Hai semua👋
Mohon kerjasama yang solid ya 😁Genre sudah ditentukan horror 😉
Kalian pilih urutan ceritanya !
Ini team fix
Team anak yang hilang:
Paragraf 1. MULYANI
Paragraf 2.Eka Sari
Paragraf 3.Shadow Black
Paragraf 4.Kucing Imut
Paragraf 5.Akiri
Paragraf 6.Yu'A
****
"Akhir - akhir ini sering sekali melihat berita di tv mengenai maraknya penculikan anak" Gosip ibu yang menjual sayur.
"Masa sih mpok ?" ragu siti
Angguk mpok sarah. Lalu tetangganya Bu siti ikut menimbrung.
"Bener banget...bu, di daerah kita ini sering banget kejahatan seperti itu...Kita perlu meningkatkan kewaspadaan selalu mengawasi anak - anak. Jika tidak ingin hal itu terjadi" Lugas bu wati.
Umpatnya dalam hati. 'Aduh saya kok jadi parno begini' Bu Siti yang sedang memakai kerudung ungu itu Kepikiran omongan bu Wati.
"Kalo begitu saya belanja ini aja mpok" Kata Siti sembari memberikan uangnya.
"Yaudah ni kembalianya, makasih ya bu"
"Iya mpok masama" Mengambil uang kembalian dan mengeteng belanjaan yang sudah di beli.
***
"Bu Siti kok kayak panik banget ya ?" Rasa penasaran bu wati terhadap bu Siti yang begitu terburu - buru.
"Hush kamu, Ya jelas dia panik orang diakan dirumah punya dua anak kecil" Jawab pembeli yang lain.
"Udah - udah enggak baik kalo kita ngomongin orang dibelakangnya" Tegas mpok sayur memberhentikan percakapan gibah mereka.
***
Lalu bu Siti kembali kerumah kontrakannya. Dia tinggal bersama 2 bocah anaknya yang bongsor berusia 10 tahun dan yang bungsu masih balita berusia 5 tahun. Suaminya bekerja paruh waktu paginya sebagai tukang becak hingga menjelang siang. Lalu sebagai tukang parkir di minimarket yang tidak jauh dari lokasi tempat tinggalnya.
Silahkan dilanjutkan ><
2.Eka sari
Ibu Siti memandangi kedua wajah anaknya,yang lagi asyik bermain di ruang tamu.
"Bagaimana jika memang yang di
bicarakan ibu-ibu tadi benar, memang ada penculik yang lagi berkeliaran dan bagaimana dengan anak aku?tidak aku tidak mau hal itu terjadi.ya Allah jauhilah semua musibah yang akan datang di keluarga kami" ucap ibu Siti dalam hati
Ibu Siti pun langsung kedapur dan menyelesaikan pekerjaan yang belum dia selesaikan.Tapi walaupun begitu sekali-kali,ibu Siti melihat apa yang di lakukan kedua anaknya.karena bagaimana pun ibu Siti takut anaknya keluar rumah tanpa sepengetahuannya.
Seharian ini ibu Siti selalu mengawasi tingkah laku anaknya.Ibu Siti akan marah kalau anaknya mau main keluar rumah.
Malam harinya pas suaminya pulang kerja.Dan sudah selesai bersih-bersih tubuhnya dan makan.Ibu Siti pun mendekati suaminya,dia pun menceritakan apa yang dia dengar dari omongan ibu-ibu waktu dia belanja sayuran tadi.
"buk,apa yang diomongin oleh ibu-ibu tadi,jangan terlalu di pikirkan,tapi kita juga sebagai orang tua harus tetap mengawasi anak-anak buk,"kata sang suami setelah habis Mendengar cerita isterinya.
"Aku tahu pak,kita jangan terlalu khawatir.Tapi aku takut kalau apa yang di ceritakan ibu-ibu tadi benar"ucap Ibu Siti lirik
"Ya buk,tapi kalau kita terlalu mengekang anak-anak tidak boleh main.Takutnya mereka akan sedih,karena melihat teman-temannya main di luar sedangkan mereka tidak bisa main keluar.Jadi menurut bapak
tidak apa-apa,mereka main keluar.Tapi ibu harus menemani mereka bermain di luar"nasehat suaminya.
"Baiklah pak,ibu akan menuruti nasehat bapak."
Bapak Tersenyum Mendengar perkataan isterinya.
3.Shadow Black
Setelah berbincang tentang masalah penculikan anak tersebut, ibu siti dan bapak kemudian memutuskan untuk tidur, karena memang hari sudah semakin larut.
Bapak dan ibu siti berjalan menuju kamar tidur. Namun, sebelum ibu siti masuk kedalam kamarnya, ia memeriksa sekali lagi keadaan kedua anaknya di kamar mereka yang berada tepat berhadapan dengan kamar ibu siti.
Ibu siti kemudian membuka pintu kamar anaknya dan melihat kedua anaknya yang sedang tidur dengan nyenyak. Setelah melihat keadaan anaknya yang sudah tidur, ibu siti pun lega dan segera pergi menuju kamarnya.
Setelah ibu siti keluar, tiba-tiba jendela kamar anak ibu siti perlahan-lahan mulai terbuka dengan sendirinya. Anak ibu siti yang sedang tertidur pulas pun terganggu karena rasa dingin akibat angin yang masuk dari jendela tersebut.
Si bungsu yang terbangun duluan segera membangunkan kakaknya. "Kak.. Kak.. Bangun kak" kata si bungsu sambil menggoyang-goyangkan badan kakaknya.
Sang kakak akhirnya bangun karena adiknya. "Kenapa dek, kamu bangunin kakak. Kamu mau pipis?" tanya si kakak.
"Enggak kak.. Aku nggak lagi mau pipis, tapi kenapa disini tiba-tiba dingin yah kak?" tanya si bungsu bingung.
Mendengar adiknya berbicara seperti itu si kakak pun juga mulai sadar, "Eh.. Iya juga yah, kenapa disini tiba-tiba dingin yah?" kata si kakak.
Si kakak pun mengedarkan pandangannya ke segala penjuru kamar hingga ia menemukan penyebabnya.
"Pantas aja dingin, Kamu pasti tadi lupa yah nutup jendelanya" kata si kakak kepada adiknya.
Si kakak pun bangun dan berjalan menuju jendela. Ketika ia hendak menutup jendela, si kakak melihat sesosok perempuan mirip ibunya, dengan daster putih dan rambut panjangnya yang menutup seluruh wajahnya. Sosok itu juga memanggil mereka berdua untuk datang kesana.
4.Kucing Imut
Karena penasaran dengan sosok itu mereka berdua pun menghampirinya tanpa basa basi.
Saat ingin menghampiri sosok tersebut ibu siti datang menghampiri mereka.
"Loh kalian belom tidur?, ini udah malam loh!
emang nya kalian berdua besok gak kesekolah?" Kata ibu siti dengan heran
"E...ki...kita haus jadi ke dapur buat minum" Kata sang adik sambil terbata-bata
"I..iya bu kita lagi haus jadi ke dapur ambil minum" sambung sang kakak
"Oh ternyata begitu ya sudah"
"Tapi kalian ingatkan sebelum tidur harus apa?"
"Iya kita tau" kata kakak beradik itu secara bersamaan, setelah ibu siti pergi mereka langsung pergi untuk menghampiri sosok tersebut
Saat sudah sampai ketempat dimana sosok itu berada ternyata sosok yang menyerupai ibu mereka hilang tanpa jejak,
Karena heran mereka pun kembali masuk rumah setelah masuk rumah mereka segera masuk ke kamar.
Dan pergi tidur
5.Akiri
"A-ada apa ini? A-aku dimana?"
Sang kaka terbangun dari tidurnya, tubuhnya terasa sangat lengket, dan ia baru sadar bahwa tubuhnya sedang terikat oleh tali yang sangat kuat. Sang kaka melihat keadaan sekitar, suasananya benar-benar gelap, tanpa penerangan sedikitpun.
"Ba-bau anyir apa ini? Mu-mungkinkah bau darah?"
Krit...
Suara pintu terbuka dengan suara yang tidak mengenakkan di telinga. Terlihat sesosok laki-laki besar menggunakan topeng sedang membawa mangkuk di tangan kanannya.
Tanpa sepatah-katapun, laki-laki tersebut langsung membuka mulut sang kaka dengan tangan besarnya, dan memasukan sesuatu yang berada di piringnya tadi sambil tertawa dengan keras.
Sang kaka memberontak, dengan berusaha memuntahkan makanan yang lebih mirip usus mentah didalam mulutnya, namun laki-laki besar tersebut malah memasukkan tangannya dengan paksa kedalam mulut sang kaka agar makanan tersebut masuk kedalam mulutnya secara paksa.
Setelah selesai melakukannya, laki-laki tersebut mengatakan,
"Jangan berani-berani kau memuntahkannya! dan lagi, kau tenang saja, aku tidak akan membunuhmu sekarang, aku akan membebaskanmu dan menyaksikanmu dari jauh dengan memainkan permainan bertahan hidup yang begitu mudahnya, peraturannya cuma satu, membunuh, atau dibunuh.
Laki-laki tersebutpun akhirnya keluar dan menutup kembali pintu tersebut dengan rapat, sang kaka menangis histeris ketakutan sambil memuntahkan makanan tadi.
"Apa yang harus kulakukan?"
Sang kaka membuka mata, ia melihat sekitar dan melihat adiknya sedang tertidur pulas disebelahnya
"Jadi, yang tadi itu hanya mimpi?"
Tiba-tiba sosok yang menyerupai ibunyapun muncul di hadapan wajahnya dengan taring dan mata hitam legam yang menyeramkan.
Dengan suara sedikit nyaring ia berkata
"Itu bukan mimpi nak! kau akan mengalaminya sebentar lagi, dan satu lagi, usus yang kau makan itu, adalah usus adik yang berada disebelahmu itu"
6.Yu'A
"KELUAR KALIAN!"
Pria itu marah dan mengayunkan kapaknya ke segala arah. Sang kakak menahan tangis dengan masih menutup mulut adiknya. Sang adik yang tadinya memberontak, sekarang terkulai lemas tak bernapas.
"D-dik?"
Brak! Pintu lemari terbuka sang kakak mendongak dengan ketakutan, ia tak bergerak sama sekali.
"Akhirnya ketemu!"
Pria itu mengangkat kapaknya, terdengar suara bel tapi ia tak memperdulikannya dan menghantamkan kapaknya ke sang kakak. Tubuh sang kakak hancur tak berbentuk. Pria itu tertawa keras.
Dorr!
Laki-laki bertopeng tadi datang dan langsung menghujani pria itu dengan peluru.
"Salahmu tak membunuh mereka sampai waktu habis," laki-laki bertopeng itu menuangkan alkohol ke berbagai arah dan membakar ruangan itu, ia menghela napas, "membosankan, memang membunuh dengan tangan sendiri itu menyenangkan daripada hanya melihatnya. Nah selanjutnya giliran siapa ya?" laki-laki itu keluar sambil tertawa.
Tamat