Waktu melesat dengan cepat...
Saat ini Calla sudah menduduki bangku kuliah semester akhir, tak banyak yang berubah bahkan bunga Agapanthus yang diberikan Raka sudah berkembang di taman depan rumahnya dan Calla sudah tahu pesan dibalik bunga tersebut dalam bahasa bunga ia diartikan "Surat Cinta" tapi sampai saat ini Raka tidak pernah kembali atau sekedar memberikan kabar 7 tahun berlalu dengan cepat.
"Calla..." Gita berteriak sekencang mungkin untuk memanggil Calla yang saat itu baru turun dari motornya, bisa dibayangkan jarak lobby fakultas dengan parkiran yang hampir 30 meter.
Semua mata disekitar fakultas dan parkiran memandang Gita jengah, karna hari ini mereka menggunakan baju formal hitam putih dan status mereka hanya 2 apakah maba atau mahasiswa/i semester akhir yang mau sidang. Dan mereka berdua adalah mahasiswi semester akhir yang sedang menunggu giliran sidang.
Calla mengambil jurusan ekonomi bisnis karna ia sangat menyukai bunga ia ingin memiliki toko bunga yang bunganya dari hasil kebun sendiri. Dan dia satu fakultas serta jurusan dengan Gita bahkan mereka satu kelas. Sedangkan Lala mengambil jurusan kedokteran yang berbanding terbalik dengan Lulu yang mengambil jurusan fotografi dan modeling dalam satu waktu. Tapi pertemanan mereka masih baik dan semakin erat, walaupun banyak yang mendapat teman baru tapi yang benar-benar bisa disebut teman atau sahabat hanya mereka.
"Apaan sih Git... kita jadi pada diliatin tuh, dikiranya Maba kali 🤭" Calla menjawab lembut setelah menghampiri Gita di depan lobby
"Apa Lo pada liat-liat? gak pernah liat kating cantik apa 🤨"
"PD amat dah Git...😂😂😂"
"Udah ah... yuk kedepan ruang sidang😁"
"Yuk..." mereka berjalan kearah ruang sidang yang memang berbeda dilantai 1.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya giliran Calla yang masuk, kebetulan mereka mendapatkan jadwal sidang dihari yang sama yang hanya berjarak 1 orang di antrian. Satu jam kemudian Calla keluar dengan tersenyum lebar dan mendapati Lala dan Lulu sudah membawa seikat bunga alstroemeria yang mirip bunga Lily yang dalam bahasa bunga berarti persahabatan.
"Gimana sidangnya?" Lala bertanya antusias ia yang sekarang sedang sibuk ko.as menyempatkan diri untuk datang
"Alhamdulillah... " hanya itu jawaban yang dirasa paling pas yang Calla ucapkan
"Semangat Git... setelah Silla kamu kan?" Lulu bertanya untuk kesekian kalinya dan Gita sudah tidak mood menjawab.
"Iya..." Calla memilih menjawabnya
Dan setelah bermain tebak-tebakan untuk mencairkan ketegangan Gita akhirnya kini gilirannya untuk masuk.
"Do'a in ya..." Gita meminta dengan wajah memelas
"Siap..." mereka bertiga menjawab kompak
Kali ini lebih lama dari Calla, tapi Lala Lulu sudah mempersiapkan semuanya jika Calla diberikan seikat bunga maka Gita diberikan seikat rangkaian coklat. Satu setengah jam kemudian Gita keluar dengan mata berkaca-kaca...
"🥺🥺🥺 bentar lagi aku wisuda..."
"🥳🥳🥳 " Lulu meniup peluit pesta cukup nyaring, entah peluit itu datang dari mana, karna takut diusir mereka segera pergi dari depan ruang sidang, sesampainya di lobby
"Selamat Git... ini coklat nya 😂😂😂" Lala tertawa melihat Gita yang terharu.
Hari itu mereka merayakan hari lulusnya sidang Calla dan Gita ditempat bisa mereka nongkrong sejak SMA yaitu ION Cafe, tempat ini pula menjadi saksi perayaan kelulusan SMA mereka, lulus sidang Lulu maupun wisudanya yang beberapa bulan lalu dan sekarang perayaan lulus sidang Gita dan Calla.
.
.
.
Dua tahun kemudian...
Calla mendapatkan kabar kemana perginya Raka Atmajaya, tapi sayangnya asal berita itu bukanlah hal yang ditunggu Calla. Yang Calla inginkan adalah kabar langsung dari Raka bukannya berita televisi yang memberikan sambutan pada pengusaha sukses termuda dunia yang berasal dari Indonesia.
Tapi Calla yang saat ini sedang sibuk dengan bisnis cafe dan toko bunganya memilih menghiraukan berita tersebut. Sedangkan teman-teman yang sudah tau cerita Calla yang selalu menolak para pria yang mendekatinya kalang-kabut. Lala yang baru selesai dari ruang operasi memilih segera menyambangi Calla, Gita yang sibuk meeting bulanan segera menyelesaikan nya dan pergi menuju toko Calla, begitu pula dengan Lulu setelah mendengar berita tersebut ia yang sedang sibuk dengan leptopnya di kantor agensinya memilih pindah lapak bekerja ke Cafe Calla. Dalam setengah jam mereka berempat sudah berkumpul duduk di ruangan Calla di toko bunga.
"Itu Raka yang itu kan Ca?" Gita memulai topik yang mengganjal
"Iya bener..." Calla menjawab santai
"Terus gimana?" kali ini Lulu mulai terlihat gusar
"Ya gak gimana-gimana" Calla tetap menjawab santai
"Calla sayang... maksud kita itu ya kamu masih ngarepin itu cowok?" Lala menyahut gemas
"Mm... gimana ya...🤔" Calla tampak berfikir keras
"Biarin aja deh... kan hidup itu kayak air, ya biarin aja ngalir, ntar kita liat..." Calla menjawab lugas lalu tersenyum kearah ketiga sahabatnya yang kompak menepuk jidat 🤦🏼♀️🤦🏻♀️🤦🏻♀️
"Thanks... tapi sejak aku mutusin buat nunggu, akan tetep sama aku akan tetep nungguin kak Raka 🙂"
"Ok deh... syukur kamu gak apa-apa kita tuh takut kamu terlampau kecewa" Gita menjawab bijak dan diangguki Lala Lulu
" Tapi kak Raka kamu itu gimana sih orangnya?" Lala bertanya penasaran
Tapi saat Calla ingin menjawab, suara ketukan pintu menghentikan percakapan mereka
Tok..tok...tok...
Dilanjutkan suara salah satu pegawai toko milik Calla
"Permisi Bu... "
"Buka aja pintunya..."
"Maaf mengganggu Bu, didepan ada yang cari ibu, katanya calon suaminya ibu..."
"Ha...😲" Gita, Lala dan Lulu kompak melebarkan matanya
"Kamu punya calon suami Cal, wah parah gak pernah cerita..." Lulu langsung menuding tampa bukti
"Ya udah kamu suruh tunggu sebentar di sebelah ya..." karna kebetulan tepat disamping toko bunga milik Calla adalah cafe miliknya juga
"Baik Bu 🙏" setelah pegawainya pergi ia melihat kearah ketiga sahabatnya
"Aku gak punya calon suami, dan aku gak tau ini siapa yang ngaku-ngaku... tapi daripada penasaran mending ditemui kan?"
"Beneran... kamu gak lagi nipu kan?" Lala menjawab cepat
"Gak lah... yuk..." Akhirnya mereka berempat memilih menemui seseorang yang mengaku sebagai calon suami Calla
Dan sesampainya di cafe, cafe tersebut sudah sepi bahkan hanya menyisakan satu meja dan dua buah kursi di tengah ruangan, entah kemana semua meja dan kursi kafe milik Calla tapi yang membuatnya sangat takjub adalah taburan bunga Apple blossom yang melingkari meja tersebut dan seikat besar bunga arbutus di atas meja yang sudah dirangkai indah.
Sesaat ia terpaku ini terlalu indah... itulah yang difikirkan Calla melihat semua ini dan saat ia berbalik ia tidak mendapati ke tiga temannya di belakangnya, dan sekarang ia mengerti ini adalah kejutan untuknya. Ia melangkah perlahan kearah meja tersebut, mengambil bunga arbutus tersebut lalu ia hirup wanginya.
"Bunga ini masih segar..." Calla bergumam lirih
Tiba-tiba terdengar lagu Ed Sheeran Perfect yang mengisi sekitar cafe, lagu yang sangat pas di sore menjelang malam ini.
I found a love for me
Oh darling, just dive right in and follow my lead
Well, I found a girl, beautiful and sweet
Oh, I never knew you were the someone waiting for me
'Cause we were just kids when we fell in love
Not knowing what it was
I will not give you up this time
But darling, just kiss me slow, your heart is all I own
And in your eyes, you're holding mine
Baby, I'm dancing in the dark with you between my arms
Barefoot on the grass, listening to our favourite song
When you said you looked a mess, I whispered underneath my breath
But you heard it, darling, you look perfect tonight
Well I found a woman, stronger than anyone I know
She shares my dreams, I hope that someday I'll share her home
I found a love, to carry more than just my secrets
To carry love, to carry children of our own
We are still kids, but we're so in love
Fighting against all odds
I know we'll be alright this time
Darling, just hold my hand
Be my girl, I'll be your man
I see my future in your eyes
Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms
Barefoot on the grass, listening to our favorite song
When I saw you in that dress, looking so beautiful
I don't deserve this, darling, you look perfect tonight
Baby, I'm dancing in the dark, with you between my arms
Barefoot on the grass, listening to our favorite song
I have faith in what I see
Now I know I have met an angel in person
And she looks perfect
I don't deserve this
You look perfect tonight
Dan setelah lagu itu berakhir sebuah suara memanggil Calla dari arah belakangnya
"Calla..." dan saat ia berbalik ia sudah mendapati banyak orang asing dibelakangnya tapi ia mengenali kedua orangtuanya kakak-kakaknya serta keponakan-keponakannya dan sahabat-sahabatnya. Yang membuatnya terharu adalah Raka, kak Raka yang selama kurang lebih hampir 10 tahun menghilangkan dari hidupnya setelah memberikan nya bunga agapanthus kini sedang berdiri dihadapannya dengan senyum lebar dan ia sedang memegang kotak terbuka yang berisi cincin dan seperangkat alat sholat, kemudian Raka memanggil nya lalu dilanjutkan dengan kata-kata yang Calla tak bisa bayangkan sebelumnya,
"Calla... aku tahu waktu yang kita lalui terlampau singkat untuk saling mengenal dengan baik satu sama lain, dan apalah aku. Saat kita bertemu aku hanyalah anak SMA yang begitu tak tau diri, menginginkan seseorang yang sangat jauh status nya diatasku. Mengenalmu membuatku sadar bahwa yang kucapai bukanlah apa-apa, lalu dipertemuan ke-5 kita ditanam aku bertekad untuk menjadikan mu pelabuhan terakhir ku. Terdengar gila karna saat itu kau baru berusia 15 tahun dan aku 18 tahun, tapi sudah sejak lama aku tahu apa arti pengorbanan. Setelah memiliki tekad aku mencari keberanian, pertama kali kerumahmu aku seolah ditampar keadaan bahwa aku tak pantas untukmu. Lalu aku kembali mencari keberanian dan dukungan, terimakasih untuk kak Camelia yang sudah mendukungku."
Jeda sejenak Raka melihat kearah Camelia dan tersenyum dan Camelia hanya mengangguk an kepalanya
"Lalu dikunjan ke-2 ku aku memintamu kepada kedua orangtuamu, dan mereka menyetujui nya setelah perdebatan alot kami dengan beberapa syarat yang tidak menyalahi syari'at" Jeda kembali dan saat ini Calla yang tadinya hanya berkaca-kaca saat ini mulai meneteskan air matanya
"Melihat senyummu membuat ku kuat untuk menjalani semua syarat tersebut, dan kunjungan ke-3 ku setelah berkali-kali kita bertemu aku memberikan mu bunga agapanthus berharap kau mengerti bahwa aku mencintaimu sejak aku mengenalmu. Maka saat tahun ke 2 kepergian ku syarat pertama bisa kulalui, yaitu membuatmu menyadari arti bunga itu dan menunggu ku. Tahun ke 5 kepergian ku aku menyelesaikan syarat ke 2, yaitu lulus S2 bisnis dari Harvard dengan nilai cumlaude. Tahun ke 7 kepergian ku aku menyelesaikan syarat ke 3, yaitu membangun perusahaaanku sendiri dan berhasil bekerjasama dengan salah-satu perusahaan terbesar di dunia. Dan saat ini ditahun ke 9 kepergian ku aku menyelesaikan syarat terakhir dari ayahmu untuk mendapatkan restu yaitu diakui menjadi salah satu pengusaha sukses termuda, terimakasih untuk kedua orangtuaku dan calon orangtua keduaku untuk semua dukungannya juga keluarga dan sahabat yang menyemangati ku." Raka berbalik dan menundukkan kepalanya
"Dan teruntuk kekasihku, calon istri ku... maukah kau melanjutkan hidup bersamaku, menjalani suka dan duka bersama, menerima segala kekurangan ku dan menghabiskan hari tua bersama?" Raka mengakhiri kalimat panjangnya dengan senyuman
"Iya aku mau..." setelah mengatakan hal tersebut seisi ruangan mengucapkan hamdalah dan saling salam-salaman, Raka memberikan kotak yang dipegangnya pada salah satu orang disana, mengambil cincin di kotak tersebut lalu memakaikannya dijari manis Calla.
The END
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bahasa bunga:
Agapanthus : Surat Cinta
Alstroemeria (peruvian lily) artinya : kesetiaan, persabatan
Arbutus artinya : “kamulah yang kucintai”
Apple blossom artinya : keberuntungan, pilihan