Mila Sari, anak indekos lahir di Yogyakarta, pemalas dan hobinya menggambar horor.
Kemarin satu kosan di indekos milik ibu Badriah sempat geger karena kedatangan tamu tidak diundang. Sosok hantu!
Mila yang dipilih hantu itu. Cerita ini dimulai dari sini...
"Uwaah makhluk apa sih ini?"
Mila kaget bukan main. Ia melihat selampai terbang, warna putih persegi. Selampai itu masuk ke dalam lemari. Cepat-cepat Mila membuka lemarinya.
sriing!!
Selampai itu membentuk sesuatu, memiliki sepasang mata dan satu mulutnya. Astagaa ada dua gigi taring halus di sudut bibirnya! Mila jatuh lemas di lantai.
"Haloo, namaku Bo! Aku hantu paling imut sedunia."
Hantu itu meludahi muka Mila hingga Mila terbangun.
"Tolong emaaak! Ada hantu di kamarku!"
"Aish! Dasar penakut. Hei cewe, gini-gini aku pernah hidup. Ganteng dan banyak gadis yang selalu mengejar. Kamu malah ketakutan melihatku," keluh si Boo. Hantu itu kemudian mengubah dirinya menjadi manusia dan membuat dirinya dapat disentuh.
"Cobalah sentuh aku sekarang."
Mila tidak berani. Ia malah lari keluar dari kamar kosnya dan mencari pertolongan.
"Ibu Badri tolong Mila, Bu!"
"Ada apa Mila? Kamu kok pucet banget gini si?"
"Mila dikejar-kejar sama hantu selampai, Bu. Tolonglah, cari dukun hebat buat mengusir hantu itu, kalau engga Mila bakal bilang ke semua penghuni indekos Ibu. Semua bakal lari nggak mau tinggal di sini lagi!"
"Eh tega amat kamu mengancam ibu, Nak?" Ibu Badriah akhirnya mencari dukun hebat untuk mengusir Bo.
Satu Minggu kemudian...
Seorang laki-laki datang ke kamar Mila. Tujuannya ingin mengusir hantu itu.
"Bapak namanya siapa?"
"Kamu bisa panggil Mbah Joki. Kata ibu kosan sini, kamu diganggu sama hantu, ya?"
"Iya, bener!" Mila pun menunjukkan lemarinya. Mbah dukun pun mulai membaca mantranya.
"Kamu keluar dulu!"
"Om harus mengusir hantu itu, ya!"
"Baik, kamu tidak usah khawatir! Saya paling hebat menanganinya!"
Kemudian Mila keluar dan menunggu di depan pintu kamarnya.
Satu jam kemudian...
Mbah Joki keluar dengan muka pucat dan berlari meninggalkan kamar Mila.
"Om itu kenapa? Apakah hantunya sudah lari?"
Mila masuk ke dalam. Betapa kagetnya dia!
"Uwaaaaah Tuhaan, kenapa kamu masih ada di sini! Om Joki telah gagal mengusirmu pantesan dia lari kocar-kacir!" Mila tersudut. Hantu itu makin kuat. Makin hebat! Makin ganteng pula. Wajahnya bersinar-sinar. Muka Bo seperti seorang pangeran.
"Kamu nggak usah pakai cara basi. Aku nggak akan pergi dari lemari itu!" Bo bersikeras tidak mai pergi. Sudah lima orang dukun yang datang mengusir hantu Bo, tetapi selalu gagal. Mereka para dukun yang lari ketakutan.
"Bo, kenapa kamu tidak pergi? Aku nggak mau kamu ada di kamarku!" Mila menjadi kesal sekaligus takut. Pernah saat ia sedang pulas, Bo datang dan mengecup pipinya. Sontak saja Mila bangun dan tidak dapat tidur lagi. Alhasil, besok dia ke kampus dengan mata panda. Mila tertidur di kampus. Pernah Sintia teman Mila merasa kasihan karena Mila curhat tidak mau pulang dan tidur di kos. Sintia menawarkan kebaikan, "Mila bobo aja fi rumahku. Dijamin aman nggak ada makhluk begituan kok!"
Saat hendak tidur, Mila malah lari ketakutan dari rumah temannya. Bo datang menjemputnya.
"Nona, saatnya kembali ke indekosannya!"
Sintia tidak pernah melihat Bo, meski melihat Mila seperti orang gila berbicara sendiri dan lari terbirit-birit. Suatu hari, Bo mendatangi rumah Sintia dan menampakan wujud manusia.
Sintia malah jatuh cinta pada Bo. Dasar jomblo!
"Kamu tidak suka Bo, berikan saja dia padaku. Imut dan ganteng banget. Aku mau dan rela dia jadi pacar gaibku." Begitu kata Sintia. Mila menjawab,"ambil saja. bawa dia ke rumah kamu. Tolong ambil hantu itu, Sin!" Mila memohon pada temannya karena dia sudah putus asa.
"Aku kenal orang pintar. Dia seorang paranormal yang ajaib. Pasti bisa membantu kita. Kamu sabar dulu, ya."
Selama itu Mila sabar dengan gangguan dari Bo. Hanti imut dan ganteng itu selalu menerornya. Saat makan, hantu itu duduk di depan sambil terus menopang dagu dan menatap muka Mila. Tentu saja Mila kurang selera makan kalau ditatap terus. Pernah Bo menyuapinya. Mila makin stress.
Saat mau mandi, sabun itu tiba-tiba bergerak sendiri dan menyabuni dirinya seluruh badan. Mila menggigil ketakutan. Ia juga merasa sangat malu karena Bo melihat dia mandi.
"Sintia, kalau begini terus aku bisa gila!"
"Kamu yang sabar, ya. Bo itu sangat menyukai kamu!"
Bo selalu mengikuti Mila. Ke kampus, dia menyamar menjadi cowok ganteng dan pintar. Semua mahasiswi memburu Bo. Mila jadi senang karena terhindar dari Bo, tetapi selalu saja Bo nempel di sisinya.
"Mila, pacarmu ganteng banget. Kasih kepada ki saja kalau kamu nggak mau!" Rosa meminta kepada Mila.
"Ambil aja. ambil, aku ikhlas kok!"
Bo tetap kembali kepada Mila.
"Plis, jangan ganggu aku dong. Aku nggak suka sama kamu!"
"Tapi aku suka sama kamu, Mila!"
"Terus kamu mau seumur hidup nempel terus?"
"Aku mau menjaga kamu. Aku ngga akan mengganggumu!"
"Kalau aku mau pacaran, tunangan terus menikah dan punya anak, kamunya gimana?"
"Aku tetap setia di samping kamu, Mila. Aku ngga akan ganggu hubungan kamu dengan suami dan anak-anakmu kelak!"
"Tidak bisa! Kamu nggak boleh mengikuti aku terus Bo. Carilah pacar hantu lain!"
"Aku ngga mau. Aku maunya kamu!"
Bo mencium dahi Mila kemudian menghilang dadakan.
Nah, loh kasihan banget kamu Mila.
Sampai kapan kamu bisa hidup tenang. Roh halus Bo sangat mencintai kamu.