penghianatan# kekecewaan#terdzolimi.
lni lah kisah ku, awal sebuah permasalahan dalam keluarga ku, saat sebuah penghianatan menghancurkan dan meruntuhkan dunia yang aku bangun selama bertahun-tahun.
Aku menikah dengan suami ku saat aku berusia 20 tahun, dari hasil pernikahan kami, kami Mendapatkan 2 anak, yang cantik dan tampan.mereka putra dan putri ku, yang ku beri nama Andi dan Annisa.
sebagai sepasang suami istri, kami merintis usaha dari 0, kami bekerja keras bersama-sama,kami memulai usaha kami dengan berdagang telur keliling bersama suami ku.kami berusaha dengan sangat keras, kami berdagang telur sampai tak mengenal lelah.
sampai pada akhirnya, usaha kami berkembang dan membuah kan hasil, kami membuka peternakan untuk menghasilkan banyak telur, dan kami mempunyai banyak karyawan yang bekerja, dan kami menjadi pengusaha yang sukses.
Dalam jangka 2 tahun, kami bisa menghasilkan uang sampai 20 Miliar pertahun dari hasil peternakan yang kami olah.
Pada dasarnya kami sama seperti keluarga biasa, keluarga yang normal pada umumnya.
Suami ku mengolah perternakan dan aku mengurus rumah dan anak-anak.
dan terkadang aku juga membantu suami ku untuk mengurus perternakan.
keluarga kami penuh dengan kebahagiaan yang tak pernah kekurangan apa pun.
Kami selalu merayakan hari besar seperti tahun baru, atau pun hari besar lainnya.
kami terlihat seperti keluarga yang sangat sempurna.
Sampai pada akhirnya titik awal kehancuran keluarga ku pun dimulai, kerena sebuah penghianatan, tahta, nafsu yang tak terkendali, dan juga kerena kehadiran orang ketiga, kisah ku pun dimulai dari sini.
"Brugg!!"
Suara seorang yang seperti terjatuh, aku terbangun dari tidur ku, ku dapati mas Anton tak berada di samping ku.
Aku melihat jam dinding, sudah menunjukkan pukul 03:00 pagi.
Aku turun kebawah, mencari suara yang seperti orang terjatuh, aku turun perlahan menyusuri tangga, sejujurnya aku juga takut, kalau pencuri sedang masuk kedalam rumah kami.
Saat berada di bawah tangga, aku berjalan secara perlahan dan melihat sekeliling ku, saat aku menyalakan lampu, betapa terkejutnya aku, aku melihat mas Anton terbaring di atas lantai.
Aku segera mendekati nya, dan mencoba untuk membangun kan nya, untuk tidur di dalam kamar saja.
"Mas, ayo bangun! kenapa kamu tidur di sini"
Bau alkohol Sangat menyengat saat aku mendekati mas Anton.
"Ternyata dia mabuk, pantas saja dia tak sadarkan diri" Ucap Vina dalam hati.
Aku tidak punya tenaga yang cukup kuat, untuk menggendong mas Anton ke dalam kamar, aku pun hanya memberikan dia bantal dan selimut agar dia tak kedinginan.
Ada sedikit kesal di dalam hati ku, saat mengetahui mas Anton mabuk seperti itu.
Aku meninggalkan mas Anton di bawah, dan segera melanjutkan tidur ku kembali.
***
Saat pagi hari, Anton yang menyadari dirinya tak tidur di kamar pun merasa heran dan kebingungan,"kenapa aku bisa tidur disini?" Ujar Anton menggaruk kepala yang tak gatal.
"pergi mandi,Mas! setelah itu makan bersama."
Vina yang sibuk di dapur menyiapkan makanan untuk keluarga nya, Vina masih kesal dengan tingkah suami nya, tapi dia tetap berusaha tenang, agar tidak menimbulkan konflik di dalam keluarga nya.
"Vin, kamu tau nggak, kenapa aku bisa tidur di lantai?" Ucap Anton yang masih heran.
"Kamu mandi saja dulu, Mas! setelah itu kita akan bicara," Ketus Vina.
Anton hanya menurut dan pergi ke toilet untuk segera membersihkan diri nya.
"Pagi mama ku yang cantik," Ucap Annisa manja sambil memeluk ibu nya dari belakang.
"Kamu udah siap? ayo duduk di meja makan! kita akan sarapan bersama.
"Hey! hey! apa kalian akan melewatkan sarapan tanpa aku?" Ucap Andi yang segera duduk di salah satu kursi makan.
Tak berapa lama pun, Anton segera turun kebawah menuju meja makan, Meraka pun makan bersama dengan canda tawa seperti biasanya.Setelah semua selesai Annisa dan Andi pun segera berangkat menuju tempat kerja masing masing.
Anton pun bersiap-siap segera hendak berangkat kerja.
"Tunggu mas! kita harus bicara!" Ketus Vina.
"Kita bisa bicara, setelah aku pulang kerja sayang,"
"Saat ini juga kita harus bicara!"ketus Vina.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?"
"Kemana kamu tadi malam? kenapa kamu pulang larut malam?"
"kenapa aku pulang larut malam? Anton yang berlagak pura-pura lupa.
"lya kau pulang larut malam dalam keadaan mabuk,Mas," Geram Vina.
"A..aku mabuk? ah iya, aku ingat, kami sedang merayakan ulang tahun teman lama ku.
dan aku minum terlalu banyak, maaf kan aku sayang, tapi aku harus berangkat ke peternakan sekarang!" Ucap Anton meninggalkan Vina sendirian yang masih menatapnya.
Anton hanya senyum-senyum di perjalanan menuju ke peternakan, dia memikirkan wanita yang baru dia temui di Bar, wanita yang cantik putih dan seksi. Anton tergila-gila dengan wanita tersebut.
Wanita tersebut adalah Tania, penari Eksotis di Bar. saat berkenalan dengan Anton, Tania mengetahui bahwa Anton sudah berkeluarga,tapi Tania tidak peduli tentang itu, Tania mengangap itu bukan urusannya, itu adalah urusan pribadi Anton. dan sampai akhirnya Tania dan Anton memutuskan untuk berpacaran,dan selingkuh di belakang Vina.
Saat pertama kali bertemu Anton, Tania merasakan cinta pandangan pertama, dia merasa kalau dia dan Anton punya ikatan dan ketertarikan yang sangat kuat.
Anton juga mengatakan pada Tania, dia sedang ada masalah dengan istrinya, dia tidak punya ketertarikan lagi dengan Vina, Anton juga mengatakan bahwa dia akan segera bercerai dengan Vina, dan itu membuat hubungan Tania dan Anton semakin kuat.
Anton lebih banyak menghabiskan waktu bersama Tania Setiap hari, Anton jarang bekerja dan juga berada di rumah.
"ma, papa di mana sih? kok belakangan ini Vina perhatikan papa jarang banget dirumah, bahkan hari libur pun, Annisa engak lihat papa, mama sama papa baik-baik aja kan?" Tanya Annisa pada Vina.
Vina yang tak tahu harus bagaimana menjelaskan nya pada Annisa, Vina juga merasakan hal yang sama, belakangan ini, Anton memang sangat sibuk bahkan, dia bisa di hitung berapa kali berada di rumah.
"Mama baik-baik aja kok sama papa mu, udah kamu jangan terlalu memikirkan nya ya!"
Ujar Vina mencoba menutupi yang terjadi.
Vina mulai merasa curiga dengan tingkah laku Anton belakangan ini, Vina berusaha menyelidiki apa yang sedang di kerjakan Anton di belakang nya.
Vina mencoba mendatangi tempat peternakan, tapi Anton tak berada di sana.
"Kemana bapak, Gus?" Vina bertanya pada salah satu pekerja di peternakan.
"Ndak tahu,buk! Bapak belakangan ini jarang masuk, paling datang cuma ngambil pemasukan dari peternakan, habis itu pergi lagi, begitu seterusnya buk,"
Semakin besar sudah kecurigaan Vina pada Anton, dengan amarah yang menggebu, Vina mencek keuangan, Vina melihat begitu banyak Anton mengambil uang. "Kemana semua uang ini dia pergunakan?" Gerutu Vina.
Vina pun segera pulang dan memeriksa barang-barang Anton, tapi satu pun tak dia temui, sampai akhirnya tak sengaja Vina memegang sesuatu di dalam kantong celana Anton.
Vina mengeluarkan yang dia pegang tersebut, beberapa lembar struk kertas, Vina membaca tulisan yang ada di dalam nya, pembelian sebuah kalung berlian, penginapan di sebuah hotel, pengeluaran beberapa Makanan di restoran.Tangan Vina bergetar memegang struk tersebut, pikiran nya pun mengatakan bahwa suami nya sedang berselingkuh.
Vina pun semakin marah, dan bersiap untuk menanyakan apa yang telah dia perbuat di belakang nya
***
Tak berapa lama Anton pun tiba di rumah, dengan bersiul-siul menuju kamar nya.
Anton yang melihat istrinya duduk di atas tempat tidur, memeluk nya dari belakang.
"Sayang, apa yang kamu lakukan? aku sangat merindukan mu,"Ucap Anton sambil memeluk Vina dari belakang.
Dengan kasar Vina Bangkit dan melempar kan beberapa kertas ke wajah Anton.
"Jelas kan pada ku, apa semua ini? kau selingkuh di belakang ku? kau membelikan seorang wanita kalung berlian yang sangat mahal, kau berfoya-foya bersama wanita itu, Bajingan kamu!" Bentak Vina mengeluarkan semua amarah yang dia pendam.
Anton terkejut melihat Vina sangat marah, dan dia tidak bisa berkata apa-apa, dia seperti maling yang tertangkap basah, tak bisa mengelak lagi.
"Pergi kamu dari rumah ini! jangan pernah injak rumah ini lagi!" bentak Vina yang mengusir Anton dari rumah mereka.
"Aku bisa jelasin semua ini, kamu tenang dulu, kamu jangan marah seperti ini Vina," pujuk Anton.
"pergii!"bentak Vina dan berteriak.
Anton yang sedikit takut melihat kemarahan Vina, tapi dia tetap tidak mau pergi,dia hanya diam dan memohon ampun pada Vina.
"Aku mohon,Vin! maaf kan aku, aku janji tidak akan mengulangi kesalahan ini lagi,"ucap Anton dengan Isak tangis.
Vina yang sangat marah menahan emosi dan nafas yang mengebu-gebu,tapi dia juga tak rela memberikan suami nya kepada penghancur rumah tangganya, dia juga tidak tahu bagaimana dia harus menjelaskan kepada anak-anak nya nanti.
"Aku akan memaaf kan mu, tapi tinggal kan wanita itu, dan jangan pernah berhubungan lagi dengannya."
"Aku janji! mulai detik ini, mulai hari ini aku akan meninggal kan wanita itu,"ucap Anton yang menyesali perbuatannya.
Anton berdiri dan memeluk Vina, dia berjanji dalam hati, dia tak akan menemui Tania lagi, dia akan berubah, dan berusaha menjadi suami yang baik kedepannya.
2 bulan kemudian..
Tania tampak gelisah, kenapa Anton tak pernah menemui nya 2 bulan terakhir ini, bahkan saat di telpon, Anton mengabaikan panggilan nya.
"Sial! apa yang terjadi? kenapa dia meninggal kan aku begitu saja?"cetus Tania merasa geram.
"Lihat saja aku akan memberi pelajaran untuk mu, aku tidak akan tinggal diam."
Tania mulai mencari tahu tempat tinggal Anton, dan mulai mengintai rumah Anton dari kejauhan, saat Tania memperhatikan rumah Anton, Tania melihat Anton dan Vina keluar rumah dengan bahagia dan masuk ke dalam mobil.
Tania merasa geram, dengan apa yang di lihat nya, dia sangat marah kepada Anton yang mencampakkan nya begitu saja.
Tania berusaha mencari nomor telepon Vina, dia datang ke peternakan, dan meminta nomor Vina,pada salah satu karyawan, dan mengatakan dia adalah sahabat Vina dari jauh, dan dia membutuhkan nomor Vina.
dengan mudah karyawan tersebut percaya dan memberikan nomor Vina kepada Tania.
Tania tersenyum sinis saat mendapat kan nomor Vina,"permainan akan segera di mulai, tunggu pembalasan ku Anton."
Tania mulai meneror Vina dengan pesan-pesan yang aneh, dan pesan sebuah ancaman,namun itu tidak mempengaruhi Vina sama sekali, dia anggap nomor itu hanya orang iseng.
Tak berhenti sampai di situ, Tania mengirimkan pesan kepada Anton.
"Kau kembali pada istri mu yang jelek itu? dia tidak cantik, bahkan terlihat sangat tua dan keriput ,aku lebih menarik di banding kan nya, istri mu terlihat gendut, lemak nya bertebaran di setiap sudut badan nya,"ucap Vina kepada Anton melalui pesan.
Anton berusaha untuk tidak meladeni pesan yang Tania kirim kan, dia mengabaikan pesan itu begitu saja.
dan itu membuat Tania semakin murka, dia tak berhenti sampai di situ.
Tania mendapatkan ide,dia ingat saat dia dan Anton melakukan adegan ranjang, mereka merekam diri mereka dengan sebuah kamera.
dengan tertawa bahagia, Tania langsung mengirimkan video itu pada Vina.
Vina yang mendapatkan pesan itu, dia berusaha untuk mengabaikan dan berniat menghapus nya,tapi hati nya mengatakan untuk membuka video tersebut.
Saat membuka video tersebut,Vina menyaksikan semuanya di dalam video itu, dia melihat adegan ranjang suami nya dan Tania.
Tangan Vina bergetar dan air matanya jatuh membasahi pipinya, dia tak sanggup untuk menyaksikan semua itu,dia sangat kecewa kepada suaminya dan dia tidak bisa lagi memaaf kan kesalahan Anton.vina menangis sejadi-jadinya, dan berteriak di dalam rumah seperti orang gila, sehinga membuat anak-anaknya menghampiri nya.
"Ada apa ma? apa yang terjadi?,"tanya Andi kepada Vina.
Vina tidak menjawab pertanyaan mereka,dia hanya menangis terus menerus.
Annisa yang melihat handphone terletak tak jauh dari mereka, segera mengambil nya dan melihat video tersebut.
Annisa sangat terkejut melihat video tersebut dan dia juga memberikan nya kepada Andi.
Andi juga terkejut dan membelalakkan matanya saat melihat video tersebut.
Dengan langkah yang santai dan dengan wajah tak berdosa,Anton masuk kedalam rumah, dan dengan senyuman yang lebar.
Dia melihat Vina menangis bersama anak-anak nya,dia pun berlari dan menghampiri mereka.
"Ada apa? apa yang telah terjadi?"tanya Anton yang tak tahu masalah sebenarnya.
"pergi kamu dari sini!"bentak Vina dengan sangat marah.
"Kau lelaki bajingan, kau penghianat,kau menghancurkan kepercayaan ku selama ini, pergi kamu!"teriak Vina dengan wajah yang memerah.
Anton yang tak mengerti dan kebingungan hanya terdiam, dia tak tahu apa yang telah terjadi sebenarnya.
"Pergi lah ayah! tinggalkan mama sendiri dulu!"ucap Andi menatap Anton dengan menahan amarahnya dan berusaha tetap tenang.
Anton menuruti perkataan Andi,dia pun berjalan keluar menuju pintu,dia tak tahu harus pergi kemana, yang hanya terlintas di pikiran nya, dia akan kembali kerumah Tania.
Anton pun menghidupkan mobil nya dan pergi menuju rumah Tania.
Saat berada di depan rumah Tania,Anton mengetuk pintu, tak butuh waktu lama, Tania membuka pintu dan mempersilahkan Anton masuk.
"Kenapa kamu kemari? bukan kah kau telah meninggal kan ku begitu saja?"cetus Tania kesal.
"Maaf kan aku Tania, aku telah menyakiti mu,"ucap Anton.
"Kemana istri mu? apa dia mengusir mu?"tanya Tania yang penasaran.
"Kenapa kau bisa tahu, kalau Vina sedang mengusir ku?"Tanya Anton mengerut kan keningnya.
"Tidak, aku hanya bertanya, tidak ada alasan,"jawab Tania yang terlihat gugup.
Anton hanya mengangguk dan tak mengerti apa sebenarnya yang terjadi? kenapa Vina begitu sangat marah, dan sampai tega mengusir nya dari rumah.
Tania yang terlihat sangat bahagia, kerena Anton kembali kepadanya, dia merasa usaha nya telah berhasil, dan dia akan membuat Anton di bawah kendali nya.
sudah hampir satu minggu Vina mengusir Anton, Vina hanya murung dan mengunci diri di kamar, dia merasa sangat kecewa dan tak bisa melupakan video yang dia lihat. Hati nya sangat sakit saat mengingat semua kejadian itu.
Tok! tok! tok!
Suara pintu di ketuk dari luar, dengan langkah yang malas Vina berjalan menuju pintu, dan membuka pintu kamar nya, dia melihat ibu nya sedang berdiri di depan pintu.
Vina tersenyum tipis menyambut kedatangan ibu nya.
"Apa masalah nya? kenapa kalian bertengkar hebat seperti ini?"tanya ibu nya Vina.
Dengan nada yang malas Vina menceritakan semua masalah yang terjadi sampai akhirnya dia mengusir Anton dari rumah.
İbu nya pun hanya menarik nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar.
"İbu serah kan semuanya pada mu,Nak! jika kamu masih mencintainya, dan masih mau memperbaiki rumah tangga kalian, jemput lah dia kembali, pikir kan masa depan anak-anak mu.
Vina hanya terdiam memandangi dinding kamarnya, dia tak tahu apakah akan memaaf kan Anton dan memulai kembali dari awal, hati terlalu sakit untuk menerima Anton kembali.
"Baik,Buk! Vina akan pikir kan dulu, apakah rumah tangga ini, bisa dipertahankan atau di akhiri dengan perceraian."
"yasudah, jangan menyiksa diri mu terlalu lama, hidup terus berlanjut dan kau juga harus tetap kuat, demi anak-anak mu."
Vina hanya mengangguk dan memikirkan semua perkataan ibu nya.
Vina membaringkan badan nya di atas tempat tidur dan menerawang ke langit-langit atap kamar nya, sampai akhirnya Vina tertidur.
***
Keesokan hari nya, Vina ingin menata hati nya kembali,dia merasa sudah cukup terlalu lama untuk mengurung diri nya di dalam kamar, sehingga dia sudah berhari-hari tak berkomunikasi dengan anak-anaknya, bahkan Vina tak memasak untuk mereka.
Vina berniat untuk memasak untuk mereka, dan mencoba menelpon Anton untuk makan bersama. dia mencoba untuk tetap membesar kan hati nya, agar anak-anak nya tidak jadi korban, kerena masalah orang tua mereka.
Vina pun menyetir mobil nya dan berniat pergi ke süpermarket, saat di perjalanan, tak sengaja Vina melihat mobil Anton berjalan melaju tepat di depan mobilnya.
dia berniat hendak mengejar, dan mengajaknya makan bersama malam ini.
saat hendak mengejar mobil itu, Vina melihat Anton mengendarai sepeda motor dan beriringan dengan mobil tersebut.
Vina sangat terkejut dan sekaligus murka, dia menelpon Annisa dan berkata,"Annisa mama melihat papa mu bersama wanita itu, mama akan bertanya pada papa mu, dia akan memilih mama atau wanita itu,"ucap Vina kepada Annisa dari telepon.
Vina melaju kan mobil nya sangat kencang dan mengelekson mobil tersebut berkali-kali, Vina berniat hendak berbicara baik-baik secara dewasa, namun Tania melajukan mobilnya begitu kencang.
Vina pun semakin melajukan mobilnya tak kalah sangat kencang, dan sesekali Vina menabrak belakang mobil Tania.
Tania terlihat takut, dia tetap melajukan mobil itu semakin kencang.
Anton yang melihat kejadian itu, dia pun berusaha untuk menghentikan mereka, Anton pun mengejar mereka dari belakang dan mereka kejar-kejaran di jalanan.
beberapa orang yang menyaksikan mereka, melaporkan kepada polisi, mengatakan bahwa ada mobil yang ngebut-ngebut di jalan raya.
tiba-tiba Anton hilang kendali mengendarai sepeda motornya dan dia menabrak sebuah tiang,tubuh Anton pun terhempas ke aspal, dan Anton dilari kan kerumah sakit dengan orang sekitar.
setelah beberapa jam di rumah sakit, Anton pun dinyatakan meninggal dunia.
Kemudian Polisi menangkap Vina, sebagai tersangka penyebab kematian suaminya sendiri, dan juga di tuduh melakukan penyerangan terhadap Tania.
Persidangan yang penuh dengan drama, emosi,dan air mata, sangat menarik perhatian publik dan media.
Vina mengaku tidak bersalah di pengadilan.
Vina mencoba untuk membela dirinya, dia mengatakan"Aku tidak mungkin membunuh suami ku sendiri, aku sangat mencintai nya, meski dia menghianati ku, aku sudah lama bersamanya, bahkan kami memiliki anak dari hasil pernikahan kami,kami sudah bersama belasan tahun, begitu banyak waktu yang kami lalui bersama,dan kami berjuang bersama-sama, dia adalah suami ku, dan dia ayah dari anak-anak ku, aku tidak mungkin menyakiti nya apa lagi mencoba untuk membunuhnya." Ucap Vina dengan menangis berderai air mata.
Tapi pengadilan tetap menyatakan vina bersalah dan melakukan penyerangan kepada Tania.
Keputusan membuat Vina semakin hancur, dia tidak punya semangat untuk hidup di dunia ini, Vina mendekam di penjara.
Pada suatu hari, Hakim menemukan kasus baru yang menimpa vina.
tindakan yang di lakukan vina termasuk dalam kejahatan, dimana Vina terprovokasi oleh seseorang, kerena Vina melihat sebuah video porno suaminya dengan wanita lain.
Dan jaksa penuntut juga tidak bisa membuktikan, apakah Anton benar-benar di tabrak Vina dengan sengaja.
kerena pada saat itu tidak ada cctv yang menjadi bukti kuat.
Kuasa hukum Vina terus berusaha untuk membebaskan nya, kuasa hukumnya memberikan segala macam bukti dan para saksi di tempat kejadian perkara untuk bisa meringankan hukuman yang akan di jalani Vina nantinya.
Dan kuasa hukum Vina, mengatakan di pengadilan bahwa Vina tidak pernah berniat sama sekali untuk membunuh suami nya.
Kejadian di jalan raya itu, hanya lah sebuah kecelakaan, kata kuasa hukum Vina.
Akhirnya pengadilan memutuskan hanya memberi hukuman 3 tahun kepada Vina.
Setelah 2 tahun mendekam di dalam penjara, keajaiban datang untuk Vina.
Vina dinyatakan bebas sebelum waktunya.
kerena Vina berprilaku baik saat menjalani masa tahanan.
Dengan tangis yang haru, Vina menangis sangat bahagia, dan bersyukur keadilan diberikan pada dirinya.
Saat keluar dari penjara, Vina di sambut oleh kedua anak nya dan mereka pulang dengan mobil menuju pulang kerumah.
Saat tiba di rumah, Vina di sambut bahagia oleh keluarganya Dangan tangisan bahagia, vina berkumpul dengan keluarga nya seperti semula dengan penuh bahagia.
Dan Vina memaafkan semua kesalahan Anton dan Tania dengan lapang dada.
dia berusaha untuk melupakan masa lalu nya yang kelam.
dan mencoba hidup berbahagia bersama anak-anak nya selamanya.
Tapi tidak untuk Tania, dia terus berkoar-koar di publik, dia mengajukan tuntutan kepada Vina atas kejadian yang menimpa nya, kerena telah memberi penekanan emosional terhadap dirinya. kerena dia merasa keadaan jiwa nya sedang terganggu ,saat mengendarai mobil sendiy, Tania merasa tiba-tiba histeris ketakutan.
Dan Tania juga berkata, dia mengerti perasaan Vina sesama wanita, kerena telah dikhianati oleh suaminya, dan Tania mencoba untuk memaafkan Vina yang telah membuat nya trauma.
The End
jangan lupa ya mampir kenovel aku
cek fropil aku ya 🥰
semoga suka dan terhibur 💗