Siapa sangka ada orang yang begitu paham bahasa bunga... Bunga bukan hanya sekedar penghias, namun juga bisa melambangkan perasaan. Salah satunya bunga Agapanthus. Agapanthus sendiri berasal dari bahasa Yunani "Agape" yang memiliki arti cinta dan "Anthos" yang berarti "bunga". Jadi, Agapanthus bisa diartikan sebagai bunga cinta. Dalam bahasa bunga ia diartikan surat cinta.
Lalu ketika seseorang memberikan mu satu pot penuh bunga tersebut apa yang akan kau lakukan? Terlebih ia memberikan nya saat H-1 ia menghilang, apakah kau akan menunggu nya kembali yang entah kapan atau kau akan menghiraukan nya. Disini kisah itu bermula, dikala Calla Harun mendapatkan satu pot bunga agapanthus dari sosok Raka Atmajaya yang baru saja dikenalnya sebagai temannya.
"Calla..." Raka memanggil Calla dari luar gerbang saat itu ia sedang sibuk menyirami kebun bunga mini di sepanjang tembok taman rumahnya
"Ada apa kak Raka, masuk aja..." Calla tersenyum manis ke arah Raka
"Pak Sapri... bukain gerbang buat kak Raka"
"Iya non..." sebuah sautan segera terdengar dari dalam pos satpam rumahnya
Dan setelah Raka masuk ia segera berjalan kearah Calla
" Kakak cuma mau ngasi kamu ini..." Raka mengulurkan pot bunga minimalis kearah Calla
"Ini bunga apa kak? cantik banget..." Calla tersenyum menerima nya
"Ini keberapa kalinya sih kita ketemu?" Raka bertanya pelan
"Gak tau, yang kelas ini ketiga kalinya kakak kerumah aku 😁"
"Ya... udah kakak pamit ya"
"Loh cepet banget kak, gak masuk dulu aku buatin minum?"
"Gak usah kakak langsung balik aja"
Saat Raka sudah hampir keluar gerbang Calla tersadar ada yang aneh
"Kak Raka ini bunga apa?"
Raka terdiam lalu tersenyum dan menjawab
"Itu bunga agapanthus 😊"
"Artinya apa?"
"Kamu cari tau sendiri kakak balik dulu👋" setelah keluar Raka berjalan menjauh dari rumah Calla sambil melambaikan tangannya.
.
.
.
Dan setelah hari itu Raka tidak pernah muncul lagi... walaupun Calla setiap hari lari pagi berharap bertemu dengan seorang Raka yang dikenalnya saat lari pagi keliling komplek, maupun menyiram bunga setiap sore berharap Raka datang bertamu kerumahnya. Calla yang saat itu baru menginjak bangku SMA kurang faham apa yang terjadi. Apalagi ia baru saja diperkenalkan dunia luar setelah sebelumnya selalu home schooling karna terlalu dijaga keluarganya.
Masa SMA Calla berlalu begitu cepat, banyak yang terjadi tapi ia melewati nya begitu saja karna ia merasa tidak yang menyenangkan karena ia masih memikirkan kemana Raka pergi. Banyak yang mendekatinya tapi semuanya ia tolak secara halus tapi dimasa ini ia mendapatkan dua orang teman, bukan... bukan sekedar teman biasa karna banyak yang berteman dengannya tapi hanya mereka yang tulus si kembar Lala Lulu dan Gita hanya mereka yang ada untuk nya disaat suka maupun duka, bagaiman ia tahu begini ceritanya...
Hari itu H-10 hari ulangtahun Calla kakak pertamanya yang seorang model pensiun memberikannya tantangan untuk membuktikan diantara semua teman-teman nya mana yang tulus dan mana yang tidak. Karna ia setiap hari diantar jemput dengan mobil mewah teman-teman nya pasti beranggapan bahwa ia anak orang kaya, cantik, kaya dan pintar adalah perpaduan sempurna untuk membuat semua mata memperhatikan nya, walaupun selama ini Calla tidak pernah memakai barang-barang branded seperti teman-temannya atau memamerkan foto wisata luar negri maupun menggunakan ponsel mahal, nyatanya ia terlampau sederhana untuk dikatakan anak orang kaya.
Jadi kakaknya yang bernama Camelia Harun memintanya berangkat dan pulang sekolah menggunakan sepeda milik pembantu nya dan mengatakan bahwa ia tidak memiliki kekayaan lagi, karna Calla merasa itu semua benar karna kekayaan dan harta yang ada adalah milik kedua orangtuanya bukan miliknya ia pun setuju.
"Kamu mulai sekarang sampai hari ulangtahun kamu harus ke sekolah pake sepeda bi Sumi dan bilang kalo kamu gak punya uang dan harta lagi"
"Ok... aku setuju 🙂"
Hari pertama satu sekolah heran mengapa ia menggunakan sepeda, dan ada beberapa yang bertanya dan ia menjawab dengan enteng
"Aku udah gak punya apa-apa lagi"
Sontak karna jawaban itu beberapa dari teman-temannya menjauhinya. Dan karna ia tak diizinkan membawa uang selesai satu lembar uang sepuluh ribu ia memilih untuk membawa bekal roti isi dan air mineral dari rumah. Maka semakin hari, semakin sedikit teman-teman yang menyapanya maupun menemaninya. Dan akhirnya H-1 ulang tahun nya ia sadar bahwa hanya Lala Lulu dan Gita yang selalu bersama, entah itu selalu menemaninya di kelas memakan bekal, bermain dan belajar bersama nya maupun mengulurkan tangan mereka saat ada yang mengganggu nya.
Saat ini mereka sedang duduk di taman depan kelas mereka sambil menikmati bekal makanan yang mereka bawa, dan Calla sudah menguatkan tekad untuk jujur pada mereka
"Lala... Lulu... Gita... Calla mau jujur..."
"Mau ngomong apa Cal..." Gita yang memang memiliki penyakit kepo akut segera mendekat
"Tapi kalian jangan marah ya..."
"Siappp" Lala Lulu menjawab serentak
"Sebenernya ekonomi Calla baik-baik aja"
"Ha...🙁 maksudnya apaan?"
"Calla disuruh kak Camelia buat cari temen yang bener jadi disuruh pura-pura susah" Calla menjawab lirih sambil menundukkan kepalanya
"Wah... gak bener ini... kok bisa sih" Lulu bertanya tidak sabaran
"Soalnya kak Camelia itu ratu drama😁 maaf"
"Emang nama lengkap kakak kamu siapa sih? sok-sok an drama segala" Lala menjawab sewot
" Namanya Camelia Harun kakak pertama aku umurnya 29 tahun ibu satu anak tinggal di Paris"
"Eh... maksudnya Camelia Harun yang model itu, yang masih jadi bintang iklan tas Gucci itu, yang pensiun dari dunia modeling beberapa tahun lalu tapi masih nerima job internasional aja itu?"
"Iya... kok Gita tau?"
"Wah parah Lo Cal... kakak setajir itu kok bisa ngasi ide gila..." Gita menggelengkan kepalanya, persekian detik ia tersadar
"Astaga berarti kamu anaknya Pak Anugraha Putra Harun sama Bu Aedia Marwa Harun?"
"Iya..."
"Omg...." Lala Lulu berseru kompak
"Kita punya temen anak sultan...😂😂😂" lalu mereka berdua tertawa kompak sedangkan Gita sibuk memijat pelipisnya.
Setelah pengakuan itu, Calla mengundang mereka ke acara ulangtahun ke 17 nya yang akan dilaksanakan besok malam dirumahnya, mereka sangat senang walaupun setelah itu mereka terasa sedikit canggung tapi lambat laun tak ada jarak diantara mereka walaupun Lala Lulu dan Gita termasuk anak kolongmerat tapi dibandingkan keluarga Calla mereka ibarat ada di satu level di bawah Calla .
.
.
.
Sejak hari itu pertemanan mereka langgeng sampai saat ini, apa kabar kak Raka ???
Silahkan ditunggu part 2 nya 😁