Namaku Alina.Aku telah menjalin hubungan dengan kakak kelasku sejak aku kelas 1 SMA.Mungkin hal tersebut seperti cinta monyet yang sering terjadi pada remaja lainnya.Tapi tidak denganku,aku benar-benar merasakan apa yang namanya cinta.
2 tahun kami menjalin hubungan hingga akhirnya dia telah lulus dan aku masih melanjutkan sekolahku yang kini menginjak kelas 3 SMA.Semula kami masih saling berhubungan dan sering bertemu di waktu luang.Namun kami mulai putus hubungan ketika ia harus melanjutkan pendidikannya di luar negeri.Aku tak tahu dia melanjutkan kemana yang jelas dia hanya memberitahuku bahwa dia akan kuliah di Amerika,lebih tepatnya disebelah mana dia tak memberitahuku.Miris bukan saat kita mulai mengerti apa itu cinta yang sebenarnya,namun tetap saja akan ada waktu yang menghalangi kita tuk capai cinta itu.Mungkin karena kami yang masih sama-sama belum dewasa,tentu masih belum bisa tuk lebih memahami satu sama lain.Umurku barulah 18 tahun dan dia 19 tahun,dia satu tingkat diatasku.Entahlah mungkin jarak umur kami terlalu dekat sehingga hubungan kami belum bisa tuk lebih serius,aku yang masih muda dan dia yang juga masih belum dewasa.Baik kedua belah pihak belumlah memiliki pemikiran yang logis dan dewasa.
Baiklah disini biarlah aku yang mengerti,mungkin aku memang belumlah dewasa tapi bisa disebut aku juga sudah mulai menginjak dewasa diusia yang telah 18 tahun ini.Anak 13 tahun saja sudah pacaran,dan aku yang 18 tahun harus lebih mengerti dari mereka.Aku tak tahu apakah rasa yang kunamakan cinta ini akan tetap bertahan ketika dia yang kucintai tak ada disampingku,biar bagaimapun tak ada yang tahu jalannya takdir.Baiklah biarlah takdir yang menentukan,semua kuserahkan pada yang kuasa dan yang terpenting sekarang aku harus lebih fokus pada pendidikanku.Biar bagaimanapun hal yang kini paling penting dalam hidupku adalah pendidikan,ya aku lebih memilih pendidikan ketimbang cinta.Karena pendidikan akan sangat berguna untukku,sementara cintaku masihlah belum sekuat akar pohon beringin.Ya aku sebenarnya tak tahu apakah ada cinta yang sekuat akar pohon beringin?.Sudahlah singkirkan topik tak penting ini.
***
Beberapa tahun kemudian
Hah,tak sia-sia pilihanku tuk lebih memilih pendidikanku.Sekarang aku telah menggapai mimpiku menjadi salah seorang pengusaha entertaint.Yap dari dulu impianku adalah memiliki sebuah usaha pembuatan film dengan beberapa tema dari cerita yang kutulis sendiri,dan tentunya sebagian cerita menjalin kerja sama dengan para pembuat cerita lain.Usahaku memang tak sebesar usaha film Hollywood atau Bolywood tapi usahaku telah mencakup seluruh pelosok negri,dan sudah beberapa kali terputar di bioskop-bioskop Indonesia.Waw ini merupakan sebuah prestasi untuk diriku yang kini baru menginjak usia 25 tahun,setelah lulus SMA aku mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi.Yah,aku memang bukan berasal dari keluarga yang berada,aku hanya berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja meski begitu aku juga bukan tergolong miskin.Dan sekarang aku telah berhasil mewujudkan impianku dan omong-omong membicarakan masa lalu aku jadi teringat kekasihku dulu,eh salah mantan kekasih lebib tepatnya.Karena setelah dia pergi ke Amerika dia sudah tak pernah menghubungiku jadi kuaanggap hubungan kita berakhir setelah aku menunggu setengah tahun lebih dan terus mencoba menghubungi nomornya yang sudah tidak aktif.
Hah seharusnya dari awal aku sadar diri dia dan aku berbeda,dia berasal dari keluarga berada sedangkan aku kami berbeda.Sudahlah yang berlalu biarlah berlalu~
***
Entah kesialan apa yang menimpaku setelah 8 tahun tidak bertemu dengan dia.Ingin tahu siapa itu dia?,ya dia adalah mantanku mantan terindah..
Salah bagiku tidak ada indah-indahnya karena kini rasa yang dulu kusebut cinta kini sudah tiada lagi.Lebih tepatnya rasa itu kini sudah musnah..
Baiklah kembali ketopik.
Dia,laki-laki yang kini ada dihadapanku adalah Rendra.Lebih tepatnya seseorang yang baru saja aku bicarakan dipikiranku.
Dan mengenai pertemuanku dengannya,kami bertemu karena perusahaan Rendra sedang melakukan kerja sama dengan usaha entertaintku.Lebih tepatnya perusahaan keluarga yang telah diteruskan oleh Rendra yang merupakan anak tunggal,tidak sepertiku yang merupakan anak pertama dan memiliki adik yang kini berumur 16 tahun.
Kami membahas urusan pekerjaan dengan profesional,nampaknya kulihat dari mataku bahwa Rendra juga sudah tak memiliki rasa padaku.Baguslah,lagi pula dia begitu saja meninggalkanku waktu itu tanpa klarisfikasi yang jelas..
Dan untuk masa lalu itu kini aku sudah tak ingin membahasnya,,
Karena mungkin,kini dia telah bersama dengan yang lainnya..
***
Hah,hari ini merupakan hari yang sibuk.Ada beberapa project film yang sedang dilaksanakan dalam waktu dekat ini.Dan tentu saja,kepalaku serasa pecah mengurus semua ini tapi tetap saja semua harus aku urus karena aku tak mau tambang uangku harus hilang terhempas angin..
Ya bahasa yang cocok,dengan aku yang kini tengah mengerjakan beberapa dokumen sambil menyalakan AC dan juga membuka jendela.Jadi serasa terhempas angin yang menyegarkan..
Beberapa jam kemudian akhirnya beberapa pekerjaanku telah selesai,ya hanya beberapa sisanya masih membeludak seperti cucian laundry yang belum dilipat selama 6 bulan.Gak kebayangkan?aku juga gak kebayang cuma asal nyeplos aja..
Hari sudah sore dan aku memutuskan untuk pulang ke apartemenku,aku memilih untuk tinggal sendiri karena keluargaku yang berbeda kota denganku.Dan aku lebih memilih apartemen ketimbang rumah,ya menurutku lebih simpel aja..
Tapi sial lagi sial lagi tiba-tiba ditengah jalan,entahlah udah ada setengah jalan atau enggak.Dahlah yang lebih penting sekarang itu ban mobil aku bocor dan terpaksa harus panggil montir karena gak ada bengkel yang deket disekitar sini.Apes-apes sekarang pulang pake apa?,kayaknya pesen taksi online aja deh..
30 menit kemudian
Nih taksi mana gak dateng-dateng janjinya cuma 15 menit.Eh jadi kali dua sama dengan 30 menit,duh dasar drivernya gimana sih.Bakal aku kasih rate rendah kalo kayak gini,mana udah mulai malem lagi.Duh kok jadi pusing yah..
Tiba-tiba ada mobil yang berenti disamping mobil aku yang juga masih nangkring nunggu montir yang juga ikutan ngaret.Karena penasaran,dan juga itung-itung ngilangin kesel aku noleh aja.Dan voila yang keluar adalah..
Mantan aku guys..
Duh kok tiba-tiba aku keselek ludahku ya..
Karena suasananya,sumpah tegang campur akward gitu..
Dan dia jalan kearah aku dan ternyata dia nawarin aku buat dianterin ama dia,alasannya sih gak baik perempuan sendirian waktu hampir malem.
Iya sih,sekarang udah hampir malem.Duh dari pada nunggu driver taksi yang tak ada kepastian mending aku terima aja ya,lagi pula aku juga gak berani kalo sendirian apalagi malem-malem gini.
Dan jadinya aku dianterin deh sama aa mantan..
Dan semenjak saat itu entah takdir atau apalah yang membuat kami sering ketemu.Kami jadi sering terlibat pekerjaan yang membuat kami jadi sering ketemu.
Dan selalu ketemu ama dia yang ngebuat aku tahu,bahwa dia ternyata juga masih sendiri.
Hah,awalnya aku heran.Aku pikir dulu dia ninggalin aku tanpa kepastian karena udah nemu yang lebih..
Nyatanya dia nerusin pendidikannya.Tapi meski gitu dia belum jelasin semuanya sih.Ah kok aku jadi ngarep penjelasan dia sih?
Semakin hari kami selalu bertemu dalam hal bekerja atau kadang bertemu sebentar diwaktu luang.
Dan tanpa aku sadari rasa yang dulu pernah ada dihatiku kini kembali tumbuh.Namun,aku tak tahu apakah Rendra juga merasakan sama seperti aku?
Jika tidak lebih baik aku kembali membunuh perasaan ini,dari pada aku kembali merasakan sakit yang jelas pasti akan lebih sakit saat ini.
Namun hal yang tak terduga terjadi.
Sekitar 1 bulan setelahnya Rendra melamarku disebuah kafe yang telah didekor seromantis mungkin,bahkan aku sampai terharu..
Namun,aku ragu karena setahuku hanya aku yang kini memiliki rasa ..
Tapi sekali lagi,semua diluar dugaanku.
Rendra menjelaskan yang sebenarnya kepadaku.Bahwa dia sebenarnya bukan melupakanku namun menyetujui kesepakatan dengan orang tuanya,bahwa ia harus berhasil dan sukses kemudian mereka akan setuju dengan hubungan asmara Rendra.Dan aku juga tahu bahwa ternyata Rendra juga masih mencintaiku..
Dan datang juga kedua orang tua Rendra yang juga ikut menjelaskan semuanya.Ternyata selama ini Rendra tak melupakanku karena ia selalu mengawasiku tanpa sepengetahuanku.Dan apa-apa an ini Kedua orang tuaku dan adikku juga ada disini,jadi semua ini sudah diatur.
Sekali lagi semua diluar dugaanku.
Dan pada akhirnya aku menerima lamaran dari Rendra,karena sejujurnya aku juga kembali mencintai laki-laki itu.Dan karena pengakuannya aku bertambah lebih mencintai Rendra.
Aku tak menyangka bahwa cinta yang sebenarnya akan tetap bertahan meskipun teruji waktu.
***
By ShintaAlexya dengan akun noveltoon Alexandra Jessica.