Di tengah riuhnya suasana bandara internasional Incheon. Tampak seorang gadis menarik koper warna ungunya. Kepalanya menilik ke sekeliling tempat itu. Dia merekahkan bibirnya membentuk sebuah senyuman. Sebab sudah lama dia bermimpi memijakkan kakinya di negeri ginseng itu.
Dengan bermodalkan kamera dan juga undangan meet & greet Lee Jung Suk sudah cukup untuk bisa membuatnya bahagia. Gadis itu bahkan langsung beranjak pergi dari hotel setelah meletakkan koper ungunya. Dia sudah tidak sabar menyusuri jalanan Seoul yang sering di lihatnya dalam drama korea favoritnya.
BRAK!
Tiba-tiba saja gadis itu menabrak seorang lelaki di depannya, karena terlalu fokus memeriksa gambar-gambar di kamera.
"Sorry!" ujar gadis itu reflek sambil menundukkan kepala dan melindungi kameranya yang berharga.
"Kalau jalan lihat ke depan dong mbak!" kata lelaki itu sembari mengamati wajah gadis yang ada di depannya dengan seksama.
Gadis bernama Fatma itu mengernyitkan dahi, dia mengangkat kepala untuk melihat wajah lelaki yang sudah di tabraknya itu.
Mata Fatma pun langsung membola, ketika melihat lelaki itu. Bagaimana tidak? wajah tampannya hanya berjarak satu inci dari wajahnya. Pipi gadis itu langsung berubah menjadi merah muda, dia tidak bisa mengatakan sepatah kata pun.
Lelaki itu jelas berasal dari ras mongoloid, yang artinya dia adalah seorang lelaki tulen dari Korea Selatan. Tubuhnya tinggi semampai, matanya sipit, kulitnya putih bersih dan terdapat lesung pipit yang menghiasi wajahnya. Membuat setiap gadis mana pun akan luluh ketika melihat senyumannya.
Meskipun begitu, ada yang aneh dari tampilan lelaki itu. Dia tidak memakai alas kaki.
"Kau..... bisa melihatku?" lelaki itu kembali bersuara, dan melebarkan matanya seakan tidak sabar menunggu jawaban dari gadis yang ada di depannya.
"Haha! Ya iyalah aku melihatmu, emang aku kelihatan kaya orang buta ya?" sahut Fatma dengan canggung, lalu perlahan melangkah mundur dan menjauh dari lelaki itu.
"Kamu nggak buta, tapi aneh! soalnya aku bukan manusia loh! ..... kenalkan namaku Eun Myung!" ujar lelaki itu sembari merekahkan senyuman yang berhiaskan lesung pipit.
"A-a-apa... maksudmu bukan manusia?" Fatma mulai bergidik ngeri.
"Selamat datang di Korea...." Sekarang Eun Myung berputar di tempat sambil merentangkan tangannya. Dia tidak menjawab pertanyaan yang dilayangkan gadis itu.
Fatma yang melihatnya sedikit meringis, dan langsung menggunakan kesempatan itu untuk berlari menjauh dari Eun Myung.
'Dasar! ganteng-ganteng gila juga ternyata!' gumam Fatma dalam hati, dia melangkahkan kaki dengan tempo cepat.
⭐🐺⭐
Di sebuah acara meet & greet. Fatma tampak berdiri sambil cengengesan tanpa henti, hanya karena menatap oppa Lee Jung Suk-nya sedang menyanyikan sebuah lagu. Matanya berbinar ketika melihat sang idola melambaikan tangan dan tersenyum. Sekali-kali dia berteriak histeris, saat Jung Suk melontarkan gombalan-gombalannya.
"Idih! Oppa-mu itu pasti operasi pelastik!" suara itu langsung mencuri perhatian Fatma. Dan matanya langsung membelalak, ketika melihat Eun Myung sudah berdiri di sampingnya sembari menyilangkan tangan di dada.
"Ngapain? eh, bagaimana kamu ke sini?" Fatma tampak kebingungan.
"Sudah ku-bilang, aku bukan manusia..." Eun Myung berbisik dengan mendekatkan mulutnya tepat ke telinga Fatma.
"Kamu mengikutiku ya?!" ucap Fatma dengan nada tinggi.
"Iya dong! soalnya selama beberapa bulan belakangan, baru kali ini aku menemui manusia yang bisa melihatku!" sahut Eun Myung sembari menggoyangkan sedikit badannya untuk mengikuti alunan musik meet & greet.
"Mba! bisa lihat cowok di sebelahku nggak?" Fatma mencoba bertanya pada seorang wanita di sebelahnya. Namun wanita itu langsung menggelengkan kepalanya.
Masih tidak percaya, Fatma kembali menanyakan pertanyaan yang sama kepada orang-orang yang ada di sekelilingnya. Tetapi jawaban mereka tetap sama, bahwa mereka tidak melihat seorang lelaki di sampingnya.
Mendengar respon orang-orang, tentu saja membuat Fatma ketakutan. Tubuhnya mematung, menatap kosong ke depan.
"Nomor 129, selamat! kamu mendapatkan kesempatan untuk maju ke depan dan berinteraksi dengan Jung Suk oppa!" pembawa acara itu tampak celingak-celinguk untuk mencari seseorang dengan nomor undian 129.
"Fat! cepat maju! nomor kamu terpilih tuh!" tegur Eun Myung, yang langsung membuat Fatma gelagapan.
Tanpa pikir panjang, gadis itu pun langsung melangkahkan kakiknya ke panggung. Jung Suk langsung melemparkan senyuman untuknya, sembari menyodorkan tangan untuk bersalaman. Membuat fans lainnya merasa iri dan berteriak begitu histeris.
Fatma yang sedari tadi merasa kebingungan dan khawatir. Merasa semakin di buat gugup dengan keadaan apa yang ada di depan matanya. Apalagi sekarang Eun Myung tiba-tiba saja muncul, dan berdiri di samping Jung Suk.
"Halo..." sapa Jung Suk lembut. Perlahan Fatma berusaha meraih tangan idolanya itu sembari menatap ke arah Eun Myung. Hingga kaki gadis itu tidak sengaja tersandung kabel listrik yang melintang. Keseimbangan Fatma langsung hilang dan membuatnya jatuh tersungkur.
Tidak lupa tangan kanannya juga berhasil membuatnya lebih malu. Sebab tangannya reflek berpegangan pada teplak meja, menyebabkan semua cangkir yang berisi kopi tumpah ke lantai. Baju gadis itu menjadi basah seketika.
Suasana menjadi hening beberapa saat. Sejak Fatma terjatuh, dia sudah memejamkan mata.
"Kamu tidak apa-apa?" suara dua lelaki yang berbicara secara bersamaan, langsung membuat Fatma membuka matanya. Di hadapannya sekarang ada Jung Suk dan Eun Myung, yang sama-sama menyodorkan tangan mereka untuk membantu gadis itu berdiri.
Tanpa pikir panjang, tentu saja Fatma meraih tangan idolanya. Di banding lelaki misterius yang selalu mengganggunya sejak awal tiba di kota Seoul. Hal itu membuat raut wajah Eun Myung berubah menjadi datar dan langsung menghilang.
⭐🐺⭐
Fatma keluar dari gedung acara meet & greet. Raut wajahnya masih tampak cengengesan, seraya terus menatap foto di ponselnya.
"Ilih! segitu sukanya sama tuh orang! gantengan juga aku!" suara Eun Myung yang tiba-tiba muncul, membuat Fatma terperanjat.
"Apa mau kamu sih? kenapa selalu mengikutiku?!" sekarang gadis itu memberanikan diri untuk melotot kepada Eun Myung. Namun Eun Myung menatap gadis itu dengan lembut, dan perlahan menelan salivanya.
"Ya sudah kalau nggak mau bicara!" ancam Fatma sembari mencoba beranjak pergi.
"Tunggu!" pekik Eun Myung, berusaha mencegah kepergian Fatma.
"Aku... a-aku hanya terlalu senang ada seseorang yang bisa melihatku..." ujar Eun Myung lirih.
"Memangnya kamu ini apa? hantu?" tanya Fatma yang sudah tidak ketakutan, karena sudah terbiasa dengan keberadaan Eun Myung.
"Apa kamu tahu tentang gumiho?"
"Gumiho? rubah berekor sembilan?" tebak Fatma sembari mencoba menengok ke bokong Eun Myung. Untuk melihat ekor sembilannya.
"Haiss! jangan lihat ke bokongku dong! kau-pikir semua gumiho itu memiliki ekor?" Eun Myung mengernyitkan dahi.
"Fakta yang ku-tahu kan begitu! ... jadi ....... kau-beneran..."
"Iya, aku gumiho!" Eun Myung langsung menyambar perkataan Fatma.
"Terus mau-mu apa?"
"Temani aku ya?"
"Hah?"
"Sudah lama aku tidak memiliki seseorang yang bisa di ajak bicara!" Eun Myung menundukkan kepalanya. Mendengar hal itu, Fatma hanya bisa menggaruk kepalanya. Dia tidak percaya sudah bertemu dengan gumiho, saat pertama kali mengunjungi Korea Selatan.
Meskipun merasa aneh, akhirnya Fatma menyetujui untuk bisa menemani Eun Myung. Toh lagi pula dia tidak akan lama tinggal di Korea. Jadi menurutnya Eun Myung tidak akan bisa mengikutinya selamanya.
Mereka berdua menyusuri jalanan trotoar bersama.
"Eun Myung, kamu tidak akan menyakitiku kan? ... karena dari info yang aku baca, gumiho itu makhluk yang jahat!" ujar Fatma mencoba memecah keheningan antara dia dan Eun Myung. Namun lelaki itu hanya terdiam dan menundukkan kepala.
Dia tiba-tiba menghentikan langkah kakinya sambil memalingkan wajah untuk menatap gadis di sebelahnya dan berkata, "Fatma... maaf!" tangan Eun Myung tiba-tiba saja mendorong Fatma ke tengah jalan. Tubuhnya langsung di sambut oleh mobil yang melaju. Gadis itu langsung terguling di aspal hingga tak sadarkan diri.
⭐🐺⭐
Perlahan Fatma membuka matanya, dan dia sangat terkejut melihat dirinya berada di tempat yang berhiaskan pepohonan dan juga tumbuh-tumbuhan berbunga. Sesaat gadis itu terpesona melihat keindahan bunga sakura. Hingga akhirnya dia menyadari, bahwa terakhir kali dia ingat bahwa dirinya mengalami kecelakaan.
"Indah kan?" suara yang tidak asing kembali membuat Fatma terperanjat dan langsung berdiri.
"Jangan mendekat!" ujar Fatma sambil berusaha menjauh dari Eun Myung.
"Ini tempat tinggalku sekarang, tidak begitu jauh dengan kota Seoul ..." ucap Eun Myung seakan mengabaikan gadis yang sedang ketakutan di hadapannya.
"Apa maumu Eun Myung!" Fatma menatap nanar Eun Myung.
"Aku hanya ingin memberitahu temanku, kalau aku di kubur di sini ..... sejak hari itu aku tidak bisa lagi berbicara dengan siapapun. Hingga akhirnya aku bertemu denganmu!"
"Tapi bukankah kau-berusaha membunuhku? apa aku sudah mati juga sekarang?" Fatma mengerutkan dahi dengan nafas naik turunnya.
"Tentu tidak! aku yakin kau-akan sangat berterima kasih dengan apa yang kulakukan padamu," ucap Eun Myung yakin.
"Cih! aku tidak akan berterima kasih dengan orang yang sudah membuatku celaka!" sahut Fatma.
"Nih untukmu! anggap saja sebagai permintaan maaf dan terima kasih!" ujar Eun Myung sambil menyodorkan seikat bunga sakura kepada Fatma.
"Nggak ah! cepat kembalikan aku Eun Myung! aku pengen pulang!" desak Fatma dengan raut wajah yang masih cemberut.
Perlahan Eun Myung menyentuh wajah Fatma dengan tangannya. Lelaki itu kembali mencoba mendekatkan wajahnya kepada wajah gadis itu. Fatma langsung berusaha melepaskan tangan Eun Myung, dan tanpa sadar memejamkan matanya.
⭐🐺⭐
Fatma membuka matanya pelan, dan dia langsung di sambut oleh seorang lelaki yang sedang duduk di sampingnya. Perwakannya sama sekali tidak asing. Lelaki itu tampak mengenakan topi dan masker.
Sekarang Fatma berada di salah satu kamar rumah sakit. Kaki kanannya tampak di perban.
"Kamu sudah sadar?" ujar lelaki itu sembari membuka maskernya.
Deg!
Jantung Fatma langsung berdebar, ketika melihat lelaki itu ternyata adalah Lee Jung Suk. Gadis itu sampai tidak bisa berkata-kata, karena merasa sangat gugup dan canggung.
Jung Suk pun menjelaskan apa yang telah terjadi pada Fatma. Dia mengatakan bahwa dirinya saat itu tidak sengaja menabrak Fatma. Dan membuat gadis itu harus tidak sadarkan diri selama tiga jam.
Sudah sekitar dua hari Fatma di rawat di rumah sakit. Jung Suk juga tampak selalu setia memeriksanya, meskipun dia memiliki jadwal yang padat.
***
Suatu hari Jung Suk mengajak Fatma jalan-jalan dengan kursi rodanya. Karena kaki gadis itu belum mampu untuk berjalan. Dia membawa Fatma melihat-melihat ke sekeliling rumah sakit untuk mencari udara segar.
"Aku ke toilet dulu ya, nikmati saja matahari terbenam di kota Seoul!" ucap Jung Suk sambil beranjak pergi meninggalkan Fatma di taman rumah sakit.
Tanpa di duga, kursi roda Fatma berjalan dengan sendirinya.
"Jung Suk oppa? nggak jadi ke toilet?" tanya-nya bingung sembari menengok ke belakang. Matanya langsung membola, ketika melihat Eun Myung yang terus mendorong kursi rodanya dengan sangat cepat.
"Aaaaaaa....." Fatma terus memekik, ketika kursi rodanya semakin melaju dengan kecepatan tinggi.
"Eun Myung! HENTIKAN!!!" pekik Fatma dengan berpegangan erat di kursi rodanya.
Eun Myung membawa Fatma masuk ke dalam lift. Dan berhenti di lantai paling atas. Lelaki itu membawa Fatma ke atap rumah sakit.
Eun Myung langsung menunjukkan jari telunjuknya ke suatu tempat.
"Di sana! kau-bisa temukan aku!" ujarnya.
"Apa-apaan kamu Eun Myung! Ini nggak lucu! kamu mau membuatku celaka lagi?" geram Fatma dengan kernyitan di dahinya. Namun Eun Myung hanya terdiam, masih menatap tempat yang dia tunjuk.
"Terima kasih..." ujar Eun Myung lirih, perlahan tubuhnya menghilang.
"Nona!!!" seorang perawat tiba-tiba datang menghampiri Fatma karena khawatir. Dan segera membawa gadis itu kembali ke kamarnya.
⭐🐺⭐
Pikiran Fatma di penuhi banyak pertanyaan. Dia masih penasaran dengan Eun Myung. 'Sebenarnya apa mau lelaki itu?' batin Fatma bertanya-tanya.
Jung Suk tiba-tiba datang dengan raut wajah khawatir. Wajah tampan itu tentu saja langsung membuat kegelisahan Fatma hilang seketika.
'Benar kata Eun Myung, aku harus berterima kasih padanya. Kalau aku tidak tertabrak oleh Jung Suk Oppa, mungkin aku tidak pernah bisa jadi sedekat ini dengannya!' ucap Fatma dari dalam hati tentunya.
Fatma memainkan ponselnya, hingga ada artikel berita yang menarik perhatiannya. Artikel yang menuliskan hilangnya seorang lelaki berumur 28 tahun, bernama EUN MYUNG!
Mata gadis itu langsung membola. Sekarang dia paham apa yang di tunjukkan oleh Eun Myung padanya. Gadis itu hanya berharap Eun Myung bisa menemuinya lagi.
***
Klik!
Fatma menyalakan televisi, dan dia kembali di buat kaget dengan salah satu berita yang sedang banyak di bicarakan di Korea.
"Hingga saat ini polisi belum bisa menemukan seorang lelaki bernama Eun Myung. Kehilangannya sampai saat ini masih menjadi perhatian masyarakat. Karena polisi hanya bisa menemukan petunjuk yang sedikit. Petunjuk yang ditemukan polisi berupa boneka gumiho dan seikat bunga sakura yang sudah layu. Demikan laporan saya..."
Setelah mendengar berita itu, pikiran Fatma semakin di buat bingung. "Jadi selama ini Eun Myung berbohong?, dia siapa sih!" gumam Fatma sambil mengacak-acak rambutnya, dia sudah lelah berpikir.
"Kenapa? jadi kamu sudah mengetahui tentangku ya?" Eun Myung tiba-tiba datang, namun kali ini penampilannya begitu berbeda. Pakaiannya tampak kotor, bahkan tubuhnya di penuhi lebam dan darah.
~TAMAT~