsung terkena sihir makhluk itu dan akan mudah baginya untuk mempengaruhi jiwa semua orang. Kau harus menyelamatkan mereka semua, Eun-Kyung!" kata Gong Shil,
"Ke atas .... ke atas.... ke atas ..." ucap orang-orang itu sembari terus berjalan ke atap apartemen.
"Baiklah, kalau begitu, Ikutlah denganku, Gong Shit Menggendong Gong Shil.
"Apa?!"
(Lismayanti aom)
Betapa terkejutnya aku dan Gong Shil, sesampainya di atap gedung apartemen kami melihat ada banyak orang yang masuk ke dalam tangki.
Aku yang melihat kejadian itu pun sontak berlari menuju ke arah tangki tersebut, dan mencoba menank tangan salah seorang penghuni apartemen. Tetapi, tepat saat aku berhasil menggapai tangan orang tersebut, justru ada sebuah tangan yang dingin dan berwarna hitam legam menarikku ke dalam tangki tersebut Saat hampir terjatuh-masuk ke dalam tangki, Gong Shil menarik kakiku dengan sekuat tenaga.
(Ma'rifatun Najwa)
Saat masih ada kesempatan untuk berbicara, aku pun bertanya pada Gong Shil, bagaimana cara untuk membebaskan semua orang yang terperangkap di dalam tangki? Dan Gong Shil memberitahu, bahwa di bagian dasar tangki air terdapat sebuah tuas. Jika kuputar kemudian menarik tuas itu, barulah mereka semua bisa selamat.
Akhirnya aku pun memilih untuk menyelam-masuk ke dalam tangki air itu. Kulakukan sesuai petunjuk dan arahan dari Gong Shil.
(Tiffany)
Dan akhirnya aku pun berhasil menyelamatkan mereka semua. Air dari tangki keluar dengan derasnya melalui lubang pembuangan air, dan tangki pun kosong.
Setelahnya aku pun membantu semua orang yang berada di dalam tangki untuk keluar.
Tetapi, sebelum itu, saat makhluk itu berusaha menarikku masuk ke dalam tangki, tanpa sengaja aku menatap mata makhluk itu, dan mendapatkan sebuah penglihatan masa lalu makhluk itu.
***
(전 신혜)
Dia hanya seorang anak kecil. Saat itu dia sangat ingin pergi berenang bersama dengan keluarganya, tetapi ayah dan ibunya sangat sibuk. Akhirnya dia memutuskan untuk mencari hiburan di atap gedung apartemen, dan melihat adanya tangki air yang sangat besar. Dia pun penasaran dan hendak masuk ke dalam tangki dengan menggunakan tali yang cukup panjang, yang kemudian diikatkannya pada pegangan tangki. Saat kakinya mulai menyentuh air, dia pun mulai merasa takut dan akhirnya memutuskan untuk kembali naik. Tetapi, pegangan tangki tak cukup kuat menahan beban berat tubuhnya, dan akhirnya patah.
Nahas, nyawanya tak tertolong dan tewas seketika karena tenggelam.
***
(Eka Sari)
Setelah menyelesaikan tugas menyelamatkan semua orang yang terjebak di dalam tangki, aku pun turun dari tangki tersebut. Saat hendak kembali ke rumah, seseorang menghampiriku dan berkata,
"Terima kasih, karena telah membebaskan jiwaku yang telah lama terperangkap dalam tangki ini." kata arwah anak kecil itu.
Aku membalasnya dengan sebuah senyuman dan anggukan.
"Aku sangat membutuhkan kehangatan. Di dalam sana sangat dingin ... tak ada seorang pun yang mampu menolongku saat itu ... hiks, hiks ...."
(G0137X)
Aku yang merasa iba dengannya, langsung memeluknya.
"Hiks, terima kasih, Eun-Kyung. Aku jadi merasa kembali hangat dengan pelukan itu." ucapnya sambil tersenyum.
Tak lama kemudian, tubuhnya mulai menghilang. Dia akan kembali 'ke sana'.
(Lismayanti aom)
"Huh? Oh, sudah waktunya bagiku 'tuk pergi. Selamat tinggal, Eun-Kyung!"
"Selamat tinggal!" jawabku sembari melambaikan tangan.
Tanpa sadar aku menitikkan air mata.
"Uh ... apa yang terjadi? Ha? Kenapa aku ada disini? Aku sungguh tidak mengingat apapun ...." ucap Ayah dan ibu terheran-heran. Begitu pula dengan Hae Kang.
***TAMAT***