"Siapa kamu tiba-tiba berada di dalam kamarku?" Helen terkejut melihat sosok laki-laki berada di dalam kamarnya.
"Namaku Jimin aku makhluk halus yang bisa muncul di mana saja dan kapan saja, Jimin memperkenalkan namanya pada Helen.
"Makhluk halus..? Berarti kamu ha-hantu? Helen mengucek matanya setelah mendengarkan perkataan Jimin.
"Iya aku sosok hantu tapi aku tidak suka mengganggu atau mencelakai orang, aku lebih suka berteman dengan manusia. Jimin menjelaskan pada Helen agar Helen tidak takut padanya
"Walaupun kamu tidak jail tapi tetap saja Hantu yang menakutkan. Kata Helen.
"Wajahku tidak kelihatan seram kenapa kamu takut? Jimin merasa aneh atas ketakutan Helen
"Ya memang wajahmu tidak menyeramkan tapi tetap saja kamu hantu. Helen memperjelas perkataannya pada jimin.
"Sebaiknya kamu keluar dari kamarku dan jangan kembali lagi..! Helen meminta Jimin untuk keluar dari kamarnya.
"Aku sudah merasa nyaman di sini jadi aku tidak akan kemana-mana.Jimin tetap ngotot untuk tetap berada di kamar Helen
"Tapi ini kamar cewek, tidak boleh ada cowok di kamar ini. Kata Helen.
"Aku tidak bisa di liat dengan siapa pun, cuma kamu yang bisa melihatku jadi kamu tidak usah khawatir. Jawab Jimin.
"Tapi tetap saja kamu tidak boleh berada di sini, kamu mengganggu privasiku. Helen tetap berusaha meminta jimin untuk meninggalkan kamarnya.
"Aku akan keluar kamar jika kamu akan mandi ataupun berganti pakaian dan tidak akan mengintip mu.Jimin meyakinkan Helen.
"Mana aku tau kalau kamu mengintipku atau tidak kamu ini kan hantu bisa berbuat apa saja tanpa ada orang yang melihatmu. Helen tetap meminta Jimin untuk meninggalkan kamarnya.
"Hei aku bukan hantu mesum seperti yang ada di fikiranmu. Jimin mulai kesal dengan perkataan Helen.
"Ah sudah lah aku capek berdebat denganmu, aku mau mandi dan tidur.Helen meninggalkan Jimin dengan wajah kesal
Jimin pun pergi meninggalkan kamar Helen dengan wajah sedih, Jimin duduk di salah satu bangku taman yang berada di sekitar tempat kos Helen. Jimin bingung harus tidur di mana malam ini.
Sedangkan di kamar kos Helen baru saja selesai mandi dan mengeringkan rambutnya, tiba-tiba ia kefikiran dengan Jimin.
"Apakah tadi salah caraku meminta Jimin untuk pergi dari sini,? Bagaimana jika ia memanggil keluarga hantunya untuk menerorku, terus mencekikku
Aaaaaa... tidak tidak itu cuma fikiran aku saja. Helen menepuk-nepuk pipinya agar tidak memikirkan yang macam-macam tentang Jimin.
Di saat Helen masi dalam lamunan memikirkan Jimin tiba-tiba.
"Ya tuhan kamu lagi..." kenapa kamu selalu muncul di hadapanku. Helen memarahi Jimin karena muncul tiba-tiba membuat Helena terkejut.
"Aku tidak bisa jauh-jauh darimu. Kata Jimin, izinkan aku tinggal bersamamu aku tidak akan mengganggu ataupun mengusilimu.Jimin menaikan kedua jarinya sebagai tanda berjanji.
"Baiklah aku akan mengizinkanmu tinggal di sini tapi dengan syarat setiap aku mau mandi dan berganti pakaian jangan sekali- sekali muncul atau mengintip kalau sampai itu terjadi mata kamu akan bisulan selamanya, satu lagi saat aku tidur jangan coba-coba berbuat macam-macam.
"Iya aku berjanji, terimakasih sudah memberiku izin untuk tinggal di sini. Jimin sangat senang akhirnya ia di perbolehkan tinggal di kosan Helen.
Selama mereka tinggal bersama semakin lama mereka semakin dekat dan mereka menjalani hari-hari bersama bahkan selama ada Jimin di samping Helen, Helen merasa nyaman dan aman karena ada Jimin yang selalu melindungi Helen dari orang-orang yang berniat jahat padanya.
Helen dan Jimin sedang duduk di bangku taman sekitar komplek tempat kos-kosan sambil menghirup udara segar di malam hari. Tiba-tiba Jimin mengungkapkan perasaannya pada Helen.
"Aku menyukaimu Helen..sambil menggenggam tangan Helen dalam bayangan.
Helen sontak terkejut setelah mendengar perkataan Jimin.
"Apa..!? Kamu menyukaiku? Kamu lagi tidak demam kan..?" Helen memegang kening Jimin dengan tangannya.
"Sejak kapan ada hantu bisa demam Helen..? Dengan tertawa Jimin menjawab pertanyaan Helen.
"Tidak tidak tidak ini tidak mungkin Jimin, dunia kita berbeda bagaimana bisa seorang manusia menjalin kasih dengan sesosok hantu, walaupun aku akui kamu hantu yang tampan tapi ini tidak masuk akal.
"Kenapa tidak mungkin, bukankah cinta
itu datangnya tiba-tiba dan sekarang aku mengalaminya Helen. Jimin tetap ingin menjalin hubungan dengan Jimin.
"Aku tau Jimin cinta datangnya tiba-tiba tapi kita berada di dunia yang berbeda. Orang-orang akan menganggapku gila jika mengetahui kalau aku menjalin hubungan dengan sesosok hantu. Apakah di duniamu tidak ada sosok hantu yang cantik yang bisa kamu jadikan kekasih? Tanya Helen.
"Banyak tapi aku hanyan ingin menjalin kasih denganmu Helen, aku tidak mau dengan wanita lain.
"Sebaiknya kamu simpan saja perasaanmu padaku Jimin, dunia kita berbeda aku tidak bisa menjalin hubungan denga makhluk halus. Aku ingin menjalani masa depanku dengan lelaki yang nyata dan sebaiknya kamu menjalani kebahagiaanmu dengan dunia kamu jimin. Dengan sangat berat Helen menolak cinta Jimin padanya.
"Ta-tapi Helen, sejujurnya aku menyukaimu sejak aku masi hidup tapi aku belum sempat menyatakan perasaanku padamu aku lebih dulu meninggal. Jimin tertunduk menyembunyikan rasa sedihnya.
"Apa.."! Kamu menyukaiku sejak kamu masi hidup? Helen sangat terkejut mendengarkan pengakuan Jimin
"Aku menyukaimu sejak aku melihatmu di halte bus dan sejak itu aku sering datang ke halte bus lebih awal dari kamu agar aku bisa melihatmu, saat aku ingin mengajakmu berkenalan tiba-tiba ada sebuah mobil yang menabrakku saat ingin menyebrang jalan sehingga merenggut nyawaku, Sejak kejadian itu aku berusaha mencari tau di mana rumahmu.
Tidak terasa air mata Helen menetes, Helen menangis mendengarkan kisah tragis Jimin untuk mengungkapkan perasaannya pada Helen, namun Helen juga tidak mungkin menerima cinta Jimin dengan keadaan Jimin yang sekarang
"Sungguh aku sangat sedih Jimin ternyata kematianmu karena aku, sampai kapanpun aku tidak bisa memaafkan diri aku sendiri Jimin. Tapi aku juga tidak mungkin menerima cinta kamu dengan keadaan kamu seperti sekarang, dunia kita sangat berbeda Jimin kenapa takdir begitu jahat kepadamu kenapa dunia tidak adil kepadamu Jimin. Helen menangis di hadapan Jimin
"Mungkin sudah takdirku untuk tidak bisa mendapat cinta dari mu Helen.
"Helen..." sudah saatnya aku pergi untuk selamanya, sekarang aku sudah merasa legah karena telah mengungkapkan perasaanku padamu yang selama ini mengganjal di hatiku. Ini akan menjadi malam terakhir aku bisa melihat wajah cantikmu, terimakasih selama ini telah baik dan mau menerimaku untuk tinggal bersamamu.aku akan pergi dengan tenang sekarang, aku minta jaga diri kamu baik-baik karena aku tidak bisa lagi melindungimu. Helen aku mohon jangan mengantarku dengan air matamu aku ingin melihat senyum di bibirmu untuk terakhir kalinya Helen.
Helen mencoba tersenyum di hadapan Jimin untuk mengabulkan permintaan Jimin yang terakhir kalinya walaupun air mata Helen tak henti mengalir di pipinya. Helen memandang wajah Jimin yang semakin lama semakin memudar bagaikan bayangan dan akhirnya menghilang..
"Jimiiiiiiiiiiin...!!!
Helen tidak bisa lagi membendung kesedihannya sambil menangis Helen memanggil nama Jimin.
Kini tidak ada lagi tawa Jimin dan canda Jimin yang menemani hari-hari Helen. Helen hanya bisa mengirimkan doa buat Jimin agar Jimin bahagia di surga sana.
END