Pernah tidak kalian berpikir jika selama hidup di dunia ini selalu ada yang nama nya berdampingan baik di dunia nyata ataupun di dunia lain dalam konteks cerita dunia mistis atau gaib. Seringkali kita pernah mengalami ketakutan-ketakutan yang tidak beralasan dan membuat kita berpikir seperti ada yang selalu mengintai setelah mendengarkan cerita-cerita orang-orang tua dahulu yang kerap kali sering berjumpa dengan makhluk-makhluk gaib
Hai everyone kalian pernah dengar tidak tentang hantu, setan atau sejenis nya yang memiliki ciri yang menyeramkan tapi berbeda dengan makhluk yang satu ini rupa dan ciri nya memiliki tubuh tinggi besar dan memiliki banyak bulu yang begitu menyeramkan, hii…bergidig bulu roma ku saat ini. Ya makhluk gaib itu sebut saja kami orang timur menyebut nya dengan MEKI
MEKI adalah hantu raksasa yang kerap kali di percaya oleh masyarakat setempat karena sering menjumpai nya baik di hutan maupun di tempat-tempat yang memungkin kan bagi nya untuk bersemayam di sana. Konon cerita yang beredar makhluk ini sering kali di sebut makhluk pencabut nyawa, mengapa demikian?
Makhluk yang menyeramkan ini apabila seseorang berjumpa lalu makhluk itu pun melihat kita maka sudah di pastikan kita akan jatuh sakit hingga menunggu maut untuk menjemput. Ya allah guys merinding semua bulu roma ku
Hai perkenalkan nama ku Ismu Alkadri aku merupakan siswa kelas 12 yang menikmati masa libur ku sebelum kembali ke sekolah untuk menyelesaikan ujian dan menunggu kelulusan. Singkat cerita aku yang sangat suka sekali untuk berpetualang dan gemar memburu landscape pun dengan senang hati mengikuti ajakan teman ku Reno untuk berlibur di kampung halaman nya karena di kampung halaman nya itu cukup terkenal dengan destinasi wisata nya
“Is udah packingan belum” tanya Reno padaku
“Udah bro, jadi kapan kita akan berangkat” tanya ku padanya
“Entar sore Is kita ikut ferry yang terakhir” jawab Reno
Waktu yang di nanti sudah tiba tepat pukul 16.20 WIT aku dan juga teman ku Reno serta 3 orang teman cewek sudah tiba di pelabuhan ferry. Kami berlima pun segera membeli tiket dan langsung menuju ke dalam kapal untuk mencari tempat
2 jam menempuh perjalanan laut akhirnya kami pun sampai di salah satu Kabupaten Kota sembari menunggu jemputan untuk segera kembali ke rumah. Aku kira tempat Reno hanya menempuh waktu 15 sampai 20 menit saja ternyata kami harus melintasi perjalanan selama kurang lebih 4 jam “Ren kampong mu jauh sekali” keluh Dista yang sudah mabuk perjalanan
“Hehe..maaf ya Dis, 20 menit lagi kok” ujar Reno
Aku yang tak tega pada Dista membantu nya untuk mengusap-ngusap punggung nya dan memijit pelan pangkal Ibu jarinya. Sementara Lulu dan juga Mikaila sudah terlelap semenjak perjalanan. 20 menit kemudian kami sudah sampai di kampung halaman Reno betapa pemandangan yang indah di tengah malam seperti ini tepat pukul 22.25 WIT kami di sambut ramai oleh keluarga Reno
Kedatangan kami yang cukup larut itu akhirnya kami di perintahkan segera makan dan setelah itu kembali tidur. Ke esokan hari nya kami semua bangun pagi dan sarapan bersama dengan keluarga Reno. Setelah sarapan selesai kami semua ikut Paman Abas ke pantai untuk pergi memancing bersama “Woah Ren, desa mu begitu indah” kagum Mikaila, “Eh Ren bantuin fotoin dong” titah Mikaila
“Jepret..jepret”
“Woah ini sangat bagus” gumam Mikaila, “Guys lihat kamera” ujar Mikaila
Moment potret memotret pun selesai di lakukan saat aku dan Paman Abas berhasil memancing ikan yang cukup besar. Semua teman-teman ku sangat antusias dan tak lupa Mikaila selalu sigap untuk mengambil gambar
3 hari sudah kami di kampung halaman Reno. Hari ini tepat nya kami ingin mengunjungi salah satu destinasi yang ada di dalam hutan yang kata nya memiliki air terjun yang sangat bagus. Sebelum kami sampai ke salah satu tempat tujuan, Dista yang kebelet untuk buang air kecil meminta izin untuk segera membuang hajat nya itu “Guys aku kebelet pipis nih” ujar Dista
“Ya udah pipis aja” balas Lulu
“Ye kamu Lu, ya kali pipis di sini” gerutu Dista
“Eh Mik, temenin aku bentar yuk” seru Dista
“Aih suruh Lulu aja” balas Mikaila yang tidak lepas dengan kamera nya
“Eh Dis aku duluan deh, seperti nya di depan ada yang lebih menarik” kilah Lulu yang sengaja menolak ajakan Dista
Aku pun melerai ketiga nya, “Em..Dis biar aku temenin ya” ujar ku pada Dista
“Ih apaan sih Is, jangan ngadi-ngadi deh” sinis Dista menolak ku
“Ah bukan maksud ku begitu Dis, tapi..” jawab ku yang terhenti karena Dista keburu pergi untuk mencari tempat agar segera buang air kecil. Aku pun memutuskan untuk menunggu nya saja, sedangkan teman-teman ku sudah berjalan duluan bersama Reno yang menunjuk arah jalan
15 menit aku menunggu kedatangan Dista, tapi tak kunjung datang. “Kenapa lama sekali, apa jangan-jangan sedang buang air besar ya” tawaku sambil menunggu
Setengah jam berlalu kenapa Dista belum juga menampakkan diri, aku pun memutuskan untuk segera menyusul nya. Dalam langkah ke tiga aku menemukan Dista yang berlari kearah ku dengan keringat yang mengucur deras di kening nya dan dengan napas yang tesenggal-senggal seperti di ketakutan “Is..Is kita pergi dari sini” ujar Dista ketakutan dengan tubuh yang bergetar memegang erat jemari ku
“Ada apa Dis, kamu baik-baik saja kan” tanya ku pada nya
“Is kita pulang sekarang, kamu dengar gak sih” bentak Dista kepada ku. Aku pun ikut panik karena wajah Dista yang tiba-tiba saja memucat
“Tapi Dis, Reno dan lain nya mereka..” ujar ku, sontak aku pun kaget ketika Dista memeluk ku dan langsung jatuh tak sadar kan diri
“Dis..Dis.. bangun Dis” panggil ku yang berusaha menyadarkan nya
Di rumah keluarga milik Reno Sangadji, kami pun menunggu Dista untuk sadar kembali sudah 10 jam kami menunggu, akan tetapi Dista lebih asyik dengan tidur nya hingga melupakan kami yang sangat takut karena keadaan nya
“Nak sebenarnya apa yang terjadi” tanya Ibu Reno pada ku
“Aku tidak tahu Bu” ujar ku pada Bi Surni, aku pun menceritakan sedikit kronologis yang menimpa kami di hutan tadi siang. Betapa kaget nya Paman Abas lalu memarahi Reno dengan garang nya
“Ya allah Nak, kita harus hubungi keluarga nya” ujar Bi Surni pada kami
“Tapi Bu kami takut, Ayah nya Dista adalah seorang Polisi” ujar Lulu
Semua anggota keluarga pun langsung murung karena mereka pun takut jika terjadi apa-apa pada anak nya mereka akan menuntut serta mengupas tuntas hal ini, terlebih ini adalah sebuah kesalahan yang kami perbuat akan tetapi yang sangat di sayangkan adalah Ayah Dista meminta pertanggungjawaban dari kami itu yang terpikir kan oleh keluarga Reno
“Sudah bagaimana pun kalian bersalah kita harus segera memberitahukan kabar ini kepada keluarga Dista” ujar Paman Abas
2 hari berlalu setelah kejadian Dista yang sadar tetapi seperti orang kesurupan karena ketakutan, kedua orang tuanya pun datang setelah menerima informasi mengenai anak mereka. “Pak Abas apa yang sebenar nya terjadi” tanya Pak Mahdi
Paman Abas pun menceritakan kronologis dari kejadian yang menimpah Dista dan beberapa dukun kampung atau orang pintar yang membantu mengobati Dista pun berkata demikian, jika anak Pak Polisi ini melihat penampakkan sosok makhluk yang bernama MEKI
Pak Mahdi dan juga istrinya sangat terpukul dan juga sedih melihat kondisi anak satu-satunya yang terbaring lemah seperti mayat hidup, “Bang, anak kita Bang” ujar Bu Asniah menangis memeluk suami nya
Kami pun hanya terus memanjatkan doa semoga Dista segera kembali sadar dan sehat lagi seperti sedia kala. Aamiin ya Rabb
“Nak ini Bunda sayang” seru Bu Asniah tepat di telinga kiri anaknya
Beberapa orang pintar atau orang tua yang ada di kampung itu sudah berusaha sebisa mungkin untuk menyembuhkan Dista “Pak kita hanya bisa membantu selebihnya adalah berserah diri kepada yang Maha Kuasa” ujar Kakek Toni yang merupakan salah satu orang tua yang di kenal cukup mahir dalam menyembuhkan orang-orang sakit akibat gangguan setan
Kakek Toni pun menjelaskan kepada kami semua kalau makhluk yang di temui oleh Dista itu sudah memakan semua anggota organ tubuh nya dan menjadikan nya tumbal, tubuh nya sudah di sayat-sayat dan mungkin saja kita hanya akan menunggu kabar yang begitu berat dan mendalam. Hal itu sontak saja membuat Bu Asniah terpukul dan jatuh tak sadarkan diri, betapa tidak diri nya hanya memiliki seorang anak satu-satunya selama penantian 7 tahun menikah
“Ya allah Bang, hikss..” tangis Bu Asniah, “Dista Bang..anak ku satu-satunya Bang” tangis Bu Asniah menyesakkan dada bagi siapa yang melihat nya
Bersamaan dengan itu tepat pukul 05.00 WIT pagi Dista telah menghembuskan nafas terakhir nya meninggalkan kita semua. “Dista..bangun Nak” ujar Bu Asniah dengan tangis nya
“Bang bangunin Dista Bang, dia harus segera ikut ujian sekolah Bang” ujar Bu Asniah, “ Bang kenapa diam” rengek Bu Asniah
“Bang, Dista itu harus bangun lebih awal Bang, Dista sayang bangun Nak” ujar Bu Asniah lemah lembut tepat di telinga putrinya itu
“Kalian teman-teman nya Dista, kenapa hanya diam saja, ayo bantuin Bunda bangunin Dista, nanti kalian bisa terlambat ke sekolah” ujar Bu Asniah pada kami, Mikaila dan Lulu hanya berderai air mata tak sanggup melihat kerapuhan Bu Asniah hingga membuat jiwa nya terguncang sedangkan
Pak Mahdi yang melihat itu hanya diam dan mencoba membantu istrinya untuk tenang, sebisa mungkin Pak Mahdi mencoba tetap tegar menerima kenyataan pahit itu, anak satu-satunya, anugerah yang diberikan oleh Tuhan, tapi sepertinya amanah itu di ambil kembali karena Tuhan lebih menyayangi Dista dan mungkin ini adalah jalan terbaik yang sudah Tuhan gariskan untuk kita. Siapa pun pasti akan merasakan mati karena sesungguh nya kematian itu lebih dekat dari apapun, astagfirullah ya Allah ampunilah akan segala dosa-dosa kami, jadikan kami orang-orang yang termasuk selalu bersyukur dan menjauhi segala perbuatan dan perkataan yang merugikan. Aamiin ya Rabb
Flashback kejadian yang di alami Dista
“Guys aku kebelet pipis nih” ujar Dista
“Ya udah pipis aja” balas Lulu
“Ye kamu Lu, ya kali pipis di sini” gerutu Dista
“Eh Mik, temenin aku bentar yuk” seru Dista
“Aih suruh Lulu aja” balas Mikaila yang tidak lepas dengan kamera nya
“Eh Dis aku duluan deh, seperti nya di depan ada yang lebih menarik” kilah Lulu yang sengaja menolak ajakan Dista
Aku pun melerai ketiga nya, “Em..Dis biar aku temenin ya” ujar ku pada Dista
“Ih apaan sih Is, jangan ngadi-ngadi deh” sinis Dista menolak ku
“Ah bukan maksud ku begitu Dis, tapi..” jawab ku yang terhenti karena Dista keburu pergi untuk mencari tempat agar segera buang air kecil. Aku pun memutuskan untuk menunggu nya saja, sedangkan teman-teman ku sudah berjalan duluan bersama Reno yang menunjuk arah jalan
POV DISTA
Seberang jalan terdapat aliran sungai yang mengalir cukup jernih dan menyegarkan aku yang sedari tadi sudah kebelet pipis akhir nya segera pergi ke tepi sungai itu. Sebelum sampai ke tepi sungai aku menginjak sesuatu sepertinya itu adalah duri kayu yang menusuk tembus di sepatu ku, tanpa berpikir panjang aku pun menunduk untuk melepaskan duri yang melekat itu setelah itu ku buang ke sembarang tempat dan segera pergi ke bawah menuju tepi sungai.
Sungai ini jernih sekali dan rasanya segar setelah aku menyelesaikan tujuan ku. Aku pun langsung mencuci wajah ku dengan air sungai ini sambil membersihkan kedua lengan ku. Aku pun tidak lupa untuk meminum air sungai ini yang entah kenapa air ini mengundang selera ku. Setelah aku selesai aku pun segera naik ke atas namun tak di sangka setiba aku ke atas tubuh ku langsung terpaku dan terpenganga menatap makhluk bertubuh besar yang begitu menyeramkan melihat kearah ku, aku yang sadar jika makhluk itu akan menghampiri ku, aku pun berteriak sejadi-jadinya meminta pertolongan “Ismu..Reno..Lulu..Mikaila” teriak ku begitu keras namun aku sepertinya tidak mendengarkan sahutan dari mereka karena ternyata tubuh ku kaku seperti mayat hidup.
Aku melihat makhluk itu langsung memenggal kepala ku, menyayat-nyayat semua organ tubuh ku dan aku menangis sejadi-jadinya berteriak memanggil kedua orang tua ku “ Ayah..Bunda” teriak ku dalam tangis
Makhluk itu pun segera memakan semua organ tubuh ku dengan begitu rakus dan lahap. Setelah memakan semua nya makhluk itu pergi begitu saja dan aku pun tersadar dan segera berlari dengan sekuat tenaga yang tersisa. Dalam ketakutan aku berlari kearah Ismu dan meminta nya agar segera pergi keluar dari hutan ini
TAMAT
Happy reading readers and thanks dofu-dofu kalau kalian suka Like and share ya guys