Namaku Gladis, akhirnya aku kembali ke Surabaya setelah dua tahun ikut bersama Ortu karena urusan bisnis di sana. Urusan bisnis selesai dan membuat kami kembali ke Kota Asal.
Orang tuaku memasukanku di SMA Swasta yaitu SMA Dwi Angkasa. Tergolong elite yang ada di sana.
Hari ini adalah awal tahun ajaran baru dan juga pertamaku masuk sekolah baru. Saat ini aku berada di ruang guru untuk mencari wali kelasku.
Setelah bertemu ia mengantarku ke Kelas ku yakni 12-Ipa 1.
"Perhatian! Hari ini kalian akan kedatangan teman baru" Ucap Bu Rina yang masih kudengar dari luar kelas.
"Silahkan masuk!" perintahnya, dan dengan hati yang gugup aku memasuki kelas itu. suasana bisik-bisik mulai terdengar. Yang awalnya aku menunduk kini mengangkat kepalaku.
"OMG GLADIS!!" Suara itu sangat familier denganku, lantas pandanganku mengarah ke sumber suara. Fani sahabatku yang berteriak tadi, aku tersenyum ke arahnya.
"Baik, perkenalkan dirimu" perintah bu Rina.
Aku menghembuskan nafas, " Hai teman-teman, Aku Gladisya Putri pindahan dari Bandung, tapi asalku Surabaya" ucapku. Lantas mereka tersenyum menyambutku.
"Baiklah, kamu segera duduk sama Fani" Ucap Bu Rina, lantas aku menuju meja Fani.
Dia mengulurkan kedua tangannya lalu memelukku singkat. "Lo kok gak kabarin gue sih!" kesalnya.
aku hanya tersenyum singkat, " Sorry banget Hp dan nomor gue ganti" jawabku.
Mereka berbincang-bincang tanpa mempedulikan guru yang sedang memberi penjelasan.
BRAK! Suara pintu dibuka paksa
"ASTAGA NAGA!" Latah Pak Zaid, "Farel! kalau buka pintu yang baik dong! untung Bapak gak punya riwayat jantung" Kesal Pak Zaid.
Aku menoleh ke arah pintu dan betapa kagetnya aku saat melihat orang itu FAREL! MANTAN! dengan segera aku menaruh rambut ke depan untuk menutup wajah
Aku melotot kan mata ke arah Fany yang cengigisan sejak tadi. "Heh, kenapa gak pernah cerita sih kalau Farel sialan itu satu kelas sama LO!" Gumamku pelan dengan intonasi yang ditekan setiap kata.
"Peace" jawabnya singkat sambil menunjukan dua jari.
"Maaf pak keburu telat" jawab Farel menanggapi Pak Zaid yang masih kudengar.
"Sudah telat cah ganteng! buruan kembali ke kursimu!" perintah Pak Zaid.
Suara langkah kaki mulai terdengar sangat dekat ke arahku. Suara tarikan kursi itu terdengar sari sebelahku. "What! sebelah!" teriakku frustasi dalam hati.
Sedari tadi aku hanya bisa menunduk dan menyembunyikan wajahku agar tidak ketahuan sang mantan. Tapi nasib tidak berjalan baik denganku hari ini.
"Yang Murid baru siapa ya?" tanya Pak Zaid. lantas dengan wajah yang masih menunduk aku mengangkat tangan ku. Pasti saat ini orang-orang melihatku aneh!
"Gladis ya? maju ke depan kerjakan soal fisika dipapan!" perintah Pak Zaid.
"Mampus" ucap Fani yang menahan tawa.
Dengan gugup aku menuju ke depan sambil sibuk menutupi wajah. Dua menit kemudian aku selesai mengerjakan.
Dengan langkah tergesa aku kembali menuju kursi ku. Tapi sialnya aku harus terjatuh di hadapan Farel!.
"Gladis? apa kabar?" tanyanya.
_________________¶¶____________________
Sudah beberapa bulan aku memasuki SMA ini, hubunganku dengan teman-teman kelas juga semakin dekat. Kecuali dengan Farel Abimanyu, Mantan yang selalu cari gara-gara! bikin emosi di setiap harinya.
Aku menggebrak meja Farel "BRAK!"
"Heh Lo yang nyoretin tugas gue ya!" tuduhku.
"Bukan gue tuh!" elaknya santai sambil kembali fokus ke game.
Dengan kesal aku merebut hp nya.
"Apaan sih Lo!" bentaknya
"Lo yang apaan! Ngaku atau gue banting nih Hp!" ancamku.
"Oke Gue ngaku" jawabnya sambil menyeringai. Dengan cepat aku langsung membabi buta farel dengan segala serangan, mulai menjambak,memukul,menendang.
"Farel, Gladis HENTIKAN!" dengan terpaksa aku mengehntikan aksi.
"Kalian berdua hormat di lapangan sampai jam istirahat selesai!"
"Kenapa saya juga ikut Pak! Farel yang cari gara-gara" elakku.
"Gak ada tapi-tapian cepat laksanakan?" dengan malas kami berdua pergi ke tengah lapangan.
Sementara dilain sisi, Fani yang melihat mereka berdua tengkar hanya geleng-geleng kepala.
"Dasar, yang satu Caper satunya lagi ngladenin" gumam Fani pelan. "Kenapasih harus jadi mantan!" gemas fani sendiri.
Di tengah teriknya matahari Farel dan Gladis harus melakukan hormat bendera selama dua jam.
"Gara-gara Lo Nih!" kesalku
"Terima aja sih, kapan lagi berduaan sama mantan" jawab Farel dengan menekan kata mantan.
"Hush jauh-jauh sana mantan!" jawabku malas. Setelah itu terjadi keheningan diantara kami. Entah kenapa suasana tiba-tiba menjadi canggung.
cuaca mulai sangat panas dan tiba-tiba saja kepalaku menjadi sangat pusing, keadaan sekitar mulai gelap.
"Gladis!" teriak Farel sebelum kesadaran ku menghilang.
Dengan langkah tergesa Farel membawa Gladis menuju UKS. Dan sialnya UKS sedang kosong, dengan cepat ia melangkah ke kelas XI.
"Woi SIAPA PETUGAS UKS! S**T!!" Teriaknya di koridor kelas.
Dengan langkah tergesa seorang gadis menghampiri Farel.
"Ada apa Kak?" tanya gadis itu. "Buruan ke UKS ada yang pingsan" jawab Farel setelah itu menuju UKS.
Sesampainya di sana ia sedang menunggu Gladis yang sedang diperiksa.
"Kak, Kak Gladis kondisinya baik bentar lagi mungkin sadar, jangan lupa disuruh makannya ya" ucap gadis yang memeriksa Gladis.
Farel hanya mengangguk dan gadis itu pamit kembali ke kelas.
Farel memandangi Gladis yang masih belum sadar itu dengan khawatir. Setelah puas memandangi, Farel menelpon Fani sahabat dekat Gladis.
"Beliin Makanan sekarang!"
" ......"
"Buat Gladis, dia pingsan! cepetan sekarang!"
"TUT"
Farel menggenggam tangan Gladis dan membawa ke pipinya. Dengan Lamat ia merasakan kehangatan.
"Kenapa sih kita harus jadi Mantan dan terjebak dengan zona ini" ucapnya frustasi.
___________¶¶____________________
Suasana malam ini sedikit dingin tapi terang karena ada bulan purnama. Saat ini Gladis berada di taman alun-alun dekat rumahnya. Tempat favoritnya
Ia memejamkan mata sambil menikmati semilir angin malam yang mengibarkan rambutnya. Dan tiba-tiba saja memori tentang taman ini masih terekam jelas diingatanya apalagi saat bersama Farel. Sebelum ia pindah ke Bandung
"Ternyata Kamu masih suka disini ya"
Gladis membuka matanya lalu menoleh ke arah samping. Ia merotasi kan kedua bola matanya.
"Kenapa sih, gak di sekolah dan disini pun harus ketemu Lo" ucap Gladis muak.
" Emang kenapa?"
"Gue Gak mau ya, berada di Zona M.A.N.TA.N" ucapnya.
"Balikan aja yuk" ajak Farel. Dan hal itu membuat Gladis tersedak dengan air liurnya sendiri.
"Ngaco! Lo yang buat hubungan kita putus dan nge putusin gue , Eh malah ngajak balikan" Ucap Gladis, mengatakan hal itu memorinya langsung terbayang di satu tahun yang lalu. Dan membuat dadanya terasa sesak.
*Flashback On
Malam ini Gladis sibuk dengan Hp nya di kamar. Sudah beberapa kali ia mengecek Hp untuk melihat chat dari Farel-kekasihnya di Surabaya. Sudah lama Farel tidak mengabarinya.
Dengan kondisi yang ngantuk berat padahal baru jam 19.00 WIB, beberapa kali matanya terpejam.
*Ting*
Notifikasi chat terdengar,dengan semangat Gladis membuka Hp nya. sebuah jawaban dari chat Farel. Dengan cepat Gladis menelpon Farel.
"Hai Rel, gimana kabar kamu? kenapa gak pernah kabari aku?" tanya Gladis.
"Maaf" Jawab Farel di sebrang sana
"Kamu lagi apa?"
"Lagi kerja kelompok, aku tutup dulu ya"
"Kita baru ngomong beberapa detik, kenapa langsung ditutup sih?!" Tanya gladis kesal.
"Aku lagi sibuk! ngertiin dong!" bentak Farel. Padahal selama ini sesibuk apapun Farel selalu mengabari dulu.
"Kamu berubah tau gak sih" ucap gladis dengan
nada bergetar.
Disebrang sana Farel menghembuskan nafas
"Lama-lama aku capek sama kamu" Jawab Farel
"Capek? Terus mau kamu apa?" Tanya Gladis.
"Kita Putus!" ucap Farel. Dua kata itu membuat hati gladis runtuh seketika.
"Jangan ngawur! aku minta maaf kalau ada salah sama kamu, kamu lagi capek sekarang ngomongnya jadi ngawur" isak Gladis.
" Kamu mau tau salahmu? Kamu selingkuhkan sama orang yang namanya Fajri!" tuduh Gladis.
"Demi tuhan, aku sama dia nggak ada apa-apa, Jangan salah paham dong! dia itu s--" Penjelasan Gladis terpotong oleh ucapan Farel.
"Gak usah kasih penjelasan, gak mempan! Kita tetap PUTUS" tegas Farel, hal itu membuat hatinya berdenyut sakit.
Hal yang membuat hatinya semakin perih ketika beberapa menit sebelum telpon ditutup ia mendengar suara gadis yang mengajak farel pulang sehabis menonton film.
"Sebenarnya yang selingkuh itu Kamu!" ucap Gladis kesal di sela isaksnya.
*Flashback Off
Farel menghela nafas kasar. Ditatapnya Gladis yang mulai berkaca-kaca.
"Maaf, Maafin aku Glad" Pinta Farel sambil menggenggam salah satu tangan Gladis.
"Basi tau gak sih!" Ucap Gladis lalu pergi setelah menepis tangan Farel dengan kasar.
Farel yang duduk di kursi taman itu hanya memandangi tubuh Gladis yang mulai menghilang ditelan kegelapan.
"Gue Bodoh! Maafin gue Glad" ucap Farel miris sambil tersenyum kecut.
_________________¶¶_________________
"Kak Fajriii, Gladis kangen banget!!!" ucap Gladis dengan girang dan langsung menghambur ke pelukan Gladis.
"Duh, Sepupu kakak paling absurd bisa kangen juga ya" kekehnya.
"Eh, Fajri buruan masuk nak" ajak Melly, ibu Gladis.
"Iya tan" jawab Fajri sambil tersenyum.
"Berapa hari kamu di Surabaya?" tanya Melly.
"Cuma tiga hari tan" jawabnya.
"Yah, kok cuma sebentar!" protes Gladis.
"Kan disini rencana nya ada bantu proyek papa, bukan liburan" Jawab Fajri.
"Kak mumpung lagi weekday, yuk ke Carnifal night!" ajak Gladis. Dan Fajri mengangguk.
Ya, dan disinilah mereka berdua berada di Carnival night. dengan mencoba segala wahana yang ada disini.
Dilain tempat,
"Ayolah Rel, ke Night Carnival! mumpung aku di Indo nih, hibur kek lagi galau tau!"
"Lain hari deh sher, males gue!" tolak Farel
"Tante! Farel gak mau diajak Jalan-jalan!"
"Farel! ajak Sherly jalan-jalan atau uang jajan bakal Mama potong!" Ancam Mama Farel. Dan ancaman itu berhasil! membuat dua sejoli menuju Carnival night.
Setelah lama bermain wahana Farel dan Sherly menuju ke kedai makanan.
BRUK
"Sorry gue gak sengaja" ucap Sherly sambil membantu cewek yang ditabraknya berdiri.
"Gladis?" Ucap Farel
"Ada yang sakit?" Tanya Sherli yang dijawab gelengan oleh Gladis.
Gladis hendak pergi namun dicekal oleh lebih dulu oleh Farel.
Di sisi lain,
"Kak, aku antrikan makanan dulu ya" ucap Gladis yang diangguki Fajri. tak lama melangkah, Gladis terjatuh akibat tabrakan yang ditimpanya. Ia dibantu berdiri oleh gadis itu. Dan kagetnya ia bertemu dengan Farel!
"Glad, Kamu gak apa?" tanya Kak Fajri yang baru saja datang dengan muka khawatir.
"Gak apa kak" Jawab Gladis. "Ayo, pergi kak!" ajak Gladis. Ia ingin segera meninggalkan tempat itu karena ia tahu siapa gadis itu! selingkuhan Farel!
Belum selangkah pergi, tanganya dicekal seseorang, Dia Farel.
"Apa sih Rel! Lepasin!"
"Oh, Jadi ini selingkuhan kamu di Bandung" Ucap Farel dengan smirik.
"Selingkuhanku atau nggak, Itu bukan urusanmu Lagi!" Tekan Gladis.
"Dasar tukang selingkuh!" ejek gladis,
BUGH, bogeman keras berkali-kali mendarat di pipi Farel, dan pelakunya Kak Fajri. Hal itu membuat orang sekitar memandangi mereka. Aksi saling membogem itu masih berlanjut.
"Kak Fajri! HENTIKAN!" Teriak Gladis.
"Jadi Lo, yang namanya Farel, jangan sesekali Lo hina Sepupu Gue! kalau gue lihat Lo nyakitin dia Habis nyawa Lo!"
Deg! "sepupu? jadi Fajri itu sepupunya Gladis! Begok banget sih Rel!" Batin Farel.
" Ooh Gladis yang bikin Lo gagal Move On" ucap Sherly sambil terkekeh. pasti terjadi kesalahan diantara mereka.
"Diem Lo! Kita Pulang!" Bentak Farel Frustasi yang membuat Sherly memberengut.
______________________¶¶_________________
Kejadian beberapa waktu lalu membuat suasana canggung serta tegang diantara Farel dan Gladis, hal itu bisa dirasakan oleh Fani yang ada di dekat mereka. Beberapa kali Farel menghampiri Gladis, tapi gadis itu selalu menghindarinya.
"Glad, Pulang seolah aku tunggu ditaman alun-alun ya" Ucap Farel singkat dan Gladis tidak menanggapi.
"Kalian ada masalah apa sih?" tanya Fani
"masalah hati! ribet pokoknya!" jawab Gladis, "gue mau pergi! gak selera makan lagi"
Sudah berjam-jam Farel berada di Taman menunggu Gladis, dan gadisnya itu belum datang. Pokoknya Dia tetap disini menunggu gadis itu meski cuaca mendung dan mulai hujan.
Tok-tok-tok
suara ketukan pintu membuat Gladis turun dan membukanya, sangat kaget ternyata yang dihadapannya itu cewek Farel.
"Hai" Sapa gadis itu sedikit kikuk, "gue gak dipersilahkan masuk nih?" tanya Sherly, dengan berat hati Gladis mempersilahkan.
"Jadi ada perlu apa?" tanya Gladis to the point
"Gue mau jelasin, kayaknya ada salah paham nih diantara kita! jadi sebenarnya gue tuh sahabat kecil Farel! bukan pacar ataupun selingkuhan, Ihh ogah gue!"
Gladis, tersentak kaget, " Terus? gak ada hubungannya sama gue lagi!"
"Bodoh banget sih! Ya ada lah! kalian kan masih ada rasa suka! Gue tuh gemes sendiri liat Farel beberapa hari ini Frustasi, nangis sendiri, mandangin foto lo. Sampai jijik gue lihatnya! untung pacar gue kagak begitu" Cerewet Sherly.
Gladis yang mendengar ucapan Sherly langsung teringat Farel! Bagaimana kalau dia masih nunggu dirinya di Taman! mana sekarang Hujan lebat lagi! .
"Makasih penjelasan, gue cabut dulu!" Ucap Gladis seelah itu berlari menuju Taman alun-alun dekat rumahnya.
Dan benar saja Farel masih berada disana duduk di bawah guyuran hujan.
"Kenapa sih dari dulu jadi cowok bodoh banget!" kesal Gladis yang melihat Farel.
Farel yang melihat Gladis langsung berdiri menghampiri gadisnya.
"Glad, aku tau kamu pasti datang" Ucap Farel tersenyum. Gladis langsung mengambur ke pelukan Farel.
"Kenapa kamu bodoh banget sih, ini hujan kalau kamu sakit gimana!" isak Gladis yang sudah ada di pelukan Farel.
"Maafin aku dua tahun yang lalu! aku mutusin kamu karena cemburu dengan Kak Fajri yang ternyata sepupumu, Maafin aku karena menuduhmu, maafin aku ya yang berkata kasar!" Ucap Farel dengan nada sedikit bergetar.
"Aku maafin kamu, aku juga sudah mendengar penjelasan dari Sheryl Rel"
"Aku masih sangat mencintaimu Glad, dari dulu sampai sekarang. Hal terbodoh dihidupku adalah mengusirmu dari hidupku dan itu membuatku sangat menyesali"
"Rel, aku juga masih cinta sama kamu. Dulunya mau move on tapi gagal" hal itu membuat helak tawa diantara mereka.
Farel melepaskan Gladis dari pelukannya lalu memegang kedua bahu Gladis. Ditatapnya kedua mata gadis yang sangat ia rindukan dengan intens. sedangkan Gladis yang ditatap seperti itu membuat pipinya bersemu merah.
"Glad, kamu mau kembali sama aku? Jadi pacar aku lagi ya!" Pinta Farel penuh harap.
"Hmm..." Jawab Gladis disertai anggukan kepala.
Hal itu membuat Farel memekik Girang.
"YES! MAKASIH TUHAN!" teriak Farel di bawah guyuran hujan.
Gladis terlonjak kaget saat tiba-tiba Keningnya dikecup Farel Lama! Ini pertama kalinya! membuat dirinya gugup.
Dibawah Rinai hujan itu saksi biksu kembalinya hubungan kedua insan yang berikatan kembali. Kalau yang namanya takdir, sebesar apapun masalahnya, sejauh apapun jaraknya kalau takdir pasti akan kembali karena itu sudah terikat satu sama lain.
Buat kalian yang lagi jalin hubungan, jangan lupa sering komunikasi ya! Jaga kepercayaan! Kalau salah paham segera diselesaikan, cari solusinya.
Jangan sampai dipendam sendiri, yang nantinya emosi bakal jadi BOM dikemudian hari.
Terimakasih sudah membaca :)