The World Of Magic Online sebuah cerpen pengabungan oleh Tim Deadline Art
🐾🐾🐾[Ali]
Siapa yang akan menyangka, sebuah game yang menjadi salah satu hiburan terfavorit menjadi sebuah malapetaka.
Sebuah game horor yang sedang booming menjadi awal petualangan yang sangat menegangkan, bagaimana tidak? 5 remaja yang asyik memainkan sebuah game world of magic online dalam satu tim, tiba-tiba masuk kedalam dunia virtual game tersebut.
Saat itu mereka bermain game world of magic online di rumah mereka masing-masing dengan menggunakan komputer dan earphone untuk memperjelas suara saat saling berbicara satu sama lain. Seketika mereka kehilangan kontak yang membuat mereka tidak bisa saling berkomunikasi, saat itu juga terdengar suara berdenging yang memekakan telinga.
"Aku mengajak kalian bermain denganku di dunia virtual world of magic online"
"S**l... game apa ini? eror secara tiba-tiba!!" ujar Leo Kin yang membanting earphonenya ke lantai.
Seketika cahaya berwarna hitam pekat muncul di layar komputer miliknya, membawa pria remaja itu masuk ke dalamnya, hingga ke dunia virtual world of magic online. Ternyata bukan Leo Kin saja yang masuk ke dunia virtual itu, namun juga semua rekan timnya berada di tempat yang sama dengannya. Awalnya mereka semua terkejut, namun mereka sangat menikmati peran menjadi hero dalam game yang mereka minati itu.
Saat berada di dunia virtual itu, pakaian yang mereka kenakan berubah menjadi pakaian khusus layaknya hero di game world of magic online. Sebuah layar besar yang merupakan sistem pada dunia virtual itu memberi beberapa gambar senjata yang akan mereka gunakan saat bertarung di dunia virtual. Mereka bebas memilih senjata sesuai minat dan bakat. Tangan mereka menyentuh layar sistem itu, secara otomatis langsung mendapatkan senjata yang mereka inginkan. Setelah semua siap, sistem membawa mereka menuju lokasi level awal, di mana ada lima level yang harus mereka lewati.
🐾🐾🐾[Popow]
Di level awal kali ini adalah alam bebas. Setelah mereka berlima masuk ke alam bebas yang merupakan lokasi level awal. Semua anggota tim waspada, memperhatikan sekeliling. Seketika tangan panjang berusaha menarik Meilin, namun berhasil di tebas oleh Faulin dengan pedangnya karna kewaspadaannya.
Akhirnya monster itu menampakkan dirinya dari kejauhan, wujudnya seperti layaknya manusia biasa. Namun siapa yang menyangka tubuh monster itu bisa memanjang, karna memiliki tubuh yang lentur seperti karet. Ternyata bukan cuma satu, ada begitu banyak moster yang sama. Monster- moster itu kembali menyerang.
Saat itu Naruto yang tidak fokus akan gerakan tangan dan juga kepala yang memanjang siap untuk menyantap mereka semua, karna kelalaiannya Naruto tertangkap, tangan panjang itu membawa Naruto padanya. Faulin mencoba untuk menolong Naruto temannya itu, ia bergegas mengejar pergerakan tangan moster yang membawa Naruto.
"Jangan hiraukan aku, kau bantulah yang lain memusnakan mereka!!" Teriak Naruto yang melihat Faulin mengejarnya.
Alhasil Faulin berhasil menebas tangan panjang itu dan berhasil menyelamatkan Naruto, namun naasnya Faulin di serang oleh kepala monster itu dari belakang dan langsung melahapnya tanpa ia sadari.
"Faulin..." teriak Naruto
Naruto yang berhasil lolos langsung melempar shurikennya hingga menebas sebagian moster yang ada.
"Aku tidak akan mengecewakanmu Faulin!! terimakasih atas pengorbananmu ini!!" gumam Naruto dengan mata yang berkaca-kaca.
Api amarah Naruto seketika membara menyerang semua monster yang tersisa bersama semua rekannya hingga tak tersisa. Sebuah gua yang tidak jauh dari tempat itu memancarkan aura, menandakan pintu masuk menuju level selanjutnya.
"Dimana Faulin?!!" tanya Leo
"Maafkan aku, Faulin tewas karna menyelamatkanku" ujar Naruto dengan penuh penyesalan
"Tidak mungkin Faulin tewas!!" ujar Meilin dengan tatapan tak percaya
"Berhentilah mempermasalahkan hal ini, yang terpenting kita harus menyelesaikan semua misi dan keluar dari dunia virtual ini" ujar Leo
Dengan terpaksa mereka masuk ke sebuah pintu yang merupakan penghubung menuju level selanjutnya.
🐾🐾🐾 [Huang Seul Ri]
Meilin terus memegang tongkatnya erat, kakinya yang gemetar terus ia langkahkan mengikuti teman-temannya yang tersisa. Tiba-tiba semuanya menghentikan langkah saat melihat banyak mayat yang menggantung. Mereka terkejut saat mendapati Monster itu keluar dengan lidahnya yang panjang sampai mulutnya tidak bisa tertutup dengan rapat.
Tangan monster itu menyerang mereka, dengan reflek Merekapun menghindar. Namun tidak dengan Meilin, ia diam menatap monster itu dengan ketakutan, Meilin mengetuk tongkat sihirnya berharap monster itu bisa dimusnahkan. Namun sayangnya tongkat yang dipegangnya tidak berfungsi.
Leo Kin melirik kearah rantai berlumuran darah yang mengering didekat kakinya, Ia mencambuk monster itu berulang kali dengan rantai itu, sampai rantai itu terlilit dileher monster.
"MATILAH KAU MONSTER JELEK!!"
Leo Kin menarik kuat rantai itu dibantu oleh Frigg. Naruto yang melihat temannya tengah bertarung , mengarahkan shuriken kearah Monster itu, namun naasnya shuriken itu justru mengenai kaki Meilin.
Disisi lain tubuh Leo kin dan Frigg terhempas saat monster berhasil menepis mereka dengan tangan panjangnya, rantai yang terlilit di leher monster itu melonggar dan lepas begitu saja. Monster mulai berjalan mendekat kearah Frigg dan Leo Kin.
"Naruto, bantu aku mendekati monster itu, Aku akan meledakannya!!" Lanjutnya
"Kau bisa mati b*d*h!!" Bentak Naruto
"Tidak ada cara lain!, Tolonglah! Aku tidak bisa bertahan terlalu lama" Meilin memohon
"Baiklah, Aku akan menuruti apa katamu"
Naruto membantu Meilin mendekat kearah Monster yang sekarang mendekat ketubuh Frigg dan Leo Kin. Setelah mendekat, Meilin menyuruh Naruto untuk menjauh darinya dan bergegas menolong Leo Kin dan Frigg untuk ikut menjauh dari tempatnya sekarang.
Meilin berteriak, dan monster itupun berbalik mengurungkan niatnya mendekati Frigg dan Leo Kin. Tangan monster itu mencengkram kuat tubuh kecil Meilin. Saat Monster itu mendekatkan tubuh Meilin ke mulutnya. Meilin meledakan dirinya sendiri yang menyebabkan tubuhnya dan Monster itu hancur. Dengan kematian Monster lidah panjang itu, Gerbang level selanjutnya pun terbuka.
🐾🐾🐾[Krizz kunz]
Di level selanjutnya Naruto, Frigg dan Leo kin di hadang oleh Jiwa-jiwa mereka, yang masing-masing di kendalikan oleh Nekromancer pelahir bayangan. Lebih parahnya lagi Roh Chaos yang merupakan roh tertinggi, masih tersegel dalam sabit Leo Kin.
Mereka satu persatu terpaksa harus melawan sisi mereka sendiri, Frigg harus melawan Chaos Frigg, Naruto harus melawan Fire Chaos Naruto, Leo Kin harus melawan Roh Chaos. Naruto dan Frigg telah mengalahkan roh buatan Nekromancer, yang tersisa Rih Chaos tertinggi milik Leo Kin.
Leo Kin hampir kehabisan tenaga, tebal Roh Chaos Tertinggi membuat Leo Kin emosi dan mulai serius bermain dengan Roh Chaos miliknya itu.
Saking emosinya, Leo Kin tidak menyadari atas lepasnya segel Roh Chaos tertinggi miliknya. Hal yang membuat janggal adalah Roh Chaos yang di segel bukan bertipe kegelapan dan malah menjadi Roh Order (Order merupakan simbol elemen yang tidak pernah di sebut dalam menara 7 elemen/ Hall of fame).
Penyerangan yang pertama berhasil mengenai sabit kegelapan Roh Chaosnya, Serangan yang ke dua berhasil mengenai Nekromancer dan tubuh Roh Chaosnya, Nekromancer telah gugur tapi Roh Chaos belum tumbang juga.
Setelah gugurnya Nekromancer, Ada sesuatu Cairan yang akan membawa malapetaka dan lebih gawatnya lagi, Raja Chaos yang di hadapannya masih belum tumbang juga, semakin lama Cairan tersebut ingin menelan Frigg dan Naruto. Leo kin terpaksa harus mempertaruhkan nyawanya demi kedua temannya. Leo Kin mulai mencoba untuk merobek-robek tubuh Roh Chaosnya menjadi pecah belah hal itu membuat mata Leo Kin menjadi kabur
"Ah... Breng**k mataku mulai kabur!!" ujar Leo Kin
Setelah Leo Kin berhasil mengalahkan Roh Chaos miliknya, walaupun matanya menjadi buta dalam waktu singkat, ia tidak menyesalinya.
"Hanya dua orang yang bisa masuk ke level selanjutnya" suara sistem yang menggema
Ahirnya Leo Kin memutuskan untuk mengundurkan dirinya dan memberi kesepatan itu kepada kedua temannya, seketika pintu menuju level selanjutnya terbuka.
🐾🐾🐾[Ma'rifatun Najwa]
Setelah berhasil melewati level tiga dan harus kehilangan satu-persatu rekannya, kini Hanya tersisa dua nyawa Naruto dan Frigg.
"Aku lelah, kenapa kita terjebak dalam game sial ini!! membuat kita kehilangan semua teman" ujar Naruto dengan penuh penyesalan
"Apa kau pikir hanya dengan menyesal dapat membuat semua kembali seperti semula" ujar Frigg dengan membentak
"Lapar...lapar...makan...aku mau makan!!!" Suara monster yang menghapiri mereka
"Sial...moster apa lagi ini!! kali ini takkan ku biarkan kau memakan temanku!!" Teriak Naruto yang langsung mendorong Frigg kebelakang.
"Akh...B*d*h apa yang kau lakukan!" ujar Frigg yang terkejut akan dirinya terlempar jatuh.
"Ku habisi kau moster jahat," Naruto melemparkan Shuriken ke arah moster itu bertubi-tubi
Karena emosi, semua serangannya gagal. Tak satupun serangannya yang mengenai moster itu.
"Berhentilah membuang tenagamu untuk menyerangku, kau akan menjadi santapanku Hahaha" Suara moster yang menggema membuat telinga mereka sakit.
Moster berusaha mendekati Frigg, dengan segala usaha penyerangan ia lakukan. Tapi gagal, moster terlalu kuat walaupun ia di bantu oleh Naruto. Saat Frigg lengah, monster mencengkram lehernya.
"Akhhh...!l lepaskan!!" Teriak Frigg berontak.
Naruto yang melihatnya segera melemparkan Shurikennya dan tepat mengenai mata moster itu, membuat moster melepaskan cengkramannya.
"Arggghhh.. Kau ingin cepat mati rupanya, baiklah akan aku kabulkan, sebelum giliranmu, aku menginginkan gadis manis ini sebagai santapanku!!!"
Frigg tidak bisa bangun, walaupun ia bersikeras mencobanya berulang kali. Naruto berlari mendekati Frigg, kemudian ia menarik dan mendorongnya menjauh. Seketika moster itu menangkap Naruto.
"Narutooo... bertahanlah!! aku akan menolongmu!!" teriak Frigg yang langsung menyerang.
"Berhenti Frigg simpan tenaga mu, jangan sia-siakan pengorbanan kami!!" ujar Naruto sambil mengunakan jurus terlarangnya yaitu rubah ekor sembilan yang membuat dia mati bersama dengan moster itu dan hancur berkeping-keping.
Dengan berat hati, Frigg masuk menuju level selanjutnya, membawa sebuah tekad kemenangan, agar ia beserta semua rekannya terbebas dari dunia virtual itu.
🐾🐾🐾[Sin Cera]
Frigg tiba di level akhir sendirian. Teman-temannya sudah gugur. Ia harus tetap melanjutkan game di tahap level akhir ini. Demi teman-temannya, ia tidak boleh mati.
Seorang gadis muncul dari balik pepohonan. Namanya Hel. Sebelah kanan wajah Hel tampak normal, dengan mata biru dan pipi kemerahan. Akan tetapi bagian sebelah kiri wajah Hel sudah mati. Di sisi kiri wajahnya bengkak, melepuh berwarna keabuan seperti mayat. Matanya sudah membusuk.
Hel tidak sendiri, ia di temani oleh peliharaannya. Seekor ular raksasa. Namanya jormungundr. Jormungundr menyemprotkan racunnya ke udara, seketika burung-burung yang berterbangan langsung mati oleh racunnya.
"Tidak usah membuang waktu, mari sambut kematianmu" ujar Hel sambil tersenyum sinis.
Jormungundr dengan cepat menghampiri Frigg dan menyemprotkan racunnya ke arahnya. Beruntung, Frigg berhasil bersembunyi di balik sebuah pohon besar. Pohon yang terkena racun jormungundr mati seketika, begitu pula rerumputan yang terkena tetesan racun jormungundr. Frigg berusaha melempar Mjolnir ke arah ular di hadapannya. Palu itu kembali kembali ke tangan Frigg setelah berhasil memukul perut jormungundr. Ular tersebur terlempar dan mengeliat-liat sambil menganga.
Frigg yang tidak membuang waktunya, ia melemparkan palunya ke arah kepala jormungundr yang masih kesakitan. Mjolnir masuk ke mulut ular tersebut, menabrak taringnya hingga patah dan jatuh ke tanah, Mjolnir yang masuk lebih dalam hingga menghancurkan otak jormungundr dan membuatnya mati.
Sekarang ia hanya perlu membunuh Hel. Ia melemparkan palunya ke arah Hel, Hel berhasil menangkap Mjolnir dan membuatnya hancur. Sekarang Frigg tidak memiliki senjata apapun lagi.
"Terima saja kematianmu!! Kamu tidak akan bisa mengalahkanku dengan tangan kosong"Ujar Hel sambil tertawa senang.
Akan tetapi tawa Hel tidak bertahan lama, karena Frigg menusukkan taring ular peliharaannya yang tadi patah dan masih beracun tepat di jantungnya. Hel perlahan mati. Seluruh tubuhnya hancur menjadi abu yang berterbangan.
Langit yang gelap menjadi cerah. Frigg mendapatkan pemberitahuan sistem dari perangkatnya.
"Selamat anda beserta anggota tim akan kami pulangkan"
~The End~
Terimakasih telah mampir membaca karya kami ini.
Tim Deadline Art
1. Ali
2. Popow
3. Huang Seul Ri
4. Krizz kunz
5. Ma'rifatun Najwa
6. Sin Cera