Hari ini aku dan kedua sahabatku Lula dan Ririn berencana untuk pergi berlibur ke Inggris negara yang selama ini menjadi impian kami untuk mengunjunginya. Kami sangat penasaran dengan kota tua dan barang-barang vintage nya...
"Felyyy apakah kamu sudah siap... teriak Lula dari lantai bawah yang sejak tadi sudah menungguku.
"Iya.. iya aku sudah siap, buru-buru ku tarik tas dan travelback ku lalu menuju ke bawah.
"Ayo buruan sebelum jalan semakin macet. Ajak Ririn pada kedua temannya.
Mereka pun bertiga naik ke mobil Fely, Dan kebetulan supir Fely sedang berada di rumah. "Pak... kebandara ya pak kalau bisa cari jalan yang tidak kena macet. Perintah Fely pada supirnya.
"Baik non...Supir Fely pun menancap gas menyusuri jalan-jalan kecil untuk menghindari kemacetan.
Dan tidak terasa setelah menempuh jalan sekitar satu jam setengah akhirnya Fely dan teman-temannya sampai di Bandara, merekapun masuk ke dalam Bandara lalu Check in, Dan naik kepesawat. Mereka bertiga sudah tidak sabar ingin segera sampai di negara inggris.
"Fel nanti kalau kita sudah sampai di inggris yang pertama-tama yang ingin kamu lakuin apa? Tanya Lula si tukang Kepo.
"Aku mau ke Colchester, aku ingin cari tau soal sejarah kota itu konon katanya banyak peninggalan sejarah yang bisa kita pelajari di sana. Jawab Fely.
"Kalau kamu Rin, kamu mau kemana kalau kita sudah sampai di inggris? Tanya Lula pada Ririn
"Aku mau mengunjungi butik-butik vintage yang berada di sana, aku mau beli baju dan asesoris yang lucu-lucu di sana. Jawab Ririn.
"Kalau kamu La, kamu mau kemana kalau kita sudah sampai di inggris? Ririn membalikkan pertanyaan pada Lula.
"Aku ingin mencoba semua kuliner khas inggris mulai dari Appetizer, Main course, Dessert. Biar kaya putri kerajaan inggris gitu. Jawab Lula sambil membayangkan.
"Belagu banget sih La segala Appetizer, Main course, Dessert. Kamu mau coba biasanya juga makan ikan asin ntar sakit perut lho. Ririn meledek Lula.
Mereka pun tertawa tanpa mempedulikan penumpang lain yang berada di sekitar mereka.
Setelah menempuh perjalanan selama 13 jam 30 menit akhirnya mereka sampai di kota London sebagai ibu kota Inggris.
Mereka sebenarnya sangat lelah karena menghabiskan waktu yang sangat lama di atas pesawat namun semua lelahnya terhapus oleh ke bahagiaan mereka yang telah menginjakkan kaki di negara yang mereka impi-impikan. Mereka pun sampai di sebuah rumah yang memang sengaja mereka sewa untuk beberapa hari, mereka memilih menyewa rumah agar lebih hemat di banding menginap di hotel yang banyak mengeluarkan uang.
"Aaah senangnya akhirnya kita sampai di negara yang begitu indah dan tenang. Lula membuang badannya di atas kasur yang lumayan empuk.
"Hari ini kita jadwal jalan-jalan kemana dulu..? Tanya Ririn pada kedua temannya.
"Sebaiknya kita cari makan, perutku sudah sangat lapar. Sambil memegang perut Fely yang kelaparan.
"Aku setuju.." kita cari makan dulu setelah kita mengisi perut baru kita lanjut jalan-jalan menikmati udara malam di negara Inggris yang indah ini.
Jawab Lula yang menyetujui usul Fely.
Mereka pun menuju sebuah restoran pinggir jalan yang tidak jauh dari tempat mereka tinggal mereka memesan makanan yang terkenal di restoran itu. Setelah mereka makan mereka bertiga berjalan-jalan mengelilingi tempat-tempat keramian mereka terpukau dengan suasana malam di kota ini.
Singkat cerita keesokan harinya mereka melanjutkan untuk berjalan-jalan lagi tapi kali ini mereka fokus ketempat-tempat bersejarah dan ke toko-toko penjual souvenir.
Mereka bertiga memasuki museum-museum bersejarah, tidak satupun benda-benda bersejarah yang lewat dari pandangan mereka. Setelah puas mengelilingi museum bersejarah mereka pun mengunjungi kawasan pertokoan yang menjual souvenir vintage.
Dan tidak sengaja mata Fely tertuju pada satu toko yang sangat berbeda yang membuat dirinya tertarik untuk mengunjunginya.
"Fel..fel... kamu mau kemana? Tanya Ririn.
"Aku mau ketoko itu kalau kalian sudah selesai melihat-lihat di toko ini kalian menyusul saja ke toko itu. Jawab Fely sambil menunjuk toko yang di maksud.
"Oh oke nanti kami menyusulmu. Jawab Lula.
Fely pun memasuki toko tersebut sambil mencari si pemilik toko.
"Permisi (dalam bahasa inggris.)
Si pemilik tokopun tiba-tiba muncul di antara etalase yang berjejer, yang membuat Fely terkejut. Si pemilik toko yang berperawakan agak tua dan sedikit bungkuk menyapa Fely dengan ekspresi dingin.
"Ada yang bisa saya bantu? (dalam bahasa inggris) Tanya si pemilik toko
"Apakah boleh saya melihat-lihat dulu? Jawab Fely dengan ramah.
"Boleh.. silahkan melihat-lihat. Jawab si pemilik toko.
Setelah beberapa lama Fely melihat-lihat koleksi toko itu, mata Fely menangkap sebuah Pena yang sangat unik.Fely pun mendekati Pena itu dan memperhatikannya dengan seksama.
"Pena yang sangat indah. Fely bergumam sendiri.
" Nyonya.. apakah Pena ini di jual? Tanya Fely pada wanita tua si pemilik toko.
"Pena itu tidak jual.." dengan ekspresi dingin nyonya itu menjawab pertanyaan Fely. "Apakah kamu menyukai Pena itu? Tanya wanita tua itu.
"Iya aku menyukai Pena ini, apakah boleh aku membelinya? Tanya Fely
"Kalau kamu menginginkannya ambil saja. Aku memberikannya untukmu. Jawab wanita tua itu.
"Kamu memberikanku secara gratis? Tanya Fely untuk lebih memastikan perkataan wanita tua itu.
"Iya aku memberikanmu secara gratis. Jawab wanita tua itu
"Kenapa kamu tidak menjualnya saja padaku? Aku ingin membelinya. Kata Fely dengan perasaan yang aneh.
"Tidak apa-apa anggap saja itu hadiah dari aku. Jawab wanita tua itu.
"Terimakasih banyak nyo... Fely belum selesai menyelesaikan perkataannya wanita tua itu pun menghilang, Fely sangat terkejut Fely mencoba mencari dan memanggil-manggil wanita pemilik toko namun wanita itu tidak menampakkan dirinya. Lalu seorang wanita cantik keluar dari sebuah ruangan yang berada di dalam toko itu dan menyapa Fely yang sedang kebingungan.
"Ada yang bisa saya bantu Nona.. tanya wanita cantik itu.
"Saya mencari wanita tua yang agak sedikit bungkuk yang tadi sedang berjualan di sini nyonya.
"Wanita tua yang bungkuk..?" wanita cantik itu merasa aneh dengan pertanyaan Fely. "Toko ini tidak mempekerjakan orang lain selain saya sendiri Nona dan saya juga pemilik toko ini. Jawab wanita cantik itu.
"Lalu siapa wanita tua itu yang dari tadi melayaniku di sini nyonya..? Fely semakin merasa aneh dan penasaran.
"Wanita tua siapa yang nona maksud? Si pemilik toko semakin merasa aneh pada Fely.
"Ini nyonya wanita tua itu tadi memberiku Pena ini sebagai hadiah. Fely menunjukan sebuah Pena pada si pemilik toko itu.
"Di toko kami tidak pernah menjual Pena seperti ini nona. Pemilik toko memperhatikan Pena yang di tunjukan pada Fely.
"Oh terimakasih kalau begitu nyonya maaf sudah mengganggu waktumu, saya permisi dulu. Fely pun pergi meninggalkan toko itu dengan pertanyaan yang mengganjal di fikiran.
Fely dan teman-temannya sudah selesai belanja dan mereka memutuskan untuk pulang ke rumah lebih cepat hari ini, mereka ingin beristirahat setelah berkeliling tadi.
Fely pun mengeluarkan sebuah Pena dari tasnya pemberian wanita tua itu dan memperhatikan. "Siapa wanita tua itu yang memberiku Pena ini..? Apakah ia makhluk halus? Di jaman modern seperti ini masi ada hantu? Ah kepalaku pusing memikirkannya. Sebaiknya aku mandi saja biar otakku segar.
Fely pun bergegas masuk ke kamar mandi dan setelah mandi Fely mengambil buku diary nya yang ia letakkan di atas meja bersebelan dengan Pena pemberian wanita tua itu.
Dan betapa terkejutnya Fely saat membuka cover diary nya Fely menemukan sebuah tulisan.
DIE...!!! DIE...!!! DIE...!!!
Dengan sontak Fely melempar buku diary itu lalu ke lantai lalu berlari menuju kamar Lula dan Ririn, Fely menggedor-gedor pintu kamar Lula dan Ririn
Tok..!! Tok..!! Tok..!!
Lula dengan tergesa-gesa membuka pintu kamarnya.
"Kamu kenapa Fel pintu kamar ku hampir roboh kamu gedor-gedor. Tanya Luka yang agak sedikit kesal atas ulah Fely.
"I i-itu Lul di kamar aku... dengan terbatah-batah karena ketakutan Fely hanya bisa menunjuk ke arah kamarnya.
"Kamu minum dulu dan tenangin fikiran kamu dulu Fel. Ririn mengambilkan segelas air putih buat Fely.
Setelah meminum air putih dari Ririn Fely pun menceritan soal kejadian yang ia alami barusan.
"Kalian ingat tidak waktu aku mengunjungi sebuah toko vintage tadi? Tanya Fely pada Lula dan Ririn.
"Ya kami ingat, memangnya apa yang terjadi? Tanya Lula dengan penuh penasaran.
"Tadi waktu aku kesana, aku menemukan sebuah Pena yang sangat unik lalu aku berniat untuk membelinya tapi si pemilik toko itu malah memberiku secara gratis dan katanya itu hadiah buat aku, dan pemilik toko yang melayaniku itu seorang wanita tua dengan tubuh yang sedikit bungkuk pada saat aku ingin berterimakasih pada wanita tua itu, wanita tua itu tiba-tiba menghilang ntah kemana aku cari dan ku panggil-panggil malah wanita mudah yang sangat cantik yang menemuiku waktu aku menanyakan kemana wanita tua itu pergi malah wanita cantik itu tidak tau dan tidak pernah kenal dengan wanita tua itu.
Dengan wajah pucat dan ketakutan Fely menceritakan semua kejadian yang di alami Fely hari ini.
"Terus di mana Pena itu sekarang Fel..? Tanya Ririn.
"Ada di kamarku, Pena itu menulis sebuah tulisan di buku diary ku. Kata Fely.
"Tulisan apa..?" Tanya Lula dengan wajah tegang.
"DIE...!! DIE...!! DIE...!!
"Ma-mati....!?" Dengan sontak Ririn menjadi panik dan ketakutan.
"Apa kamu yakin Pena itu yang menulis kata itu Fel...?
"Siapa lagi yang menulis Rin kalau bukan Pena itu, di kamarku tidak ada siapa-siapa lagian di rumah ini cuma kita bertiga saja.
Saat Fely bercerita pada teman-temannya tiba-tiba terdengar suara benda yang terjatuh dari dalam kamar Fely..
Gubraaak...!!
Fely dan kedua temannya sontak saling bertatapan dengan raut wajah yang sangat ketakutan namun mereka penasaran apa yang terjadi di dalam kamar Fely. Merekapun bertiga berjalan secara pelan-pelan menuju kamar Fely dan mendorong pintu kamar Fely yang setengah terbuka dan betapa terkejutnya mereka saat mata mereka melihat sebuah Pena yang melayang di udara mereka pun berteriak sejadi-jadinya dan berlari menjauhi Pena itu mereka bertiga terpisah mereka menyelamatkan diri masing-masing.
Pena itu mengejar Fely tidak henti dan akhirnya Pena itu menusuk mata Fely dan Fely pun berteriak kesakitan dan akhirnya Fely meninggal.
Lalu Pena itu menghampiri Lula yang bersembunyi di bawah meja dan Pena itu menancap di leher Lula dan akhirnya Lula pun meninggal.
Pena itu tidak membiarkan Ririn lolos dari kematian, Pena itu mengejar Ririn sehingga membuat Ririn terjatuh dari balkon dan menimpa sebuah pot bunga dan akhirnya Ririn pun meninggal. Setelah membunuh ketiga korbannya Pena itupun menghilang.
Tiga sahabat itu akhirnya meninggal saat mereka liburan bersama. Mereka adalah sahabat sejati hingga meninggalpun mereka tetap bersama.
END